Katalog Cerita Rakyat
Ditemukan 2 cerita rakyat terarsip di sistem.
LISSI ANA'NA MARA'DIA (LISSI ANAK RAJA)
Diolo"na, diang mesa towaine sanganna Lissi. Iyae ana"na maraqdia anna tuo di mesa kerajaan. Mesa allo, Lissi mallamba-lamba ri luar kerajaan. Wattu dio, diang mesa ana" maraqdia tommuane naitai Lissi anna massayyang liu ri iya karna malolona. Tappana, napauanni to matua ri boyangna mua diang mesa towaine malolo sanna ri kerajaan sise" di tappana alas. Ana" maraqdia e melo sanna massitai Lissi. Akhirna iya lao manettei kama"na anna napauanni mua iya melo lao mappatumae lao di Lissi. Kama"na mappau, "Mua memang iyae towaine melo mu ola, lao mo anna tumae." Akhirna, ana" maraqdia e lao tumae lao di boyanna Lissi. Tapi, Lissi diang mesa sambainena sejak kacili". Sambainena iya dipiara siola Lissi ri boyang maraqdia. Iyae sambaine biasa siola Lissi, tapi diang sifatna mapia nde" macoa, iyamo pangimburuang. Wattu naissang mua Lissi la nikka" siola ana" maraqdia, iya marakke sanna pangimburunna. Iya mappikki", "Meapa carana mala yau massallei ri Lissi"? Akhirna, sambainena Lissi napauanni lao mallamba-lamba siola lao mallopi-lopi ri tasi". Lissi setuju anna duai e mallamba siola ana" maraqdia. Diang toi pengawal maola siola di lopi. Tapi, ana" maraqdia napauang lao di pengawalna, "Damo mo angganna ri"e, apa yau melo massolo-solo diolo siola calon baineku." Lambami duai e mallopi ri tangnga tasi". Bassa asik massipa"pau-pau, sambainena Lissi mulai mappangngae rencana jahatna. Iya napauang lao di Lissi mua di dasar tasi" diang toi lino laeng. Lissi percaya anna marakke rasa penasaranna. Tappana, sambainena e mappate" ri ate"na mua iyamo waktunna mappababa Lissi lao di wai. Wattu Lissi maindong ri sisi lopi, sambainena dorong iya sampe lappa" lao di tasi". Lissi tenggelam anna ndang naissang tau mua iya pura dibuang. Sambainena e mappau lao di ana" maraqdia mua mungkin Lissi napande binatang ri tasi" apa ndang mala dipolei. Tappana, allo pernikahan makin dekat, ana" maraqdia e ndang makannyang. Iya terus mappikki" mua diang anu nde" biasa ri kejadian e. Tapi, sambainena Lissi tetap dinikka" siola ana" maraqdia. Walaupun pura menikah, ana" maraqdia tetap maindong massusuri" kabenaranna. Mesa allo, sambainena e nawawa ana" maraqdia lao ri tampat wattu Lissi natallang. Wattu di dekat wai, tiba-tiba terdengar suara, "Losongi" losongi"" Ana" maraqdia kaget anna mamanya, "Meapa battuanna iting suara"? Sambainena marakke sanna me"dinna. Ternyata, iyae suara pole di Lissi. Lissi ndang mate, tapi natulung ri makhluk ri dasar tasi". Lissi mappau terus "Losongi" losongi"" sabagai tanda mua iya napalosongi sambainena. Akhirna, kabenaranna terbuka. Ana" maraqdia naissang mua sambainena Lissi to jahat anna pura mappababa Lissi ri tasi". Akhirna, sambainena e dipa"jauhi. Ana" maraqdia menikah ulang siola Lissi anna duai e tuo mapia anna bahagia. Iyamo pepatuduanna caritae, mua ita nde" boleh terlalu percaya buta ri tau laeng. Ita tetap harus mappikki" anna mappatimbang ri lino. "Cappu"!" Terjemahan Bahasa Indonesia Pada zaman dahulu, hiduplah seorang gadis bernama Lissi. Ia adalah putri seorang raja dan tinggal di sebuah kerajaan. Suatu hari, Lissi berjalan-jalan di luar kerajaan. Saat itu, seorang putra raja melihat Lissi dan langsung jatuh hati karena kecantikannya. Kemudian, orang-orang