Desa Sirindu, Kec. Pamboang, Kab. Majene
MARA???DIA MAITAI ANAMITTU TOMANARANG LOSONG
21 June 2026
-3.462706, 118.879804
Naskah Dokumen Digital (PDF)
Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara
Diolo" mai, menurut carita tomatua-tua, diang mesa mara"dia (raja) yang mappunyai ana" towaine yang sanna malolo. Tapi diang keunikan mara"dia itu, iya ndai napipimmuane ana"na mua tania tommuane yang tomanarang malloso-losong. Kebohongan yang dimaksud bukan sekadar bohong biasa, tetapi kebohongan yang memiliki battuang (makna).
Karena itu mara"dia mengadakan sayembara ke seluruh negeri untuk mencari orang yang paling pandai berbohong. Para pengawal kemudian menyampaikan pengumuman bahwa siapa saja yang ingin mempersunting putri raja yang cantik itu harus mampu menyampaikan kebohongan yang luar biasa.
Tidak lama kemudian datang beberapa pemuda tampan untuk mendaftar. Konon ada pitu tommuane makappa yang datang ke istana mara"dia. Ketika waktu yang telah ditentukan tiba, mereka datang bertamu dan duduk berjejer dari bawah sampai ke bagian atas.
Mara"dia lalu bertanya kepada pemuda tertua, "Apa tujuanmu datang kemari, anak muda"?
Pemuda itu menjawab bahwa ia mendengar kabar bahwa putri raja akan dinikahkan dengan laki-laki yang pandai berbohong. Mara"dia pun memintanya menyampaikan kebohongannya.
Pemuda tertua berkata bahwa ada ponna ayu kaiyang sanna, begitu besarnya sehingga membutuhkan pitu taung untuk mengelilinginya hingga kembali ke tempat awal. Daunnya sangat rindang hingga menutupi seluruh dunia.
Kemudian mara"dia bertanya kepada pemuda kedua. Ia berkata bahwa ada pesa" (rotan) yang sangat panjang, pangkalnya berada di tempat terbitnya matahari dan ujungnya berada di tempat terbenamnya matahari.
Pemuda ketiga berkata bahwa ada marepe" (bambu) yang sangat tinggi hingga mencapai langi pitu susun (langit ketujuh).
Pemuda keempat berkata bahwa ada seorang manusia yang sangat besar, sehingga untuk menyentuh telinganya harus menggunakan pituppulo tangga bambu yang disusun.
Pemuda berikutnya berkata bahwa ada terong (kerbau) yang sangat besar, sehingga jika ia bergerak maka seluruh dunia akan bergetar.
Pemuda lainnya berkata bahwa ada sebuah boyang kaiyang (rumah besar) yang dapat menampung seluruh makhluk di dunia.
Terakhir mara"dia bertanya kepada pemuda bungsu. Pemuda itu berkata bahwa sebenarnya semua kebohongan sudah disampaikan oleh kakak-kakaknya, tetapi karena diminta oleh mara"dia ia pun berkata:
"Ada sebuah gimbal (beduk) yang sangat besar. Jika dipukul sekali saja, bunyinya dapat terdengar selama pitu taung dan dapat didengar oleh semua orang dari ujung ke ujung negeri."
Mara"dia kemudian bertanya dari apa beduk itu dibuat. Pemuda bungsu menjawab bahwa kayunya berasal dari pohon besar yang disebutkan oleh kakaknya tadi, kulitnya dari kerbau besar, digantungkan pada bambu tinggi, ditempatkan di rumah besar, dan dibuat oleh manusia yang sangat besar.
Akhirnya pemuda bungsu menjelaskan bahwa semua cerita tersebut sebenarnya menggambarkan azan, panggilan salat yang terus berkumandang di seluruh dunia tanpa pernah terputus.
Mara"dia pun menyimpulkan bahwa pemuda bungsulah yang paling pandai karena ia mampu menyatukan semua kebohongan menjadi satu makna. Oleh karena itu, pemuda bungsu dinyatakan sebagai pemenang sayembara dan berhak menikahi putri mara"dia.
"Tamma"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Pada zaman dahulu, sebagaimana yang diceritakan oleh para orang tua, terdapat seorang raja yang memiliki seorang putri yang sangat cantik. Namun sang raja memiliki syarat yang sangat unik. Ia tidak akan menikahkan putrinya dengan sembarang laki-laki. Putrinya hanya akan dinikahkan dengan seorang pemuda yang pandai berbohong. Akan tetapi kebohongan yang dimaksud bukanlah kebohongan biasa, melainkan kebohongan yang memiliki makna dan dapat membuat orang berpikir.
