Katalog Cerita Rakyat
Ditemukan 1 cerita rakyat terarsip di sistem.
BOKKO
Ceritana Bokko indo" to masiangki umpeleleanni to siulu-siulu. Inde ceritana kudenganna langsung dari nenekku pado taun pitu puloan duka alapan puloan. Pissananna, Bokko ia anak bungsu dari dua belas bersaudara. Sapulo dua randanna, na Bokko to makkale"bi"anna, inde paling na kasian, inde paling na dipessongi. Randanna kakanna Bokkoe napogaukanna inde bainena, dipessongi, diliala, nasangai to malindeanu. Bokkoe to makkale"bi", to mapia bainena, tapi kakanna masussa" napobela. Sangadi, kakanna marencanai. Nakua: "Anta lao tama pangala, anta pappiang kayu mate." Bokko dibawa ke hutan, ditipu, lalu dimasukkan ke dalam lubang dan ditimbun. Inde Bokkoe tinggal tama rokko. Asu-asuna napolai-lai, nasolanni, na inde asuna ia to pangngarannuanna. Asunae ia na tulungi Bokko. Bokko natulungi, nalua" tama rokko. Tapi kakanna lae marencanai pole. Bokko napopelambi, naposuroi bainena. Uwai salu-salu dilalanni. Inde bainena Bokko nakuamo: "Muita kayu salloki-salloki diporibintua dawa, disalambelamelabe." Bokko nakua, inde tomassese. Tallo manukna Bokko napailalan. Kaledana palang. Pissananna, Bokko mendadi manuk. Manukna Bokko ulambi tomenge mepare. Tomenge mepare ia Maradia, Tomakaka tongan-tongan. Maradiae nakuamo: "Ehhe, jojo lisu"o sapu, jopokomai banua." Manukna Bokko dipelihara, dirawat. Manukna Bokko mendadi to massese, to mappia. Dipessongi dewata. Bokko napelau, naperau langngan Dewata. Akhirna, Bokko sola bainena, sola manukna, diparangi. Kakanna malala. Bokko mendadi to matoa, to mapia, to naposangngi toyolo. "Suppik Toyolo!" Terjemahan Bahasa Indonesia Cerita Bokko merupakan cerita rakyat yang saya dengar langsung dari nenek saya sekitar tahun 1970"1980-an. Bokko adalah anak bungsu dari dua belas bersaudara. Di antara semua saudaranya, Bokko adalah yang paling kecil, paling lemah, dan paling sering diperlakukan tidak adil. Kakak-kakak Bokko sering menyakiti dan merendahkannya. Ia dianggap lemah dan tidak berguna. Padahal Bokko adalah anak yang baik dan berhati tulus, namun justru sering menjadi sasaran perlakuan kasar saudara-saudaranya. Suatu hari, kakak-kakaknya merencanakan kejahatan. Mereka mengajak Bokko ke hutan dengan alasan mengambil kayu. Di sana Bokko ditipu, dimasukkan ke dalam lubang, lalu ditimbun dan ditinggalkan. Bokko terperangkap di dalam lubang. Anjing peliharaannya terus berusaha mencari dan akhirnya menemukan tempat Bokko dikubur. Anjing itulah yang menjadi penolong Bokko. Bokko berhasil keluar dari lubang, tetapi kakak-kakaknya kembali merencanakan kejahatan. Bokko akhirnya melarikan diri bersama istrinya untuk menyelamatkan diri. Dalam perjalanan menyusuri sungai, istri Bokko berkata bahwa mereka harus mengikuti tanda-tanda alam: kayu salloki-salloki yang hanyut perlahan. Bokko memahami bahwa itu adalah petunjuk keselamatan. Telur ayam Bokko terbawa arus. Pada akhirnya Bokko berubah wujud menjadi seekor ayam jantan. Perubahan ini menandai kekuatan dan kesaktiannya. Ayam Bokko sampai di ading seorang bangsawan besar, seorang Maradia atau pemimpin adat yang bijaksana. Maradia berkata agar ayam itu dibawa pulang ke rumah. Ayam Bokko kemudian dipelihara dan dirawat dengan baik. Ayam Bokko menjadi ayam sakti, penuh tanda-tanda ilahi. Bokko dipercaya memiliki hubungan langsung dengan Dewata (Tuhan). Pada akhirnya, Bokko hidup sejahtera bersama istrinya. Kakak-kakaknya menyesal atas perbuatan mereka. Bokko diakui sebagai orang bijaksana, leluhur yang membawa kebaikan dan pengajaran moral bagi generasi berikutnya. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Bongga Sumule