Malabo, Kec. Tandukkalua, Kab. Mamasa
ANA DAHA MENDADI TAU-TAU
22 May 2026
-3.050977, 119.364601
Naskah Dokumen Digital (PDF)
Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara
Pissannia ade", deem mesa to balu baine. Indo to balu baine deem "n""na mesa baine isanga Nita. Angga onnia duka" pengk"h"nganna allo-allo lao muala kaju tunuam tama pangngala" anna le"ba" oi nabalu lako kota. T"" m"s"e lobo"um indo "n""na mendadi "n" daha maleke. Sapo" aka ohi kadakena indo Nita aka si malangka penaba.
Pissam wattu indo Nita napelau lako indona la le"ba" lako kota umpe" pengk"h"ngam. Uhuna t" nap"b"i indona sapo" aka naala kiaha", katampasanna nap"b"i siam indona le"ba".
Pissananna dioi indo kota Nita sola mesa to makaka anna mapia penaba indo tau. Iya indo Nita naangga" "n" ikale, nabeem poheba mapi"d"" anna napakam"jj". Setonganna la pahallu natilalla"i Nita ia too aka mullambi ongeam mapia. Sapo" aka hi si napogau" indo Nita tuttuam malangka" penaba hia, anna t"" si naaku umpasola "n""na to masemase.
Pissam wattu nasua indo punggabana Nita la lao umpessitai indona nauaam: "Laoko oll"i indomu aka umbai nakamalli"i sugali"ungko". Mane mahassam muola lalam Nita anna sitammu ham indona ma"poheba k"d"kke anna sesse-sesse. Muitanna indona Nita iya ta" deem pada samasihi, lambi napasihha ma"pasule lako keta.
Pissananna sabulanni nasua pole oom indo punggabana Nita la le"ba" muoll"i indona. Iya nabeemmi ande-ande mammi" naua: "Indem la umbabaam indomu anna mala tilalla". Sapo" wattu eta too palauham, iya sangngim malubellu" lalam. Ta" naaku Nita la naisso hoss" talanana sola sapatunna. Dadi naala indo hoti nababa anna si natibei lako olona.
Wattu eta too deem mesa tomatua-tua lao tumimba. Iya naua siaham Nita: "Mala haka umbenn"" uwaimmu kubaseiam pohebaku nene""? Pissananna toko nab"hh""i lako kalena napas"ndum nakeaha i naua: "Indem uwai "n" to seda!" Wattu eta siam, indo Nita tappa t" mala kahiu-hiu, anna te d"-te"d" b"b"m mendadi tau-tau. Indo tau-tau allo-allo lola uwai matanna tanda kamapi"disanna.
"Puha!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Pada suatu waktu hiduplah seorang janda. Janda itu memiliki seorang anak perempuan bernama Nita. Setiap hari mereka pergi ke hutan mencari kayu bakar, kemudian dibawa ke kota untuk dijual. Tak terasa waktu berlalu, anak itu tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik. Namun sayangnya, Nita berubah menjadi gadis yang sombong.
Suatu hari Nita meminta izin kepada ibunya untuk pergi ke kota mencari pekerjaan. Awalnya ibunya tidak mengizinkan karena merasa berat melepaskannya, tetapi karena Nita terus memaksa, akhirnya ibunya mengizinkan.
Sesampainya di kota, Nita tinggal bersama keluarga kaya yang baik hati. Ia dianggap seperti anak mereka sendiri, diberi pakaian yang indah-indah dan selalu dimanjakan. Seharusnya Nita bersyukur atas kehidupan baik yang ia terima. Namun justru kesombongannya semakin menjadi-jadi, hingga ia tidak mau bergaul dengan anak-anak yang miskin.
Suatu hari orang tua angkat Nita memintanya pulang menjenguk ibunya dan berkata, "Pulanglah dulu, ibumu pasti sangat merindukanmu." Di tengah perjalanan, Nita bertemu dengan ibunya yang berpakaian compang-camping. Melihat itu, Nita merasa sangat malu dan segera berbalik kembali ke kota.
Sebulan kemudian, orang tua angkat Nita kembali menyuruhnya pulang menjenguk ibunya. Ia dibekali roti yang lezat dan berpesan, "Berikanlah ini kepada ibumu agar ia senang." Saat itu musim hujan sehingga jalanan menjadi berlumpur. Nita tidak mau sepatunya kotor, maka roti yang dibawanya dilempar ke tanah dan dijadikan alas pijakan.
