Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset

Katalog Cerita Rakyat

Ditemukan 33 cerita rakyat terarsip di sistem.

TOMOASU  (PEMBURU)
Kelurahan Aralle, Kec.Aralle, Kab. Mamasa

TOMOASU (PEMBURU)

Ahake boi mesa tohodolu anu isanganei lekbak moasu, sola kasi indona yaho di dasana. Sia daiaha na ande aka sisangallo. Nawwammi nawwa dindeo indo", "Ana", lekbak manpeang kinande." Lekbak ung tallubengi tallungallo metanete, melembang mampeang kinande. Dataha pisanganna inde talumbengi, lekoak dalolo. Ke aha nalambik mebang suli diyaho ditanete. Nonea indee melau dalle ana", nawwa, "Aha"ade kinande"? Kubaha membalik naung di indo"ku, lambi bajabaja suledang jonga na nennek-nennenna, noa dang noa. "Oh indo", inde" dang neik lakubunoh anna malai kubahang indoku." Nabunoh indoo jonga. Daimasae tibubu tau maik di noa-noa ladipateio dinoa aka mampateio indee. Dai tei malah dipatei indee, aka indee tei tadia i ite jonga indee. Tau ya pisanganna noadang, nawwa yaumbang kasi lakupanoa. Aka indona hoi namesa laumpateia, yaaka laku babe da laumpatei. Napo"na kenang-kenang, indi bale jonga. Na disusanggi lau pak kampung, umbahang tuung indomu ampo laumbolikmi sule lolo mampeang jonga. Membalik naung di kampungna mambaha bale jonga. Nabahammi indo"na tutuang naande hoi nanasu sola membalik indoo jonga anu napatei ingena na donga-dongai. Nawwa akana ahai indee jonga, "Aka haling koo kupatei, dia liu deik indee." Indona noa umbasanganoa, noa ampok pembalimo. Akamoi kupatei matekang, kek kupatei lolo o yah teppu. Terjemahan Bahasa Indonesia Pada zaman dahulu, hiduplah seorang anak yang ayahnya telah lama meninggal dunia. Ia tinggal bersama ibunya di rumah mereka. Setiap hari mereka hidup serba kekurangan dan sulit mendapatkan makanan. Suatu hari sang anak berkata kepada ibunya, "Ibu, saya sangat lapar." Sudah tiga malam dan tiga hari mereka tidak makan dengan layak. Mereka hanya memiliki pisang yang belum matang dan masih mentah. Itulah satu-satunya makanan yang bisa mereka masak di rumah. Anak itu terus diliputi rasa lapar dan kembali bertanya, "Apa yang bisa saya makan"? Ibunya hanya bisa membalikkan badan dengan perasaan sedih, sementara anak itu semakin lemah, kurus, dan tak berdaya. Anak itu berkata, "Ibu, lebih baik saya mati saja daripada terus kelaparan." Mendengar kata-kata itu, sang ibu diliputi keputusasaan. Dalam kebingungan dan penderitaan yang mendalam, terjadilah peristiwa tragis yang menyebabkan kematian anak tersebut. Sesungguhnya anak itu tidak pantas mati, karena ia sama sekali tidak bersalah. Penyebab semua ini hanyalah kemiskinan dan ketiadaan makanan yang berkepanjangan. Ibunya kemudian menyesali perbuatannya. Ia menangis dan terus mengenang anaknya, sambil menyadari bahwa apa yang terjadi tidak akan pernah bisa diperbaiki. Kisah ini kemudian diceritakan kepada orang-orang kampung agar menjadi pelajaran. Cerita itu disampaikan turun-temurun sebagai peringatan tentang penderitaan akibat kelaparan dan kemiskinan. Sang ibu terus hidup dalam kesedihan dan penyesalan yang mendalam, mengenang anaknya yang telah tiada sambil meratapi perbuatannya. Ia berkata dalam hatinya, "Bukan karena benci aku melakukannya, tetapi karena penderitaan hidup." Namun penyesalan itu tidak dapat menghidupkan kembali anaknya. Kisah ini pun berakhir sebagai pengingat pahit tentang arti kasih sayang, kesabaran, dan kemanusiaan. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Hasmiati

ahmadridhai Baca
JONGA ANN SUSO  (RUSA DAN SIPUT)
Desa Aralle Utara, Kec. Aralle, Kab. Mamasa

JONGA ANN SUSO (RUSA DAN SIPUT)