Karena itu, sang raja mengadakan sebuah sayembara di seluruh negeri untuk mencari orang yang paling pandai berbohong. Pengumuman pun disampaikan oleh para pengawal kerajaan bahwa siapa saja yang ingin mempersunting putri raja yang cantik itu harus mampu menyampaikan kebohongan yang luar biasa.
Tidak lama kemudian, beberapa pemuda tampan datang untuk mendaftar. Konon ada tujuh orang pemuda yang datang ke istana raja. Mereka semua mengaku pandai berbohong. Ketika waktu yang telah ditentukan tiba, mereka datang ke istana dan duduk berjejer dari bawah hingga ke bagian paling atas. Pemuda yang paling tua duduk di bagian paling atas.
Raja kemudian bertanya kepada pemuda tertua, "Apa tujuanmu datang ke sini, anak muda"?
Pemuda itu menjawab, "Saya mendengar kabar bahwa putri raja yang sangat cantik akan dinikahkan dengan seseorang yang pandai berbohong."
Raja berkata, "Benar. Sekarang katakanlah kebohonganmu."
Pemuda tertua pun berkata, "Ada sebuah pohon yang sangat besar. Begitu besarnya pohon itu hingga memerlukan waktu tujuh tahun untuk mengelilinginya sampai kembali ke titik awal. Daunnya sangat rindang hingga dapat menutupi seluruh dunia."
Raja pun berkata bahwa cerita itu memang sangat mustahil.
Kemudian raja bertanya kepada pemuda kedua. Pemuda itu berkata, "Ada sebatang rotan yang sangat panjang. Pangkalnya berada di tempat terbitnya matahari di timur, sedangkan ujungnya berada di tempat terbenamnya matahari di barat."
Raja kembali bertanya kepada pemuda ketiga. Pemuda itu berkata, "Ada sebatang bambu yang sangat tinggi. Jika bambu itu berdiri, tingginya dapat mencapai langit ketujuh."
Kemudian raja bertanya kepada pemuda keempat. Ia berkata, "Ada seorang manusia yang sangat besar. Untuk menyentuh telinganya saja harus menggunakan tujuh puluh tangga bambu yang disambung-sambung."
Pemuda berikutnya berkata, "Ada seekor kerbau yang sangat besar. Jika kerbau itu bergerak sedikit saja, maka seluruh dunia akan bergetar."
Pemuda lainnya berkata lagi, "Ada sebuah rumah yang sangat besar. Rumah itu dapat menampung semua makhluk di dunia, baik manusia maupun binatang."
Akhirnya raja bertanya kepada pemuda terakhir, yaitu si bungsu. Pemuda itu berkata bahwa ia sebenarnya tidak perlu lagi berbicara karena semua kebohongan telah disampaikan oleh kakak-kakaknya. Namun raja tetap memintanya untuk berbicara.
Pemuda bungsu itu pun berkata, "Ada sebuah beduk yang sangat besar. Jika dipukul sekali saja, bunyinya akan terdengar selama tujuh tahun dan dapat didengar oleh semua orang dari ujung ke ujung dunia."
Raja kemudian bertanya lagi, "Beduk itu terbuat dari apa"?
Pemuda bungsu menjawab, "Kayunya berasal dari pohon besar yang diceritakan oleh kakak pertama tadi."
Raja bertanya lagi, "Kulitnya dari apa"?
Ia menjawab, "Dari kulit kerbau besar yang jika bergerak saja dapat mengguncang dunia."
Raja bertanya lagi, "Lalu digantungkan di mana"?
Ia menjawab, "Pada bambu yang sangat tinggi hingga mencapai langit."
Raja bertanya lagi, "Di mana beduk itu ditempatkan"?
Ia menjawab, "Di rumah besar yang dapat menampung semua makhluk."
Raja kembali bertanya, "Siapa yang membuatnya"?
Pemuda bungsu menjawab, "Manusia besar yang untuk menyentuh telinganya saja membutuhkan tujuh puluh tangga."
Dari jawaban itu, pemuda bungsu menjelaskan bahwa semua cerita tadi sebenarnya menggambarkan azan. Azan adalah panggilan untuk salat yang selalu terdengar di seluruh dunia tanpa pernah terputus, dari satu tempat ke tempat lain, dari waktu ke waktu.
