Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Binuang, Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar

AWAL MULA KERAJAAN BINUANG

23 June 2026 -3.433803, 119.407121
AWAL MULA KERAJAAN BINUANG

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Kurang lebih satenga kilo dari kota kecamatan Binuang, ri sebelah barat, diang mesa kappung sanganna Ammassangan. Ri dio diang mesa komunitas napimpin mesa arung sanganna Sipajolangi. Ndang masae pura berdiri kappung e, masyarakat maita mesa aju kayyang sanganna aju anuang. Apa naita sanna marakke anna macoa dijadikan tempat massalindung, masyarakat massapakat memindahkan pemukimanna ri sakitar aju anuang e. Pura pindah ri dio, dibentukmi komunitas anna dipatettongmi Sipajolangi sabagai arung pertama.
Pura terbentuk komunitas ri Binuang, polemi utusan dari kerajaan Bone. Wattu dio, iya pole merau tulung untuk mamussuq Arung Paniki ri Wajo. Sipajolangi tappa mappasadia pasukan pilihan sekitar walumpulu tau. Pasukan pilihan e diala melalui ujian ri mesa buttu sanganna Erang Batu. Ri dio pasukan e dipangajari ilmu perang, cara supaya ndang mempan senjata, anna ilmu laenna.
Pura terbentuk walumpulu pasukan pilihan, Sipajolangi siola dua panglima perangna, Tapengo anna Takumba, lambami lao ri Bone. Tappana lambi ri Bone, Arung Bone makkecce ati maita pasukan Sipajolangi. Iya ma"pau, "Pasukanmu cuman walumpulu tau, sementara kami ribuan tau ndang mala menembus bentengna Arung Paniki. Apa gunana pasukanmu e"? Akhirna pasukan Binuang dipinggirkan anna cuman disuruh ma"ala wai anna mappasadia andeang.
Pura mesa bulang ri Bone, masyarakat Pattae" makkecce ati apa merasa dikucilkan. Iya mamanya ri Sipajolangi, "Puang, ita pole ri te"e untuk perang, tapi mengapa ita cuman disuruh ma"ala wai anna mamasak"? Sipajolangi tappa lao massita Arung Bone anna ma"pau, "Puang, yau melo malai pole." Arung Bone mamanya, "Mengapa melo mulai"? Sipajolangi menjawab, "Puang panggil kami untuk perang, tapi kami cuman disuruh ma"ala wai anna mamasak." Arung Bone ma"pau, "Bagaimana kami mau ajakmu perang, pasukanmu cuman walumpulu tau." Sipajolangi menjawab, "Puang, bengai kami kesempatan untuk ikut perang."
Akhirna Sipajolangi dibengang kesempatan ikut perang. Wattu perang berlangsung, Tapengo anna Takumba maita titik lema bentengna Arung Paniki. Benteng e susah dihancurkan dari luar, tapi gampang dihancurkan dari dalam. Tapengo anna Takumba lao massita Arung Paniki. Apa Arung Paniki ndang issang mua iya orang Bone. Iya ma"pau, "Puang, di luar diang kerbau liar. Kami mala membantu menangkap." Ri lontaraq dipau mua sekitar appampulu kerbau liar diikat ri bentengna Arung Paniki. Tappana subuh, kerbau e dipabali mengamuk, jari jebolmi benteng e dari dalam.
Tappana benteng jebol, masukmi pasukan Bone. Tapengo anna Takumba langsung maccari Arung Paniki untuk dipatei. Ri lontaraq dipau mua Arung Paniki dipenggal kepalana. Pura perang dimenangkan, banyak kerajaan laen seperti Soppeng mengaku mua iya to mapatei Arung Paniki. Tapi Arung Bone ma"pau, "Yau melo maita buktinna." Ternyata Tapengo anna Takumba memegang buktinna mua iya to mapatei Arung Paniki. Arung Bone sanna gembira apa wilayahna Arung Paniki pura dikuasai.
Pura perang selesai, Sipajolangi ma"pau ri Arung Bone, "Puang, yau melo malai pole apa tugasku pura selesai." Ri lontaraq dipau Arung Bone ma"pau, "Tunggu dolo, yau bengangko kuda untuk mupake mulai siola rakyatmu." Tapi Sipajolangi menolak. Iya ma"pau, "Daa bengang yau kuda. Mua ita sama-sama naik kuda, susah dibeda mana Arung Bone anna mana Arung Binuang."