Maikoa anak-anak anna kupatuhodoluangkoa! Pissang to dio, aha tuhodolu diowaang Jonga anna Suso. Indee Jonga lekba mampeang kinande di patana palempang. Nalambiung indoo mesa Suso, nakambahoangmi Jonga nawwa: "La ahadakoka tedio indii lambi Suso kenoang pellaomu." Nawwa Suso: "Ya", lalambitoboia teko"o, ampo disanda"i deik silumba anna diingsangi battu menna tau madihhi." Nawwa Jonga: "Ya"iyo ipihang daka tau la silumba." Nawwa boi Suso: "Silumba tau madondong dia deik silambiki none di palempang." Nawwa boi Jonga: "Ya"iyo, dia deik mebengi-bengi o sule jam tujuh dinde mo, anna silumbai tau." Dahi ndee Suso keakkalang nawwa ladiaka deik ndee noa anna malai inde di lumba Jonga. Akhirnya ndee Suso mantambai solana noa maikoa, aka la silumba tau Jonga dia deik lamang susung kia kalaeta lambisau none inde"e anu ladiongei hapang toang. Dahi sebelum ndee silumba, baja-baja mangsusung memangmi indee kalaena Suso, kira-kira umbaik sammete allakna toang buung nono indoo solana. Pissanganna na ala bengi na ala allo. Baja-baja sule sikda dang indee Jonga noang, ya" umbamo Suso noa ya"dinde ma. Nawwa nde Jonga: "Sedia mo, anna dipahandu"i silumba battu" menna ki madihhi." Nawwa buung Jonga dia deke kumandong koa: satu, dua, tiga, maka to tigang yak dipahandu"ung. Akhirnya ndee pada siap ung ndee Suso dihoi di palempang, siap tung neik indee Jonga yaho di pata palempang. Aka indee Suso dai neik mala tuho diaho di kalintanang, dahi musti neik dihoi di hessa anu aha uhaingna. Dahi nawwa ndee Jonga: "Ya", sedia mo." Nawwa Suso: "Iyo." Nakumandong ndee Jonga nawwa: satu, dua, tiga. Pada waktu tiga, na-gosokmi indee lumumpa Jonga. Ma"kada boi to ndee Jonga nawwa: "Umbamo, Suso!" Ya" mentimba buung indoo anu dilau" di olona lambi". Boi sau napakadai boi too, nawwa umbamo Suso nawwa dinde ma. Na-gosok buung indee Jonga mumpa, akhirnya lambi indee sau di nongei si janji. Nawwa lameampa tau indee supu mumpa" kasuwa-suwa ndee Jonga, akhirnya mate. "Ampa" Noneng!" Terjemahan Bahasa Indonesia Pada suatu waktu, diceritakan tentang Rusa dan Siput. Rusa mencari makan di pematang sawah , tiba-tiba bertemu dengan Siput. Rusa berkata kepada Siput: "kapan kamu akan tiba jika kamu berjalan seperti itu"? Siput menjawab: "Saya juga pasti akan tiba, tapi untuk membuktikan ayo kita berlomba supaya kita tahu kira-kira siapa yang paling kencang" Rusa menenangkan Siput: "yah iya setuju. Kapan kita berlomba?" Siput berkata: "besok kita akan berlomba. Jadi kita bertemu besok dipematang sawah" Rusa meyakinkan Siput: "iya, jadi besok pagi kamu datang tepat jam tujuh kita akan berlomba." Sebelum permainan dimulai, Siput ini berpikir bagaimana cara saya mengalahkan si rusa, akhirnya siput mengajak temannya berkumpul dan berkata "besok kita akan berlomba dengan rusa jadi kita akan berbaris sampai garis finish" Sebelum permainan dimulai, Siput berbaris masin-masing berjarak sekitar satu meter untuk mengelabui rusa. Ketika malam tiba, dan keesokan harinya semuanya siap. Rusa Berkata : "dimana kamu siput ? Siput menjawab : "Saya sudah disini" Akhirnya Siput dan rusa Bersiap. Rusa Bersiap di pematang sawah dan siput Bersiap di perairan sawah. Karena siput ini tidak bisa hidup di daratan jadi di perairan sawah yang berlumpur. Rusa kemudian menghitung: satu, dua, tiga, sebagai tanda dimulainya permainan Sementara berlari rusa berkata : "kamu sudah Dimana rusa"? Siput yang berada di depan rusa menjawab : "saya ada di depanmu" Setelah beberapa percobaan, rusa pun tiba dan akhirnya mati. Siputpun berhasil menyelesaikan tantangan dengan baik. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Jurman

ahmadridhai Baca
SELE BASSI (PISAU BESI)
Desa Panetean, Kec. Aralle, Kab. Mamasa

SELE BASSI (PISAU BESI)

Lama" cerita ndee, saidi paingsangku uhuna disangai Sulawesi pada zaman Balanda dolu. Aha sule Balanda nalambi tobaha, nakutanaing nawwa akande"e sanganna kampung ya"ndee tobaha, aka buta huru dai naingsang. Bahasa apalagi Bahasa Balanda ya ndoo tobaha, aka mangasa pisona situju anna sulei ndoo Balanda nasangang ndo tobaha, nakutanai nawwa akande sanganna nde piso, nawwa nadongai kaleng, nawwa sele bassi, Puang. Ya" nasangang nde Balanda nawwa sele bassi nde sanganna nde kampung, aka dia napekutanaang, padahal ndoo piso nawwaang sele bassi. Sehingga ndo"o Balanda le"baung nasebarluaskan mi pano di solana nawwa Selebes. Nawwaang Balanda Selebes aka sele bassi na sanga kita tomatua. Sehingga dia lolong ndo disangaiang Selebes. Nawwa neik zaman Balanda Selebes, napapiaing to manahang, anu to kesikolah nawwa Sulawesi. Padahal sesungguhnya ndoo nawwa Balanda Selebes, aka dia ndoo na dapat informasi nawwa sele bassi, anna bahasata kita dinde sele bassi ndo metaking. Dia lolong ndo sampai dinoa diowaang Sulawesi, sesungguhnya diowaang sele bassi. "Supung Ndo"o!" Terjemahan Bahasa Indonesia Saya akan bercerita sedikit menurut pengetahuanku, nama Sulawesi mulai dikenal pada zaman penjajahan Belanda dahulu. Ketika orang Belanda datang ke orangtua, mereka bertanya tentang nama kampung tersebut. Namun karena keterbatasan pengetahuan dan belum mengenal bahasa, terlebih bahasa Belanda, orang tua itu tidak memahami maksud pertanyaan itu. Karena membawa senjata tajam yang tajam dan berkilau, orang Belanda menyebutnya piso, dan dari situlah muncul sebutan Sele Bassi (bilah besi). Orang Belanda kemudian mengira bahwa Sele Bassi adalah nama kampung tersebut, padahal sebenarnya itu bukan nama kampung. Namun karena tidak ada penjelasan yang jelas, orang Belanda lalu menyebarkan sebutan itu ke wilayah lain. Sejak saat itu, sebutan Selebes pun menyebar luas ke seluruh wilayah. Orang Belanda menyebut wilayah itu Selebes, padahal dalam bahasa orang tua kita disebut Sele Bassi. Oleh karena itu, nama Selebes pun terus digunakan. Pada masa penjajahan Belanda, para pemimpin dan orang-orang yang bersekolah mulai menyebut wilayah ini sebagai Sulawesi. Padahal sesungguhnya, penyebutan Selebes oleh orang Belanda terjadi karena kesalahan informasi dan ketidaktahuan mereka terhadap makna Sele Bassi dalam bahasa kita. Akhirnya, nama Sulawesi digunakan hingga sekarang, meskipun pada awalnya wilayah ini dikenal sebagai Sele Bassi. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Ali Imran

ahmadridhai Baca
TOSIPULIBULANG (GERHANA BULAN)
Kelurahan Aralle, Kec.Aralle, Kab. Mamasa

TOSIPULIBULANG (GERHANA BULAN)

