Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Balla Satanetean, Kec. Balla, Kab. Mamasa

TIBAKKANA LINO DENGAN ERAN DILANGI??? TIPAIRAN KAMATEANNA RUPA TAU (TERBELAHNYA BUMI DENGAN JALAN MENUJU LANGIT DAN TERBENTUKNYA SISTEM KEMATIAN MANUSIA)

22 May 2026 -2.968590, 119.320633
TIBAKKANA LINO DENGAN ERAN DILANGI??? TIPAIRAN KAMATEANNA RUPA TAU (TERBELAHNYA BUMI DENGAN JALAN MENUJU LANGIT DAN TERBENTUKNYA SISTEM KEMATIAN MANUSIA)

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Tibakkanna lino inniang dengen mia eran di langi". Kalembasanna, eran di langi" eran dipake lao langan langi", lulangan Dewata. Yamo pole napolalan tipa" eran kamateanna rupa tau, kamanianna ade" kamateanna rupa tau disangai Songka Baka, kalembasanna bonno" oi tau dibangungan, oi tuo, oi sule laonan.
Iko ade" ma" taun-taun dipalako yah sippi mia tau ilalan lino, sola ta"mo diola menggirik. Yah le"ba ade" to matua langan langi". Nah kua ade":
"O Dewata, lah ma" aka mokan kami susi aka ta"mo diola menggirik dio lino."
Yah nakua ade" Dewata, yah disondai kamateanna rupa tau ladi dibengan koa Lellengan Punti, kalembasanna matua opi tau, anna mane bonno" tek tau bonno" ke mangura pi.
Yah dipalako omi ade" ma" taun-taun, yah sippi pole bo omia tau ilalan lino. Yah le"ba o ade" to matua langan langi", langan Dewata sae ade" langan, nah kua makari. Nakua yah, tek on ia diola menggirik dio lino sippi o tau.
Yah nah kua ade" Dewata, yah disondai pole. Nah kua yah dibengan koai Batta Tallang, kalembasanna diala magura, diala matua. Yah yamo pole katampakanna sae lako temo aka angga dingei lah saloka-loka ilalan lino, dadi kamateanna rupa tau kapentallunna dipake temo.
Dadi inde eran di langi" e tibakkanna lino inniang dengen mi inniang sitimang ia lino, sapo nah Songkan Dewata aka nah kua lah tuo linoan babang mia tau. Nah patu to lino yah yamo tulasanna Songka mengkalao illau Duri, sae rekke Ulunna Sa"dan, tokke sangga batu maagotto-gotto susi eran.
Dadi inde tulasan e mengkalao dio mi mai tomatua yolo.
"Padami Kurrusumanga!"

Terjemahan Bahasa Indonesia
Sejak terbelahnya bumi atau sejak terbentuknya bumi, memang sudah ada yang disebut eran di langi", sehingga terbentuk sistem kematian manusia. Pengertian Eran di Langi" adalah jalan yang digunakan untuk menuju ke langit guna berkomunikasi langsung dengan Tuhan.
Awal mula orang tua dahulu mengenal sistem kematian adalah Songka Baka, yang berarti ketika seseorang meninggal lalu dibangunkan, maka ia akan hidup kembali. Sistem ini dijalankan selama bertahun-tahun hingga jumlah manusia di bumi menjadi sangat banyak dan ruang hidup semakin sempit.
Oleh karena itu, para orang tua kemudian pergi melalui eran di langi" untuk menghadap Tuhan dan menyampaikan keluhan bahwa kehidupan di bumi telah menjadi sempit karena manusia terus bertambah. Kemudian Tuhan berfirman bahwa sistem kematian akan diganti menjadi Lellengan Punti, yang berarti bahwa seseorang baru dapat meninggal ketika telah tua atau lanjut usia, sedangkan yang masih muda belum dapat meninggal.
Sistem ini kembali dijalankan selama bertahun-tahun, namun sekali lagi jumlah manusia di bumi semakin bertambah sehingga bumi kembali terasa sempit. Maka orang tua kembali menghadap Tuhan dan menyampaikan keadaan tersebut. Tuhan pun kemudian mengganti sistem kematian manusia menjadi Batta Tallang, yang berarti baik yang muda maupun yang tua tetap akan meninggal.
Sistem inilah yang kemudian digunakan hingga masa kini, karena hanya sistem inilah yang mampu menjaga agar bumi tidak dipenuhi oleh manusia. Dengan demikian, sistem kematian manusia telah mengalami pergantian sebanyak tiga kali.
Dengan demikian, eran di langi" telah ada sejak awal mula terbentuknya bumi, namun kemudian diruntuhkan oleh Tuhan karena dianggap kehidupan di langit sudah menyerupai kehidupan di bumi, di mana manusia sedikit saja mengalami masalah langsung datang melapor. Menurut cerita, eran di langi" membentang dari Duri hingga ke Sa"dan, dengan wujud berupa batu-batu yang tersusun rapi seperti tangga.
Cerita ini telah ada sejak dahulu dan diwariskan secara turun-temurun oleh para orang tua hingga saat ini.
"Terima Kasih!"

Diceritakan kembali oleh Bongga Barana"/Rivan Kurniawan

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Balla Satanetean, Kec. Balla, Kab. Mamasa