Akhirnya raja menyimpulkan bahwa pemuda bungsulah yang paling pandai, karena ia mampu menggabungkan semua kebohongan kakak-kakaknya menjadi sebuah makna. Oleh karena itu, pemuda bungsu dinyatakan sebagai pemenang sayembara dan berhak menikahi putri raja yang cantik.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Drs. Abd. Waris/Zahratussyita
Karena itu mara"dia mengadakan sayembara ke seluruh negeri untuk mencari orang yang paling pandai berbohong. Para pengawal kemudian menyampaikan pengumuman bahwa siapa saja yang ingin mempersunting putri raja yang cantik itu harus mampu menyampaikan kebohongan yang luar biasa.
Tidak lama kemudian datang beberapa pemuda tampan untuk mendaftar. Konon ada pitu tommuane makappa yang datang ke istana mara"dia. Ketika waktu yang telah ditentukan tiba, mereka datang bertamu dan duduk berjejer dari bawah sampai ke bagian atas.
Mara"dia lalu bertanya kepada pemuda tertua, "Apa tujuanmu datang kemari, anak muda"?
Pemuda itu menjawab bahwa ia mendengar kabar bahwa putri raja akan dinikahkan dengan laki-laki yang pandai berbohong. Mara"dia pun memintanya menyampaikan kebohongannya.
Pemuda tertua berkata bahwa ada ponna ayu kaiyang sanna, begitu besarnya sehingga membutuhkan pitu taung untuk mengelilinginya hingga kembali ke tempat awal. Daunnya sangat rindang hingga menutupi seluruh dunia.
Kemudian mara"dia bertanya kepada pemuda kedua. Ia berkata bahwa ada pesa" (rotan) yang sangat panjang, pangkalnya berada di tempat terbitnya matahari dan ujungnya berada di tempat terbenamnya matahari.
Pemuda ketiga berkata bahwa ada marepe" (bambu) yang sangat tinggi hingga mencapai langi pitu susun (langit ketujuh).
Pemuda keempat berkata bahwa ada seorang manusia yang sangat besar, sehingga untuk menyentuh telinganya harus menggunakan pituppulo tangga bambu yang disusun.
Pemuda berikutnya berkata bahwa ada terong (kerbau) yang sangat besar, sehingga jika ia bergerak maka seluruh dunia akan bergetar.
Pemuda lainnya berkata bahwa ada sebuah boyang kaiyang (rumah besar) yang dapat menampung seluruh makhluk di dunia.
Terakhir mara"dia bertanya kepada pemuda bungsu. Pemuda itu berkata bahwa sebenarnya semua kebohongan sudah disampaikan oleh kakak-kakaknya, tetapi karena diminta oleh mara"dia ia pun berkata:
"Ada sebuah gimbal (beduk) yang sangat besar. Jika dipukul sekali saja, bunyinya dapat terdengar selama pitu taung dan dapat didengar oleh semua orang dari ujung ke ujung negeri."
Mara"dia kemudian bertanya dari apa beduk itu dibuat. Pemuda bungsu menjawab bahwa kayunya berasal dari pohon besar yang disebutkan oleh kakaknya tadi, kulitnya dari kerbau besar, digantungkan pada bambu tinggi, ditempatkan di rumah besar, dan dibuat oleh manusia yang sangat besar.
Akhirnya pemuda bungsu menjelaskan bahwa semua cerita tersebut sebenarnya menggambarkan azan, panggilan salat yang terus berkumandang di seluruh dunia tanpa pernah terputus.
Mara"dia pun menyimpulkan bahwa pemuda bungsulah yang paling pandai karena ia mampu menyatukan semua kebohongan menjadi satu makna. Oleh karena itu, pemuda bungsu dinyatakan sebagai pemenang sayembara dan berhak menikahi putri mara"dia.
"Tamma"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Pada zaman dahulu, sebagaimana yang diceritakan oleh para orang tua, terdapat seorang raja yang memiliki seorang putri yang sangat cantik. Namun sang raja memiliki syarat yang sangat unik. Ia tidak akan menikahkan putrinya dengan sembarang laki-laki. Putrinya hanya akan dinikahkan dengan seorang pemuda yang pandai berbohong. Akan tetapi kebohongan yang dimaksud bukanlah kebohongan biasa, melainkan kebohongan yang memiliki makna dan dapat membuat orang berpikir.
Karena itu, sang raja mengadakan sebuah sayembara di seluruh negeri untuk mencari orang yang paling pandai berbohong. Pengumuman pun disampaikan oleh para pengawal kerajaan bahwa siapa saja yang ingin mempersunting putri raja yang cantik itu harus mampu menyampaikan kebohongan yang luar biasa.