Arung Bone tappa menawarkan anakna untuk dinikahi Sipajolangi. Tapi Sipajolangi tetap menolak. Tappana Arung Bone ma"pau, "Mua begitu, jadikan yang lima menjadi enam, atau yang enam menjadi tujuh." Sipajolangi mamanya, "Apa battuanna"? Arung Bone menjawab, "Yang lima menjadi enam iyamo Massandre Pulu", anna yang enam menjadi tujuh iyamo Ba"bana Binanga." Sipajolangi menjawab, "Yang enam saja saya jadikan tujuh, apa dekat siola kappungku." Jadi ri wattuo, Binuang resmi masuk ri federasi Pitu Ba"bana Binanga.
Binuang tappa ikut ri perjanjian Allamungan Batu ri Luyo. Ri dio Sipajolangi hadir sabagai raja pertama Binuang. Termasuk toi Diku"bur anna I Manyambung To Mepayung. Pura itu, wilayah Binuang bertambah luas. Kerajaan Bone membantu menaklukkan Pokko, Papandanan, anna Kunyi. Dari situmi asal-usul sanganna Anreapi, apa wilayah e pura dibakar ri perang wattuo.
Wilayah kekuasaan kerajaan Binuang mulai dari Paku sampai ri Matakali. Ri lontaraq dipau mua batas wilayahna iyamo Wai Madatte. Ri bawah Wai Madatte iyamo wilayah Balanipa. Jadi mua diang kerbau melewati Wai Madatte, orang Balanipa ndang mala ma"ala. Begitupun sebaliknya, mua pura melewati batas wilayah, orang Binuang toi ndang mala ma"ala.
Ri lontaraq Pattae" Doloan dipau mua Binuang iyamo anak bungsunna Pitu Ba"bana Binanga, apa Binuang kerajaan terakhir masuk ri federasi e. Tappana terbentuk Temmajarra Dua napelopori To Mepayung. Pura Binuang dideklarasikan, To Mepayung mengutus mesa tau lao ri Binuang untuk mengundang Sipajolangi hadir ri pertemuan Allamungan Batu, pertemuan anu menghasilkan perjanjian Sipamandaq.
"Cappu"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Kurang lebih setengah kilometer dari kota Kecamatan Binuang, di sebelah barat, terdapat sebuah kampung bernama Ammassangan. Di kampung tersebut terdapat sebuah komunitas yang dipimpin oleh seorang arung bernama Sipajolangi. Tidak lama setelah kampung itu berdiri, masyarakat melihat sebuah pohon besar yang disebut pohon anuang. Karena pohon tersebut sangat rindang dan cocok dijadikan tempat berlindung, masyarakat kemudian sepakat memindahkan permukiman mereka ke dekat pohon anuang itu. Setelah berpindah, mereka membentuk komunitas baru dan menetapkan Sipajolangi sebagai arung pertama.
Setelah komunitas di Binuang terbentuk, datanglah utusan dari Kerajaan Bone. Pada waktu itu, mereka meminta bantuan untuk memerangi Arung Paniki di Wajo. Menanggapi hal tersebut, Sipajolangi menyiapkan sekitar delapan puluh prajurit pilihan. Para prajurit ini dipilih melalui ujian di sebuah gunung bernama Erang Batu. Di tempat itu mereka dilatih berbagai ilmu perang, termasuk kemampuan agar tubuh mereka tidak mempan senjata.
Setelah delapan puluh prajurit pilihan terbentuk, Sipajolangi bersama dua panglima perangnya, yaitu Tapengo dan Takumba, berangkat menuju Bone. Sesampainya di Bone, Arung Bone merasa kecil hati melihat jumlah pasukan yang dibawa Sipajolangi. Ia berkata bahwa pasukan Bone yang berjumlah ribuan saja belum mampu menembus benteng Arung Paniki, sedangkan pasukan Binuang hanya berjumlah delapan puluh orang. Akibatnya, pasukan Binuang dipinggirkan dan hanya diberi tugas mengambil air serta menyiapkan makanan.
Setelah sebulan berada di Bone, masyarakat Pattae" merasa kecewa karena diperlakukan tidak layak. Mereka kemudian menyampaikan kepada Sipajolangi bahwa mereka datang untuk berperang, bukan untuk mengambil air dan memasak. Sipajolangi lalu menghadap Arung Bone dan menyampaikan keinginannya untuk pulang. Namun Arung Bone bertanya mengapa ia ingin kembali. Sipajolangi menjawab bahwa mereka dipanggil untuk berperang, tetapi justru diperlakukan seperti pelayan. Arung Bone menjelaskan bahwa ia ragu melibatkan pasukan yang hanya berjumlah delapan puluh orang. Sipajolangi pun meminta kesempatan untuk ikut bertempur.
