Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Pambusuang, Kec. Balanipa, Kab. Polewali Mandar

TOMENJARI MINNA' (ORANG MENJADI MINYAK)

23 June 2026 -3.503463, 119.079229
TOMENJARI MINNA' (ORANG MENJADI MINYAK)

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Diolo" mai diang mesa carita yang sering dipau-pauangi tomatua" lao di ana"-ana"na. Judulna "To Minjari Minnaq", yang berarti tau yang berubah menjadi minyak. Carita e menceritakan tentang mesa tommuane yang hendak merantau. Iya baru saja siala dengan bainena, bahkan pernikahanna baru berjalan sekitar tallu bongi. Karena baru menikah, iya dua andangi pa diang ana"na. Nanging karena kebutuhan hidup, tommuane e tetap memutuskan untuk merantau ke Kalimantan.
Sebelum tommuane e berangkat merantau, iya siola bainena lamba lao ri pasar untuk membeli perlengkapan rumah tangga sebagai bekal. Iya maalli barras, golla, cawe-cawe, anna bahan makanan yang lain. Tappana pura siap semua bekal, tommuane e berangkat merantau dengan perkiraan waktu sekitar mesa taun. Sebelum lamba, iya mappasanna lao bainena, "Da le"ba raung-raung dai" ri boyang e." Bainena pun menjawab dengan patuh, "Iyo."
Waktu terus berlalu. Bainena tinggal sendirian ri boyang sambil menunggu muanena kembali. Sedikit demi sedikit semua bekal makanan yang ditinggalkan suaminya habis. Barras, golla, anna bahan makanan lainnya cappu". Yang tersisa hanyalah mesa botol minnaq. Karena lapar yang sangat anna tetap mematuhi pesan suaminya supaya tidak meninggalkan rumah, bainena akhirnya meminum minyak yang tersisa di dalam botol tersebut.
Beberapa waktu kemudian, tiba-tiba bainena battang (hamil). Perutna semakin hari semakin membesar. Tau-tau di sekitarna menjadi heran anna mulai mappau-pau tentang keadaan tersebut. Iya berkata, "Mangapa mala battang di"e towaine e, sementara muanena sedang merantau"? Akhirna bainena menjadi bahan pembicaraan di kampung.
Kabar tersebut akhirnya sampai kepada muanena di perantauan. Tappana muanena kembali ri kampung anna melihat keadaan bainena yang sedang hamil, iya sangat marah anna berkata, "Mangapa mala battang ko seperti ini, sementara aku tidak pernah menggaulimu selama aku pergi? Atau ada tau laen yang telah menggaulimu"?
Bainena menjawab dengan tenang bahwa ndangi diang tau yang menggaulina. Iya berkata bahwa kehamilanna terjadi karena iya pernah meminum mesa botol minnaq yang tersisa di rumah. Nanging muanena ndangi percaya dengan penjelasan tersebut. Bainena kemudian berkata, "Mua indai mupercayai yau, duduk di situ anna ita sendiri apa yang akan terjadi."
Kemudian bainena menyanyikan mesa elong kepada anak yang ada di dalam kandunganna, "Ana"u minnaq o minjari, pinjari minnaq mo mendulu." Setelah elong tersebut diulang beberapa kali, perlahan-lahan anak yang ada di dalam kandunganna berubah kembali menjadi minyak di dalam satu botol.
Melihat kejadian tersebut, muanena menangis anna berkata, "Berhenti! Aku percaya bahwa anak itu benar-benar berasal dari minyak." Namun semuanya sudah terlambat. Anak tersebut telah kembali ke asalnya menjadi minyak. Tau-tau di sekitar yang menyaksikan kejadian itu berkata, "Ita mi apa yang terjadi, iyamo tanda patuhna bainena lao di muanena."
Sejak saat itulah carita tersebut dikenal dengan judul "To Minjari Minna"."
"Cappu"!"

