Desa Pambusuang, Kec. Balanipa, Kab. Polewali Mandar
ASSALNA PAMBUSUANG
22 June 2026
-3.504718, 119.089518
Naskah Dokumen Digital (PDF)
Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara
Mua iya di Pambusuang di buku-buku sejarah, diolo mai maidi dini bagian dari perangkat kerajaan, apa sanganna bissu atau pa"bissuang. Tapi, nua bahwa Pambusuang diolo di e engenanna apa sanganna pa pambusoang, yaitu to pandai besi. Jadi, kemungkinan yang lebih cocok iyya di o pambusoang daripada pa"bissuang.
Apalagi mua dikaitkan dengan desa yang berbatasan dengan Pambusuang, diang isanga Sabang Subik. Kata subik itu bagian dari kobi (parang). Nyambung lagi mua dihubungkan dengan passokkorang sebagai penghasil besi. Jadi, cerita-cerita seperti itu ubaca dio tentang Pambusuang.
Selain itu, di Pambusuang diang isanga Desa Bala. Di Desa Bala itu diang dua dusun, yaitu Dusun Makula anna Dusun Tallo. Disangai Makula karena di situ di biring bonde diang dio uwai loppa (air panas). Terus disangai Tallo karena di o palippis, di pantai itu, sering mettallo panyyu (penyu bertelur). Jadi, iyya di o uissang cerita-cerita tentang toponimi nama tempat di kampung.
"Purami!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Nama Pambusuang dalam beberapa buku sejarah memiliki beberapa versi asal-usul. Ada yang mengatakan bahwa dahulu wilayah ini merupakan bagian dari perangkat kerajaan yang disebut bissu atau pa"bissuang. Namun, ada juga yang lebih cenderung pada pendapat yang menyatakan bahwa nama Pambusuang berasal dari istilah pa pambusoang, yaitu tempat pandai besi. Jadi, stilah pambusoang lebih tepat dibandingkan.
Hal ini semakin kuat jika dikaitkan dengan desa yang berbatasan dengan Pambusuang, yaitu Sabang Subik. Kata subik merupakan bagian dari kobi/kowi (parang). Keterkaitan ini semakin jelas jika dihubungkan dengan istilah Passokkorang, yang merujuk pada penghasil besi. Kisah-kisah ini saya peroleh dari berbagai bacaan mengenai sejarah Pambusuang.
Selain itu, di wilayah Pambusuang terdapat Desa Bala. Di desa tersebut terdapat dua dusun, yaitu Dusun Makula dan Dusun Tallo. Dusun Makula dinamakan demikian karena di wilayah tersebut terdapat sumber air panas. Sementara itu, Dusun Tallo dinamai demikian karena penyu sering bertelur di pantai yang berada di dusun tersebut. Itulah cerita-cerita yang diketahui mengenai toponimi nama kampung/Desa Pambusuang.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Muh. Azhar Al Ayyub
Apalagi mua dikaitkan dengan desa yang berbatasan dengan Pambusuang, diang isanga Sabang Subik. Kata subik itu bagian dari kobi (parang). Nyambung lagi mua dihubungkan dengan passokkorang sebagai penghasil besi. Jadi, cerita-cerita seperti itu ubaca dio tentang Pambusuang.
Selain itu, di Pambusuang diang isanga Desa Bala. Di Desa Bala itu diang dua dusun, yaitu Dusun Makula anna Dusun Tallo. Disangai Makula karena di situ di biring bonde diang dio uwai loppa (air panas). Terus disangai Tallo karena di o palippis, di pantai itu, sering mettallo panyyu (penyu bertelur). Jadi, iyya di o uissang cerita-cerita tentang toponimi nama tempat di kampung.
"Purami!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Nama Pambusuang dalam beberapa buku sejarah memiliki beberapa versi asal-usul. Ada yang mengatakan bahwa dahulu wilayah ini merupakan bagian dari perangkat kerajaan yang disebut bissu atau pa"bissuang. Namun, ada juga yang lebih cenderung pada pendapat yang menyatakan bahwa nama Pambusuang berasal dari istilah pa pambusoang, yaitu tempat pandai besi. Jadi, stilah pambusoang lebih tepat dibandingkan.
Hal ini semakin kuat jika dikaitkan dengan desa yang berbatasan dengan Pambusuang, yaitu Sabang Subik. Kata subik merupakan bagian dari kobi/kowi (parang). Keterkaitan ini semakin jelas jika dihubungkan dengan istilah Passokkorang, yang merujuk pada penghasil besi. Kisah-kisah ini saya peroleh dari berbagai bacaan mengenai sejarah Pambusuang.
Selain itu, di wilayah Pambusuang terdapat Desa Bala. Di desa tersebut terdapat dua dusun, yaitu Dusun Makula dan Dusun Tallo. Dusun Makula dinamakan demikian karena di wilayah tersebut terdapat sumber air panas. Sementara itu, Dusun Tallo dinamai demikian karena penyu sering bertelur di pantai yang berada di dusun tersebut. Itulah cerita-cerita yang diketahui mengenai toponimi nama kampung/Desa Pambusuang.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Muh. Azhar Al Ayyub