Saat itu datang seorang nenek membawa air. Nita berkata, "Bolehkah saya minta air untuk membersihkan pakaian saya, Nek"? Tiba-tiba nenek itu menyiramkan air ke tubuh Nita sambil berkata, "Inilah air untuk anak durhaka!" Seketika tubuh Nita menjadi kaku dan tidak bisa bergerak, perlahan-lahan berubah menjadi patung. Setiap hari patung itu mengeluarkan air mata sebagai tanda penyesalan.
"Selesai!"
Pissam wattu indo Nita napelau lako indona la le"ba" lako kota umpe" pengk"h"ngam. Uhuna t" nap"b"i indona sapo" aka naala kiaha", katampasanna nap"b"i siam indona le"ba".
Pissananna dioi indo kota Nita sola mesa to makaka anna mapia penaba indo tau. Iya indo Nita naangga" "n" ikale, nabeem poheba mapi"d"" anna napakam"jj". Setonganna la pahallu natilalla"i Nita ia too aka mullambi ongeam mapia. Sapo" aka hi si napogau" indo Nita tuttuam malangka" penaba hia, anna t"" si naaku umpasola "n""na to masemase.
Pissam wattu nasua indo punggabana Nita la lao umpessitai indona nauaam: "Laoko oll"i indomu aka umbai nakamalli"i sugali"ungko". Mane mahassam muola lalam Nita anna sitammu ham indona ma"poheba k"d"kke anna sesse-sesse. Muitanna indona Nita iya ta" deem pada samasihi, lambi napasihha ma"pasule lako keta.
Pissananna sabulanni nasua pole oom indo punggabana Nita la le"ba" muoll"i indona. Iya nabeemmi ande-ande mammi" naua: "Indem la umbabaam indomu anna mala tilalla". Sapo" wattu eta too palauham, iya sangngim malubellu" lalam. Ta" naaku Nita la naisso hoss" talanana sola sapatunna. Dadi naala indo hoti nababa anna si natibei lako olona.
Wattu eta too deem mesa tomatua-tua lao tumimba. Iya naua siaham Nita: "Mala haka umbenn"" uwaimmu kubaseiam pohebaku nene""? Pissananna toko nab"hh""i lako kalena napas"ndum nakeaha i naua: "Indem uwai "n" to seda!" Wattu eta siam, indo Nita tappa t" mala kahiu-hiu, anna te d"-te"d" b"b"m mendadi tau-tau. Indo tau-tau allo-allo lola uwai matanna tanda kamapi"disanna.
"Puha!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Pada suatu waktu hiduplah seorang janda. Janda itu memiliki seorang anak perempuan bernama Nita. Setiap hari mereka pergi ke hutan mencari kayu bakar, kemudian dibawa ke kota untuk dijual. Tak terasa waktu berlalu, anak itu tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik. Namun sayangnya, Nita berubah menjadi gadis yang sombong.
Suatu hari Nita meminta izin kepada ibunya untuk pergi ke kota mencari pekerjaan. Awalnya ibunya tidak mengizinkan karena merasa berat melepaskannya, tetapi karena Nita terus memaksa, akhirnya ibunya mengizinkan.
Sesampainya di kota, Nita tinggal bersama keluarga kaya yang baik hati. Ia dianggap seperti anak mereka sendiri, diberi pakaian yang indah-indah dan selalu dimanjakan. Seharusnya Nita bersyukur atas kehidupan baik yang ia terima. Namun justru kesombongannya semakin menjadi-jadi, hingga ia tidak mau bergaul dengan anak-anak yang miskin.
Suatu hari orang tua angkat Nita memintanya pulang menjenguk ibunya dan berkata, "Pulanglah dulu, ibumu pasti sangat merindukanmu." Di tengah perjalanan, Nita bertemu dengan ibunya yang berpakaian compang-camping. Melihat itu, Nita merasa sangat malu dan segera berbalik kembali ke kota.
Sebulan kemudian, orang tua angkat Nita kembali menyuruhnya pulang menjenguk ibunya. Ia dibekali roti yang lezat dan berpesan, "Berikanlah ini kepada ibumu agar ia senang." Saat itu musim hujan sehingga jalanan menjadi berlumpur. Nita tidak mau sepatunya kotor, maka roti yang dibawanya dilempar ke tanah dan dijadikan alas pijakan.
Saat itu datang seorang nenek membawa air. Nita berkata, "Bolehkah saya minta air untuk membersihkan pakaian saya, Nek"? Tiba-tiba nenek itu menyiramkan air ke tubuh Nita sambil berkata, "Inilah air untuk anak durhaka!" Seketika tubuh Nita menjadi kaku dan tidak bisa bergerak, perlahan-lahan berubah menjadi patung. Setiap hari patung itu mengeluarkan air mata sebagai tanda penyesalan.
"Selesai!"