Katalog Cerita Rakyat
Ditemukan 1 cerita rakyat terarsip di sistem.
AWAL MULA MASUKNYA BELANDA DI GALUNG ADOLANG
Diang mesa carita diwattunna balanda napettamai ri Galung Adolang. Wattu di"o, balanda mellamba mau mendai ri Galung Adolang. Apa ri di"o diam Ammana Wewang, pahlawan Mandar, na ri di"o towae strategis tongan dipake" benteng perlawanan. Ammana Wewang ma"pasirumung masarakat ri Galung Adolang. Naua, "Kumpulkang batu nasang, tapariai benteng." Jari makumpulmi batu mapulo-pulo bongi. Batu-batu di"o napariai benteng pertahanan. Mua balanda mellamba mendai, batu-batu di"o naloli"i naung. Apa jalananna mendaki tongan, jari balanda andangi mala le"ba, mapiai mate ri lalanna. Si pittallung balanda maccoba mendai, tapi andangi mala tembus. Mapiai mate apa naloli"i batu. Dara na matea maidi, jari kampung di"o nisanga "Uwotto" (bau busuk) apa bau matea balanda. Jari balanda maccari cara anna mala mendai ri Galung Adolang. Diang mesa polisi kampung sau menghadap ri balanda, maungmi mua diang tangngalalang manyamang ri tappa Galung, bisa diola pole ri Timbogaring. Balanda andappai napercaya, jari mappapia batu ri lalanna anna andangi diissangi masarakat. Balanda menyamar sebagai masarakat biasa. Mellamba pole ri Pamboang, Lattigi, Kaida, Ratte Lambe, lambi ri Timbogaring, anna akhirna lambi ri Galung Adolang. Naita tongan tangngalalang di"o, jari sau mendai. Tappana lambi ri Galung Adolang, terjadimi perlawanan. Ammana Wewang sola Puang Kali Adolang siola masarakat siallami balanda. Andangi masarakat mappogau apa balanda mala lambi ri di"o. Iyamo tu"u anna Galung Adolang nisanga tappa galung le"ba benteng, apa ri di"o dipe"bengngang benteng pertahanan. Iyamo tu"u caritana perlawanan ri Galung Adolang. "Tamma"!" Terjemahan Bahasa Indonesia Ada sebuah cerita tentang masuknya Belanda ke Galung Adolang. Pada waktu itu, Belanda datang dan ingin naik ke Galung Adolang. Di tempat itulah Ammana Wewang, seorang pahlawan Mandar, berada. Tempat tersebut sangat strategis untuk dijadikan benteng pertahanan melawan penjajah. Ammana Wewang mengumpulkan masyarakat Galung Adolang. Ia memerintahkan agar semua orang mengumpulkan batu untuk membuat benteng pertahanan. Selama berhari-hari masyarakat mengumpulkan batu. Batu-batu itu disusun sebagai benteng. Setiap kali Belanda mencoba naik, batu-batu tersebut dijatuhkan ke bawah. Karena jalannya sangat menanjak, Belanda tidak mampu menembus pertahanan dan banyak yang tewas di perjalanan. Berkali-kali Belanda mencoba naik, tetapi tetap tidak berhasil. Banyaknya korban yang berguguran menyebabkan tempat itu berbau busuk, sehingga kampung tersebut disebut "Uwotto" yang berarti bau busuk karena banyaknya mayat penjajah. Belanda kemudian mencari cara lain agar bisa naik ke Galung Adolang. Seorang polisi kampung menghadap Belanda dan mengatakan bahwa ada jalan lain yang lebih mudah dilalui, yaitu melalui Timbogaring. Belanda pun mempercayainya dan diam-diam menyusun rencana. Belanda menyamar sebagai masyarakat biasa. Mereka berjalan melalui Pamboang, Lattigi, Kaida, Ratte Lambe, hingga Timbogaring, dan akhirnya sampai di Galung Adolang. Setelah menemukan jalan tersebut, mereka pun naik dan terjadilah pertempuran. Ammana Wewang bersama Puang Kali Adolang dan seluruh masyarakat melakukan perlawanan terhadap Belanda. Masyarakat merasa heran karena penjajah akhirnya mengetahui jalan menuju tempat itu. Pertempuran pun terjadi sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan Galung Adolang. Demikianlah kisah perlawanan di Galung Adolang. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh