Katalog Cerita Rakyat
Ditemukan 1 cerita rakyat terarsip di sistem.
ANNANGGURU ANNA PUA' IMAM (GURU DAN IMAM)
Diang di"o mesa kisah, kisahna puang imam. Biasanna, puang imam laoi massambayang lao di masigi anna maimanni jamaah. Tappana melo mi massambayang, pole di"o mesa annangguru. Puang imam nasiomi annangguru di"e ma"imammi jamaah, nanging annangguru indai melo apa na melo mappeissanni bacaan Qur"anna. Singkat carita, iyya mi puang imam maimanni jamaah. Tappana selesai massambayang, annangguru ma"uang lao puang imam, "Aih, mai"di le"ba duapai salahta", Puang Imam." Puang imam ma"uang, "Iye, bassa di"e annangguru, sebaikna iyya"u na meannangguru lao di"o." Annangguru ma"uang, "Memang tu"u di"e. Iyya mi tujuan-ku." Jari cocokmi. Annangguru ma"uang pole, "Inggaimo rolo lao di boyang istirahat." Jari lamba mi lao di boyangna puang imam. Di boyangna, annangguru dipande, diparundu, anna dipatindo. Tappana nalambi" wattu massambayang, annangguru melo mandoe". Naung mi lao di lembang, apa diang diong passauang. Dipirang bongi, andi" pa riang po"angang mattare" wai. Annangguru mandoe", na laimi rekeng parrewana, na pattungang di batu. Tiba-tiba pole macang amba, na wokko" poko", na cappu", na sembur mai parrewanana. Annangguru meita anna ma"uang, "Aih, tappa me"illong! Apa nariang macang dini? Sigao, Puang Imam! Meande tu"u di"e macang!" Tappana pole puang imam, na beso talinganna macang di"e anna ma"uang, "Da"a namala mu anu di"e annangguru! Tu"u di"e annangguru." Singkat carita, pura mi mandoe" annangguru, napake pole bayunna, sokko"na, anna sola mi puang imam mule lao di boyang. Annangguru ma"uang, "Seharusna iyya"u na meannangguru mating lao di"o, apa andi" tania i"o, maande kapang di"o macang." Puang imam ma"uang, "Inna bassa di"e? Seharusna iyya"u na meannangguru lao di"o." Nanging annangguru ma"uang, "Indani, iyya"u na meannangguru mating." Jari, dalam kisah di"e, andi" tau mala sipandang enteng. Tappana meita tau, da"a tau ma"uang, "Apa toi tia na issang"? Apa sabban tau diang pangissangan anna kaunggulan masing-masing. Iya mi caritana. "Tamma"!" Terjemahan Bahasa Indonesia Ada sebuah kisah tentang seorang imam. Seperti biasa, beliau pergi ke masjid untuk mengimami para jamaah. Ketika salat hendak dimulai, datanglah seorang guru. Imam tersebut kemudian meminta guru itu untuk mengimami jamaah, tetapi sang guru menolak karena ia ingin mendengarkan bacaan Al-Qur"an. Singkat cerita, imam itulah yang akhirnya mengimami salat berjamaah. Setelah salat selesai, guru tersebut berkata, "Aduh, masih ada beberapa kesalahan dalam bacaan Anda, Pak Imam." Imam pun menjawab dengan rendah hati, "Kalau begitu, sebaiknya saya belajar kepada Anda." Guru itu pun berkata, "Memang itu tujuan saya." Mereka pun sepakat. Guru kemudian diajak ke rumah imam untuk beristirahat. Di sana ia dijamu dengan makanan, minuman, dan diperlakukan dengan baik. Menjelang waktu salat berikutnya, guru tersebut ingin mandi. Ia pergi ke sungai karena di sana terdapat sumur. Pada zaman dahulu belum ada mesin untuk menarik air. Setelah sampai, ia melepas pakaiannya dan meletakkannya di atas sebuah batu. Tiba-tiba datang seekor macan yang menggigit dan menghamburkan pakaiannya. Guru itu pun terkejut dan berteriak, "Mengapa ada macan di sini? Cepat ke sini, Pak Imam! Nanti saya dimakan!" Imam segera datang, lalu menarik telinga macan itu sambil berkata, "Jangan sekali-kali kamu ganggu orang ini. Dia adalah seorang guru." Singkat cerita, guru tersebut selesai mandi, mengenakan kembali pakaiannya beserta kopiahnya, lalu mereka pulang bersama ke rumah imam. Di perjalanan, guru berkata, "Sepertinya justru saya yang harus belajar kepada Anda. Kalau bukan karena Anda, mungkin saya sudah dimakan macan." Namun imam menjawab, "Bagaimana mungkin? Seharusnya saya yang belajar kepada Anda." Guru pun tetap berkata bahwa dialah yang seharusnya belajar. Dari kisah ini kita belajar bahwa kita tidak boleh meremehkan siapa pun. Ketika melihat orang lain, jangan sekali-kali berkata, "Apa yang dia tahu"? Setiap orang memiliki kelebihan dan pengetahuan masing-masing. Demikianlah ceritanya. Terima kasih. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Sukur