Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Mamasa

PULLAPAK SOLA PUKKODO (KURA-KURA DAN MONYET)

22 May 2026 -2.968935, 119.321238
PULLAPAK SOLA PUKKODO  (KURA-KURA DAN MONYET)

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Pissan attu ummala kada situru" simesaan yamo Korong anna Kodo, launggaraga bela" na sisalaoanmi inde bela"e gantan mesa tomambaya, anna tananan lanatanan yamo punti.
Nasituru"i toi sangka yolo kendek tanananna. Kadanna nakua, "Attu" bennanta yolo kembua puntinta." Mangkai ummala kada rapa" ya bassi le"ba"mi ma"bela".
Korong ummita anggenan lanangeianna ma"bela" sikandappi"na salossok, akan nakua makakulla" allo dengan ya wai dipake urrere tananan, anna malai toi menduruk tongko" loreng.
Mengke"de" Kodo napilei iya lasi kadappi"na pangngala", aka madommi" ia nalambi aka tuo illania pangngala" Kodo.
Ya bassi ma"bela"mi ade" naparanduk dio manta"ba"anna, alarokko"i na nasumpun-sumpun bela"na, ya malana tongan untanami ade" punti dio bela"na. Susi Kodo, tonganmi duka" Korong naparraki manappa tanananna napolalan yolo.
Inde puntinna Korong yolo tongan aka nakayoi manappa, aka nakua anna mala ma"sirra" membua. Senga" ia Kodo nakayoi duka", sapo laru"du ki" metawa aka nakilalai liu yolo puntinna naande.
Ya sae-sae lako silaambi mi Korong anna Kodo. Nakua Kodo mekutana, "Maakaki puntimmu le, Korong"?
Petimbana Korong ya tuomi lakembua kalemi, yanakuami uka Korong kuan Kodo, "Anna iko le, Kodo"?
Yanakuami Kodo, "Lakembuami koka, sapo sekuande kao daunna." Yametawa Korong rangngi"i, nakuami, "He-he, umbamo iko lanakua lakembua tanananmu, anna muande daunna."
Yanakuami Kodo, "Lakembua sia dako da." Napolalanmi sisarak sule.
Piran bulan mangkanna, siatammuomi. Nakuami Korong kuan Kodo, "Maakaki puntimmu le, Kodo"?
Yanakuami Kodo, "Denganmi buana, sapo taepi matua!"
"Anna iko le, Korong"?
Yanakuami Korong, "Matuami kao buana."
Sapo natelang Kodo tae naorean kumua matuami puntinna Korong. Yanakuami Kodo, "Anta laoka mitai e batula tonganri, aka mukua."

Palambimi te Korong anna Kodo e. Tikkedu ko ita puntinna Korong matassang, yamo nagei denganmi sae penawa kadake lan penawanna Kodo. Nakuami kuan Korong, "Anna buda siamo iko kutummu, Korong maiko kualaian ko!"
Sapo kadanna te Kodo tae tongan. Ya naalaimi bulunna Korong kassi. Yanakuami Korong, "Makariko anna mualai iko bulungku."
Yanakuami Kodo, "Taeri namane menteka langan to puntinna Korong."
Mande punti tasak, sapo tae nabengan Korong marakela napelalu liu. Sapo nakualiu Kodo, "Sa"bara ko le, angku le"le"pi."
Napolalan mapalla Korong ya lekba" rokko salossok, tambai bukkang anna solanni kela butona Kodo. "Kannu soko""
Saei langan to punti, menteka"mi bukkang lao kela butona Kodo. Nakapandinganmi pangkela"na. Mane kuan Korong, "Pakulina kao."
Yanakuami, "Madommi tu yao, sapo ladengan sarona."
Yanakuamo Kodo, "Akaria lasarona"?
Nakuami Korong, "Nanana butomo, ladipatama botol barinni sarona."
Yanakuamo Kodo, "Madommi tu yao""
Se"elakona, mondami Kodo ya tuomi uka bulunna Korong, sapo yato nana butona Kodo nabaluk Korong, napake alian gandang. Namane menani nakua,
"Dun" dun" dun"
Moni tonganmi gandangku,
alinananmi butona""

"Suppik Toyolo!"