Nde allo lako pa"ceritangkoa kadahianna iyowaang tosipulibulang. Nde aha diowaang tosipulibulang aka napasang di anakna ma"ke to kiama"i bulang, anna pa"da: "A anakku, ya"dango peanga ma"ke to ahai tanda-tanda diang to ndii." Pissanganna, lambi wattunna kiama" bulang, moning pattongang, moni padaling, moni asang liu, sama moni-moniang naponi masyarakat dahi nde nenek pa"dakale dipetindoangna. Pissanganna ndee diitai neik dikalempei dihoi" petindoangna, aka dahi batunna dihoi salassa diang ndoo di owaang tosipulibulang. Dahi ndee nenek tosipulibulang dai aha mayatna dilamung, ampo batu supu sola panganna, peco-pecoangna, anna sampa-sampana. Kasassi anna ndee batu dinde dinoa di lembangna Indo Kada Nenek di Tapako", diang nde naongei kadahianna tosipulibulang. "Puhang Dolu!" Terjemahan Bahasa Indonesia Konon ada sebuah cerita tentang kejadian yang disebut Tosipulibulang. Yang disebut tosipulibulang bahwa ada pesan yang diberikan kepada anaknya. nenek itu berkata: "Anakku, nanti akan ada gerhana bulan kalau saya hilang pertanda itulah saya." Akhirnya, gerhana bulan itu terjadi, terdengarlah suara kentongan, suara gong dan berbagai bunyian yang dibunyikan oleh masyarakat dan nenek itu menghilang di tempat tidurnya. Nenek itu dicari dibawah tempat tidurnya ternyata sudah menjadi batu dibawa rumah Salassa. Nenek tosipulibulang tidak dkuburkan karena sudah menjadi batu lengkap dengan alat tumbuk daun sirih, Sampai sekarang, batu itu masih ada dan disimpan di kampung Indo Kada Nenek di Tapako", sebagai bukti adanya cerita tentang tosipulibulang tersebut. "Selesai! Diceritakan kembali oleh Tanang

ahmadridhai Baca
KODO MALILLING (MISTERI KERA GAIB)
Desa Tondok Bakaru, Kec. Mamasa, Kab. Mamasa

KODO MALILLING (MISTERI KERA GAIB)

Konon, napo"na tau, ada to penjual kue. Sattu allo, dia mai" pa"jenguk ponakanna na jatuh sakit di Tataleng. Tapi waktu lalanna, dia melo"na le"ba Ratte. Te"na napalei tau jalanna, jadi te"na nalambi belokan na di Rante Buda, na"ba belokan ke Kariango. Jadi terusmo"o dia lalang ke arah Toraja. Di tengnga" lalanna, tiba-tiba ada tau napokada, "Antarikka" ke lembangku." Jadi na"naikkanmi, na"boncengmi. Napokada to"e, "Aku to Makassar, to mai di le"ba." To le"ba duka"e, konon, dulu jarang kalihat, tapi allo-allo belakangan biasa munculmi, na"lingkarmo di pinggir jalan. Te"na lama sanganna, penjual kue to"e jatuh sakit. Waktu napotanya tau, napokada, na"ita di sattu tampa ada kera balinna, tettongmi. Te"na sanga-sanga caritana, karena masih hidupmo"o tau"e, biasa menjual kue di samping tempatna Pak Bahar. Karena kasian, ku"pokada istri"na, "Ba"pa" mai bawa sirih, pinang, lengkapna, sesuai adat." Di situ biasa tau mamme" sirih. Dibawa"mi lalu diletakkan di tampa kejadian, di Rante Buda, di dekat kayu pinus, tampa biasa tau lalang. Dipassambayangmo"o, dipominta supaya salama" suami"na, karena te"na disengaja kejadian"e. Syukur Alhamdulillah, napo"na waktu, suami"na sembuhmo"o. Memang masih ada bekasna, jalanna agak pincang, sanga-sanga seperti kena stroke dulu. Tapi secara keseluruhan, salama"mi. "Suppik!" Terjemahan Bahasa Indonesia Konon, pernah terjadi sebuah peristiwa yang dialami oleh seorang penjual kue. Pada suatu hari, ia hendak menjenguk ponakannya yang jatuh sakit di daerah Tataleng. Namun dalam perjalanan, ia melewati jalur menuju Ratte. Karena tidak terlalu mengenal jalan, ia tidak melihat belokan menuju Tataleng yang berada di wilayah Rante Buda, tepatnya ke arah Kariango. Ia terus melaju ke arah Toraja. Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada seseorang yang meminta tolong untuk diantar ke kampungnya. Penjual kue itu pun berhenti dan mengizinkan orang tersebut naik dan dibonceng. Orang itu kemudian berkata bahwa ia adalah orang Makassar dan berasal dari hutan. Sosok seperti itu, menurut cerita orang-orang tua, dahulu jarang terlihat, tetapi akhir-akhir ini mulai sering muncul dan berkeliaran di pinggir jalan. Setelah kejadian itu, penjual kue tersebut jatuh sakit. Anehnya, ketika ia ditanya, ia mengatakan bahwa di tempat tertentu ia melihat seekor kera besar berdiri tegak. Peristiwa ini bukan sekadar cerita, karena orangnya masih hidup dan dikenal sebagai penjual kue yang biasa berjualan di dekat tempat Pak Bahar. Karena kasihan, saya menyarankan istrinya untuk membawa persembahan berupa daun sirih, pinang, dan kelengkapan lainnya"sebagaimana kebiasaan masyarakat setempat"dan meletakkannya di lokasi kejadian, di sekitar Rante Buda, dekat pohon-pohon pinus yang sering dilewati orang. Persembahan itu dimaksudkan sebagai permohonan agar suaminya diberi kesembuhan, karena kejadian tersebut tidak disengaja. Syukur Alhamdulillah, setelah itu kondisi suaminya berangsur membaik. Ia memang sempat mengalami gangguan fisik, bahkan seperti terkena stroke ringan, sehingga jalannya agak pincang. Namun secara keseluruhan, ia sudah kembali sehat. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Mardia

ahmadridhai Baca
ADHANG PATTEKE (KUDA PEMBAWA KELAPA)
Kelurahan Aralle, Kec.Aralle, Kab. Mamasa

ADHANG PATTEKE (KUDA PEMBAWA KELAPA)

