Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Tubo Sendana, Kec. Tubo Sendana, Kab. Majene

LOMBONA DI WATTUNNA PENJAJAHAN

21 June 2026 -3.090309, 118.778416
LOMBONA DI WATTUNNA PENJAJAHAN

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Iyyaro wattuna Yunus massikola siola Muhammad Damin. Yunus maelo massikola lao di Baturoro lambi mai di Lombo"na. Pura di"o, yau lao pole di Tatakko. Di tatakko, iyyaro wattu masih wattu Balanda (tentara Belanda).
Mesa allo, Balanda mitturung. Diang oto Balanda. Yunus siola Muhammad Damin naita oto iyyaro, jari mendaimi di oto Balanda. Namun pura di"o, Yunus anna Daamin maroppong lao di pangale (hutan). Balanda natinromi tama di roppong, tapi ndan mala nasaka
Allo laengna, Balanda le"mai di Lombo"na, tarrus lao di maradia. Naung ri maradia, Balanda mauang:
"Diang to rakyatta kurang ajar. Naikkemi di oto-ku, napiccoki."
Maradia massanggi, jari Balanda pole lao Makassar di allo iyyaro.
Yusuf tetap massikola. Allo laengna, maradia naillongia:
"Apa mu pittule ri Balanda di ongin"?
Maungmi:
"Ndai" apa-apa. Yau cuma main-main bertanya."
Tapi maradia marakke. Naillong:
"Da"a mu paganna pinda" dua. Mua natarrukko, mala ko tappang."
Sejak di"o, Yusuf marakke sannami. Ndai"mo yau melo" mappaseng di Balanda. Ndai"mo yau melo" maita-maita.
Pura Balanda pole, datangmi Jepang. Jepang polemi, di Lombo"na di dermaga, diang kappal perang Jepang massangga. Mua kappal perang le"ba, tau nasang harus matabe" (hormat). Mua ndai" matabe", mala natangkap.
Di"o wattu, diang toi mesa tau disanga Suru Balong. Sanga iyyaro nasaba" di"o wattu diang mesa ina melahirkan, jari anakna nasanga Suru Balong.
Iyamo ri"e caritana.
"Tamma"!"


Terjemahan Bahasa Indonesia
Pada waktu itu Yusuf masih sekolah bersama Muhammad Damin. Mereka berjalan kaki ke Baturoro sampai ke Kampung Lombo"na. Setelah itu Yusuf pergi lagi ke Tatakko. Pada masa itu masih zaman tentara Belanda.
Suatu hari tentara Belanda datang dengan mobil. Yusuf dan Muhammad Damin melihat mobil itu lalu ikut naik. Namun setelah itu mereka melarikan diri ke hutan. Tentara Belanda mengejar mereka, tetapi tidak berhasil menangkap kami.
Keesokan harinya, tentara Belanda datang ke Lombo"na dan langsung melapor kepada maradia (pemimpin setempat). Mereka mengatakan bahwa ada rakyat yang kurang ajar karena naik mobil mereka dan mengejek.
Maradia menegur mereka dan menyuruh agar hal itu tidak diulangi. Setelah itu tentara Belanda kembali ke Makassar.
Yusuf tetap pergi ke sekolah seperti biasa. Suatu hari maradia memanggilnya dan bertanya:
"Apa yang kamu tanyakan kepada tentara Belanda kemarin"?
Yusuf menjawab bahwa dia hanya bertanya biasa dan tidak bermaksud apa-apa. Namun maradia marah dan memperingatkan:
"Jangan sampai kamu mengulanginya. Kalau sampai tertangkap, kamu bisa dipenjara."
Sejak saat itu Yusuf merasa sangat takut dan tidak berani lagi mendekati tentara Belanda.
Tidak lama kemudian, Belanda pergi dan digantikan oleh tentara Jepang. Kapal-kapal perang Jepang berlabuh di dermaga Lombo"na. Jika kapal perang lewat, semua orang harus memberi hormat. Jika tidak, bisa ditangkap.
Pada masa itu juga ada seseorang yang dijuluki Suru Balong. Nama itu muncul karena bertepatan dengan kelahiran seorang anak pada waktu tertentu.
Kemudian banyak kapal Jepang datang, termasuk kapal selam yang muncul di sekitar pohon-pohon kelapa di pesisir. Kapal selam itu menembakkan bom, sehingga masyarakat sangat ketakutan pada masa itu.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh Muhammad Yunus B/ Suci

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Tubo Sendana, Kec. Tubo Sendana, Kab. Majene