Terjemahan Bahasa Indonesia
Pada suatu hari hiduplah dua sahabat, bangau dan monyet. Suatu ketika sang bangau berkata, "Marilah kita membuat kebun masing-masing dan menanam pisang." Keduanya pun setuju dan sepakat bahwa siapa yang tanamannya lebih cepat berbuah matang, dialah pemenangnya. Setelah sepakat, mereka berpisah dan segera membuat kebun masing-masing.
Sang bangau sangat rajin. Ia memilih tempat berkebun di sekitar sungai agar saat musim kemarau tiba ia dapat menyiram tanamannya dengan air sungai. Selain itu, ia juga bisa mendapatkan makanan berupa katak hijau di sekitar sungai sebelum pisangnya berbuah. Sementara itu, monyet memilih berkebun di sekitar hutan karena monyet memang hidup di hutan.
Setelah beberapa bulan, mereka bertemu kembali. Monyet pun bertanya kepada bangau, "Bagaimana pisangmu, Bangau"?
Bangau menjawab, "Tanamanku sudah tumbuh dan akan segera menghasilkan buah karena aku selalu merawatnya."
Kemudian bangau bertanya hal yang sama kepada monyet. Monyet menjawab, "Tanamanku juga akan berbuah, tetapi aku sering memakan daunnya."
Mendengar hal itu, bangau tertawa, "He" he" he" bagaimana pisangmu akan berbuah jika daunnya selalu kamu makan"?
Namun monyet tidak peduli dengan perkataan bangau dan berkata, "Lihat saja nanti."
Mereka pun kembali berpisah untuk merawat tanaman masing-masing. Beberapa bulan kemudian, mereka bertemu lagi dan saling bertanya.
"Monyet, bagaimana pisangmu"? tanya bangau.
"Pisangku sudah berbuah, tetapi belum matang," jawab monyet.
Bangau kemudian berkata, "Pisangku sudah matang."
"Mana mungkin pisangmu sudah matang? Aku tidak percaya," kata monyet.
Bangau pun berkata, "Jika kamu tidak percaya, ayo kita pergi melihatnya."
Setelah sampai di kebun bangau, monyet terkejut melihat pisang bangau yang sudah sangat matang. Saat itu timbullah pikiran jahat dalam diri monyet. Ia berpikir dalam hati, akan kucabut bulu bangau supaya aku bisa memakan pisangnya karena ia tidak bisa terbang. Namun sang bangau tidak mengetahui rencana jahat monyet itu.
Monyet berkata kepada bangau, "Bangau, mengapa di tubuhmu banyak kutu? Apakah kamu tidak merasa gatal? Kemarilah, akan kukeluarkan kutu-kutu itu."
Sambil berpura-pura menolong, monyet mencabut bulu bangau, lalu segera memanjat pohon pisang milik bangau dan memakannya dengan lahap.

Bangau berkata, "Monyet, berikanlah sedikit pisang untukku. Lagipula pisang itu aku yang menanam dan merawatnya."
Namun monyet menjawab, "Sabar, aku akan mencobanya lebih dulu."
Bangau mengulangi permintaannya, tetapi monyet tetap tidak peduli. Bangau pun merasa kesal dan pergi meninggalkan monyet menuju sungai.
Sesampainya di sungai, bangau meminta bantuan seekor kepiting untuk menggigit kemaluan monyet karena sifatnya yang serakah. Kepiting pun setuju dan segera menemui monyet. Tanpa diketahui monyet, kepiting memanjat pohon pisang dan menggigit kemaluannya.
Monyet sangat kesakitan dan berteriak, "Tolong aku, ini sangat sakit!"
Bangau berkata, "Baiklah, tetapi harus ada imbalannya."
Monyet bertanya, "Apakah imbalannya"?
Bangau menjawab, "Nanah dari kemaluanmu. Masukkan ke dalam botol kecil."
Monyet pun menuruti perkataan bangau. Singkat cerita, beberapa bulan kemudian monyet sembuh dan bulu bangau tumbuh kembali. Bangau sangat senang. Ia membeli sebuah gendang dengan nanah kemaluan monyet sebagai bayaran, lalu bernyanyi:
Dun" dun" dun"
Gendangku berbunyi, hasil dari nanah kemaluan monyet.
"Sekian dan Terima Kasih!"

Diceritakan kembali oleh Setia

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Mamasa