Desa Paminggalan, Kec Sendana, Kab. Majene
TOSUMOMBAL (PERANTAU)
12 June 2026
-3.358234, 118.916773
Naskah Dokumen Digital (PDF)
Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara
Diang mesa allo, diang mesa to perantau lambai lao meninggalkan kampungna mappasapa" rezeki. Lambi sanna" wattu ia merantau, tapi andiang naitai jaman (pekerjaan). Pura lamba-lamba, maitami mesa kowi ta"garang (parang berkarat) ri lalangna.
Anehnya, kowi ta"garang di"o seta mappauwwi. Naua, "Mua diang tau melo memelihara iyau, sugimi ia." Nallambi naruru to perantau, nabawai kowi di"o anna membali lemai ri kampungna.
Kowi di"o naparipatti tama peti anna dibawai ri kappal. Ri lalang kappal, kowi di"o tarrus mappau, lambi narangngi pakkappal anna tau-tau ri di"o. Naua pakkappal, "Apa isi peti mu? Marrangi mappau." Naua to perantau, "Kowi ta"garang. Naua mua dipelihara, sugimi tau, lewanna sugina pakkappal."
Narangngi di"o pakkappal, jari melo nipasisapi kappalna siola kowi ta"garang di"o. Naua to perantau, "Bega mu" rugi." Tapi pakkappal tarrus melo, jari nipasisapi tonganmi: kappal di"o malai ri to perantau, anna kowi ta"garang malai ri pakkappal.
Tappana lambi ri banua, pakkappal napeita baenena kowi di"o. Macaimi baenena apa kappalna nisapi siola kowi ta"garang. Naua, "Andiang moca iting atuangang!" Tapi muanena tarrus percaya.
Allo salanju"na, muanena mappesang, "Damo muworoai" dio kowi." Tapi tappana muanena me"uya, baenena nasi"biangngi dio kowi anna nabbuwangngi ri litana.
Pole me"uya muanena, napessangi dio kowi tapi andiang naita. Naua baenena mua ia nasi"biangngi. Siallami sialla". Jari muanena melo lao peita ingganna dibuwangngi dio kowi.
Ri di"o, baenena napadami cara nasi"biangngi: natancapngi dio kowi ri litana. Tappana muanena melo naruppa, andiang mala natarrik. Jari na"karoi ri sekelilingna.
Ternyata ri naungna di"o diang bulawang (emas) sanna"pai. Manambung bulawang, pokokna kaya keturunanna. Iya mi tu"u hasilna kowi ta"garang di"o. Pakkappal sugimi, to perantau sugimi to. Iyamo anna judulna "Perantau."
"Tamma"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Pada suatu hari, seorang perantau meninggalkan kampung halamannya untuk mencari pekerjaan. Namun, setelah lama merantau, ia belum juga mendapatkan pekerjaan. Suatu ketika, saat berjalan-jalan, ia menemukan sebilah parang berkarat di jalan.
Anehnya, parang berkarat itu dapat berbicara. Ia berkata, "Siapa pun yang mau memeliharaku akan menjadi orang kaya." Mendengar hal itu, si perantau membawa parang tersebut dan kembali ke kampung halamannya.
Parang itu disimpan di dalam sebuah peti dan dibawa naik kapal. Selama di kapal, parang tersebut terus berbicara hingga terdengar oleh pemilik kapal dan para penumpang. Pemilik kapal pun bertanya tentang isi peti itu. Si perantau menjelaskan bahwa di dalamnya ada parang berkarat yang dapat membuat pemiliknya menjadi kaya, bahkan lebih kaya dari pemilik kapal.
Mendengar hal tersebut, pemilik kapal tertarik dan menawarkan untuk menukar kapalnya dengan parang berkarat itu. Si perantau sempat menolak karena khawatir pemilik kapal akan rugi, tetapi karena ia bersikeras, akhirnya pertukaran pun terjadi.
Setibanya di rumah, pemilik kapal menunjukkan parang tersebut kepada istrinya. Sang istri marah besar karena kapal yang menjadi sumber penghidupan mereka telah ditukar dengan parang berkarat. Namun, suaminya tetap yakin pada keputusannya.
Keesokan harinya, sebelum pergi bekerja, sang suami berpesan agar istrinya tidak menyentuh parang tersebut. Akan tetapi, setelah suaminya pergi, sang istri justru membuang parang itu ke tanah.
Ketika suaminya pulang dan mencari parang itu, ia tidak menemukannya. Istrinya mengakui telah membuangnya. Mereka pun pergi ke tempat parang itu dibuang. Sang istri memperagakan bagaimana ia menancapkan parang itu ke tanah. Saat suaminya mencoba mencabutnya, parang itu tidak bisa ditarik. Ia pun menggali tanah di sekitarnya.
