Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Mamasa

TOYOLO KORONG ANNA KODO (BANGAU DAN MONYET)

22 May 2026 -2.914222, 119.384765
TOYOLO KORONG ANNA KODO  (BANGAU DAN MONYET)

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Pissan attu ummala kada situru" simesaan, yamo korong anna kodo. Launggaraga bela"na sisalaoanmi inde bela"e gantan mesa tomambaya, anna tananan lanatananna yamo punti.
Nasituru"i toi sangka yolo kendek tanananna. Kadanna nakua, "Attu" bennanta yolo kembua puntinta." Mangkai ummala kada rapa"ya bassi le"ba"mi ma"bela".
Korong ummita anggenan lanangeianna ma"bela" sikandappi"na salossok, akan nakua maka"kulla" allo dengan ya wai dipake urrere tananan, anna malai toi menduruk tongko" loreng.
Mengke"de" kodo napileiiya lasi kadappi"na pangngala", aka madommi" ia nalambi" aka tuo illania pangngala" kodo.
Ya bassi ma"bela"mi ade" naparanduk dio manta"ba"anna. Alarokko"i na nasumpun-sumpun bela"na ya malana tongan untanami ade punti dio bela"na. Susi kodo, tonganmi duka korong naparraki manappa tanananna napolalan yolo.
Inde puntinna korong yolo tongan, aka nakayoi manappa, aka nakua anna mala ma"sirra" membua.
Senga"ia kodo nakayoi duka" sapo laru"du ki" metawa, aka nakilalai liu yolo puntinna naande.
Ya sae-sae lako silaambimi korong anna kodo. Nakua kodo mekutana, "Maakai puntimmu le, korong"?
Petimbana korong, "Ya tuomi lakembua kalemi."
Yanakua mi uka korong kuan kodo, "Anna iko le, kodo"?
Yanakua mi kodo, "Lakembuami koka sapo sekuande kao daunna."
Yametawa korong rangngi"i, nakuami, "He" he" umbamo iko lanakua lakembua tanananmu anna muande daunna."
Yanakua mi kodo, "Lakembua sia dako."
Napolalanmi sisarak sule. Piran bulan mangkanna, siatammuomi.
Nakua mi korong kuan kodo, "Maakai puntimu le, kodo"?
Yanakua mi kodo, "Denganmi buana sapo taepi matua."
"Anna iko le, korong"?
Yanakua mi korong, "Matuami kao buana."

Sapo natelang kodo tae naorean kumua matuami puntinna korong. Yanakua mi kodo, "Anta laoka mitai e batula tonganri, aka mukua."
Palambimi te korong anna kodo. Tikkedu ko ita puntinna korong matassang, yamo nagei denganmi sae penawa kadake lan penawanna kodo. Nakuami kuan korong, "Anna buda siamo iko kutummu, korong. Maiko kualaian ko."
Sapo kadanna te kodo tae tongan. Ya naalaimi bulunna korong kassi.
Yanakua mi korong, "Makariko anna mualai iko bulungku."
Yanakua mi kodo, "Taeri namane."
Menteka langan to puntinna korong, mande punti tasak, sapo tae nabengan korong. Marakela napelalu liui sapo nakua liu kodo, "Sa"bara ko le, angku le"le"pi."
Napolalan mapalla korong. Yalekba rokko salossok tambai bukkang anna solanni kela butona kodo kannu soko.
Saei langan to punti, menteka"mi bukkang lao kela butona kodo. Nakapandinganmi pangkela"na.
Mane kuan korong, "Pakulina kao."
Yanakua mi kodo, "Madommi tuyao, sapo ladengan sarona."
Yanakua mo kodo, "Akaria lasarona"?
Nakuami korong, "Nanana butomo ladipatama botol barinni sarona."
Yanakua mo kodo, "Madommi tuyao."
Seelakona mondami kodo. Ya tuomi uka bulunna korong. Sapo yato nana butona kodo nabaluk korong, napake alian gandang, namane menani nakua:
"Dun" dun" dun"
Moni tonganmi gandangku,
alinananmi butona."

"Suppik Yoyolo!"