Terjemahan Bahasa Indonesia
Pada zaman dahulu ada sebuah cerita yang sering diceritakan oleh para orang tua kepada anak cucu mereka. Cerita tersebut berjudul "To Minjari Minnaq" yang berarti orang yang berubah menjadi minyak. Kisah ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang hendak pergi merantau. Ia baru saja menikah dengan istrinya, bahkan pernikahan mereka baru berlangsung sekitar tiga hari, sehingga mereka belum memiliki anak. Namun karena kebutuhan hidup, sang suami tetap memutuskan untuk merantau ke Kalimantan.
Sebelum sang suami berangkat merantau, mereka berdua pergi ke pasar untuk membeli berbagai keperluan rumah tangga sebagai bekal selama sang suami pergi. Mereka membeli beras, gula, cabai, dan berbagai bahan makanan lainnya. Setelah semua kebutuhan rumah tangga telah disiapkan, sang suami pun berangkat merantau ke Kalimantan dengan perkiraan waktu sekitar satu tahun. Sebelum berangkat, ia berpesan kepada istrinya, "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan rumah ini." Sang istri pun menjawab dengan patuh, "Iya."
Waktu terus berlalu. Selama hampir satu tahun sang istri tinggal sendirian di rumah sambil menunggu suaminya pulang. Lambat laun semua persediaan makanan yang ditinggalkan suaminya habis. Beras, gula, dan bahan makanan lainnya telah habis dimakan. Yang tersisa hanyalah satu botol minyak di rumah tersebut. Karena rasa lapar yang sangat dan tetap ingin mematuhi pesan suaminya agar tidak meninggalkan rumah, sang istri akhirnya terpaksa meminum minyak yang tersisa di dalam botol tersebut.
Beberapa waktu setelah meminum minyak itu, tiba-tiba sang istri mengalami kehamilan. Perutnya semakin hari semakin membesar. Para tetangga yang melihat keadaan itu menjadi heran dan mulai membicarakannya. Mereka berkata, "Bagaimana mungkin perempuan ini bisa hamil, sementara suaminya sedang merantau"? Akhirnya perempuan itu menjadi bahan pembicaraan dan gosip di kampung.
Kabar tersebut kemudian sampai kepada sang suami di perantauan. Mendengar kabar bahwa istrinya sedang hamil, sang suami segera pulang ke kampung halamannya. Ketika tiba di rumah, ia sangat marah dan berkata kepada istrinya, "Bagaimana mungkin kamu bisa hamil seperti ini, sementara aku tidak pernah menggaulimu selama aku pergi? Apakah ada orang lain yang telah menggaulimu"?
Sang istri dengan tenang menjawab bahwa tidak ada seorang pun yang menggaulinya. Ia berkata bahwa kehamilan itu terjadi karena ia pernah meminum satu botol minyak yang tersisa di rumah. Namun sang suami tidak percaya dengan penjelasan tersebut. Sang istri kemudian berkata kepada suaminya, "Jika kamu tidak percaya kepadaku, duduklah di situ dan lihatlah sendiri."
Kemudian sang istri menyanyikan sebuah nyanyian kepada anak yang ada di dalam kandungannya. Ia berkata, "Wahai anakku, karena engkau berasal dari minyak, maka kembalilah engkau ke asalmu, menjadi minyak." Setelah nyanyian itu diulang beberapa kali, perlahan-lahan anak yang ada di dalam kandungannya berubah kembali menjadi minyak di dalam satu botol.
Melihat kejadian itu, sang suami menangis dan berkata dengan penuh penyesalan, "Hentikan, aku percaya bahwa anak itu benar-benar berasal dari minyak." Namun semuanya sudah terlambat. Anak tersebut telah kembali menjadi minyak seperti semula. Para tetangga yang menyaksikan kejadian itu pun berkata, "Lihatlah apa yang telah terjadi."
Sejak saat itulah kisah tersebut dikenal dengan nama "To Minjari Minnaq", sebuah cerita rakyat yang mengajarkan tentang kepercayaan, kesetiaan, dan akibat dari tidak mempercayai pasangan sendiri.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh Subuki/Nasrun Fahmi

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Pambusuang, Kec. Balanipa, Kab. Polewali Mandar