Deem mesa keluarga disanga Ambena Manapalu anna bainena sola mesa anakna disanga Toba Poso. Karanganna indo Manapalu silao mupekam bau. Pissam waktu lekbak om inde Manapalu lako belakna aka silekbak munasu baunna. Ya lekbak um bainena sola indo anakna na abunni ya naringngi naua ilalam lanta sangngakik too. Sipaktulak kalena ya mutimbak i kalena naua sapuloki Anna mesa. Ya mualam pirim sapulo mesa, anna nagosok i naande mesa-mesanna.
Ya sia lapura kalem naande. Ya nauam bainena yabo tondom lanta “tokke!” Ya kapetuak tuak um indo manapalu. Ya naua polem bainena tokke Manapalu, mengkatibe polek nak Allah kurra, bini-bini mandam kalena naala polek bainena indo baunna budapi nababa lako banuanna, ya tak masae suleram Manapalu basa-basa kalena ya nauammi bainena akari manapalu. Ya nauam aka si naua lako tondom lanta tokke. Ya mengkatibe babamak kua lalakoak sule banua. Ya sia masia polei ya nauam Manapalu “Tunuannak ilalam baungku.” Anna lekbak aka mupakkaroangam aka lamatemmak ya tak i masae matem Manapalu aka balusam lium.
“Suppik!”
Terjemahan Bahasa Indonesia
Suatu saat tinggallah seseorang yang bernama Manapalu bersama istri, serta anaknya yang bernama Toba poso. Pekerjaan Manapalu tiap hari pergi memancing ikan.
Suatu saat Manapalu pergi ke pondoknya. Ia selalu pergi sendiri untuk memasak ikan hasil tangkapannya. Ia tidak mengajak istrinya dan anaknya. Suatu ketika ia pergi lagi memasak ikannya, istri serta anaknya pergi mengikutinya dengan bersembunyi. Tak lama dia mendengar Manapalu ini berbicara sendiri. Ia berkata “Disini kita ada sebelas orang yang akan makan, hahaha….” Kemudian dia mengambil sebelas piring (ikannya) lalu ia makan sendiri sampai kenyang.
Ketika makanannya mau habis, istrinya yang bersembunyi itu menakut nakuti Manapalu dengan berkata “tokkee” setelah mendengar itu manapalupun ketakutan. Karena dia sangat takut/kaget, sampai ia melompat sehingga Manapalu ini terluka.
Kemudian isri dan anaknya ini turun untuk mengambil ikan yang masih tersisa kemudian mereka membawanya ke rumah.
Tak lama kemudian Manapalu datang ke rumahnya, dan berkata kepada istrinya “Aku sangat ketakutan mungkin tak lama lagi aku akan meninggal.” Karena lukanya yang sangat para sehingga tak lama itu ia meninggal dunia.
“Tamat!”
Diceritakan kembali oleh Yulman dan Dolinsa
Manapalu
Full Story