Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset

Katalog Cerita Rakyat

Ditemukan 1 cerita rakyat terarsip di sistem.

Sanaria
Desa Puttada, Kec. Sendana, Kab. Majene Desa Puttada, Kec. Sendana, Kab. Majene

Sanaria

Panguma tu ri"e bomi e, panguma indo na panguma papa" na. Da"dua bomi tu"u salluluare", da"dua salluluare" sangnging towaine. Ma"ua towoi indo na ri"e i darae"e, saba" i darae tu ri"e sangana ana"na e. Ma"ua indo na, "Ei Darayya, diang tu rilai" di"o bannis o. Bannis lolo-lolongi pasiola lao lolo boyo", pusu"na boyo", pusu"na boyo"." Jadi tappana ri"e lamba bomo anunna tomatutuana lao di uma. Iyamo ca tori" di"o nande o, nande tarrus lolo-lolong tori" o. Jadi tappana ri"o manu Samata iyamo ri"o tuttu" allo o lolo-lolongo, peca-peca", peca-peca" bannis o. Jadi tappana ri"o mauang mi Darayya, "Tiapa i umanna indo ku"? Tetanggana mo napauanni, "Ya", mamaya mi tu me"anu, membua mo membua mi tu ri"e Boas na e." Nauwwa mo, "Iyyo." Masai ma"bulang mi tu ri"e Darayya monge" nyawana, saba" tarrus di"o nande peca-peca" bannis siola andi"na. Apa napogau", lamba ma"ala ri"o bulunna cengnge", bunia, burung. Bulunna anu e napabentuk memedi cengnge". Tappana ri"o nabulu"i, nalette"i nanu, napassara"i natitto"i. Jadi nanu napa"gurumi alawena mettama ri"o rianu anna mella-mellayang. Mala mella-mellayang di"o ma"ua Bomi lao di tetanggana, "Tiapa i anunna indo u"? Nauwwa, "Nameboas mi tu"u." Iyamo ri"o melayang dai" dinawang. Burung anu e tau rilalang i Darayya. Nissang mi ri"o moa" meboas mi indo na. Jadi ri"o malayang lao di sapo indo na anna ma"ua, "Cengngeeee, i Darayya rayya to nipande lolo boyo" di allo bongi!" Heranmi tau di"e. Indo na ma"ua, "Apa i Darayya"? Jadi ri"o ma"ua pole, "Cengngeeee, i Darayya rayya to nipande lolo boyo" di allo bongi!" Indo na ma"ua, "Tangkap"i!" Tapi inda mala nasaka. Ma"ua pole Darayya, "Cengngeeee, i Darayya rayya" namalaiyya sau di tana Jawa!" Lumole" mi sau, naruppa"i towoi ca mara"dia. Mara"dia ma"ua, "Sakana"!" Nasaka mi ri"o. Jadi nasangkara"i siola pitu pa"jaga. Bonginna, mara"dia pura-pura ngoro", Darayya turun mandi. Mara"dia maita, ternyata tau towaine. Mara"dia ma"ua, "Inda kuapa"i"o. Pewayu" mi, macaritangan." Jadi Darayya macaritai asal-usulna: ri"e pole di Mandar, monge" nyawana saba" tarrus dipandei lolo boyo". Marrangngi mara"dia. Ma"ua, "Sa"baro"o." Tappana ri"o, mara"dia mabatal kawenangna anna nakawengngi Darayya. Polei Darayya siola mara"dia lao di lembangna. Indo na mappasissangi" ma"ua, "Iyyo, sala" tonganaku. Iyya tori" napandei bannis anna lolo boyo"." Sisangi-sangi" mi tau senga". "Purami Dolo!" Terjemahan Bahasa Indonesia Keluarga itu adalah keluarga petani. Ibu dan ayahnya sama-sama petani. Mereka memiliki dua anak, dan keduanya perempuan. Ibu mereka berkata kepada Darayya"nama anak sulungnya""Darayya, di sana ada menir beras. Ambillah menir itu lalu masak menjadi bubur dan campurkan dengan pucuk labu." Setelah itu orang tuanya pergi ke kebun. Darayya dan adiknya hanya memakan bubur itu setiap hari. Hadi demi hadi yang mereka makan hanyalah bubur menir yang dicampur pucuk labu. Suatu hadi Darayya bertanya kepada tetangga, "Bagaimana keadaan kebun ibuku"? Tetangganya menjawab, "Sudah mulai berbuah, padinya sudah berisi." Darayya hanya menjawab, "Iya." Bulan demi bulan berlalu, Darayya merasa sangat sakit hati karena setiap hadi hanya makan bubur itu bersama adiknya. Lalu ia mengambil bulu burung elang dan membuat boneka burung dadi bulu-bulu tersebut. Setelah boneka burung itu selesai dipasangi bulu, kaki, dan paruh, Darayya masuk ke dalamnya dan perlahan-lahan belajar terbang. Ia kembali bertanya kepada tetangga tentang kebun ibunya, dan dijawab bahwa padinya sudah panen. Darayya pun terbang tinggi ke langit. Di dalam burung itu sebenarnya adalah dirinya sendiri. Ketika tahu ibunya sudah panen, ia terbang ke pondok dan berseru, "Cengngeeee, Darayya rayya, orang yang dibedi makan pucuk labu siang dan malam!" Orang-orang heran mendengar burung itu berbicara. Ibunya berkata, "Apa itu Darayya"? Burung itu kembali berseru dengan kalimat yang sama. Ibunya pun berkata, "Tangkap burung itu!" Namun burung itu tidak bisa ditangkap. Ia kembali berseru, "Cengngeeee, Darayya rayya" saya akan pergi ke tanah Jawa!" Ia pun terbang jauh dan bertemu seorang raja. Raja berkata, "Tangkap!" Burung itu akhirnya tertangkap dan dimasukkan ke dalam sangkar dengan tujuh penjaga. Pada malam hadi raja pura-pura tidur. Darayya keluar dadi sangkar untuk mandi, dan raja melihat bahwa burung itu sebenarnya seorang gadis. Raja berkata, "Aku tidak akan menyakitimu. Pakailah pakaianmu dan ceritakan semuanya." Darayya pun menceritakan asal-usulnya dadi Mandar dan kesedihannya karena selalu dibedi makan pucuk labu. Raja terharu mendengar ceritanya. Ia berkata, "Bersabarlah." Kemudian raja membatalkan pernikahannya yang lama dan menikahi Darayya. Darayya kembali ke kampung bersama raja. Ibunya menangis dan mengakui kesalahannya karena hanya membedi menir dan pucuk labu. Mereka pun saling berpelukan sambil menangis. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Sanaria

admin Baca