Desa Bonde Utara, Kec. Pamboang, Kab. Majene
SITTI HA???DARA TOMALOLONA PALECE
21 June 2026
-3.5320702, 118.912817
Naskah Dokumen Digital (PDF)
Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara
Sitti Ha"dara iyamo mesa towaine malolo pole di Sulawesi Barat, tepatna dio di kappung Palece, Polewali Mandar. Malolona sampe-sampe nasiallai da"dua tommuane. Kedua tommuane iya sipatei, bahkan napatei toi i Sitti Ha"dara.
Mesa wattu diang acara di sapona Pak Dusung. Indinimi lao sita anna siolo"i i Sitti Ha"dara anna i Tuang Guru (Daeng Matatta"). Dari pertemuan iya, mulai mi simata sipesitai. Tapi iyari"e i Sitti Ha"dara memangmi sikottaq siola i Cak Bulung.
Walaupun begitu, i Sitti Ha"dara anna i Tuang Guru (Daeng Matatta") sering simata sipesitai andangi naissang i Cak Bulung. Lama-kelamaan tarrusmi sipesitai anna sikottaq i Sitti Ha"dara siola i Tuang Guru.
Ruai ri"o, naitai i Cak Bulung i Tuang Guru anna i Sitti Ha"dara sedang sipesitai. Indinimi lao naissang mua" sikottaq i Sitti Ha"dara anna i Tuang Guru. Macai"i i Cak Bulung apa naloso-losongangi i Sitti Ha"dara, karna naolo"i toi tau laeng selaing alawena.
Tappana, iyari"e i Cak Bulung nalao lao nanatumae i Sitti Ha"dara di boyanna. Tapi iyari"e i Sitti Ha"dara maindongi siola solana, andangi melo" napesitai i Cak Bulung apa naissangi mua" salai. Baru iyari"e i Cak Bulung macai"i apa maindongi i Sitti Ha"dara, lambami naitai i Sitti Ha"dara apa" nanapatei.
Tappana tariq ri"o, naitami i Cak Bulung i Sitti Ha"dara dio riwiring sungai. Indinimi napatei i Sitti Ha"dara. Solana i Sitti Ha"dara lao napissangi" i Tuang Guru mua" napatei i Cak Bulung i Sitti Ha"dara. Macai torami tia i Tuang Guru lao di Cak Bulung, mane" napatei toi i Cak Bulung.
Tappana bakkena i Sitti Ha"dara nawawami malai lao di woyanna. Mauammi amma"na lao bakkena i Sitti Ha"dara, "Nauangi, andang tia tau magassing mappamoge atena tau, apa bassami turi"e."
Jari, iyari"o mua" melo" i tau menjari malolo, diang macoana diang toi karake"na. Anna daa ra"le"ba" magassing mappamoge ate"na tau.
"Tamma"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Sitti Ha"dara adalah seorang gadis cantik yang berasal dari Sulawesi Barat, tepatnya di kampung Palece, Polewali Mandar. Kecantikannya sampai-sampai diperebutkan oleh dua orang laki-laki. Kedua laki-laki itu akhirnya saling membunuh, bahkan Sitti Ha"dara juga ikut terbunuh.
Pada suatu waktu ada sebuah acara di rumah Pak Dusun. Di situlah Sitti Ha"dara bertemu dengan Tuang Guru yang bernama Daeng Matatta". Dari pertemuan itu mereka mulai saling menyukai. Namun sebenarnya Sitti Ha"dara sudah berpacaran dengan Cak Bulung.
Walaupun begitu, Sitti Ha"dara dan Tuang Guru (Daeng Matatta") sering bertemu tanpa diketahui oleh Cak Bulung. Lama-kelamaan mereka semakin dekat hingga akhirnya menjalin hubungan.
Pada suatu waktu, Cak Bulung melihat sendiri Tuang Guru dan Sitti Ha"dara sedang bertemu. Saat itulah Cak Bulung mengetahui bahwa Sitti Ha"dara berpacaran dengan Tuang Guru. Cak Bulung sangat marah karena merasa telah dibohongi oleh Sitti Ha"dara yang ternyata menyukai orang lain selain dirinya.
Kemudian Cak Bulung pergi ke rumah Sitti Ha"dara dengan tujuan untuk melamarnya. Namun Sitti Ha"dara pergi bersama temannya dan tidak mau menemui Cak Bulung karena ia sadar bahwa dirinya bersalah. Hal itu membuat Cak Bulung semakin marah sehingga ia pergi mencari Sitti Ha"dara untuk membunuhnya.
Tidak lama kemudian, Cak Bulung menemukan Sitti Ha"dara di pinggir sungai. Di tempat itulah ia membunuh Sitti Ha"dara. Teman Sitti Ha"dara kemudian pergi memberi tahu Tuang Guru bahwa Sitti Ha"dara telah dibunuh oleh Cak Bulung. Mendengar kabar tersebut, Tuang Guru pun marah dan pergi menemui Cak Bulung, lalu membunuhnya.
Setelah itu, jenazah Sitti Ha"dara dibawa pulang ke rumahnya. Ibunya berkata kepada jenazah Sitti Ha"dara, "Sudah saya katakan bahwa kita tidak boleh selalu menyakiti hati orang lain, tetapi sekarang semuanya sudah terjadi."
