Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Alu, Kec. Alu, Kab. Polewali Mandar

SEPIKUL

23 June 2026 -3.406370, 118.983002
SEPIKUL

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Diang mesa kisa disanga Sepikul. Wattu nalahiranna, pa"andena masih sappidang piring. Namun allo demi allo, maingganna Kaiyyang, pa"andena pole maidi, lambi sanga sepikul.
Tomatua-na maung:
"Apa di"e to anak ue? Allo pale, pa"andena makin maidi."
Akhirna, nasaba" makurang daya, tomatua-na nabawami lao pangale (hutan) anna napellei di"o.
Sepikul ndan mala putus asa. Naita di"o taggalalan (jalan hidup). Nabuka uma, mattura" anna mananam rupa-rupa tura-tura yang disukai olo-olo ciptaan Pongata"ala. Wattu panen lambi, naillonganni:
"Olo-olo Pongata"ala, mai mi pa"ande di pangale"u. Ande"mi anu mu suka."
Lambi rombongan olo-olo: gajah, manu-manu, rusa, siola rupa-rupa binatang. Nasang ande" di uma Sepikul.
Mesa wattu, latto anakna raja lao pangale. Naita Sepikul, anna mauan:
"Ceh, anak siapai di"e? Malolo bega"."
Anak raja pun mellaui lao kerajaanna anna maung ri ammana:
"Ama", di pangale diang mesa tau malolo bega". Yau melo" ma ala"."
Raja maung ri Sepikul:
"Mua tongan mu melo" siolangan anakku, laksanakan pa"parenttaku."
Raja pun mappau pa"parentta" berat-berat, supaya Sepikul ndan mala.
Parentta" pertama, Sepikul disanga:
"Turang bue"eh di pangale di lalanna mesa allo."
Sepikul naillonganni manu-manu:
"Tulung a", laksanakan pa"parentta" raja."
Manu-manu maung beribu-ribu, natturang bue"eh di pangale dalam mesa allo.
Parentta" kadua, raja maung:
"Mua muissang pindanna anakku selama main, siap tongan mu sialangan."
Sepikul maung:
"Sanggup, Raja."
Raja napopong ma atus-atus koyokan (kutu) ri anakna. Namun Sepikul naissang nasaba" ma bisik ri inna petoppana. Iyya mo naissang koyokanna.
Parentta" katallu, raja maung:
"Mua muissang kamar anakku di antara ma atus kamar, baru mu sialangan."
Sepikul maung:
"Sanggup, Raja."
Sepikul naillonganni posa (kucing):
"Tulung a", ciumi kamar anak raja."
Posa nalampa-lampa, naciummi tiap kamar. Akhirna naissang kamarna anak raja, nasaba" bau manisna.
Sepikul pun berhasil laksanakan sagala parentta" raja. Raja maung:
"Tania to biasa di"e Sepikul. Patut siolangan anakku."
Akhirna, Sepikul siolangan anak raja anna maruppa" bahagia.
Iyamo ri"e kisa Sepikul.
"Tamma"!"

Terjemahan Bahasa Indonesia
Ada sebuah cerita tentang seorang anak bernama Sepikul. Sejak kecil, ia memiliki nafsu makan yang sangat besar. Saat lahir, ia makan satu piring, tetapi semakin hari porsinya semakin bertambah hingga mencapai satu pikul.
Orang tuanya berkata:
"Bagaimana ini? Setiap hari makannya semakin banyak."
Karena merasa tidak sanggup lagi memenuhi kebutuhannya, orang tuanya membawa Sepikul ke hutan dan meninggalkannya di sana.
Namun Sepikul tidak menyerah. Ia membuka lahan, membuat kebun, dan menanam berbagai tanaman yang disukai hewan-hewan ciptaan Allah SWT. Ketika panen tiba, ia memanggil semua hewan:
"Wahai hewan-hewan ciptaan Allah, datanglah ke kebunku. Makanlah apa yang kalian suka."
Datanglah berbagai hewan, seperti gajah, burung, rusa, dan lainnya.
Suatu hari, anak raja datang ke hutan dan melihat Sepikul. Ia berkata:
"Anak siapa ini? Sangat tampan."
Anak raja itu kembali ke istana dan berkata kepada ayahnya:
"Ayah, di hutan ada seorang pemuda yang sangat tampan. Aku ingin bersamanya."
Raja pun memanggil Sepikul dan berkata:
"Jika engkau ingin menikah dengan anakku, laksanakan semua perintahku."
Raja memberi beberapa tugas yang sangat berat.
Tugas pertama, Sepikul diperintahkan memindahkan buah-buahan dari hutan dalam satu hari. Ia meminta bantuan burung-burung. Datanglah ribuan burung dan dalam satu hari semua buah berhasil dipindahkan.
Tugas kedua, raja berkata:
"Jika engkau tahu tanda pada tubuh anakku saat ia sedang bermain, barulah engkau pantas menikahinya."
Raja telah menaburkan ratusan kutu di tubuh anaknya. Namun Sepikul berhasil mengetahuinya karena mendapat petunjuk secara diam-diam.
Tugas ketiga, raja berkata:
"Jika engkau dapat menemukan kamar anakku di antara ratusan kamar istana, maka engkau akan menikahinya."
Sepikul meminta bantuan seekor kucing untuk mencium dan mencari kamar sang putri. Akhirnya kamar itu ditemukan.
Karena berhasil menyelesaikan semua tugas, raja berkata:
"Engkau bukan orang biasa. Engkau pantas menjadi menantuku."
Akhirnya Sepikul menikah dengan anak raja dan hidup bahagia.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh M. Tahir/Sahrul

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Alu, Kec. Alu, Kab. Polewali Mandar