Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Bonde, Kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar

MARA'DIA/RAJA

23 June 2026 -3.479246, 119.147552
MARA'DIA/RAJA
Mula-mulanna, diang sitti" Mara"dia. Iyamo carita to dolo-tolo anu uwissang. Mara"dia iyanu mammula mai di Maasar, anna ada to manus lao silappei timbo-timbo di sasi". Mappulo wongi lao ri sasi", tapi andiang mate. Nade" lumut-lumutang, tapi tetap salama".
To ri sasi" andangi mate, jari to diolo sangga"i iya raja". Apa"na mappulo wongi di sasi" tapi andangi mate. Iyamo ri"o dipakennai Mara"dia, apa"na diang tanda-tandana to luar biasa.
Pole di Maasar, iya lao ri Campalagian anna ri Tinambung. Di Tinambung, diang tau sanganna Puang Monda". Iyamo to dolo sangga"i Mara"dia ri Tinambung. Keluargana sangi" malluluare", anna ri sasi" sanganna pitu ba"bana binanga lambi" ri Sendana Mamuju.
Diolo, pitu Mara"dia sangga"i ri Mandar. Andiang boyang penda"dua, apa"na nasang keluarga raja. Mara"dia ri Maasar, Mara"dia ri Tinambung, Mara"dia ri Campalagian, anna mara"dia lianna, nasang sangi" massisombalang.
To naung di timbo-timbo sanganna Saberi Gading. Iyamo to messawe ri sasi" diolo. Diang to mauang matindo Saberi Gading ri sasi", tapi iya tetap salama". Apa"na makkaalla Allah Ta"ala, iya diang kaajaibanna.
Lambi" di darat, tama ri boyang anna lao ri wuttu. Diolo, mara"dia sangga"i to malolo anna to makkaalla. Wattu diolo, mara"dia sangga"i to mamimpin lembang anu sa"diolo sanganna mara"dia.
"Tamma"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Pada mulanya, ada seorang Mara"dia (raja). Itulah cerita orang-orang zaman dahulu yang saya ketahui. Awalnya, di wilayah Makassar ada seseorang yang hanyut dan terlipat di antara bambu-bambu di laut. Ia terombang-ambing selama puluhan malam di lautan, tetapi tidak meninggal dunia. Tubuhnya sampai berlumut, namun ia tetap selamat.
Orang yang hanyut di laut itu tidak meninggal. Karena telah puluhan malam berada di laut namun tetap hidup, masyarakat menganggapnya sebagai seorang raja. Sejak saat itu, ia disebut Mara"dia karena dianggap memiliki tanda-tanda keistimewaan.
Dari Maasar, ia kemudian menuju Campalagian dan Tinambung. Di Tinambung terdapat tokoh bernama Puang Monda", yang pada masa lalu dikenal sebagai Mara"dia di wilayah tersebut. Keluarganya menyebar luas, dan wilayah itu dikenal memiliki tujuh muara sungai hingga ke Sendana, Mamuju.
Dahulu, dikenal tujuh Mara"dia di Mandar. Tidak ada dua rumah yang terpisah, karena semuanya masih satu keluarga kerajaan. Ada Mara"dia di Makassar, Tinambung, Campalagian, dan wilayah lainnya, yang semuanya saling terhubung dalam satu garis keturunan.
Orang yang terombang-ambing di antara bambu itu disebut Saberi Gading. Dialah yang dahulu hanyut di laut. Ada yang mengatakan ia tertidur di laut, tetapi tetap selamat. Karena kehendak Allah Swt. ia memiliki keajaiban sehingga tidak meninggal.
Setelah sampai di darat, ia kembali ke rumah dan naik ke pegunungan. Dahulu, Mara"dia dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan dihormati. Pada masa lalu itulah pemimpin wilayah disebut Mara"dia.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh Yahya HRB/Kurniawan

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Bonde, Kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar