Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset

Katalog Cerita Rakyat

Ditemukan 1 cerita rakyat terarsip di sistem.

MAROMARONA TOLEMO (KEBODOHAN ORANG LEMO)
Desa Kuajang, Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar

MAROMARONA TOLEMO (KEBODOHAN ORANG LEMO)

Cerita ke-1 Dua tu cutitanna maro-maro to Lemo, iya te mai dolo inde Lemo e, rea ra buda inde, taman tu dio tau maqdara o. wattunna sae timo, na kande I api te mai rea e. Lao mi sua bene na sola anaknga " teka ko langngan banua". Mane masa pisona, sua ngasan tumuane turun bawa piso, lao sijallo api. Akhirnya buda I mate na kande api. Iyamo tu na karapa cappu tau inde Lemo iya. Iyamo tu disanga maro-marona to Lemo. Kona laori masa pisona, na mane si jallo api. Cerita ke-2 Dengan to curitanna lao tarimang ato kaju, kona wattunna tudio den apa la dipakanjai dao binuang, e lao mi to Lemo pasipulunga tau lao mala kaju kasalle, iaya tudio kaju o kona tae I melo ke rappik dokko litak, tambai mi tau na sua lao tarimang kaju, iya tubeine to kiwa"tang sola na"na tae I di tangga lao, dikuanni subun ko ikona, akhirnya sokka tea to kaju kasalle, mate ngasan tau to dio tarimang I, mate ngasan na tappoi ato kaju. Iyamo tu na la cappu tau inde biasa. "Cappuni!" Terjemahan Bahasa Indonesia Cerita ke-1 (pertama) Jadi ada dua cerita kebodohan orang-orang Lemo tempo dulu yang terkenal sampai sekarang, dahulu wilayah Lemo ditumbuhi banyak tanaman alang-alang, hamparan alang-alang begitu luas, disekitar perkebunan maupun sekitaran rumah. Suatu Ketika musim kemarau melanda, akhirnya tanaman alang-alang yang kering mudah dibakar api, orang-orang Lemo yang melihat kobaran api memerintahkan istri dan anak-anaknya masuk ke rumah, sementara laki-laki dewasa diperintahkan untuk mempertajam parangnya, setelah itu mereka bersatu dengan maksud untuk melawan api, pada akhirnya mereka semua mati terbakar dimakan api. Peristiwa ini lah yang menjadi awal mula muncul istilah "Maro-maro to Lemo". Karena bukannya memadamkan api dengan air, tapi malah melawan api dengan parang. Cerita ke-2 Adapun Cerita yang lain, pada suatu waktu orang-orang Lemo mengumpulkan masyarakat dengan tujuan untuk menadah kayu besar yang akan ditebang dengan maksud kayu tersebut tidak boleh jatuh menyentuh tanah, karena kayu itu akan dipersembahkan ke kerajaan binuang. Singkat cerita dikumpulkanlah masyarakat, laki-laki dewasa, perempuan dikumpulkan, anak-anak dan wanita hamil dikeluarkan dari barisan. Akhirnya kayu besar itu jatuh menimpa seluruh orang-orang yang terdapat dalam barisan, tidak satu pun yang selamat. Akibat dari peristiwa itu sebagian besar ,masyarakat Lemo meninggal dunia, konon katanya waktu itu masyarakat Lemo hampir habis. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Sakuru

admin Baca