Katalog Cerita Rakyat
Ditemukan 2 cerita rakyat terarsip di sistem.
KODO MALILLING (MISTERI KERA GAIB)
Konon, napo"na tau, ada to penjual kue. Sattu allo, dia mai" pa"jenguk ponakanna na jatuh sakit di Tataleng. Tapi waktu lalanna, dia melo"na le"ba Ratte. Te"na napalei tau jalanna, jadi te"na nalambi belokan na di Rante Buda, na"ba belokan ke Kariango. Jadi terusmo"o dia lalang ke arah Toraja. Di tengnga" lalanna, tiba-tiba ada tau napokada, "Antarikka" ke lembangku." Jadi na"naikkanmi, na"boncengmi. Napokada to"e, "Aku to Makassar, to mai di le"ba." To le"ba duka"e, konon, dulu jarang kalihat, tapi allo-allo belakangan biasa munculmi, na"lingkarmo di pinggir jalan. Te"na lama sanganna, penjual kue to"e jatuh sakit. Waktu napotanya tau, napokada, na"ita di sattu tampa ada kera balinna, tettongmi. Te"na sanga-sanga caritana, karena masih hidupmo"o tau"e, biasa menjual kue di samping tempatna Pak Bahar. Karena kasian, ku"pokada istri"na, "Ba"pa" mai bawa sirih, pinang, lengkapna, sesuai adat." Di situ biasa tau mamme" sirih. Dibawa"mi lalu diletakkan di tampa kejadian, di Rante Buda, di dekat kayu pinus, tampa biasa tau lalang. Dipassambayangmo"o, dipominta supaya salama" suami"na, karena te"na disengaja kejadian"e. Syukur Alhamdulillah, napo"na waktu, suami"na sembuhmo"o. Memang masih ada bekasna, jalanna agak pincang, sanga-sanga seperti kena stroke dulu. Tapi secara keseluruhan, salama"mi. "Suppik!" Terjemahan Bahasa Indonesia Konon, pernah terjadi sebuah peristiwa yang dialami oleh seorang penjual kue. Pada suatu hari, ia hendak menjenguk ponakannya yang jatuh sakit di daerah Tataleng. Namun dalam perjalanan, ia melewati jalur menuju Ratte. Karena tidak terlalu mengenal jalan, ia tidak melihat belokan menuju Tataleng yang berada di wilayah Rante Buda, tepatnya ke arah Kariango. Ia terus melaju ke arah Toraja. Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada seseorang yang meminta tolong untuk diantar ke kampungnya. Penjual kue itu pun berhenti dan mengizinkan orang tersebut naik dan dibonceng. Orang itu kemudian berkata bahwa ia adalah orang Makassar dan berasal dari hutan. Sosok seperti itu, menurut cerita orang-orang tua, dahulu jarang terlihat, tetapi akhir-akhir ini mulai sering muncul dan berkeliaran di pinggir jalan. Setelah kejadian itu, penjual kue tersebut jatuh sakit. Anehnya, ketika ia ditanya, ia mengatakan bahwa di tempat tertentu ia melihat seekor kera besar berdiri tegak. Peristiwa ini bukan sekadar cerita, karena orangnya masih hidup dan dikenal sebagai penjual kue yang biasa berjualan di dekat tempat Pak Bahar. Karena kasihan, saya menyarankan istrinya untuk membawa persembahan berupa daun sirih, pinang, dan kelengkapan lainnya"sebagaimana kebiasaan masyarakat setempat"dan meletakkannya di lokasi kejadian, di sekitar Rante Buda, dekat pohon-pohon pinus yang sering dilewati orang. Persembahan itu dimaksudkan sebagai permohonan agar suaminya diberi kesembuhan, karena kejadian tersebut tidak disengaja. Syukur Alhamdulillah, setelah itu kondisi suaminya berangsur membaik. Ia memang sempat mengalami gangguan fisik, bahkan seperti terkena stroke ringan, sehingga jalannya agak pincang. Namun secara keseluruhan, ia sudah kembali sehat. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Mardia
TOPEMBUNI (ORANG YANG BERSEMBUNYI)
Naala" di lino"na inde" tau" ma"paissanganna Topembuni. Mesa" tau" naola mai di Pinrang, melo" ma"gatta" utang barangna ia na"pa"lettu di toko-toko. Naola ia pakke motor. Nakke" sore, naola melo" mulai. Tapi waktu ia lako di olonna banua anna toko, naparasa" ia te" mapia. Meskipun susi, tetap ia melo" mulai. Nalambi" ia di jembatan pokok, hape-na tiba-tiba tae" na"kamma" dihubungi. Istrina naparasa" bingung anna mangalloi, natelepon sala" mesa" langgananna. Naissanganna tau"na, napassanganna: "Sore tadi naola"na mulai bapak." Tapi hati istrina tetap tae" mapia, nasanga" ada pa"la"bianganna. Akhirna, diadua" di polisi. Polisi mancari anna ma"cek, naparandai" kalau sinyal terakhirna ada di jembatan pokok. Tapi tae" ia nadua". Tolu" bulan parallu, ia napokada" di Kendari, sibawa motornna. Motorna masih mapia, tae" pa"dadianna, anna doi"na tetap ada di jok motor. Naissanganna tau" ma"pissang, tau"na dipokada" di lindona tau" Topembuni. Anak-ku mandapo" ma"sang: "Inde" to lindona tau" Pembuni." Polisi mangpokada" motornna saba" naala"na laporan hilang, anna plate-na susi napokada". Nalambi" di polisi, napetanna: "Mai mana iko"? Tapi ia bingung, tae" naissang napattantu. Polisi mangalloi istrina, lalu naantari ia mulai lako Polewali atau Mamuju. Nalambi"na di situ, ia patanda susi tau" bingung, susi tau" naola" mai di ale"na belantara. Naissanganna tau" lain, pa"la"bianganna susi inde" sering dadi. Mesa" temanna ma"sang: sering muncul tau" susi inde" di ale"na. Tolu" bulan ia tae" napokada", istrina diang ma"bunting sampai naola" melahirkan, baru suaminna napokada". "Suppik!" Terjemahan Bahasa Indonesia Pernah terjadi di daerah ini sebuah peristiwa yang diyakini berkaitan dengan keberadaan Topembuni. Seorang laki-laki dari daerah Pinrang datang ke wilayah ini untuk menagih utang barang dagangan yang sebelumnya telah ia titipkan di beberapa toko. Ia datang menggunakan sepeda motor. Setelah selesai menagih pada sore hari, ia berniat pulang. Namun, ketika berada di depan sebuah rumah yang juga terdapat toko, ia tiba-tiba merasa tidak enak hati. Meski begitu, ia tetap memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang. Sesampainya di sekitar jembatan utama, ponselnya tiba-tiba tidak bisa lagi dihubungi. Istrinya yang merasa cemas kemudian menelepon salah satu langganan suaminya. Dari keterangan orang tersebut, suaminya dikatakan sudah pulang sejak sore hari. Namun, firasat sang istri tetap mengatakan bahwa telah terjadi sesuatu yang tidak wajar. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Dari hasil pelacakan, nomor ponsel terakhir terdeteksi berada di sekitar jembatan utama. Pencarian dilakukan, namun tidak membuahkan hasil. Hingga tiga bulan kemudian, orang tersebut justru ditemukan di daerah Kendari bersama sepeda motornya. Yang mengherankan, sepeda motor itu masih dalam kondisi baik, dan uangnya masih tersimpan utuh di dalam jok motor. Menurut cerita yang beredar, orang tersebut ditemukan di wilayah yang diyakini sebagai tempat bermukimnya Topembuni. Anak penutur juga mengatakan bahwa daerah itu memang dikenal sebagai wilayah Topembuni. Polisi yang menemukan motor tersebut sebelumnya telah menerima laporan kehilangan dengan ciri-ciri kendaraan yang sama. Setelah diamankan oleh polisi, orang tersebut ditanya berasal dari mana, namun ia tampak bingung dan tidak dapat menjelaskan dengan jelas. Polisi kemudian menghubungi istrinya dan mengantarnya kembali ke Sulawesi Barat, hingga akhirnya bertemu kembali dengan keluarganya di Polewali atau Mamuju. Keadaannya terlihat seperti orang yang linglung, seolah-olah baru keluar dari hutan. Beberapa orang mengatakan bahwa kejadian seperti ini sering terjadi. Ada teman yang menyebut bahwa orang-orang tertentu kerap "muncul dan menghilang" di kawasan hutan tersebut. Selama tiga bulan menghilang, sang istri bahkan dalam keadaan hamil hingga akhirnya melahirkan sebelum suaminya ditemukan. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Mardia