Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Bonde, Kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar

KINDO??? TOMENJARI LUYUNG (IBU YANG JADI IKAN DUYUNG)

23 June 2026 -3.479246, 119.147552
KINDO??? TOMENJARI LUYUNG (IBU YANG JADI IKAN DUYUNG)

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
E ri"e, diang sitti" towaine sanganna Indo" anu menjari luyung. Indo" e tosibaro siola muanena, sibaro anna sialla. Muanena melappis petannung ri bainena (alat pappabuat sarung). Lassu"mi sau ri sasi", apa"na meana keccu"moe turie.
Indo" e maindong ri sasi" tallumbongi. Ana"na anu keccu" digendong kakanna, lao ri sasi" anna mapissang, "Indo", pasusuang tori kandi"u, kasi massae mi bonggi sumanggi." Jari polemi indo" e measore ri pottana sasi". Napasusumi ana"na ri sasi".
Tappana ganna pao tallumbongi, indo" e maung, "Damo mu lao mai ri sasi", apa"na namessisi"mi roangku." Tapi kakanna pole lao ri sasi". Indo" e measore pole ri pottana, anna maung, "Damo mubawanggang mai, apa"na namessisi"mi tu"u roangku."
Iyamo tu"u indo" e menjari luyung. Luyung biasanna maoroi ri lawanggang, andiang lao ri sasi" karau. Mua diang pole tau ri kapal, iya natuppanggang anna najuju, jari tattai ri lawanggang sau tenggelam.
Mua diang luyung mate anna mulesai limai tu"u garemenna, apa"na indo" e di lalangna. Iyamo tu"u napeillongang mua indo" menjari luyung apa" tongangi caritana.
"Pura!"

Terjemahan Bahasa Indonesia
Pada suatu waktu, ada seorang perempuan (ibu) yang kemudian menjadi luyung (duyung). Ia bertengkar dengan suaminya hingga terjadi perkelahian. Suaminya memukulnya menggunakan petannung (alat pembuat sarung). Karena sedih dan terluka, ia pun pergi ke laut dalam keadaan hamil kecil.
Ia menetap di laut selama tiga malam. Anak bungsunya yang masih kecil digendong oleh kakaknya pergi ke laut untuk memanggil ibunya. Kakaknya berkata, "Ibu, susuilah adikku. Kasihan, sudah lama ia menangis." Ibunya pun datang mendekat ke tepi laut dan menyusui anaknya di sana.
Setelah genap tiga malam, sang ibu berkata, "Jangan lagi datang ke laut, karena tubuhku sudah mulai bersisik." Namun kakaknya tetap datang ke laut. Ibunya kembali mendekat dan berkata, "Jangan membawanya ke sini lagi, karena tubuhku sudah bersisik."
Sejak saat itu, sang ibu benar-benar berubah menjadi luyung (duyung). Luyung biasanya tinggal di sekitar lawanggang (penanda laut dalam) dan tidak pergi ke laut lepas. Jika ada kapal yang datang, ia kadang mendorong kapal itu hingga tenggelam.
Konon, jika ada luyung yang mati dan diperiksa, ia memiliki lima jari seperti manusia, karena diyakini bahwa di dalamnya terdapat jiwa sang ibu tersebut. Itulah sebabnya orang-orang mengatakan bahwa luyung berasal dari seorang ibu yang berubah menjadi duyung.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh Yahya HRB/Miftahul Ahmad

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Bonde, Kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar