Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset

Katalog Cerita Rakyat

Ditemukan 1 cerita rakyat terarsip di sistem.

SELE BASSI (PISAU BESI)
Desa Panetean, Kec. Aralle, Kab. Mamasa

SELE BASSI (PISAU BESI)

Lama" cerita ndee, saidi paingsangku uhuna disangai Sulawesi pada zaman Balanda dolu. Aha sule Balanda nalambi tobaha, nakutanaing nawwa akande"e sanganna kampung ya"ndee tobaha, aka buta huru dai naingsang. Bahasa apalagi Bahasa Balanda ya ndoo tobaha, aka mangasa pisona situju anna sulei ndoo Balanda nasangang ndo tobaha, nakutanai nawwa akande sanganna nde piso, nawwa nadongai kaleng, nawwa sele bassi, Puang. Ya" nasangang nde Balanda nawwa sele bassi nde sanganna nde kampung, aka dia napekutanaang, padahal ndoo piso nawwaang sele bassi. Sehingga ndo"o Balanda le"baung nasebarluaskan mi pano di solana nawwa Selebes. Nawwaang Balanda Selebes aka sele bassi na sanga kita tomatua. Sehingga dia lolong ndo disangaiang Selebes. Nawwa neik zaman Balanda Selebes, napapiaing to manahang, anu to kesikolah nawwa Sulawesi. Padahal sesungguhnya ndoo nawwa Balanda Selebes, aka dia ndoo na dapat informasi nawwa sele bassi, anna bahasata kita dinde sele bassi ndo metaking. Dia lolong ndo sampai dinoa diowaang Sulawesi, sesungguhnya diowaang sele bassi. "Supung Ndo"o!" Terjemahan Bahasa Indonesia Saya akan bercerita sedikit menurut pengetahuanku, nama Sulawesi mulai dikenal pada zaman penjajahan Belanda dahulu. Ketika orang Belanda datang ke orangtua, mereka bertanya tentang nama kampung tersebut. Namun karena keterbatasan pengetahuan dan belum mengenal bahasa, terlebih bahasa Belanda, orang tua itu tidak memahami maksud pertanyaan itu. Karena membawa senjata tajam yang tajam dan berkilau, orang Belanda menyebutnya piso, dan dari situlah muncul sebutan Sele Bassi (bilah besi). Orang Belanda kemudian mengira bahwa Sele Bassi adalah nama kampung tersebut, padahal sebenarnya itu bukan nama kampung. Namun karena tidak ada penjelasan yang jelas, orang Belanda lalu menyebarkan sebutan itu ke wilayah lain. Sejak saat itu, sebutan Selebes pun menyebar luas ke seluruh wilayah. Orang Belanda menyebut wilayah itu Selebes, padahal dalam bahasa orang tua kita disebut Sele Bassi. Oleh karena itu, nama Selebes pun terus digunakan. Pada masa penjajahan Belanda, para pemimpin dan orang-orang yang bersekolah mulai menyebut wilayah ini sebagai Sulawesi. Padahal sesungguhnya, penyebutan Selebes oleh orang Belanda terjadi karena kesalahan informasi dan ketidaktahuan mereka terhadap makna Sele Bassi dalam bahasa kita. Akhirnya, nama Sulawesi digunakan hingga sekarang, meskipun pada awalnya wilayah ini dikenal sebagai Sele Bassi. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Ali Imran

ahmadridhai Baca