Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset

Katalog Cerita Rakyat

Ditemukan 1 cerita rakyat terarsip di sistem.

TOPOLE SUMOMBAL (ORANG DARI PERANTAUAN)
Desa Batupanga, Kec. Luyo, Kab. Polewali Mandar

TOPOLE SUMOMBAL (ORANG DARI PERANTAUAN)

Di pirang bongi, diang mesa tommuane sanganna Tulisangondo. Iya lambai sumombal maitai pangupan. Di tempat perantauan, sihuppa"i mesa towaine sanganna Dayang. Lamak-lamak, Tulisangondo massunggumi massiala siola Dayang, jari siala mi iya dua. Tappana pura siala, Tulisangondo mappauang lao bainena mua melo na bawai lao dikappunna supaya sitai tomatua"na. Dayang setuju, jari millamba mi iya dua. Tappana lambi ri bihing sasi, Tulisangondo mappauang bainena mittette ri teppi sasi apa iya lamba makkitai lopi yang mala napake lao dikappunna. Tappana i Tulisangondo lamba maitai lopi, polemi mesa towaine sanganna Ca"mehe. Iya cemburui i Dayang apa melo na ala muanena. Ca"mehe na rampas bajunna i Dayang anna napakei. Tappana pura, nabuangi i Dayang naung ri sasi anna iya mittoko ri teppi sasi menggantikan tempatna. Andiang masae, polemi i Tulisangondo mambawa lopi. Apa naita towaine ri teppi sasi napake bajunna bainena, jari langsung naparai tama ri lopi tanpa mappattantu mua iya bainena apa tania. Padahal i Dayang masih mittu"galang ri bihing lopi. Selama lopi millamba, i Dayang tarrus mittu"galang ri sisi lopi lambi lao makkareppu"i kappunna i Tulisangondo. Tappana lambi mi ri kappungna, iya to mappilo gendang sebagai tanda mua diang topole sumombal. Tradisi di kappung iya mua diang pole to sumombal, dipapilo"i gendang supaya pakkappung naissang. Tappana tomatua"na i Tulisangondo mangngi"i suara gendang, mauwang mi, "Ana"u pole sumombal, iyamo pasti iya pole e." Jari siap-siap mi tomatua"na mambuat hidangan anna lamba lao ri sasi mambutui ana"na. Tappana lambi ri sasi, pakkappung mi maharoa mambutui i Tulisangondo siola towaine yang disanga bainena. Apa i Tulisangondo keturunan tomaha"dia (bangsawan), jari disiapkan bewengan (kursi kehormatan) untuk dipindai"i lao di boyang. Bewengan pertama iyamo bewengan bulawang (kursi emas). Nanging Ca"mehe ndangi melo mindai apa naissang iya tania keturunan tomaha"dia. Penda"duanna, dibawai bewengan salaka (kursi perak), nanging tetap ndangi melo mindai. Tomatua"na i Tulisangondo mulai curiga apa toapai tia towaine e. Pettallunna, dibawai bewengan poppokan, kursi untuk to biasa. Baru mi Ca"mehe melo mindai apa setara na tomi tia na kita. Di"o mulai tomatua"na i Tulisangondo naissang mua iya tania towaine yang pantas jadi bainena ana"na. Sangga mesa allo, Tulisangondo siola Ca"mehe lamba mandiu. Tomatua"na i Tulisangondo masang sea" jonga (jebakan rusa) ri jalan apa melo na sea" di"e towaine. Andiang masae, Ca"mehe kena jebakan e. Tomatua"na i Tulisangondo mappauang lao pakkappung supaya daging jonga dipolong-polong anna dipatama ri tallang. Nanging sebenarnya iyamo dagingna i Ca"mehe. Tappana punno mi tallang, napapessi anna dikiring lao ri tomatua"na i Ca"mehe. Di"o i Ca"mehe matemi. I Tulisangondo ndangi naissang apa yang sebenarnya terjadi, jari nasanga bainena le"ba mate. Di"o mulai i Tulisangondo hidup sebagai duda". "Tamma"!" Terjemahan Bahasa Indonesia Pada zaman dahulu hiduplah seorang laki-laki bernama Tulisangondo. Ia merantau untuk mencari kehidupan. Di perantauan ia bertemu dengan seorang perempuan bernama Dayang. Lama-kelamaan mereka saling mencintai hingga akhirnya menikah. Setelah menikah, Tulisangondo mengajak istrinya pulang ke kampung halamannya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya, dan Dayang pun menyetujuinya. Ketika mereka sampai di tepi pantai, Tulisangondo meminta Dayang menunggu di sana karena ia akan mencari perahu untuk pulang ke kampungnya. Saat Tulisangondo pergi mencari perahu, datanglah seorang perempuan bernama Ca"mehe. Ia merasa iri kepada Dayang karena ingin memiliki suami Dayang. Ca"mehe kemudian merampas pakaian Dayang dan memakainya. Setelah itu Dayang didorong ke laut, sementara Ca"mehe duduk di tepi pantai menggantikan posisi Dayang. Tidak lama kemudian Tulisangondo datang membawa perahu. Karena Ca"mehe mengenakan pakaian istrinya, Tulisangondo mengira bahwa perempuan itu adalah Dayang. Ia pun mengangkat Ca"mehe ke dalam perahu tanpa memastikan wajahnya. Sementara itu Dayang yang sebenarnya sempat memegang sisi perahu dan bertahan sepanjang perjalanan hingga mereka sampai di kampung. Ketika perahu mendekati kampung, Tulisangondo memukul gendang sebagai tanda bahwa ada perantau yang pulang. Hal itu memang menjadi tradisi masyarakat setempat. Mendengar suara gendang tersebut, orang-orang kampung mulai berdatangan, termasuk ibu Tulisangondo yang berkata, "Anakku yang pergi merantau pasti telah kembali." Ia pun menyiapkan berbagai hidangan untuk menyambut anaknya. Setelah Tulisangondo tiba di pantai, orang tuanya sangat bahagia karena melihat anaknya pulang bersama seorang perempuan yang mereka anggap sebagai istrinya. Karena Tulisangondo berasal dari keluarga bangsawan, maka disiapkan kursi kehormatan untuk dipikul menuju rumahnya. Kursi pertama yang dibawa adalah kursi emas, tetapi Ca"mehe menolak duduk di atasnya karena merasa dirinya tidak pantas. Kemudian dibawakan kursi perak, tetapi ia juga menolaknya. Akhirnya dibawakan kursi biasa yang diperuntukkan bagi orang dari kalangan rendah. Kali ini Ca"mehe bersedia duduk di atasnya. Dari situlah orang tua Tulisangondo mulai curiga bahwa perempuan itu bukanlah menantu yang sebenarnya. Suatu hari Tulisangondo dan Ca"mehe pergi mandi. Ibu Tulisangondo kemudian memasang jebakan rusa di jalan dengan harapan perempuan itu akan terkena jebakan tersebut. Tidak lama kemudian Ca"mehe benar-benar terperangkap dalam jebakan itu. Orang tua Tulisangondo kemudian memerintahkan orang-orang untuk memotong "daging rusa" dan memasukkannya ke dalam bambu. Padahal yang dimaksud sebenarnya adalah tubuh Ca"mehe. Setelah bambu itu penuh, bambu tersebut dimasak dan kemudian dikirim kepada orang tua Ca"mehe. Sementara itu Tulisangondo tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Ia mengira istrinya telah meninggal, sehingga sejak saat itu ia hidup sebagai seorang duda. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh

admin Baca