Maikoa ampo"ku, anna ku patuhodoluangkoa aka pengalaman. Aha adahang dedua mesa mattake sia anna mesa mattake kahu-kahu. Pisanan nde sitindo na eje lolo nde kasi anu nde mambaha sia aka matingi. Nawwa yaiyo aha toboi koa te dio masussa. Pisanan nde lambang uhai buntu uhai aka dake aha tete lambang ndo"o, sanganna nde inda mesa jembatan. Ma hehe nel sia labu pissanganna neik. Kahukahu na pentama i nei uhai, dai mala labu kende, sohong mai adahang. Nawwa: "Dang bo muhamma nde matinginna sanga kahukahu ka napembolongi uhai." Naranwa dang ndo adahang anu: "Kami todak mahingan kan aka nabang kami uhai sia." Nawwa daangiyo ya" malantei ya, kami bisa. Dahi nawwa pengalaman mi ndo dai tau. Manggeje solake masusai dai tau, mala manggeje solake. Inde dai tau mala maganu padang tasappa keahai masussa dal mala dieje. Keahai makodong allinganna ta kamua-kamuai. Kita dahi pada Indo laungkiemulemu, mapiyai boh. Dahi diang tei ndo anakku ampoku. Bo puhang ndo pengalaman. "Puhang!" Terjemahan Bahasa Indonesia Mari cucuku, saya akan menceritakan sebuah pengalaman. Ada dua ekor kuda, yang satu membawa garam dan yang satu lagi membawa kapuk. Pada suatu hari, kedua kuda itu berjalan bersama. Kuda yang membawa kapuk mengejek kuda yang membawa garam karena bebannya terasa sangat berat. Namun kuda pembawa garam berkata, "Suatu saat nanti, kamu juga akan mengalami kesusahan." Suatu hari mereka menyeberangi sungai karena pada waktu itu belum ada jembatan. Garam yang dibawa kuda pertama hanyut terbawa air. Sedangkan kapuk yang dibawa kuda lainnya terendam air sehingga menjadi berat dan tidak bisa hanyut. Kuda pembawa kapuk pun muncul dengan susah payah. Ia berkata, "Astaga, kapuk ini sekarang sangat berat karena sudah terendam air." Lalu kuda yang membawa garam berkata, "Beban milikku justru menjadi ringan karena sudah terbawa air." Ia pun berkata dengan tenang, "Sekarang aku bisa berjalan dengan ringan." Dari peristiwa itulah menjadi sebuah pengalaman dan pelajaran bagi manusia. Janganlah kita mengejek orang lain yang sedang mengalami kesusahan, karena kita sendiri bisa mengalami hal yang sama di kemudian hari. Jika ada yang sakit atau susah, kita harus saling peduli dan saling mengasihi. Kita sesama manusia harus hidup dengan kasih sayang. Itulah pesan dan pengalaman yang ingin disampaikan, anak dan cucuku. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Hanuba

ahmadridhai Baca
SALERE BUNGA ANNA BUNG MENDOE (SALERE BUNGA DAN BUNGA MANDOE)
Desa Aralle Utara, Kec. Aralle, Kab. Mamasa

SALERE BUNGA ANNA BUNG MENDOE (SALERE BUNGA DAN BUNGA MANDOE)

Mai dakoa amp"ku anna kupatodohuluang boikoa pissang todio aha tosiunde dedua. Disanga Salere Bunga anna Bunga Mendoe. Kaka"na iwaang Bunga Mendoe, adinna iwaang Salere Bunga. Siola ndo mama"na anna papana.. Indee na ala allo bengi, to ko makodong ndo papana. Pissanganna ndee, ya mati kasi ndo papana. Nawangndo kakanna yo akala di babe, aka matenga papa. Ya nawangdo mamana, ya ayakan nei" sa"bara: "Mandang tek tau anakku, sanganna ndee dai na ala allo benginna." Iyowa toko minggu bulan daka makodong toi nei ndo mamakna. Pissanganna ndee, toko mata toi ni mio mate toi ni ndo mamakna. Ya indo kasi tosiunde dedua kasi ya dang ninsang wa akang nde lakibabe. Inde nawwaang nde adinna ndo Salere Bunga yo kakanna: "Akala tababe akak, dang aha papa dang aha mama." Nawangndo kakanna Bunga Mendoe: "Yok adik, sa"bara mandek, tau ka ahatoboi te dalle sanganna ndee." Le"bakka ma"pameang no umbamo ngola kaka. Inde adinna dipasangai: "Kubahai supude, ke toko madondong, madondong idombengi." Tombi-tombi na indota nasembun. Kakanna napasangai tanda-tanda la na bea ndo tombi-tombi, sanganna nde tokole"ba a ku tindo. Salere Bunga na dohei tombi-tombi. Empe-empe ya mating kudohei, na museng adinna. Anu na dohei dai aha na lambi kakanna. Ternyata ndo kakanna lebbak sau di ku"bu na mamakna anna papakna. Inde adinna puhang ndo tombi-tombi, dang nalambi ndo ku"bu. Inde adinna nawwa akande: "Talakakanku nde kulambi, ya kupele ngide dasa." Salere Bunga umba monasanga, umba mangngonge puhang. Sanganna nde benginna, kakanna lau di ku"bu. Adinna lau I dasanna. Sanganna nde toko mate nde adinna lau I dasanna. Bunga Mendoe nasanga aka nasanga umbabe. Nadohei tombi-tombi, tapi inde adinna dai aha. Sanganna ndee, aka batame mesa mandangka boh ya teppu. "Puhang!" Terjemahan Bahasa Indonesia Mari cucuku, saya akan bercerita. Dahulu kala hiduplah dua orang bersaudara. Mereka bernama Salere Bunga dan Bunga Mendoe. Kakaknya bernama Bunga Mendoe dan adiknya bernama Salere Bunga. Mereka hidup bersama ayah dan ibu mereka. Pada suatu hari, ayah mereka jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Kakaknya berkata bahwa ayah mereka telah tiada. Ibu mereka pun berkata dengan penuh kesabaran, "Bersabarlah anak-anakku, karena inilah kehendak hari dan waktu." Beberapa minggu dan bulan kemudian, ibu mereka pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Maka tinggallah kedua bersaudara itu sebagai anak yatim piatu, tanpa ayah dan tanpa ibu. Adik Salere Bunga berkata kepada kakaknya, "Sekarang kita benar-benar yatim, tidak ada lagi ayah dan ibu." Kakaknya, Bunga Mendoe, menjawab, "Bersabarlah adikku, semoga kita masih diberi rezeki oleh Yang Maha Kuasa." Kakaknya menyembunyikan tanda-tanda jalan dan menipu adiknya. Ia membuat Salere Bunga tersesat dan tidak tahu lagi jalan pulang. Salere Bunga mengikuti petunjuk yang salah. Ia berjalan tanpa arah, kebingungan, dan tidak menemukan kakaknya. Ia terus berjalan hingga kelelahan. Tanpa sepengetahuan adiknya, kakaknya justru kembali dan bersembunyi di kuburan ayah dan ibu mereka. Adiknya tidak mengetahui hal itu dan tidak menemukan kuburan tersebut. Adiknya berkata dalam hati, "Jika aku tidak menemukan kakakku, aku akan mati kelaparan." Salere Bunga terus berjalan tanpa tujuan, dengan perasaan takut dan sedih. Pada malam hari, kakaknya tetap bersembunyi di kuburan. Sementara adiknya tersesat di hutan. Akhirnya, adik itu meninggal dunia karena kelaparan dan kelelahan. Bunga Mendoe akhirnya menyadari kesalahannya dan menyesal. Ia mengikuti kembali tanda-tanda jalan, tetapi adiknya tidak pernah ditemukan. Sejak saat itu, ia hidup dalam penyesalan yang mendalam. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Rasming