Tidak lama kemudian, beberapa pemuda tampan datang untuk mendaftar. Konon ada tujuh orang pemuda yang datang ke istana raja. Mereka semua mengaku pandai berbohong. Ketika waktu yang telah ditentukan tiba, mereka datang ke istana dan duduk berjejer dari bawah hingga ke bagian paling atas. Pemuda yang paling tua duduk di bagian paling atas.
Raja kemudian bertanya kepada pemuda tertua, "Apa tujuanmu datang ke sini, anak muda"?
Pemuda itu menjawab, "Saya mendengar kabar bahwa putri raja yang sangat cantik akan dinikahkan dengan seseorang yang pandai berbohong."
Raja berkata, "Benar. Sekarang katakanlah kebohonganmu."
Pemuda tertua pun berkata, "Ada sebuah pohon yang sangat besar. Begitu besarnya pohon itu hingga memerlukan waktu tujuh tahun untuk mengelilinginya sampai kembali ke titik awal. Daunnya sangat rindang hingga dapat menutupi seluruh dunia."
Raja pun berkata bahwa cerita itu memang sangat mustahil.
Kemudian raja bertanya kepada pemuda kedua. Pemuda itu berkata, "Ada sebatang rotan yang sangat panjang. Pangkalnya berada di tempat terbitnya matahari di timur, sedangkan ujungnya berada di tempat terbenamnya matahari di barat."
Raja kembali bertanya kepada pemuda ketiga. Pemuda itu berkata, "Ada sebatang bambu yang sangat tinggi. Jika bambu itu berdiri, tingginya dapat mencapai langit ketujuh."
Kemudian raja bertanya kepada pemuda keempat. Ia berkata, "Ada seorang manusia yang sangat besar. Untuk menyentuh telinganya saja harus menggunakan tujuh puluh tangga bambu yang disambung-sambung."
Pemuda berikutnya berkata, "Ada seekor kerbau yang sangat besar. Jika kerbau itu bergerak sedikit saja, maka seluruh dunia akan bergetar."
Pemuda lainnya berkata lagi, "Ada sebuah rumah yang sangat besar. Rumah itu dapat menampung semua makhluk di dunia, baik manusia maupun binatang."
Akhirnya raja bertanya kepada pemuda terakhir, yaitu si bungsu. Pemuda itu berkata bahwa ia sebenarnya tidak perlu lagi berbicara karena semua kebohongan telah disampaikan oleh kakak-kakaknya. Namun raja tetap memintanya untuk berbicara.
Pemuda bungsu itu pun berkata, "Ada sebuah beduk yang sangat besar. Jika dipukul sekali saja, bunyinya akan terdengar selama tujuh tahun dan dapat didengar oleh semua orang dari ujung ke ujung dunia."
Raja kemudian bertanya lagi, "Beduk itu terbuat dari apa"?
Pemuda bungsu menjawab, "Kayunya berasal dari pohon besar yang diceritakan oleh kakak pertama tadi."
Raja bertanya lagi, "Kulitnya dari apa"?
Ia menjawab, "Dari kulit kerbau besar yang jika bergerak saja dapat mengguncang dunia."
Raja bertanya lagi, "Lalu digantungkan di mana"?
Ia menjawab, "Pada bambu yang sangat tinggi hingga mencapai langit."
Raja bertanya lagi, "Di mana beduk itu ditempatkan"?
Ia menjawab, "Di rumah besar yang dapat menampung semua makhluk."
Raja kembali bertanya, "Siapa yang membuatnya"?
Pemuda bungsu menjawab, "Manusia besar yang untuk menyentuh telinganya saja membutuhkan tujuh puluh tangga."
Dari jawaban itu, pemuda bungsu menjelaskan bahwa semua cerita tadi sebenarnya menggambarkan azan. Azan adalah panggilan untuk salat yang selalu terdengar di seluruh dunia tanpa pernah terputus, dari satu tempat ke tempat lain, dari waktu ke waktu.
Akhirnya raja menyimpulkan bahwa pemuda bungsulah yang paling pandai, karena ia mampu menggabungkan semua kebohongan kakak-kakaknya menjadi sebuah makna. Oleh karena itu, pemuda bungsu dinyatakan sebagai pemenang sayembara dan berhak menikahi putri raja yang cantik.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Drs. Abd. Waris/Zahratussyita