Kel. Matakali, Kec. Matakali, Kab. Polewali Mandar
PUANGNA OHAI
23 June 2026
-3.383451, 119.283226
Naskah Dokumen Digital (PDF)
Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara
Diang mesa carita diolo" sanganna Puangna Ohai. Carita e terjadi ri mesa kappung ri daerah Resso. Menurut kapercayaanna masyarakat di situ, diang mesa buaya pute anu mala berubah wujud menyerupai manusia. Iyamo tau e dipaissang sabagai Puangna Ohai.
Tau-tau ri Resso percaya mua" setiap Puangna Ohai muncul, berarti diang tanda mua" akan terjadi musibah atawa petaka ri kappung to"o. Iyamo sababuna masyarakat sangat mapia ati mua" diang tanda-tanda kemunculanna.
Mesa allo, wattunna ujan marakke turun, diang mesa to matoa matindo. Ri lalang mimpinna, iya naita mesa tau asing mellamba ri ba"ba boyangna. Tau to"o pute mapaccing, tinggi, anna gagah sanna rupanna. Tappa tau asing to"o maung:
"Tulung, da" mu buang sampah ri sungai, apa" bisa terjadi sesuatu."
Tappa pura maung begitu, tiba-tiba tau asing to"o langsung menghilang. Wattu to matoa e makke"de dari tindrona, iya langsung teringat anna mappikir:
"Jangan-jangan anu muncul tadi iyamo Puangna Ohai."
Akhirna, to matoa e mellamba-lamba lao ri wiring sungai anna lao ri jembatan. Tiba-tiba, diang mesa buaya pute muncul ri wai. Wattu naita buaya to"o, langsung terbersit ri pikiranna:
"Jangan-jangan iyamo Puangna Ohai."
Ternyata tonganmi. Akhirna to matoa e mappatama pole Puangna Ohai lao ri sungai. Tapi ri lalang pikiranna, iya merasa takut. Apa" menurut kapercayaanna masyarakat, mua" Puangna Ohai muncul, berarti diang musibah atawa petaka anu akan menimpa kappung to"o.
Iyamo tu"u sebabna masyarakat Resso sampai di te"e ri"e masih percaya mua" kemunculan Puangna Ohai merupakan tanda mua" diang hal anu ndang disukai ri kappung to"o. Anna kemunculanna dipercaya sabagai pertanda akan datangna musibah atawa bencana.
"Cappu"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Dahulu kala ada sebuah kisah yang dikenal dengan nama Puangna Ohai. Kisah ini berasal dari sebuah kampung di daerah Resso. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, terdapat seekor buaya putih yang dapat berubah wujud menyerupai manusia. Sosok tersebut dikenal dengan sebutan Puangna Ohai.
Masyarakat di Resso percaya bahwa setiap kali Puangna Ohai muncul, hal itu menjadi pertanda akan datangnya musibah atau bencana di kampung tersebut. Karena itulah, kemunculan Puangna Ohai selalu dianggap sebagai tanda yang harus diperhatikan oleh masyarakat.
Pada suatu hari, hujan turun dengan sangat deras. Saat itu ada seorang lelaki tua yang sedang tertidur. Dalam mimpinya, ia melihat seorang asing berjalan melewati depan rumahnya. Orang asing itu tampak sangat putih, tinggi, dan gagah.
Orang tersebut berkata:
"Tolong jangan membuang sampah di sungai, karena bisa terjadi sesuatu."
Setelah mengatakan hal itu, orang asing tersebut tiba-tiba menghilang. Ketika orang tua itu terbangun dari tidurnya, ia langsung teringat pada mimpinya dan berpikir:
"Jangan-jangan yang datang tadi adalah Puangna Ohai."
Akhirnya, orang tua itu berjalan menuju pinggir sungai dan naik ke atas jembatan. Tiba-tiba ia melihat seekor buaya putih muncul dari dalam sungai. Saat melihat buaya itu, ia langsung yakin bahwa sosok tersebut memang Puangna Ohai.
Orang tua itu kemudian mengantar kembali Puangna Ohai menuju sungai. Namun, di dalam pikirannya timbul rasa takut karena menurut kepercayaan masyarakat, kemunculan Puangna Ohai merupakan tanda bahwa akan ada musibah atau bencana yang menimpa kampung tersebut.