di istana mengatakan bahwa ada seorang gadis yang sangat cantik tinggal di dekat kawasan hutan. Putra raja itu sangat ingin bertemu dengan Lissi. Akhirnya, ia meminta izin kepada ayahnya dan mengatakan bahwa ia ingin melamar Lissi. Ayahnya pun berkata, "Jika memang gadis itu yang kau inginkan, pergilah dan lamar dia." Akhirnya, putra raja itu pergi melamar Lissi ke rumahnya. Namun, Lissi memiliki seorang sahabat sejak kecil. Sahabatnya itu dibesarkan bersama Lissi di lingkungan istana. Ia selalu bersama Lissi, tetapi memiliki sifat yang buruk, yaitu sangat iri hati. Ketika mengetahui bahwa Lissi akan menikah dengan putra raja, ia menjadi sangat iri. Ia berpikir, "Bagaimana caranya agar aku bisa menggantikan posisi Lissi"? Akhirnya, sahabat Lissi mengajaknya berjalan-jalan dan berlayar di laut bersama putra raja. Lissi menyetujui ajakan itu, lalu mereka pergi bersama menggunakan perahu. Beberapa pengawal ikut bersama mereka. Namun, putra raja berkata kepada para pengawal, "Kalian tidak perlu terlalu dekat, karena aku ingin menikmati waktu bersama calon istriku." Mereka pun berlayar di tengah laut sambil berbincang-bincang dengan gembira. Saat suasana mulai tenang, sahabat Lissi mulai menjalankan rencana jahatnya. Ia mengatakan kepada Lissi bahwa di dasar laut terdapat kehidupan lain yang sangat indah. Lissi yang penasaran pun mempercayainya. Padahal, sahabatnya sudah berniat mencelakakannya. Ketika Lissi berdiri di tepi perahu, sahabatnya tiba-tiba mendorongnya hingga jatuh ke laut. Lissi tenggelam dan semua orang mengira ia telah meninggal dunia. Sahabat Lissi kemudian berkata kepada putra raja bahwa mungkin Lissi dimakan oleh binatang laut karena tidak ditemukan lagi. Menjelang hari pernikahan, putra raja merasa gelisah dan tidak tenang. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres dalam kejadian tersebut. Namun, sahabat Lissi tetap dinikahkan dengan putra raja. Walaupun mereka telah menikah, putra raja masih terus mencari kebenaran. Suatu hari, sahabat Lissi membawa putra raja ke tempat Lissi tenggelam. Ketika mereka berada di dekat laut, tiba-tiba terdengar suara, "Losongi" losongi"" Putra raja terkejut dan bertanya, "Apa arti suara itu"? Sahabat Lissi pun mulai ketakutan. Ternyata suara itu berasal dari Lissi. Lissi sebenarnya tidak meninggal, melainkan diselamatkan oleh makhluk yang hidup di dasar laut. Ia terus mengatakan "Losongi" losongi"" sebagai tanda bahwa dirinya telah dikhianati oleh sahabatnya sendiri. Akhirnya, kebenaran pun terungkap. Putra raja mengetahui bahwa sahabat Lissi adalah orang jahat yang telah mencoba membunuh Lissi. Pada akhirnya, sahabat Lissi dijauhi oleh semua orang. Putra raja kemudian menikah kembali dengan Lissi, dan mereka hidup bahagia. Pesan moral dari kisah ini adalah kita tidak boleh terlalu mudah mempercayai orang lain sepenuhnya. Dalam hidup, kita tetap harus berhati-hati dan bijaksana dalam menilai seseorang. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Annisa Rundan
PUANGNA OHAI