ahmadridhai Baca
BOKKO
Desa Tondok Bakaru, Kec. Mamasa, Kabupaten Mamasa

BOKKO

Ceritana Bokko indo" to masiangki umpeleleanni to siulu-siulu. Inde ceritana kudenganna langsung dari nenekku pado taun pitu puloan duka alapan puloan. Pissananna, Bokko ia anak bungsu dari dua belas bersaudara. Sapulo dua randanna, na Bokko to makkale"bi"anna, inde paling na kasian, inde paling na dipessongi. Randanna kakanna Bokkoe napogaukanna inde bainena, dipessongi, diliala, nasangai to malindeanu. Bokkoe to makkale"bi", to mapia bainena, tapi kakanna masussa" napobela. Sangadi, kakanna marencanai. Nakua: "Anta lao tama pangala, anta pappiang kayu mate." Bokko dibawa ke hutan, ditipu, lalu dimasukkan ke dalam lubang dan ditimbun. Inde Bokkoe tinggal tama rokko. Asu-asuna napolai-lai, nasolanni, na inde asuna ia to pangngarannuanna. Asunae ia na tulungi Bokko. Bokko natulungi, nalua" tama rokko. Tapi kakanna lae marencanai pole. Bokko napopelambi, naposuroi bainena. Uwai salu-salu dilalanni. Inde bainena Bokko nakuamo: "Muita kayu salloki-salloki diporibintua dawa, disalambelamelabe." Bokko nakua, inde tomassese. Tallo manukna Bokko napailalan. Kaledana palang. Pissananna, Bokko mendadi manuk. Manukna Bokko ulambi tomenge mepare. Tomenge mepare ia Maradia, Tomakaka tongan-tongan. Maradiae nakuamo: "Ehhe, jojo lisu"o sapu, jopokomai banua." Manukna Bokko dipelihara, dirawat. Manukna Bokko mendadi to massese, to mappia. Dipessongi dewata. Bokko napelau, naperau langngan Dewata. Akhirna, Bokko sola bainena, sola manukna, diparangi. Kakanna malala. Bokko mendadi to matoa, to mapia, to naposangngi toyolo. "Suppik Toyolo!" Terjemahan Bahasa Indonesia Cerita Bokko merupakan cerita rakyat yang saya dengar langsung dari nenek saya sekitar tahun 1970"1980-an. Bokko adalah anak bungsu dari dua belas bersaudara. Di antara semua saudaranya, Bokko adalah yang paling kecil, paling lemah, dan paling sering diperlakukan tidak adil. Kakak-kakak Bokko sering menyakiti dan merendahkannya. Ia dianggap lemah dan tidak berguna. Padahal Bokko adalah anak yang baik dan berhati tulus, namun justru sering menjadi sasaran perlakuan kasar saudara-saudaranya. Suatu hari, kakak-kakaknya merencanakan kejahatan. Mereka mengajak Bokko ke hutan dengan alasan mengambil kayu. Di sana Bokko ditipu, dimasukkan ke dalam lubang, lalu ditimbun dan ditinggalkan. Bokko terperangkap di dalam lubang. Anjing peliharaannya terus berusaha mencari dan akhirnya menemukan tempat Bokko dikubur. Anjing itulah yang menjadi penolong Bokko. Bokko berhasil keluar dari lubang, tetapi kakak-kakaknya kembali merencanakan kejahatan. Bokko akhirnya melarikan diri bersama istrinya untuk menyelamatkan diri. Dalam perjalanan menyusuri sungai, istri Bokko berkata bahwa mereka harus mengikuti tanda-tanda alam: kayu salloki-salloki yang hanyut perlahan. Bokko memahami bahwa itu adalah petunjuk keselamatan. Telur ayam Bokko terbawa arus. Pada akhirnya Bokko berubah wujud menjadi seekor ayam jantan. Perubahan ini menandai kekuatan dan kesaktiannya. Ayam Bokko sampai di ading seorang bangsawan besar, seorang Maradia atau pemimpin adat yang bijaksana. Maradia berkata agar ayam itu dibawa pulang ke rumah. Ayam Bokko kemudian dipelihara dan dirawat dengan baik. Ayam Bokko menjadi ayam sakti, penuh tanda-tanda ilahi. Bokko dipercaya memiliki hubungan langsung dengan Dewata (Tuhan). Pada akhirnya, Bokko hidup sejahtera bersama istrinya. Kakak-kakaknya menyesal atas perbuatan mereka. Bokko diakui sebagai orang bijaksana, leluhur yang membawa kebaikan dan pengajaran moral bagi generasi berikutnya. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Bongga Sumule

ahmadridhai Baca
TOPEMBUNI  (ORANG YANG BERSEMBUNYI)
Desa Tondok Bakaru, Kec. Mamasa, Kab. Mamasa

TOPEMBUNI (ORANG YANG BERSEMBUNYI)

Naala" di lino"na inde" tau" ma"paissanganna Topembuni. Mesa" tau" naola mai di Pinrang, melo" ma"gatta" utang barangna ia na"pa"lettu di toko-toko. Naola ia pakke motor. Nakke" sore, naola melo" mulai. Tapi waktu ia lako di olonna banua anna toko, naparasa" ia te" mapia. Meskipun susi, tetap ia melo" mulai. Nalambi" ia di jembatan pokok, hape-na tiba-tiba tae" na"kamma" dihubungi. Istrina naparasa" bingung anna mangalloi, natelepon sala" mesa" langgananna. Naissanganna tau"na, napassanganna: "Sore tadi naola"na mulai bapak." Tapi hati istrina tetap tae" mapia, nasanga" ada pa"la"bianganna. Akhirna, diadua" di polisi. Polisi mancari anna ma"cek, naparandai" kalau sinyal terakhirna ada di jembatan pokok. Tapi tae" ia nadua". Tolu" bulan parallu, ia napokada" di Kendari, sibawa motornna. Motorna masih mapia, tae" pa"dadianna, anna doi"na tetap ada di jok motor. Naissanganna tau" ma"pissang, tau"na dipokada" di lindona tau" Topembuni. Anak-ku mandapo" ma"sang: "Inde" to lindona tau" Pembuni." Polisi mangpokada" motornna saba" naala"na laporan hilang, anna plate-na susi napokada". Nalambi" di polisi, napetanna: "Mai mana iko"? Tapi ia bingung, tae" naissang napattantu. Polisi mangalloi istrina, lalu naantari ia mulai lako Polewali atau Mamuju. Nalambi"na di situ, ia patanda susi tau" bingung, susi tau" naola" mai di ale"na belantara. Naissanganna tau" lain, pa"la"bianganna susi inde" sering dadi. Mesa" temanna ma"sang: sering muncul tau" susi inde" di ale"na. Tolu" bulan ia tae" napokada", istrina diang ma"bunting sampai naola" melahirkan, baru suaminna napokada". "Suppik!" Terjemahan Bahasa Indonesia Pernah terjadi di daerah ini sebuah peristiwa yang diyakini berkaitan dengan keberadaan Topembuni. Seorang laki-laki dari daerah Pinrang datang ke wilayah ini untuk menagih utang barang dagangan yang sebelumnya telah ia titipkan di beberapa toko. Ia datang menggunakan sepeda motor. Setelah selesai menagih pada sore hari, ia berniat pulang. Namun, ketika berada di depan sebuah rumah yang juga terdapat toko, ia tiba-tiba merasa tidak enak hati. Meski begitu, ia tetap memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang. Sesampainya di sekitar jembatan utama, ponselnya tiba-tiba tidak bisa lagi dihubungi. Istrinya yang merasa cemas kemudian menelepon salah satu langganan suaminya. Dari keterangan orang tersebut, suaminya dikatakan sudah pulang sejak sore hari. Namun, firasat sang istri tetap mengatakan bahwa telah terjadi sesuatu yang tidak wajar. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Dari hasil pelacakan, nomor ponsel terakhir terdeteksi berada di sekitar jembatan utama. Pencarian dilakukan, namun tidak membuahkan hasil. Hingga tiga bulan kemudian, orang tersebut justru ditemukan di daerah Kendari bersama sepeda motornya. Yang mengherankan, sepeda motor itu masih dalam kondisi baik, dan uangnya masih tersimpan utuh di dalam jok motor. Menurut cerita yang beredar, orang tersebut ditemukan di wilayah yang diyakini sebagai tempat bermukimnya Topembuni. Anak penutur juga mengatakan bahwa daerah itu memang dikenal sebagai wilayah Topembuni. Polisi yang menemukan motor tersebut sebelumnya telah menerima laporan kehilangan dengan ciri-ciri kendaraan yang sama. Setelah diamankan oleh polisi, orang tersebut ditanya berasal dari mana, namun ia tampak bingung dan tidak dapat menjelaskan dengan jelas. Polisi kemudian menghubungi istrinya dan mengantarnya kembali ke Sulawesi Barat, hingga akhirnya bertemu kembali dengan keluarganya di Polewali atau Mamuju. Keadaannya terlihat seperti orang yang linglung, seolah-olah baru keluar dari hutan. Beberapa orang mengatakan bahwa kejadian seperti ini sering terjadi. Ada teman yang menyebut bahwa orang-orang tertentu kerap "muncul dan menghilang" di kawasan hutan tersebut. Selama tiga bulan menghilang, sang istri bahkan dalam keadaan hamil hingga akhirnya melahirkan sebelum suaminya ditemukan. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Mardia

ahmadridhai Baca
MASENGO-SENGO PARE (KIDUNG PADI)
Desa Sasakan, Kec. Sumarorong, Kab. Mamasa

MASENGO-SENGO PARE (KIDUNG PADI)