Kepercayaan itu masih diyakini oleh sebagian masyarakat Resso hingga sekarang. Mereka percaya bahwa kemunculan Puangna Ohai adalah pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak disukai oleh penjaga sungai tersebut dan menjadi tanda datangnya petaka bagi kampung mereka.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Annisa Rundan
Tau-tau ri Resso percaya mua" setiap Puangna Ohai muncul, berarti diang tanda mua" akan terjadi musibah atawa petaka ri kappung to"o. Iyamo sababuna masyarakat sangat mapia ati mua" diang tanda-tanda kemunculanna.
Mesa allo, wattunna ujan marakke turun, diang mesa to matoa matindo. Ri lalang mimpinna, iya naita mesa tau asing mellamba ri ba"ba boyangna. Tau to"o pute mapaccing, tinggi, anna gagah sanna rupanna. Tappa tau asing to"o maung:
"Tulung, da" mu buang sampah ri sungai, apa" bisa terjadi sesuatu."
Tappa pura maung begitu, tiba-tiba tau asing to"o langsung menghilang. Wattu to matoa e makke"de dari tindrona, iya langsung teringat anna mappikir:
"Jangan-jangan anu muncul tadi iyamo Puangna Ohai."
Akhirna, to matoa e mellamba-lamba lao ri wiring sungai anna lao ri jembatan. Tiba-tiba, diang mesa buaya pute muncul ri wai. Wattu naita buaya to"o, langsung terbersit ri pikiranna:
"Jangan-jangan iyamo Puangna Ohai."
Ternyata tonganmi. Akhirna to matoa e mappatama pole Puangna Ohai lao ri sungai. Tapi ri lalang pikiranna, iya merasa takut. Apa" menurut kapercayaanna masyarakat, mua" Puangna Ohai muncul, berarti diang musibah atawa petaka anu akan menimpa kappung to"o.
Iyamo tu"u sebabna masyarakat Resso sampai di te"e ri"e masih percaya mua" kemunculan Puangna Ohai merupakan tanda mua" diang hal anu ndang disukai ri kappung to"o. Anna kemunculanna dipercaya sabagai pertanda akan datangna musibah atawa bencana.
"Cappu"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Dahulu kala ada sebuah kisah yang dikenal dengan nama Puangna Ohai. Kisah ini berasal dari sebuah kampung di daerah Resso. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, terdapat seekor buaya putih yang dapat berubah wujud menyerupai manusia. Sosok tersebut dikenal dengan sebutan Puangna Ohai.
Masyarakat di Resso percaya bahwa setiap kali Puangna Ohai muncul, hal itu menjadi pertanda akan datangnya musibah atau bencana di kampung tersebut. Karena itulah, kemunculan Puangna Ohai selalu dianggap sebagai tanda yang harus diperhatikan oleh masyarakat.
Pada suatu hari, hujan turun dengan sangat deras. Saat itu ada seorang lelaki tua yang sedang tertidur. Dalam mimpinya, ia melihat seorang asing berjalan melewati depan rumahnya. Orang asing itu tampak sangat putih, tinggi, dan gagah.
Orang tersebut berkata:
"Tolong jangan membuang sampah di sungai, karena bisa terjadi sesuatu."
Setelah mengatakan hal itu, orang asing tersebut tiba-tiba menghilang. Ketika orang tua itu terbangun dari tidurnya, ia langsung teringat pada mimpinya dan berpikir:
"Jangan-jangan yang datang tadi adalah Puangna Ohai."
Akhirnya, orang tua itu berjalan menuju pinggir sungai dan naik ke atas jembatan. Tiba-tiba ia melihat seekor buaya putih muncul dari dalam sungai. Saat melihat buaya itu, ia langsung yakin bahwa sosok tersebut memang Puangna Ohai.
Orang tua itu kemudian mengantar kembali Puangna Ohai menuju sungai. Namun, di dalam pikirannya timbul rasa takut karena menurut kepercayaan masyarakat, kemunculan Puangna Ohai merupakan tanda bahwa akan ada musibah atau bencana yang menimpa kampung tersebut.
Kepercayaan itu masih diyakini oleh sebagian masyarakat Resso hingga sekarang. Mereka percaya bahwa kemunculan Puangna Ohai adalah pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak disukai oleh penjaga sungai tersebut dan menjadi tanda datangnya petaka bagi kampung mereka.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Annisa Rundan