Akhirnya Sipajolangi diberi kesempatan untuk ikut berperang. Dalam peperangan itu, Tapengo dan Takumba menemukan titik lemah benteng Arung Paniki. Benteng tersebut sulit dihancurkan dari luar, tetapi mudah dirusak dari dalam. Mereka kemudian menemui Arung Paniki dengan menyamar sebagai orang biasa, karena Arung Paniki tidak mengetahui bahwa mereka adalah orang Bone. Mereka menawarkan bantuan untuk menangkap kerbau liar yang berada di sekitar benteng.
Menurut lontaraq, sekitar empat puluh ekor kerbau liar diikat di bagian dalam benteng Arung Paniki. Ketika subuh tiba, kerbau-kerbau itu dibuat mengamuk sehingga benteng menjadi hancur dari dalam. Setelah benteng runtuh, pasukan Bone langsung menyerbu masuk.
Tapengo dan Takumba segera mencari Arung Paniki untuk dibunuh. Dalam lontaraq disebutkan bahwa Arung Paniki dipenggal kepalanya. Setelah peperangan dimenangkan, banyak kerajaan lain, termasuk Soppeng, mengaku sebagai pihak yang membunuh Arung Paniki. Namun Arung Bone meminta bukti. Ternyata Tapengo dan Takumba memiliki bukti bahwa merekalah yang berhasil membunuh Arung Paniki. Arung Bone pun merasa sangat gembira karena berhasil menguasai wilayah Arung Paniki.
Setelah peperangan selesai, Sipajolangi meminta izin kepada Arung Bone untuk kembali ke Binuang karena tugasnya telah selesai. Arung Bone menawarkan seekor kuda untuk digunakan Sipajolangi dan rakyatnya saat pulang. Namun Sipajolangi menolak dengan alasan jika mereka sama-sama menunggang kuda, maka akan sulit membedakan mana Arung Bone dan mana Arung Binuang.
Arung Bone kemudian menawarkan putrinya untuk dinikahi Sipajolangi, tetapi tawaran itu juga ditolak. Setelah itu, Arung Bone berkata, "Kalau begitu, jadikan yang lima menjadi enam, atau yang enam menjadi tujuh." Sipajolangi bertanya maksud perkataan tersebut. Arung Bone menjelaskan bahwa "yang lima menjadi enam" berarti Massandre Pulu", sedangkan "yang enam menjadi tujuh" berarti Ba"bana Binanga. Sipajolangi memilih menjadikan yang enam menjadi tujuh karena lebih dekat dengan wilayahnya. Sejak saat itulah Binuang resmi masuk ke dalam federasi Pitu Ba"bana Binanga.
Binuang kemudian ikut dalam Perjanjian Allamungan Batu di Luyo. Dalam pertemuan itu, Sipajolangi hadir sebagai raja pertama Kerajaan Binuang bersama tokoh-tokoh lain seperti Diku"bur dan I Manyambung To Mepayung. Setelah Binuang masuk ke dalam federasi tersebut, wilayahnya diperluas. Kerajaan Bone membantu menaklukkan Pokko, Papandanan, dan Kunyi. Dari peristiwa itulah muncul nama Anreapi, karena wilayah tersebut pernah dibakar dalam peperangan sebelum diserahkan kepada Kerajaan Binuang.
Wilayah kekuasaan Kerajaan Binuang membentang dari Paku hingga Matakali. Dalam lontaraq disebutkan bahwa batas wilayah Binuang adalah Sungai Madatte, sedangkan wilayah Balanipa berada di sebelah bawah sungai tersebut. Oleh karena itu, jika ada kerbau melewati Sungai Madatte, masyarakat Balanipa tidak boleh mengambilnya, begitu pula sebaliknya.
Dalam Lontaraq Pattae" Doloan disebutkan bahwa Binuang adalah anak bungsu dari federasi Pitu Ba"bana Binanga karena menjadi kerajaan terakhir yang bergabung di dalamnya. Setelah itu terbentuk Temmajarra Dua yang diprakarsai oleh To Mepayung. Sesudah Binuang dideklarasikan masuk dalam federasi, To Mepayung mengutus seseorang ke Binuang untuk mengundang Sipajolangi menghadiri pertemuan Allamungan Batu yang kemudian menghasilkan perjanjian Sipamandaq.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh Andi Ilham

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Binuang, Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar