Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset

Katalog Cerita Rakyat

Ditemukan 3 cerita rakyat terarsip di sistem.

TAU MNJARI TABARO (ORANG MENJADI TABARO)
Desa Bonde, Kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar

TAU MNJARI TABARO (ORANG MENJADI TABARO)

Diang mesa wattu, diang mesa to pumbaine. Saban pole muanena ma"jama, andanggi dio boyanna pumbaine. Muanena lapar pole ma"jama, tapi andena andanggi disiapang. Pirang allomi lambi", jari macaimi muanena. Awalna andanggi dipogau, tapi tappana tallu bongi boyanna lo"bang terus, andena andanggi nayappanggi. Jari na"alangmi muanena balo"-balo" (papan) mappake" pumbaine. Meindongmi pumbaine, napangngalangi muanena. Meindongmi tarrus, jari nalambi" towanggi. Naua pumbaine, "Mua meindong ya, andang mala tongan kupellei." Maitami lemba-lembang (uwae), jari napattinroi di uwae. Polemi muanena, napake"de pumbaine, tapi andang mala mekke"de. Naua muanena, "Inggae sau, mala sumanggi anaqmu." Naua pumbaine, "Andang mala, iyau naoroi dio." Meitami muanena naong dipulokko"na, mass"mi membuake naong di lalangna. Tappana tarrusmi dio di lemba-lembang, iyamo tu"u penjarianna Tabaro. Jari mua diang Tabaro, peitamo uwainna. Uwae tu"u iyamo asal penjarianna. Mua andang namakanyang, ciumo Tabaro tu"u; andang bau busuk, tapi membau" sappa anaq-ana".Iyamo tu"u napeillongang Tabaro. "Tamma"!" Terjemahan Bahasa Indonesia Pada suatu waktu, ada seorang perempuan. Setiap kali suaminya pulang bekerja, istrinya tidak berada di rumah. Suaminya pulang dalam keadaan lapar, tetapi makanan tidak pernah disiapkan. Kejadian itu berlangsung selama beberapa hari hingga akhirnya suaminya marah. Awalnya ia hanya diam, tetapi setelah tiga malam rumah selalu kosong dan makanan tidak diperhatikan, ia pun mengambil papan untuk memukul istrinya. Istrinya lalu melarikan diri, dan suaminya mengejarnya. Perempuan itu terus berlari hingga merasa kelelahan. Ia berkata dalam hati bahwa walaupun ia terus berlari, ia tetap akan tertangkap. Ia kemudian melihat sebuah sungai dan duduk di tepinya. Tak lama kemudian suaminya tiba dan mencoba membangunkan serta menariknya berdiri, tetapi tidak berhasil. Suaminya berkata, "Ayo pulang, nanti anakmu menangis." Perempuan itu menjawab bahwa ia akan tetap tinggal di tempat itu. Suaminya melihat bagian bawah tubuh istrinya mulai berakar ke tanah. Tubuhnya menyatu dengan alam dan menetap di sungai tersebut. Dari situlah asal-usul Tabaro. Konon, jika melihat Tabaro, perhatikanlah airnya. Air itulah yang menjadi tanda asal kejadiannya. Jika tidak percaya, ciumlah Tabaro itu"airnya tidak berbau busuk, melainkan memiliki bau khas seperti bau anak kecil. Itulah sebabnya cerita ini dikenal sebagai asal-usul Tabaro. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Yahya HRB/Miftahul Ahmad

admin Baca
KINDO??? TOMENJARI LUYUNG (IBU YANG JADI IKAN DUYUNG)
Desa Bonde, Kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar

KINDO??? TOMENJARI LUYUNG (IBU YANG JADI IKAN DUYUNG)

E ri"e, diang sitti" towaine sanganna Indo" anu menjari luyung. Indo" e tosibaro siola muanena, sibaro anna sialla. Muanena melappis petannung ri bainena (alat pappabuat sarung). Lassu"mi sau ri sasi", apa"na meana keccu"moe turie. Indo" e maindong ri sasi" tallumbongi. Ana"na anu keccu" digendong kakanna, lao ri sasi" anna mapissang, "Indo", pasusuang tori kandi"u, kasi massae mi bonggi sumanggi." Jari polemi indo" e measore ri pottana sasi". Napasusumi ana"na ri sasi". Tappana ganna pao tallumbongi, indo" e maung, "Damo mu lao mai ri sasi", apa"na namessisi"mi roangku." Tapi kakanna pole lao ri sasi". Indo" e measore pole ri pottana, anna maung, "Damo mubawanggang mai, apa"na namessisi"mi tu"u roangku." Iyamo tu"u indo" e menjari luyung. Luyung biasanna maoroi ri lawanggang, andiang lao ri sasi" karau. Mua diang pole tau ri kapal, iya natuppanggang anna najuju, jari tattai ri lawanggang sau tenggelam. Mua diang luyung mate anna mulesai limai tu"u garemenna, apa"na indo" e di lalangna. Iyamo tu"u napeillongang mua indo" menjari luyung apa" tongangi caritana. "Pura!" Terjemahan Bahasa Indonesia Pada suatu waktu, ada seorang perempuan (ibu) yang kemudian menjadi luyung (duyung). Ia bertengkar dengan suaminya hingga terjadi perkelahian. Suaminya memukulnya menggunakan petannung (alat pembuat sarung). Karena sedih dan terluka, ia pun pergi ke laut dalam keadaan hamil kecil. Ia menetap di laut selama tiga malam. Anak bungsunya yang masih kecil digendong oleh kakaknya pergi ke laut untuk memanggil ibunya. Kakaknya berkata, "Ibu, susuilah adikku. Kasihan, sudah lama ia menangis." Ibunya pun datang mendekat ke tepi laut dan menyusui anaknya di sana. Setelah genap tiga malam, sang ibu berkata, "Jangan lagi datang ke laut, karena tubuhku sudah mulai bersisik." Namun kakaknya tetap datang ke laut. Ibunya kembali mendekat dan berkata, "Jangan membawanya ke sini lagi, karena tubuhku sudah bersisik." Sejak saat itu, sang ibu benar-benar berubah menjadi luyung (duyung). Luyung biasanya tinggal di sekitar lawanggang (penanda laut dalam) dan tidak pergi ke laut lepas. Jika ada kapal yang datang, ia kadang mendorong kapal itu hingga tenggelam. Konon, jika ada luyung yang mati dan diperiksa, ia memiliki lima jari seperti manusia, karena diyakini bahwa di dalamnya terdapat jiwa sang ibu tersebut. Itulah sebabnya orang-orang mengatakan bahwa luyung berasal dari seorang ibu yang berubah menjadi duyung. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Yahya HRB/Miftahul Ahmad

admin Baca
MARA'DIA/RAJA
Desa Bonde, Kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar

MARA'DIA/RAJA

Mula-mulanna, diang sitti" Mara"dia. Iyamo carita to dolo-tolo anu uwissang. Mara"dia iyanu mammula mai di Maasar, anna ada to manus lao silappei timbo-timbo di sasi". Mappulo wongi lao ri sasi", tapi andiang mate. Nade" lumut-lumutang, tapi tetap salama". To ri sasi" andangi mate, jari to diolo sangga"i iya raja". Apa"na mappulo wongi di sasi" tapi andangi mate. Iyamo ri"o dipakennai Mara"dia, apa"na diang tanda-tandana to luar biasa. Pole di Maasar, iya lao ri Campalagian anna ri Tinambung. Di Tinambung, diang tau sanganna Puang Monda". Iyamo to dolo sangga"i Mara"dia ri Tinambung. Keluargana sangi" malluluare", anna ri sasi" sanganna pitu ba"bana binanga lambi" ri Sendana Mamuju. Diolo, pitu Mara"dia sangga"i ri Mandar. Andiang boyang penda"dua, apa"na nasang keluarga raja. Mara"dia ri Maasar, Mara"dia ri Tinambung, Mara"dia ri Campalagian, anna mara"dia lianna, nasang sangi" massisombalang. To naung di timbo-timbo sanganna Saberi Gading. Iyamo to messawe ri sasi" diolo. Diang to mauang matindo Saberi Gading ri sasi", tapi iya tetap salama". Apa"na makkaalla Allah Ta"ala, iya diang kaajaibanna. Lambi" di darat, tama ri boyang anna lao ri wuttu. Diolo, mara"dia sangga"i to malolo anna to makkaalla. Wattu diolo, mara"dia sangga"i to mamimpin lembang anu sa"diolo sanganna mara"dia. "Tamma"!" Terjemahan Bahasa Indonesia Pada mulanya, ada seorang Mara"dia (raja). Itulah cerita orang-orang zaman dahulu yang saya ketahui. Awalnya, di wilayah Makassar ada seseorang yang hanyut dan terlipat di antara bambu-bambu di laut. Ia terombang-ambing selama puluhan malam di lautan, tetapi tidak meninggal dunia. Tubuhnya sampai berlumut, namun ia tetap selamat. Orang yang hanyut di laut itu tidak meninggal. Karena telah puluhan malam berada di laut namun tetap hidup, masyarakat menganggapnya sebagai seorang raja. Sejak saat itu, ia disebut Mara"dia karena dianggap memiliki tanda-tanda keistimewaan. Dari Maasar, ia kemudian menuju Campalagian dan Tinambung. Di Tinambung terdapat tokoh bernama Puang Monda", yang pada masa lalu dikenal sebagai Mara"dia di wilayah tersebut. Keluarganya menyebar luas, dan wilayah itu dikenal memiliki tujuh muara sungai hingga ke Sendana, Mamuju. Dahulu, dikenal tujuh Mara"dia di Mandar. Tidak ada dua rumah yang terpisah, karena semuanya masih satu keluarga kerajaan. Ada Mara"dia di Makassar, Tinambung, Campalagian, dan wilayah lainnya, yang semuanya saling terhubung dalam satu garis keturunan. Orang yang terombang-ambing di antara bambu itu disebut Saberi Gading. Dialah yang dahulu hanyut di laut. Ada yang mengatakan ia tertidur di laut, tetapi tetap selamat. Karena kehendak Allah Swt. ia memiliki keajaiban sehingga tidak meninggal. Setelah sampai di darat, ia kembali ke rumah dan naik ke pegunungan. Dahulu, Mara"dia dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan dihormati. Pada masa lalu itulah pemimpin wilayah disebut Mara"dia. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Yahya HRB/Kurniawan

admin Baca