Betapa terkejutnya mereka ketika menemukan emas yang sangat banyak di dalam tanah tersebut. Sejak saat itu, mereka hidup kaya raya. Si perantau pun memperoleh kekayaan dari kapalnya. Itulah sebabnya cerita ini diberi judul "Perantau."
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Rusmin/Nurlina J
Anehnya, kowi ta"garang di"o seta mappauwwi. Naua, "Mua diang tau melo memelihara iyau, sugimi ia." Nallambi naruru to perantau, nabawai kowi di"o anna membali lemai ri kampungna.
Kowi di"o naparipatti tama peti anna dibawai ri kappal. Ri lalang kappal, kowi di"o tarrus mappau, lambi narangngi pakkappal anna tau-tau ri di"o. Naua pakkappal, "Apa isi peti mu? Marrangi mappau." Naua to perantau, "Kowi ta"garang. Naua mua dipelihara, sugimi tau, lewanna sugina pakkappal."
Narangngi di"o pakkappal, jari melo nipasisapi kappalna siola kowi ta"garang di"o. Naua to perantau, "Bega mu" rugi." Tapi pakkappal tarrus melo, jari nipasisapi tonganmi: kappal di"o malai ri to perantau, anna kowi ta"garang malai ri pakkappal.
Tappana lambi ri banua, pakkappal napeita baenena kowi di"o. Macaimi baenena apa kappalna nisapi siola kowi ta"garang. Naua, "Andiang moca iting atuangang!" Tapi muanena tarrus percaya.
Allo salanju"na, muanena mappesang, "Damo muworoai" dio kowi." Tapi tappana muanena me"uya, baenena nasi"biangngi dio kowi anna nabbuwangngi ri litana.
Pole me"uya muanena, napessangi dio kowi tapi andiang naita. Naua baenena mua ia nasi"biangngi. Siallami sialla". Jari muanena melo lao peita ingganna dibuwangngi dio kowi.
Ri di"o, baenena napadami cara nasi"biangngi: natancapngi dio kowi ri litana. Tappana muanena melo naruppa, andiang mala natarrik. Jari na"karoi ri sekelilingna.
Ternyata ri naungna di"o diang bulawang (emas) sanna"pai. Manambung bulawang, pokokna kaya keturunanna. Iya mi tu"u hasilna kowi ta"garang di"o. Pakkappal sugimi, to perantau sugimi to. Iyamo anna judulna "Perantau."
"Tamma"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Pada suatu hari, seorang perantau meninggalkan kampung halamannya untuk mencari pekerjaan. Namun, setelah lama merantau, ia belum juga mendapatkan pekerjaan. Suatu ketika, saat berjalan-jalan, ia menemukan sebilah parang berkarat di jalan.
Anehnya, parang berkarat itu dapat berbicara. Ia berkata, "Siapa pun yang mau memeliharaku akan menjadi orang kaya." Mendengar hal itu, si perantau membawa parang tersebut dan kembali ke kampung halamannya.
Parang itu disimpan di dalam sebuah peti dan dibawa naik kapal. Selama di kapal, parang tersebut terus berbicara hingga terdengar oleh pemilik kapal dan para penumpang. Pemilik kapal pun bertanya tentang isi peti itu. Si perantau menjelaskan bahwa di dalamnya ada parang berkarat yang dapat membuat pemiliknya menjadi kaya, bahkan lebih kaya dari pemilik kapal.
Mendengar hal tersebut, pemilik kapal tertarik dan menawarkan untuk menukar kapalnya dengan parang berkarat itu. Si perantau sempat menolak karena khawatir pemilik kapal akan rugi, tetapi karena ia bersikeras, akhirnya pertukaran pun terjadi.
Setibanya di rumah, pemilik kapal menunjukkan parang tersebut kepada istrinya. Sang istri marah besar karena kapal yang menjadi sumber penghidupan mereka telah ditukar dengan parang berkarat. Namun, suaminya tetap yakin pada keputusannya.
Keesokan harinya, sebelum pergi bekerja, sang suami berpesan agar istrinya tidak menyentuh parang tersebut. Akan tetapi, setelah suaminya pergi, sang istri justru membuang parang itu ke tanah.
Ketika suaminya pulang dan mencari parang itu, ia tidak menemukannya. Istrinya mengakui telah membuangnya. Mereka pun pergi ke tempat parang itu dibuang. Sang istri memperagakan bagaimana ia menancapkan parang itu ke tanah. Saat suaminya mencoba mencabutnya, parang itu tidak bisa ditarik. Ia pun menggali tanah di sekitarnya.
Betapa terkejutnya mereka ketika menemukan emas yang sangat banyak di dalam tanah tersebut. Sejak saat itu, mereka hidup kaya raya. Si perantau pun memperoleh kekayaan dari kapalnya. Itulah sebabnya cerita ini diberi judul "Perantau."
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Rusmin/Nurlina J