Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset

Katalog Cerita Rakyat

Ditemukan 1 cerita rakyat terarsip di sistem.

MARA???DIA DI BULO (RAJA DI BULO)
Desa Ratte, Kec. Tutar, Kab. Polewali Mandar

MARA???DIA DI BULO (RAJA DI BULO)

Di"o caritana, wattunna tau dipemmalai baunna di lembang di Bulo. Mara"dia di Bulo solai pa"puangnganna lao memmalai. Tappana pole mara"dia, uwaio matimmi anna issinna dipemmalai pole jolo. Macai sanna" mara"dia apa dipemmalai issinna andiang kehadiranna, padahal iya mi naungngangi mua natiangi pai anna dipemmalai. Nakumpulmi issinna masyarakat, mara"dia ma"uang macai. Di bongi jam sappulo dua, malaimi lao di Bulo-bulo. Ponggawa di Bulo-bulo mottongi di Tapparang tallu bulan sappulo bonginna, manguma diaya. Wattunna diaya manguma, naita liwa di Bulo anna ruapai alamatna. Tappana naita alamatna, ma"uangmi melenggu duapa (melenggu = ingin pindah). Andiang setuju tau mua naita liwa pole, jari macaimi. Tappana pura ummande anna meakkemi, malaimi lao pole di umanna di wuttu, mottong diaya. Luluarena mara"dia di Bulo ma"uang, "Ma"apa napaole bumo"? Naua, "Polea apa meloi siola tau." Mara"dia ma"uang pole, "Nasiola tongan bandi tau"? Naua, "Iyo." Jari polemi duanna lao di wuttu manguma, anna mottong diaya. Iyamo caritana Mara"dia di Bulo. "Pura!" Terjemahan Bahasa Mandar Pada suatu waktu, masyarakat hendak menangkap ikan di sungai Bulo. Mara"dia (raja) Bulo bersama para pemangku adat juga pergi untuk menangkap ikan. Namun, ketika sang raja tiba, air sungai telah surut dan ikan-ikan sudah lebih dahulu ditangkap tanpa menunggunya. Mara"dia pun sangat marah karena penangkapan ikan dilakukan tanpa kehadirannya, padahal sebelumnya telah disepakati bahwa penangkapan dilakukan setelah ia datang. Masyarakat kemudian berkumpul, dan kemarahan raja semakin memuncak. Pada sekitar pukul dua belas malam, ia memutuskan untuk pergi menuju Bulo-bulo. Seorang ponggawa (panglima) dari Bulo-bulo sempat menetap di Tapparang selama tiga bulan sepuluh hari untuk berkebun. Ketika sedang berkebun, ia masih melihat dan mengingat kampung Bulo beserta alamatnya. Ia pun berniat untuk pindah kembali. Namun, tidak semua orang setuju dengan keinginannya yang terus memandang dan mengingat kampung lamanya, sehingga timbul kemarahan. Setelah selesai makan dan beristirahat, mereka kembali berangkat menuju kebun di pegunungan dan menetap di sana. Seorang kerabat Mara"dia di Bulo ingin ikut serta. Mara"dia bertanya, "Mengapa kamu datang lagi"? Ia menjawab, "Saya datang karena ingin ikut bersamamu." Raja kembali memastikan, "Apakah kamu sungguh-sungguh ingin ikut"? Ia menjawab, "Ya." Akhirnya, mereka bersama-sama pergi ke gunung untuk berkebun dan menetap di sana. Demikianlah kisah Mara"dia di Bulo. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Kamaluddin/Gitawati

admin Baca