Katalog Cerita Rakyat
Ditemukan 2 cerita rakyat terarsip di sistem.
JONGA ANN SUSO (RUSA DAN SIPUT)
Maikoa anak-anak anna kupatuhodoluangkoa! Pissang to dio, aha tuhodolu diowaang Jonga anna Suso. Indee Jonga lekba mampeang kinande di patana palempang. Nalambiung indoo mesa Suso, nakambahoangmi Jonga nawwa: "La ahadakoka tedio indii lambi Suso kenoang pellaomu." Nawwa Suso: "Ya", lalambitoboia teko"o, ampo disanda"i deik silumba anna diingsangi battu menna tau madihhi." Nawwa Jonga: "Ya"iyo ipihang daka tau la silumba." Nawwa boi Suso: "Silumba tau madondong dia deik silambiki none di palempang." Nawwa boi Jonga: "Ya"iyo, dia deik mebengi-bengi o sule jam tujuh dinde mo, anna silumbai tau." Dahi ndee Suso keakkalang nawwa ladiaka deik ndee noa anna malai inde di lumba Jonga. Akhirnya ndee Suso mantambai solana noa maikoa, aka la silumba tau Jonga dia deik lamang susung kia kalaeta lambisau none inde"e anu ladiongei hapang toang. Dahi sebelum ndee silumba, baja-baja mangsusung memangmi indee kalaena Suso, kira-kira umbaik sammete allakna toang buung nono indoo solana. Pissanganna na ala bengi na ala allo. Baja-baja sule sikda dang indee Jonga noang, ya" umbamo Suso noa ya"dinde ma. Nawwa nde Jonga: "Sedia mo, anna dipahandu"i silumba battu" menna ki madihhi." Nawwa buung Jonga dia deke kumandong koa: satu, dua, tiga, maka to tigang yak dipahandu"ung. Akhirnya ndee pada siap ung ndee Suso dihoi di palempang, siap tung neik indee Jonga yaho di pata palempang. Aka indee Suso dai neik mala tuho diaho di kalintanang, dahi musti neik dihoi di hessa anu aha uhaingna. Dahi nawwa ndee Jonga: "Ya", sedia mo." Nawwa Suso: "Iyo." Nakumandong ndee Jonga nawwa: satu, dua, tiga. Pada waktu tiga, na-gosokmi indee lumumpa Jonga. Ma"kada boi to ndee Jonga nawwa: "Umbamo, Suso!" Ya" mentimba buung indoo anu dilau" di olona lambi". Boi sau napakadai boi too, nawwa umbamo Suso nawwa dinde ma. Na-gosok buung indee Jonga mumpa, akhirnya lambi indee sau di nongei si janji. Nawwa lameampa tau indee supu mumpa" kasuwa-suwa ndee Jonga, akhirnya mate. "Ampa" Noneng!" Terjemahan Bahasa Indonesia Pada suatu waktu, diceritakan tentang Rusa dan Siput. Rusa mencari makan di pematang sawah , tiba-tiba bertemu dengan Siput. Rusa berkata kepada Siput: "kapan kamu akan tiba jika kamu berjalan seperti itu"? Siput menjawab: "Saya juga pasti akan tiba, tapi untuk membuktikan ayo kita berlomba supaya kita tahu kira-kira siapa yang paling kencang" Rusa menenangkan Siput: "yah iya setuju. Kapan kita berlomba?" Siput berkata: "besok kita akan berlomba. Jadi kita bertemu besok dipematang sawah" Rusa meyakinkan Siput: "iya, jadi besok pagi kamu datang tepat jam tujuh kita akan berlomba." Sebelum permainan dimulai, Siput ini berpikir bagaimana cara saya mengalahkan si rusa, akhirnya siput mengajak temannya berkumpul dan berkata "besok kita akan berlomba dengan rusa jadi kita akan berbaris sampai garis finish" Sebelum permainan dimulai, Siput berbaris masin-masing berjarak sekitar satu meter untuk mengelabui rusa. Ketika malam tiba, dan keesokan harinya semuanya siap. Rusa Berkata : "dimana kamu siput ? Siput menjawab : "Saya sudah disini" Akhirnya Siput dan rusa Bersiap. Rusa Bersiap di pematang sawah dan siput Bersiap di perairan sawah. Karena siput ini tidak bisa hidup di daratan jadi di perairan sawah yang berlumpur. Rusa kemudian menghitung: satu, dua, tiga, sebagai tanda dimulainya permainan Sementara berlari rusa berkata : "kamu sudah Dimana rusa"? Siput yang berada di depan rusa menjawab : "saya ada di depanmu" Setelah beberapa percobaan, rusa pun tiba dan akhirnya mati. Siputpun berhasil menyelesaikan tantangan dengan baik. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Jurman
SALERE BUNGA ANNA BUNG MENDOE (SALERE BUNGA DAN BUNGA MANDOE)
Mai dakoa amp"ku anna kupatodohuluang boikoa pissang todio aha tosiunde dedua. Disanga Salere Bunga anna Bunga Mendoe. Kaka"na iwaang Bunga Mendoe, adinna iwaang Salere Bunga. Siola ndo mama"na anna papana.. Indee na ala allo bengi, to ko makodong ndo papana. Pissanganna ndee, ya mati kasi ndo papana. Nawangndo kakanna yo akala di babe, aka matenga papa. Ya nawangdo mamana, ya ayakan nei" sa"bara: "Mandang tek tau anakku, sanganna ndee dai na ala allo benginna." Iyowa toko minggu bulan daka makodong toi nei ndo mamakna. Pissanganna ndee, toko mata toi ni mio mate toi ni ndo mamakna. Ya indo kasi tosiunde dedua kasi ya dang ninsang wa akang nde lakibabe. Inde nawwaang nde adinna ndo Salere Bunga yo kakanna: "Akala tababe akak, dang aha papa dang aha mama." Nawangndo kakanna Bunga Mendoe: "Yok adik, sa"bara mandek, tau ka ahatoboi te dalle sanganna ndee." Le"bakka ma"pameang no umbamo ngola kaka. Inde adinna dipasangai: "Kubahai supude, ke toko madondong, madondong idombengi." Tombi-tombi na indota nasembun. Kakanna napasangai tanda-tanda la na bea ndo tombi-tombi, sanganna nde tokole"ba a ku tindo. Salere Bunga na dohei tombi-tombi. Empe-empe ya mating kudohei, na museng adinna. Anu na dohei dai aha na lambi kakanna. Ternyata ndo kakanna lebbak sau di ku"bu na mamakna anna papakna. Inde adinna puhang ndo tombi-tombi, dang nalambi ndo ku"bu. Inde adinna nawwa akande: "Talakakanku nde kulambi, ya kupele ngide dasa." Salere Bunga umba monasanga, umba mangngonge puhang. Sanganna nde benginna, kakanna lau di ku"bu. Adinna lau I dasanna. Sanganna nde toko mate nde adinna lau I dasanna. Bunga Mendoe nasanga aka nasanga umbabe. Nadohei tombi-tombi, tapi inde adinna dai aha. Sanganna ndee, aka batame mesa mandangka boh ya teppu. "Puhang!" Terjemahan Bahasa Indonesia Mari cucuku, saya akan bercerita. Dahulu kala hiduplah dua orang bersaudara. Mereka bernama Salere Bunga dan Bunga Mendoe. Kakaknya bernama Bunga Mendoe dan adiknya bernama Salere Bunga. Mereka hidup bersama ayah dan ibu mereka. Pada suatu hari, ayah mereka jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Kakaknya berkata bahwa ayah mereka telah tiada. Ibu mereka pun berkata dengan penuh kesabaran, "Bersabarlah anak-anakku, karena inilah kehendak hari dan waktu." Beberapa minggu dan bulan kemudian, ibu mereka pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Maka tinggallah kedua bersaudara itu sebagai anak yatim piatu, tanpa ayah dan tanpa ibu. Adik Salere Bunga berkata kepada kakaknya, "Sekarang kita benar-benar yatim, tidak ada lagi ayah dan ibu." Kakaknya, Bunga Mendoe, menjawab, "Bersabarlah adikku, semoga kita masih diberi rezeki oleh Yang Maha Kuasa." Kakaknya menyembunyikan tanda-tanda jalan dan menipu adiknya. Ia membuat Salere Bunga tersesat dan tidak tahu lagi jalan pulang. Salere Bunga mengikuti petunjuk yang salah. Ia berjalan tanpa arah, kebingungan, dan tidak menemukan kakaknya. Ia terus berjalan hingga kelelahan. Tanpa sepengetahuan adiknya, kakaknya justru kembali dan bersembunyi di kuburan ayah dan ibu mereka. Adiknya tidak mengetahui hal itu dan tidak menemukan kuburan tersebut. Adiknya berkata dalam hati, "Jika aku tidak menemukan kakakku, aku akan mati kelaparan." Salere Bunga terus berjalan tanpa tujuan, dengan perasaan takut dan sedih. Pada malam hari, kakaknya tetap bersembunyi di kuburan. Sementara adiknya tersesat di hutan. Akhirnya, adik itu meninggal dunia karena kelaparan dan kelelahan. Bunga Mendoe akhirnya menyadari kesalahannya dan menyesal. Ia mengikuti kembali tanda-tanda jalan, tetapi adiknya tidak pernah ditemukan. Sejak saat itu, ia hidup dalam penyesalan yang mendalam. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Rasming