Diang mesa carita diolo" sanganna Puangna Ohai. Carita e terjadi ri mesa kappung ri daerah Resso. Menurut kapercayaanna masyarakat di situ, diang mesa buaya pute anu mala berubah wujud menyerupai manusia. Iyamo tau e dipaissang sabagai Puangna Ohai. Tau-tau ri Resso percaya mua" setiap Puangna Ohai muncul, berarti diang tanda mua" akan terjadi musibah atawa petaka ri kappung to"o. Iyamo sababuna masyarakat sangat mapia ati mua" diang tanda-tanda kemunculanna. Mesa allo, wattunna ujan marakke turun, diang mesa to matoa matindo. Ri lalang mimpinna, iya naita mesa tau asing mellamba ri ba"ba boyangna. Tau to"o pute mapaccing, tinggi, anna gagah sanna rupanna. Tappa tau asing to"o maung: "Tulung, da" mu buang sampah ri sungai, apa" bisa terjadi sesuatu." Tappa pura maung begitu, tiba-tiba tau asing to"o langsung menghilang. Wattu to matoa e makke"de dari tindrona, iya langsung teringat anna mappikir: "Jangan-jangan anu muncul tadi iyamo Puangna Ohai." Akhirna, to matoa e mellamba-lamba lao ri wiring sungai anna lao ri jembatan. Tiba-tiba, diang mesa buaya pute muncul ri wai. Wattu naita buaya to"o, langsung terbersit ri pikiranna: "Jangan-jangan iyamo Puangna Ohai." Ternyata tonganmi. Akhirna to matoa e mappatama pole Puangna Ohai lao ri sungai. Tapi ri lalang pikiranna, iya merasa takut. Apa" menurut kapercayaanna masyarakat, mua" Puangna Ohai muncul, berarti diang musibah atawa petaka anu akan menimpa kappung to"o. Iyamo tu"u sebabna masyarakat Resso sampai di te"e ri"e masih percaya mua" kemunculan Puangna Ohai merupakan tanda mua" diang hal anu ndang disukai ri kappung to"o. Anna kemunculanna dipercaya sabagai pertanda akan datangna musibah atawa bencana. "Cappu"!" Terjemahan Bahasa Indonesia Dahulu kala ada sebuah kisah yang dikenal dengan nama Puangna Ohai. Kisah ini berasal dari sebuah kampung di daerah Resso. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, terdapat seekor buaya putih yang dapat berubah wujud menyerupai manusia. Sosok tersebut dikenal dengan sebutan Puangna Ohai. Masyarakat di Resso percaya bahwa setiap kali Puangna Ohai muncul, hal itu menjadi pertanda akan datangnya musibah atau bencana di kampung tersebut. Karena itulah, kemunculan Puangna Ohai selalu dianggap sebagai tanda yang harus diperhatikan oleh masyarakat. Pada suatu hari, hujan turun dengan sangat deras. Saat itu ada seorang lelaki tua yang sedang tertidur. Dalam mimpinya, ia melihat seorang asing berjalan melewati depan rumahnya. Orang asing itu tampak sangat putih, tinggi, dan gagah. Orang tersebut berkata: "Tolong jangan membuang sampah di sungai, karena bisa terjadi sesuatu." Setelah mengatakan hal itu, orang asing tersebut tiba-tiba menghilang. Ketika orang tua itu terbangun dari tidurnya, ia langsung teringat pada mimpinya dan berpikir: "Jangan-jangan yang datang tadi adalah Puangna Ohai." Akhirnya, orang tua itu berjalan menuju pinggir sungai dan naik ke atas jembatan. Tiba-tiba ia melihat seekor buaya putih muncul dari dalam sungai. Saat melihat buaya itu, ia langsung yakin bahwa sosok tersebut memang Puangna Ohai. Orang tua itu kemudian mengantar kembali Puangna Ohai menuju sungai. Namun, di dalam pikirannya timbul rasa takut karena menurut kepercayaan masyarakat, kemunculan Puangna Ohai merupakan tanda bahwa akan ada musibah atau bencana yang menimpa kampung tersebut. Kepercayaan itu masih diyakini oleh sebagian masyarakat Resso hingga sekarang. Mereka percaya bahwa kemunculan Puangna Ohai adalah pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak disukai oleh penjaga sungai tersebut dan menjadi tanda datangnya petaka bagi kampung mereka. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Annisa Rundan