Terjemahan Bahasa Indonesia
Pada suatu hari hiduplah dua sahabat, bangau dan monyet. Lalu sang bangau berkata, "Marilah kita membuat kebun masing-masing dan menanam pisang." Keduanya setuju akan hal itu, dan mereka sepakat bahwa siapa yang tanamannya lebih cepat berbuah matang, dialah pemenangnya. Setelah sepakat, mereka berpisah dan segera membuat kebun.
Sang bangau sangat rajin. Ia senang berkebun dan memilih tempat di sekitar sungai agar saat musim kemarau tiba ia dapat menyiram tanamannya dengan air sungai. Selain itu, ia juga bisa mendapatkan makanan berupa katak hijau di sekitar sungai sebelum pisangnya berbuah. Sementara itu, monyet memilih berkebun di sekitar hutan karena ia memang hidup di hutan.
Setelah beberapa bulan, mereka bertemu kembali. Monyet pun bertanya kepada bangau, "Bagaimana pisangmu, Bangau"? Bangau menjawab, "Tanamanku sudah tumbuh dan akan segera menghasilkan buah karena aku selalu merawatnya." Lalu bangau menanyakan hal yang sama kepada monyet. Monyet menjawab, "Tanamanku juga akan menghasilkan buah, tetapi aku selalu memakan daunnya." Mendengar hal itu, bangau tertawa, "He" he" he" bagaimana pisangmu akan berbuah kalau daunnya selalu kamu makan"? Namun monyet tidak peduli dengan perkataan bangau dan berkata, "Lihat saja nanti." Mereka pun kembali berpisah untuk merawat tanaman masing-masing.
Beberapa bulan kemudian, mereka bertemu lagi dan saling bertanya. "Bangau, bagaimana pisangmu"? tanya monyet. Bangau menjawab, "Pisangku sudah berbuah matang." "Bagaimana denganmu, Monyet"? tanya bangau. Monyet menjawab, "Pisangku sudah berbuah, tetapi belum matang." "Mana mungkin pisangmu sudah matang? Aku tidak percaya," kata monyet.
Bangau pun berkata, "Jika kamu tidak mempercayaiku, ayo kita pergi melihatnya." Setelah sampai di kebun bangau, monyet terkejut melihat pisang bangau yang sangat matang. Saat itu timbul pikiran jahat dalam benak monyet. Ia berkata dalam hatinya, "Akan kucabut bulu bangau supaya aku bisa memakan pisangnya karena ia tidak bisa terbang." Sang bangau tidak mengetahui rencana jahat monyet tersebut.
Monyet berkata kepada bangau, "Bangau, mengapa di tubuhmu banyak kutu? Apakah kamu tidak merasa gatal? Kemarilah, akan kukeluarkan kutu-kutu itu." Monyet pun mencabut bulu bangau, lalu segera memanjat pohon pisang milik bangau dan memakannya dengan lahap. Bangau berkata, "Monyet, berikanlah sedikit pisang untukku. Lagipula pisang itu aku yang menanam dan merawatnya." Namun monyet menjawab, "Sabar, aku akan mencobanya lebih dulu." Bangau kembali mengulangi permintaannya, tetapi monyet tidak menghiraukannya.
Bangau pun merasa kesal dan pergi meninggalkan monyet menuju sungai. Sesampainya di sungai, bangau meminta bantuan kepiting untuk menggigit kemaluan monyet karena keserakahannya. Kepiting pun setuju dan segera menemui monyet. Tanpa diketahui monyet, kepiting memanjat pohon pisang dan menggigit kemaluan monyet.
Monyet pun menjerit kesakitan, "Tolonglah aku, ini sangat sakit!" Lalu bangau berkata, "Baiklah, tetapi harus ada imbalannya." Monyet bertanya, "Apakah yang akan menjadi imbalannya"? Bangau menjawab, "Nanah dari kemaluanmu, masukkan ke dalam botol kecil." Monyet pun menuruti perkataan bangau.
Singkat cerita, beberapa bulan kemudian monyet sembuh dan bulu bangau pun tumbuh kembali. Bangau sangat senang. Ia membeli sebuah gendang dengan nanah kemaluan monyet sebagai bayaran, lalu bernyanyi, "Dun" dun" dun" gendangku berbunyi, hasil dari nanah kemaluan monyet."
"Sekian dan Terima Kasih!"

Diceritakan kembali oleh Lambertus/Filda Tasik

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Mamasa