Masengo-sengo pare inde dipa"gawaianna anna pare makkelo-kelo, inna sanganna inde tomatua, seandainya manusiamu anna inde"na mapia dewasa, tapi sule-sulemi mapasau. Iya inde"na pa"gawaianna sira-sira, disanga: "Sira-sira moko bobo, nalambi moko karimo, ukande-ukande aye." Anna inde waktu paceklik, pangananna disanga kande utambe ayu, iya panganan inde"na dipatammi, tapi dipalukui di alang-alang, di laso", di salu. Inde anna melo dipa"ande, malai belut, inda"na diang liana. Pare inde massengo-sengo, iya dipa"gawaianna berjenjang. Anna to napakutta uai, anna to napangngapa" pare, diang sorakanna: "Oi, tammangarromoo, tammakkaromoo!" Sama sule-sulemi anna inde disanga massira-sira, iya diang pa"gawaianna disanga ma"karingi, mepare, anna sengo-sengo. Diang kidungna, disanga: "Usanga bittoeng ra" tu anna" sarongna tomepare sikaluku bai-bai." Lambimi dipare, diang sule ritualna: anna dikumpul, anna dijemur, anna dibawa tama banua. Pare inde jatuh dio laso" pun, inde"na la dipalukui biasa, tapi dipa"ritualkan sule. Anna lambimi tama banua, pare disimpan dio alang (lumbung), diang sule ritualna sampe ditutu"i. Anna to la"angki pa"ala" pare, diang sule ritualna anna mantrana. Mantra disanga: "Diala" tang seno-seno, diseok tang seno-seno, dia datang kritikan." Iya sanganna tomatua inde, pare mara"na diong, tapi mampuanna bertahun-tahun. Inde disanga sule, aka pare dihargai tongan-tongan, inde"na bo"oi diinjak, aka asal-usulna pare inde dari manusia. "Suppik!" Terjemahan Bahasa Indonesia Masengo-sengo pare dilakukan ketika padi mulai menghijau, ibarat manusia yang sudah beranjak remaja tetapi belum sepenuhnya dewasa. Pada tahap ini dilakukan ritual sira-sira dengan ucapan: "Semoga padi ini cepat berisi dan cepat matang, karena masa paceklik sudah datang." Pada masa paceklik, makanan yang dikonsumsi disebut kande utambe ayu, yaitu sayur-sayuran liar yang tidak ditanam. Makanan dicari di alam karena tidak ada pilihan lain, dan yang paling sering dimakan hanyalah belut. Proses massengo-sengo pare dilakukan secara bertahap. Saat mulai memasukkan air dan mengerjakan sawah, ada teriakan adat: "Oi, tammangarromoo, tammakkaromoo!" yang berarti pemberitahuan kepada semua orang bahwa pekerjaan sawah telah dimulai. Sebagaimana dalam ritual massira-sira, terdapat tahapan seperti ma"karingi, mepare, dan sengo-sengo. Dalam proses itu dinyanyikan kidung: "Usanga bittoeng ra" tu anna" sarongna tomepare sikaluku bai-bai," yang menggambarkan perempuan-perempuan pengambil padi dan padi yang dikumpulkan di pematang. Setelah padi dipanen, masih ada ritual lanjutan: saat pengumpulan, penjemuran, hingga padi dibawa ke kampung. Bahkan padi yang jatuh ke tanah tidak boleh diambil begitu saja, tetapi harus melalui ritual. Sesampainya di kampung, padi disimpan di lumbung dan ditutup dengan ritual. Ketika padi hendak diambil pertama kali, dilakukan lagi ritual dan mantra khusus. Mantra tersebut bermakna: "Diambil tetapi tidak habis, digunakan tetapi tidak membawa dampak buruk." Itulah sebabnya orang-orang tua dahulu walaupun padinya sedikit, tetapi bisa bertahan bertahun-tahun. Padi sangat dihargai dan tidak boleh diinjak, karena menurut cerita asal-usulnya, padi berasal dari manusia. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Ilang Paliwanan

ahmadridhai Baca
ASSALNA PARE (ASAL-USUL PADI)
Desa Sasakan, Kec. Sumarorong, Kab. Mamasa

ASSALNA PARE (ASAL-USUL PADI)

Nakua tomatua-to matua, pare taena tomai tannang biasa, tapi tomai tau. Iya inde"na, pare dipandang suci, aka dipa"gandenganni salama" tau. Ianna mulanna, diang baine mahamil, sangngalemo tahun, tapi taena malahir, taena todi pallua anak. Sangngalemo allo, baine i maimpimpi. Nakua impinnae: "Mua iko umminum susuna tedong, iko umbe" malahir." Baine i tau miskin pisan. Nakua baine i: "Diang inde" susuna tedong? Aka inna ku tau miskin pisan." Lami-lami napissangngi baine i, diang tau kaya di sissanna mepuna tedong. Tulumi baine i umpepeminta susuna tedong, dikasi"mi susuna. Napinumai susuna tedong, lambunna mepallua, anakna malahir. Taena lami, kira-kira tallu bulan anakna, tau kaya i mantunu ulang mepinta susuna tedong. Akhirna, baine i makasalai. Anakna i, tallu bulan umurna, ditama"i tama wajan, dilubur, dilallang. Apa na"dadi i dibawami tama tau mepuna tedong. Nakua tau kaya i: "Di mana iko umala susuna tedong"? Nakua baine i: "Ianne anakku, kupeluburmi." Apa na"dadi i ditumpami ianna lubang-lubang tedong, kubangana tedong. Taena lami, makering, lalu tumbuhmi pare. Pare i dimangngemi manuk. Tau mallambi i, napelihara pare i, dadi pangan tau. Iya inde"na, pare dikembangkan, dipakasalamma". Dewata pare disanga Toti Boyong, tomatua, leluhur. Nakua alukta, aka pare tomai tau, mua diang tau mate, taena mala mangan nasi, tapi untuk pemujaan saja. Waktu umpotong pare, taena mabela menghadap Timur. Leluhur di Barat, iya inde"na ritual potong pare menghadap Barat. "Suppik!" Terjemahan Bahasa Indonesia Menurut cerita para leluhur, padi bukanlah tanaman biasa, melainkan berasal dari manusia. Karena itu, padi dipandang sebagai tanaman yang suci dan memiliki hubungan erat dengan kehidupan manusia. Pada zaman dahulu, ada seorang perempuan yang telah lama hamil, bertahun-tahun lamanya, tetapi tidak juga dapat melahirkan. Suatu malam, perempuan itu bermimpi. Dalam mimpinya ia diberi pesan bahwa ia akan bisa melahirkan jika meminum susu kerbau. Perempuan itu sangat miskin. Ia pun berkata dalam hatinya, "Bagaimana mungkin aku mendapatkan susu kerbau, sedangkan aku orang paling miskin"? Setelah beberapa waktu, ia mengetahui bahwa di sebelah sana ada orang kaya yang memiliki kerbau. Ia pun pergi meminta susu kerbau tersebut, dan orang kaya itu memberikannya. Setelah meminum susu kerbau itu, perempuan tersebut akhirnya melahirkan seorang anak. Namun, tidak lama kemudian"sekitar tiga bulan setelah kelahiran anak itu"orang kaya tersebut kembali menagih susu kerbaunya. Karena tidak mampu membayar, perempuan itu terpaksa mengorbankan anaknya. Anak yang masih berusia tiga bulan itu dimasukkan ke dalam wajan dan dilebur. Hasil dari peleburan itu kemudian dibawa kepada pemilik kerbau. Ketika ditanya dari mana susu itu berasal, perempuan itu menjawab bahwa susu itu berasal dari anaknya sendiri. Sisa cairan itu kemudian ditumpahkan ke lubang-lubang tempat kerbau biasa berkubang. Setelah mengering, dari tempat itu tumbuh tanaman padi. Padi itu kemudian dimakan ayam. Setelah diperhatikan, manusia mulai memeliharanya hingga akhirnya padi menjadi makanan manusia. Sejak saat itulah padi dikembangkan dan dihormati. Dewi atau roh padi dikenal dengan nama Toti Boyong, yang dipandang sebagai leluhur. Karena padi berasal dari manusia, dalam kepercayaan aluk, orang yang meninggal tidak boleh langsung memakan nasi, melainkan hanya digunakan dalam pemujaan. Dalam ritual pemotongan padi, arah Timur tidak digunakan. Ritual dilakukan menghadap ke Barat karena leluhur berada di arah Barat. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Ilang Paliwanan

ahmadridhai Baca
PA???GANNA PARE DI SAWA  (PENGOLAHAN PADI SAWAH)
Desa Sasakan, Kec. Sumarorong, Kab. Mamasa

