Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Makuang, Kec. Messawa, Kabupaten MamasaMamasa

MESA ULA SAWA

22 May 2026 -3.279498, 119.362412
MESA ULA SAWA
Dokumentasi Video Cerita
Pemutar YouTube

Rekaman Audio Penuturan Lisan

Dengarkan audio penuturan cerita rakyat asli

Putar Audio Sumber

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Mekkalao lan tondok disanga Banua Sawa, den mesa" ula" sawa mandu kapua. Mallei tu ula" ummolai Salu Mamasa mbaik sekitar puluhan kilo kalandona, na lambi" mo mesa" tondok mbaik la nangei torro. Leppangmo tu ula" sawa inde to tondok mbaik dua tahun masaenna. Nakanganga tu sadangna susi lokko" batu. Den mesa" to rumangngan kenden duka" mentiongan lu tama lokko", sapo ya tu lokko" tannia lokko" tongan, sapo sadangna sawa.
Ya tu to rumangngan umperrandukan dokena, na tappa kedo siami ya tu sawa annu naditi" doke lilana. Tikkedu" ii lari mi tu tau tassu" lammai sadang sawa. Naalai pa"dangna na mane umba"ta ya tu sawa. Lari mo tu ula" dokko salu. Iamo na disangai tu tondok Battasawa. Makkanna na ba"ta tu torumangngan, umpatarru pole lalanna ummolai salu mbaik ratusan kilo kalandona na olai. Lambi" omo mesa" tondok mbaik. Sapo ma" sule-sule liu tu ula", ummolai Salu Randanan, makka lu lako Salu Sumule, makka lu lako mi Salu Sakka".
attappakanna umpatarru lalanna ummolai Salu Sakka" na unduk liu sae tama ulunna Salu Sakka". Uttombon kalena umpandanni inde to salu. Masae-masae pole" dadi batu motu ula" sawa. Na mane di sangai mo pole tu tondok katappakan nangei torro disanga Messawa temo. Ya tu ula" mendadi batu napemali" mo to dolo, mendadi nangei ma"aluk kabiasaanna lembang Messawa.
"Suppik!"

Terjemahan Bahasa Indonesia
Dahulu kala di sebuah kampung bernama Banua Sawa (di daerah Sindagamanik), hiduplah seekor ular piton yang sangat besar. Suatu ketika, ular tersebut pergi meninggalkan sarangnya, menyusuri aliran Sungai Mamasa sejauh puluhan kilometer, hingga akhirnya ia tiba di sebuah kampung yang sunyi untuk beristirahat. Ular piton itu beristirahat di kampung kosong tersebut selama dua tahun lamanya. Ia berdiam diri dengan mulut terbuka lebar menyerupai sebuah gua batu. Suatu hari, seorang pemburu yang kelelahan lewat dan melihat "gua" tersebut. Ia masuk untuk berteduh sejenak, tanpa menyadari bahwa yang dimasukinya bukanlah gua sungguhan, melainkan mulut sang ular piton yang sedang menanti.
Di dalam keremangan "gua" itu, si pemburu menancapkan tombaknya ke bawah, mengira itu adalah tanah. Ternyata, tombak itu menusuk lidah sang ular. Ular itu tersentak hebat karena kesakitan. Si pemburu terkejut bukan main menyadari kesalahannya, lalu lari pontang-panting keluar dari mulut ular. Dengan panik, ia mencabut parangnya dan menebas tubuh ular tersebut. Ular yang terluka itu segera melarikan diri ke sungai. Karena kejadian penebasan itulah, kampung tersebut kemudian dinamai Battasawa (tempat menebas). Setelah terluka akibat tebasan parang pemburu, ular itu kembali melanjutkan perjalanannya menyusuri sungai hingga ratusan kilometer jauhnya. Ia tiba di daerah baru yang tak berpenghuni. Namun, ular itu kebingungan mencari tempat peristirahatan terakhir. Ia mondar-mandir di antara aliran sungai; dari Sungai Randanan, beralih ke Sungai Sumule, dan kemudian menuju Sungai Sakka".
Akhirnya, ia memutuskan untuk terus menyusuri Sungai Sakka" hingga tiba di hulunya yang kecil. Di sanalah ia membentangkan tubuh raksasanya di sungai, melingkar dengan posisi kepala di bagian paling atas. Lama-kelamaan, tubuh ular piton itu perlahan berubah menjadi batu. Kampung tempat berakhirnya perjalanan ular itulah yang kini dikenal dengan nama Messawa. Batu jelmaan ular tersebut kemudian dikeramatkan oleh penduduk setempat. Tempat itu menjadi lokasi bagi para tetua adat penganut kepercayaan leluhur (Aluk Todolo) di Lembang Messawa untuk melakukan ritual meminta berkat dan perlindungan.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh Silele Buritta/Lidia Lepong/Sura'

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Makuang, Kec. Messawa, Kabupaten MamasaMamasa