Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Tondok Bakaru, Kec. Mamasa, Kab. Mamasa

KODO MALILLING (MISTERI KERA GAIB)

22 May 2026 -2.9397867, 119.378224
KODO MALILLING (MISTERI KERA GAIB)

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Konon, napo"na tau, ada to penjual kue. Sattu allo, dia mai" pa"jenguk ponakanna na jatuh sakit di Tataleng. Tapi waktu lalanna, dia melo"na le"ba Ratte. Te"na napalei tau jalanna, jadi te"na nalambi belokan na di Rante Buda, na"ba belokan ke Kariango. Jadi terusmo"o dia lalang ke arah Toraja.
Di tengnga" lalanna, tiba-tiba ada tau napokada, "Antarikka" ke lembangku." Jadi na"naikkanmi, na"boncengmi. Napokada to"e, "Aku to Makassar, to mai di le"ba." To le"ba duka"e, konon, dulu jarang kalihat, tapi allo-allo belakangan biasa munculmi, na"lingkarmo di pinggir jalan.
Te"na lama sanganna, penjual kue to"e jatuh sakit. Waktu napotanya tau, napokada, na"ita di sattu tampa ada kera balinna, tettongmi. Te"na sanga-sanga caritana, karena masih hidupmo"o tau"e, biasa menjual kue di samping tempatna Pak Bahar.
Karena kasian, ku"pokada istri"na, "Ba"pa" mai bawa sirih, pinang, lengkapna, sesuai adat." Di situ biasa tau mamme" sirih. Dibawa"mi lalu diletakkan di tampa kejadian, di Rante Buda, di dekat kayu pinus, tampa biasa tau lalang.
Dipassambayangmo"o, dipominta supaya salama" suami"na, karena te"na disengaja kejadian"e. Syukur Alhamdulillah, napo"na waktu, suami"na sembuhmo"o. Memang masih ada bekasna, jalanna agak pincang, sanga-sanga seperti kena stroke dulu. Tapi secara keseluruhan, salama"mi.
"Suppik!"

Terjemahan Bahasa Indonesia
Konon, pernah terjadi sebuah peristiwa yang dialami oleh seorang penjual kue. Pada suatu hari, ia hendak menjenguk ponakannya yang jatuh sakit di daerah Tataleng. Namun dalam perjalanan, ia melewati jalur menuju Ratte. Karena tidak terlalu mengenal jalan, ia tidak melihat belokan menuju Tataleng yang berada di wilayah Rante Buda, tepatnya ke arah Kariango. Ia terus melaju ke arah Toraja.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada seseorang yang meminta tolong untuk diantar ke kampungnya. Penjual kue itu pun berhenti dan mengizinkan orang tersebut naik dan dibonceng. Orang itu kemudian berkata bahwa ia adalah orang Makassar dan berasal dari hutan. Sosok seperti itu, menurut cerita orang-orang tua, dahulu jarang terlihat, tetapi akhir-akhir ini mulai sering muncul dan berkeliaran di pinggir jalan.
Setelah kejadian itu, penjual kue tersebut jatuh sakit. Anehnya, ketika ia ditanya, ia mengatakan bahwa di tempat tertentu ia melihat seekor kera besar berdiri tegak. Peristiwa ini bukan sekadar cerita, karena orangnya masih hidup dan dikenal sebagai penjual kue yang biasa berjualan di dekat tempat Pak Bahar.
Karena kasihan, saya menyarankan istrinya untuk membawa persembahan berupa daun sirih, pinang, dan kelengkapan lainnya"sebagaimana kebiasaan masyarakat setempat"dan meletakkannya di lokasi kejadian, di sekitar Rante Buda, dekat pohon-pohon pinus yang sering dilewati orang. Persembahan itu dimaksudkan sebagai permohonan agar suaminya diberi kesembuhan, karena kejadian tersebut tidak disengaja.
Syukur Alhamdulillah, setelah itu kondisi suaminya berangsur membaik. Ia memang sempat mengalami gangguan fisik, bahkan seperti terkena stroke ringan, sehingga jalannya agak pincang. Namun secara keseluruhan, ia sudah kembali sehat.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh Mardia

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Tondok Bakaru, Kec. Mamasa, Kab. Mamasa