Jadi, jika seseorang ingin menjadi cantik, ada baiknya dan ada pula buruknya. Oleh karena itu, jangan sampai kita menyakiti hati orang lain.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Sitti Nurbaya/Filsa Amalia
Mesa wattu diang acara di sapona Pak Dusung. Indinimi lao sita anna siolo"i i Sitti Ha"dara anna i Tuang Guru (Daeng Matatta"). Dari pertemuan iya, mulai mi simata sipesitai. Tapi iyari"e i Sitti Ha"dara memangmi sikottaq siola i Cak Bulung.
Walaupun begitu, i Sitti Ha"dara anna i Tuang Guru (Daeng Matatta") sering simata sipesitai andangi naissang i Cak Bulung. Lama-kelamaan tarrusmi sipesitai anna sikottaq i Sitti Ha"dara siola i Tuang Guru.
Ruai ri"o, naitai i Cak Bulung i Tuang Guru anna i Sitti Ha"dara sedang sipesitai. Indinimi lao naissang mua" sikottaq i Sitti Ha"dara anna i Tuang Guru. Macai"i i Cak Bulung apa naloso-losongangi i Sitti Ha"dara, karna naolo"i toi tau laeng selaing alawena.
Tappana, iyari"e i Cak Bulung nalao lao nanatumae i Sitti Ha"dara di boyanna. Tapi iyari"e i Sitti Ha"dara maindongi siola solana, andangi melo" napesitai i Cak Bulung apa naissangi mua" salai. Baru iyari"e i Cak Bulung macai"i apa maindongi i Sitti Ha"dara, lambami naitai i Sitti Ha"dara apa" nanapatei.
Tappana tariq ri"o, naitami i Cak Bulung i Sitti Ha"dara dio riwiring sungai. Indinimi napatei i Sitti Ha"dara. Solana i Sitti Ha"dara lao napissangi" i Tuang Guru mua" napatei i Cak Bulung i Sitti Ha"dara. Macai torami tia i Tuang Guru lao di Cak Bulung, mane" napatei toi i Cak Bulung.
Tappana bakkena i Sitti Ha"dara nawawami malai lao di woyanna. Mauammi amma"na lao bakkena i Sitti Ha"dara, "Nauangi, andang tia tau magassing mappamoge atena tau, apa bassami turi"e."
Jari, iyari"o mua" melo" i tau menjari malolo, diang macoana diang toi karake"na. Anna daa ra"le"ba" magassing mappamoge ate"na tau.
"Tamma"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Sitti Ha"dara adalah seorang gadis cantik yang berasal dari Sulawesi Barat, tepatnya di kampung Palece, Polewali Mandar. Kecantikannya sampai-sampai diperebutkan oleh dua orang laki-laki. Kedua laki-laki itu akhirnya saling membunuh, bahkan Sitti Ha"dara juga ikut terbunuh.
Pada suatu waktu ada sebuah acara di rumah Pak Dusun. Di situlah Sitti Ha"dara bertemu dengan Tuang Guru yang bernama Daeng Matatta". Dari pertemuan itu mereka mulai saling menyukai. Namun sebenarnya Sitti Ha"dara sudah berpacaran dengan Cak Bulung.
Walaupun begitu, Sitti Ha"dara dan Tuang Guru (Daeng Matatta") sering bertemu tanpa diketahui oleh Cak Bulung. Lama-kelamaan mereka semakin dekat hingga akhirnya menjalin hubungan.
Pada suatu waktu, Cak Bulung melihat sendiri Tuang Guru dan Sitti Ha"dara sedang bertemu. Saat itulah Cak Bulung mengetahui bahwa Sitti Ha"dara berpacaran dengan Tuang Guru. Cak Bulung sangat marah karena merasa telah dibohongi oleh Sitti Ha"dara yang ternyata menyukai orang lain selain dirinya.
Kemudian Cak Bulung pergi ke rumah Sitti Ha"dara dengan tujuan untuk melamarnya. Namun Sitti Ha"dara pergi bersama temannya dan tidak mau menemui Cak Bulung karena ia sadar bahwa dirinya bersalah. Hal itu membuat Cak Bulung semakin marah sehingga ia pergi mencari Sitti Ha"dara untuk membunuhnya.
Tidak lama kemudian, Cak Bulung menemukan Sitti Ha"dara di pinggir sungai. Di tempat itulah ia membunuh Sitti Ha"dara. Teman Sitti Ha"dara kemudian pergi memberi tahu Tuang Guru bahwa Sitti Ha"dara telah dibunuh oleh Cak Bulung. Mendengar kabar tersebut, Tuang Guru pun marah dan pergi menemui Cak Bulung, lalu membunuhnya.
Setelah itu, jenazah Sitti Ha"dara dibawa pulang ke rumahnya. Ibunya berkata kepada jenazah Sitti Ha"dara, "Sudah saya katakan bahwa kita tidak boleh selalu menyakiti hati orang lain, tetapi sekarang semuanya sudah terjadi."
Jadi, jika seseorang ingin menjadi cantik, ada baiknya dan ada pula buruknya. Oleh karena itu, jangan sampai kita menyakiti hati orang lain.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Sitti Nurbaya/Filsa Amalia