PA???GANNA PARE DI SAWA (PENGOLAHAN PADI SAWAH)

Umpatama"na pangngala" padi sawah, yolo naula" umba" tampo sawah, dipa"baiki yolo saluran wai. Dio inde"e ria ritual disanga matamu palepang atawa mattammu palepang, artinna wai naletang tama sawah. Ria duka" ritual disanga mattammuai, artinna umpasangngi wai to laletang tama sawah. Ritual matamu palepang dipogau ri mata wai. Yolo, palepang artinna pa"tengnganan atawa saluran wai. Dio ritual inde"e dipake manuk bolong (manuk bulu hitam) sola manuk rame (manuk baine). Le"ba wai tama sawah, dipogau duka" ritual ri sawah. Le"ba wai tama sawah, napolalan tahap ummabbaro" bine padi. Yolo ummabbaro", dipogau yolo ritual ri banua. Dio borong, dipotong manuk bolong. Allo"na, bine padi nabbaro" ri sawah. Wattu bine padi la"ditanami, dipogau duka" ritual ri banua, biasanna dipake duka" manuk bolong. Wattu padi le"ba mabua anna massang, dipogau ritual disanga matokei. Ritual inde"e dipogau mesa tondok. Dio matokei, angga to napoande sawah ma"mesa tama ri banua passobok. Tomatua adak yamo umpangngala ritual. Susi"na, dipake bai atawa manuk. Sesaji diparanduk ri banua, napolalan dipa"bawa lako sawah anna dipa"gantung ri liling sawah. Le"ba inde"e, tau mangkanna umpaissanni panen. Yolo panen, dipogau ritual disanga makrambu, dipake tallo", sola ande putih to dibungkus daun, disanga lappa. Le"ba panen anna gabah massang, yolo tama lumbung dipogau duka" ritual dipake tallo". Sesaji dipatokko" ri daun bere-bere. Tallo" massak dipotong-potong anna dipa"tarang ri pira-pira tampo. Yolo ha"lan ummande hasill panen, dipogau ritual disanga makkaringi. Dio makkaringi, dipake bau susi ikan atawa manuk, tanda pasukuran atas hasill panen. Wattu gabah dipatama ri lumbung anna wattu yolo ummala gabah ri lumbung, musti yolo dipogau ritual dipake tallo". Inde"e dipogau terus saba" paissanan tau Mesawa. Wattu gabah dipatama ri lumbung anna wattu yolo ummala gabah ri lumbung, musti yolo dipogau ritual dipake tallo". Inde"e dipogau terus saba" paissanan tau Mesawa. Tau Mesawa maissanni, angga sawahna tae balo susi sawah ri pesisir, tapi saba" aluk anna ritual inde"e, panenna mala massugi anna lino tetap ma"timbangan. "Suppik!" Terjemahan Bahasa Indonesia Pengelolahan padi sawah dimulai sebelum turun ke sawah. Tahap awal adalah memperbaiki dan menyiapkan saluran air. Pada tahap ini dilakukan sebuah ritual yang disebut matamu palepang atau mattammu palepang, yang berarti memasukkan air ke sawah. Ada pula ritual mattammuai, yaitu ritual menyambut air yang akan mengalir ke sawah. Ritual Matamu Palepang dilakukan di sumber air. Dahulu palepang berarti bendungan atau saluran air. Dalam ritual ini digunakan ayam berbulu hitam yang disebut bolong, serta ayam betina yang disebut rame. Setelah air masuk ke sawah, dilakukan kembali ritual di sawah tersebut. Setelah air masuk ke sawah, tahap berikutnya adalah penaburan benih padi. Sebelum benih ditabur, dilakukan ritual di rumah pada malam hari dengan memotong ayam berbulu hitam. Keesokan harinya barulah benih padi ditabur. Ketika benih sudah siap ditanam, dilakukan lagi ritual di rumah, biasanya masih menggunakan ayam berbulu hitam. Setelah padi tumbuh dan mulai berbuah serta menguning, dilakukan ritual yang disebut matokei. Ritual ini dilakukan secara bersama-sama oleh satu kampung. Dalam ritual matokei, semua pemilik sawah berkumpul di rumah passobok (rumah pemangku adat). Ritual dipimpin oleh tokoh adat. Kadang menggunakan babi, kadang ayam, tergantung kesepakatan. Sesaji disiapkan di rumah, lalu dibawa ke sawah dan digantung di sekitar sawah. Setelah itu masyarakat menunggu masa panen. Sebelum panen dilakukan ritual yang disebut makrambu, menggunakan telur dan nasi putih yang dibungkus daun, seperti buras atau lappa. Sesudah panen dan gabah sudah kering, sebelum disimpan di lumbung dilakukan lagi ritual dengan telur. Sesaji diletakkan di atas alas daun yang disebut daun bere-bere. Telur yang telah dimasak dan dipotong-potong diletakkan di beberapa bagian. Sebelum hasil panen dimakan untuk pertama kali, diadakan syukuran yang disebut makkaringi. Syukuran ini bisa menggunakan ikan atau ayam sebagai tanda rasa syukur atas hasil panen. Saat gabah disimpan di lumbung dan ketika gabah diambil pertama kali dari lumbung, selalu didahului ritual menggunakan telur. Ritual ini dilakukan terus-menerus sebagai bagian dari kepercayaan masyarakat. Masyarakat Mesawa meyakini bahwa meskipun sawah mereka kecil dan tidak seluas sawah di daerah pantai, dengan menjalankan ritual-ritual adat ini, hasil panen tetap terjaga dan kehidupan tetap seimbang. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Ilang Paliwanan

ahmadridhai Baca

Menampilkan halaman 1 dari total 3 halaman

Sebelumnya
Hal. 1
Selanjutnya