Kec. Mambi, Kab. Mamasa
SALUMAGASSING
22 May 2026
-2.919106, 119.159270
Naskah Dokumen Digital (PDF)
Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara
Deeng mesa tondak dio lembana Mambi, indo tondak sanganna Salumagassing. Aka anna diangngi Salumagassing aka mane urang barinnik illaling ulunna, anna tappa malakbuk ung inde tondak. Indoo tondak Salumagassing sikaruku tondak isangaib Salukepopo", Saludengen, anna Minanga.
Ampo tappana buda tau dio Salumagassing, iya deeng boung pa" tondak ang disangsi tondak Lemo. Disangsi tondak Lemo aka naengei tau makamesa umpasalentuk tukak umbalaipasusi umpea pakatuhoanna rupa tau. Anna di engei umpamesa tulak kela dengngi tau ma"kadake battukah manggaru rupa tau illaling tondakna Salumagassing.
Anna duka deeng tondak disangai Pangkali, aka indo mesa tomatua dio tondakna Salumagassing kabeng sola mesa tomatua mengkaladio Pangkali. Ia nauang indo tomatua lako sangai duka inde tondak Pangkali. Anna inde tondakna Salumagassing deeng mesa Tanete malangkak sanganna Tanete Pasapak. Ia rangsang malangkakna Tanete. Deeng tembok malangkakna dua mete, ia indo tembok balandapi mampapia.
Ia iangtoo anna inoa dijagai liung indo Tanete Pasapak ahoo tembok. Ia tappana buda tau demmi tomanara, ia napapiang sanganna indo tondak iyolona diuaang Salumagassing mendadi Saluassing sulelako temo.
"Suppik"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Di wilayah Mambi terdapat sebuah kampung yang bernama Salumagassing. Kampung ini dinamakan Salumagassing karena setiap kali hujan turun meskipun hanya sedikit di bagian hulu, air sungai langsung meluap dan menyebabkan banjir. Nama kampung tersebut diambil dari nama sungai yang mengalir di wilayah Salumagassing, yang letaknya berdekatan dengan Kampung Salukepopo", Saludengen, dan Minanga.
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Salumagassing, maka terbentuklah sebuah kampung baru yang dinamakan Lemo. Kampung Lemo menjadi tempat masyarakat berkumpul dan bermusyawarah untuk merencanakan kehidupan bersama, sekaligus sebagai tempat merumuskan langkah-langkah apabila ada pihak yang berniat mengganggu atau merusak ketenteraman masyarakat. Di tempat itulah masyarakat bersatu untuk menjaga keamanan kampung, terutama untuk menghadapi orang-orang yang berniat jahat atau ingin mengacaukan kehidupan masyarakat di wilayah Salumagassing.
Selain itu, terdapat pula kampung yang bernama Pangkali. Nama ini berasal dari kisah seorang perempuan dari Salumagassing yang menikah dengan seorang laki-laki yang berasal dari Minanga. Dari peristiwa pernikahan tersebut, kemudian muncul penamaan kampung Pangkali. Di wilayah Salumagassing juga terdapat sebuah gunung yang tinggi yang disebut Tanete Pasapak. Di puncak gunung tersebut terdapat sebuah tembok dengan tinggi sekitar dua meter. Tembok ini diyakini merupakan peninggalan Belanda yang dibuat pada masa penjajahan.
Oleh karena keberadaan tembok tersebut, hingga kini gunung itu dikenal dengan sebutan Tanete Pasapak di atas tembok. Seiring dengan perkembangan masyarakat dan munculnya orang-orang yang memiliki pengetahuan dan kecerdasan, nama Salumagassing kemudian disederhanakan dan digabungkan menjadi Saluassing, yang hingga sekarang dikenal sebagai Desa Saluassing.
"Tamat!"
Diceritakan kembali oleh Lin Ornili/Wiwin Selvianingsi
Ampo tappana buda tau dio Salumagassing, iya deeng boung pa" tondak ang disangsi tondak Lemo. Disangsi tondak Lemo aka naengei tau makamesa umpasalentuk tukak umbalaipasusi umpea pakatuhoanna rupa tau. Anna di engei umpamesa tulak kela dengngi tau ma"kadake battukah manggaru rupa tau illaling tondakna Salumagassing.
Anna duka deeng tondak disangai Pangkali, aka indo mesa tomatua dio tondakna Salumagassing kabeng sola mesa tomatua mengkaladio Pangkali. Ia nauang indo tomatua lako sangai duka inde tondak Pangkali. Anna inde tondakna Salumagassing deeng mesa Tanete malangkak sanganna Tanete Pasapak. Ia rangsang malangkakna Tanete. Deeng tembok malangkakna dua mete, ia indo tembok balandapi mampapia.
Ia iangtoo anna inoa dijagai liung indo Tanete Pasapak ahoo tembok. Ia tappana buda tau demmi tomanara, ia napapiang sanganna indo tondak iyolona diuaang Salumagassing mendadi Saluassing sulelako temo.
"Suppik"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Di wilayah Mambi terdapat sebuah kampung yang bernama Salumagassing. Kampung ini dinamakan Salumagassing karena setiap kali hujan turun meskipun hanya sedikit di bagian hulu, air sungai langsung meluap dan menyebabkan banjir. Nama kampung tersebut diambil dari nama sungai yang mengalir di wilayah Salumagassing, yang letaknya berdekatan dengan Kampung Salukepopo", Saludengen, dan Minanga.
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Salumagassing, maka terbentuklah sebuah kampung baru yang dinamakan Lemo. Kampung Lemo menjadi tempat masyarakat berkumpul dan bermusyawarah untuk merencanakan kehidupan bersama, sekaligus sebagai tempat merumuskan langkah-langkah apabila ada pihak yang berniat mengganggu atau merusak ketenteraman masyarakat. Di tempat itulah masyarakat bersatu untuk menjaga keamanan kampung, terutama untuk menghadapi orang-orang yang berniat jahat atau ingin mengacaukan kehidupan masyarakat di wilayah Salumagassing.
Selain itu, terdapat pula kampung yang bernama Pangkali. Nama ini berasal dari kisah seorang perempuan dari Salumagassing yang menikah dengan seorang laki-laki yang berasal dari Minanga. Dari peristiwa pernikahan tersebut, kemudian muncul penamaan kampung Pangkali. Di wilayah Salumagassing juga terdapat sebuah gunung yang tinggi yang disebut Tanete Pasapak. Di puncak gunung tersebut terdapat sebuah tembok dengan tinggi sekitar dua meter. Tembok ini diyakini merupakan peninggalan Belanda yang dibuat pada masa penjajahan.
Oleh karena keberadaan tembok tersebut, hingga kini gunung itu dikenal dengan sebutan Tanete Pasapak di atas tembok. Seiring dengan perkembangan masyarakat dan munculnya orang-orang yang memiliki pengetahuan dan kecerdasan, nama Salumagassing kemudian disederhanakan dan digabungkan menjadi Saluassing, yang hingga sekarang dikenal sebagai Desa Saluassing.
"Tamat!"
Diceritakan kembali oleh Lin Ornili/Wiwin Selvianingsi