Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset

Katalog Cerita Rakyat

Ditemukan 1 cerita rakyat terarsip di sistem.

KISAH SISSINGOA (KISAH ORANG YANG SERAKAH)
Desa Sabang Subik, Kec. Balanipa, Kab. Polewali Mandar

KISAH SISSINGOA (KISAH ORANG YANG SERAKAH)

Namaccuritai tau mesa carita diolo". Iyya carita e biasa micuritangan mai tomauwwen diolo", disanga Sissingoaq. Sissingoaq polei di ra"dua kata, yaitu sissi anna ngoa. Sissi battuanna sissilan sannal atau makikkir sannal, sedangkan ngoa battuanna mangoa atau rakus sannal. Jari, sissingoaq iyamo tau yang sangat pelit sekaligus sangat rakus dalam kehidupanna. Wattunna tuwo, tau sissingoaq e marakke sannal mua kurang barang-barangna. Bahkan mua anu nanaande, sering toi lao di boyanna tau laen untuk maande, karna takut makananna kurang. Iyyamo tanda sissilanna anna mangoanna. Konon, menurut carita tau diolo", setelah matena sissingoaq, ia dikutuk menjadi monye" (monyet). Wattu minjari monye", ia lamba lao di boyanna pakkappung, mambulengganni rumandeanna pakkappung anna maandei makallissi ande na tau. Jari diolo ri"o, pakkappung biasa maopo rapa-rapa ande na mua bongi. Rumah-rumah ditutup rapat anna balenganna atau katoangna diletakkan di atas panci supaya ndan mala dipiesui sissingoaq. Dengan cara itu diharap sissingoaq ndan mala mambulengganni ande na tau di dapur. Sissingoaq e juga biasa mangganggui ana"-ana". Iyamo tu"u sebabna tau diolo" mua mangari mi, pakkappung segera maopo ba"bana banua. Apa wattu ri"o ndappai dian lampu listrik seperti di masa sekarang. Yang ada hanyami pelita anna lampu gas. Lampu itu dialli superstus, diissi di koppa lalu dipompa supaya mala tue. Mua cappu superstusna, mate bomi lampuna anna kappung mi mejadi mapattan. Iyamo tu"u sebabna ana"-ana" diolo sangat takut mua mangari mi anna langi" mulai gelap. Biasanna mua mangari mi, ana"-ana" langsung malari lao di boyanna. Rumah-rumah ditutup rapat karna takut didatangi sissingoaq. Sissingoaq e sangat meresahkan warga karna biasa membawa penyakit yang dikenal dengan siruppa" atau siruppangan. Tanda-tandana biasanya tau tiba-tiba panas tinggi, badan keras, sakit perut, bibir atau kulitna menjadi biru atau hitam. Penyakit itu konon datang jika tau bertemu sissingoaq, walaupun sissingoaq ndan diita (ghaib). Biasanna mua ndan tepat obatna, bisa-bisa tau mate di keesokan harinna. Iyamo tu"u sebabna tau di pambusuang ri"o biasa mua mangari mi segera mangaji di boyanna. Mereka membaca Al-Qur"an supaya sissingoaq ndan mala datang anna ndan mala masuk di boyanna. Pi"guruan yang mala diala pole di carita sissingoaq e iyamo: daa tau sissilan bega, daa toi tau mangoa bega. Mua dian poaare-arean, daa tau mangoai hakna tau laen. Lebih baik tau massukkurri atas apa yang telah dipunnai. Dengan bersyukur anna memakai yang ada, insyaallah tau mala salama di lino anna di akherat. "Tamma"!" Terjemahan Bahasa Indonesia Sebuah kisah dari masa dahulu yang sering diceritakan oleh orang-orang tua, yaitu kisah tentang Sissingoaq. Kata sissingoaq berasal dari dua kata, yaitu sissi dan ngoa. Sissi berarti sangat pelit atau kikir, sedangkan ngoa berarti sangat rakus atau tamak. Jadi, yang dimaksud dengan sissingoaq adalah seseorang yang sangat pelit sekaligus sangat rakus dalam kehidupannya. Pada masa hidupnya, sissingoaq sangat takut jika barang-barangnya berkurang. Bahkan ketika ia hendak makan, ia sering pergi ke rumah tetangganya untuk makan di sana karena takut makanan yang dimilikinya berkurang. Hal tersebut menunjukkan sifatnya yang sangat pelit dan tamak. Menurut cerita masyarakat dahulu, setelah sissingoaq meninggal dunia, ia dikutuk menjadi seekor monyet. Setelah berubah menjadi monyet. Iia sering pergi ke rumah-rumah warga dan membuat kerusakan. Ia mengambil serta menghabiskan persediaan makanan milik warga. Oleh karena itu, pada masa dahulu masyarakat selalu menutup makanan mereka dengan rapat ketika malam hari. Rumah-rumah juga ditutup dengan baik, dan mereka meletakkan baskom tanah liat di atas panci agar makanan tidak mudah dibuka oleh sissingoaq di dapur. Sissingoaq juga sering mengganggu anak-anak. Itulah sebabnya pada masa dahulu, ketika waktu maghrib tiba, masyarakat segera menutup pintu rumah mereka. Pada masa itu belum ada lampu listrik seperti sekarang. Penerangan yang digunakan hanyalah pelita dan lampu gas yang menggunakan bahan bakar khusus. Jika bahan bakarnya habis, maka lampu akan padam dan suasana kampung menjadi gelap. Karena keadaan tersebut, anak-anak pada masa itu sangat takut keluar rumah ketika waktu maghrib tiba. Jika hari mulai gelap, mereka akan segera berlari pulang ke rumah masing-masing, sementara pintu rumah ditutup rapat agar sissingoaq tidak dapat masuk. Sissingoaq juga dipercaya membawa berbagai penyakit yang dikenal dengan istilah siruppa" atau siruppangan. Gejalanya biasanya berupa demam tinggi secara tiba-tiba, tubuh menjadi kaku, sakit perut, serta bibir atau tubuh berubah menjadi kebiruan atau kehitaman. Penyakit ini dipercaya muncul ketika seseorang bertemu dengan sissingoaq yang tidak terlihat oleh manusia. Jika penyakit tersebut tidak segera diobati dengan tepat, penderitanya bahkan bisa meninggal dunia keesokan harinya. Karena itu, masyarakat di daerah Pambusuang biasanya segera membaca Al-Qur"an atau mengaji ketika waktu maghrib tiba agar terhindar dari gangguan sissingoaq. Pelajaran yang dapat diambil dari kisah sissingoaq adalah agar manusia tidak menjadi terlalu pelit atau terlalu rakus. Jangan mengambil hak orang lain, dan hendaknya selalu bersyukur atas apa yang telah dimiliki. Dengan bersyukur dan hidup secukupnya, manusia dapat menjalani kehidupan yang baik serta memperoleh keselamatan di dunia maupun di akhirat. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Sudiati/Husnul Khalifah

admin Baca