Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Samasundu, Kec. Limboro, Kab. Polewali Mandar

PAMOLITANG

23 June 2026 -3.472383, 119.021017
PAMOLITANG

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Diang toi sicco curita diolo" anu biasa dipake ri wattu mappammulitan lao di ana"-ana" anna appo"-appo". Curita e biasa dipau-pauang ri tau melo millo-milloi, tapi di lalangna diang hikmah anna pepaturu anu mala diala. Andang to tia curita biasa, apa" di lalangna diang naseha anna pangngajariang ri tau anu mambaca anna maccarita.
Caritana tentang manu-manua, iyaitu bukkur, uteang, kalloaya, ule pute, pilis, bulewong, anna mallakka lelona bulewong. Mesa wattu, kalloaya e tertari lao di bulewong, apa" bulewong e tommuane makappa sanna. Iya toi uteang e naiwene malolo ana"na maraqdia. Tappa rua si ita, i bulewong anna i puteang, tertari"i.
Mua di te"e, biasa tau maung "ada hati", battuanna timbul rasa ingin memiliki. Iyamo toi anu nadiang ri lalang atena i bulewong. Apa" mua maita tau anu macoa, biasa timbul hasrat melo maala anna mappunnai. Iyamo tu"u sababu"na i bulewong mappikir, "Meapa tia mua iyari"e misolangan siola i puteang"?
Akhirna, i bulewong mautus mesa akkattana lao di boyanna maraqdia melo mittumae. Tappa di tangngalalang, sita i kalloaya. I bulewong maung melo mirau tulung lao di kalloaya. Kalloaya e ditumae lao mabbawa akkattana i bulewong lao di puteang, ana"na maraqdia.
Wattu lambi ri boyangna i puteang, iya mamanya:
"Apa" akkattana i bulewong"?
Kalloaya menjawab:
"I bulewong melo malotong siola idi"."
Tappa i puteang ndang langsung percaya. Apa" i kalloaya dikenal suka malotong pai tia. Bahkan tau biasa maung:
"Malotong pai tia i kalloaya, de"na kalloaya to lewa."
Tappa maraqdia maung:
"Dota banding re mua" akkattana i bulewong benar."
Apa" sebenarnya i kalloaya memang melo toi lao di ana"na maraqdia. Akhirna maraqdia mautus:
"Damo i bulewong mubawa mai, dota lao ri"o."
Iyamo tu"u akhirnya disepakati mua" i kalloaya dikaweng lao di puteang.
Setelah itu, diadakan pesta maroa. Maraqdia ma"undang tau-tau anna dipasparaga pitung bongi pitung allo. Tappa allo ka pitu, polei i bulewong mattambeng-tambeng pondo", massalippeang handuk pute.
Iyamo handuk pute e napake i bulewong sabagai tanda kasucian anna kesungguhan atena. Iya mattambeng-tambeng pondo" ri ba"ba kamarna i puteang sambil mabbawa bukkur anna pune".
Wattu naita i puteang mua" i bulewong naung ri ba"ba boyang, iya massamba-samba lemai. Tappa nabemmei ragang, anna ragang e napake mappengguliling boyangna maraqdia sampai peppitu kali. Tappa terakhirna, iya massamba-samba dai lao di kamarna i puteang.
Wattu mittama ri kamarna, millangmi i puteang. Ri situ, bukkur e mulai makkurru-kurru, anna i puteang mulai mi umbu. Tau diolo" maung mua" iyamo tandana mua" i bulewong sumangi i puteang.
Iyamo tu"u caritana anu biasa dipau-pauang ri tau diolo". Di lalangna diang pangngajariang mua" rasa tertari", cinta, anna kahayang manusia biasa membawa perubahan ri atena tau.
"Cappu"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Ada juga sebuah cerita lama yang biasa digunakan sebagai cerita pengantar tidur untuk anak-anak dan cucu-cucu. Cerita ini sering disampaikan oleh orang-orang tua kepada anak-anak mereka. Walaupun terdengar seperti dongeng biasa, sebenarnya terdapat hikmah, nasihat, dan pelajaran hidup yang dapat diambil dari cerita tersebut.
Cerita ini berkisah tentang beberapa hewan seperti burung bukkur, uteang, kura-kura (kalloaya), ular putih, pilis, bulewong, dan kisah cinta seekor bulewong. Pada suatu waktu, kura-kura jatuh hati kepada seekor bulewong karena bulewong itu dikenal sebagai sosok yang sangat tampan. Sementara itu, burung uteang juga memiliki anak perempuan yang sangat cantik, yaitu putri seorang maraqdia (bangsawan). Baik bulewong maupun puteang sama-sama saling tertarik.
Dalam kehidupan manusia, ketika seseorang melihat sesuatu yang indah, biasanya akan timbul rasa ingin memiliki. Demikian pula yang dirasakan oleh bulewong. Ia mulai berpikir mengapa dirinya tidak bisa bersatu dengan puteang yang sangat ia sukai.
Akhirnya, bulewong mengutus seekor kura-kura untuk datang ke rumah maraqdia dan menyampaikan maksud hatinya. Di tengah perjalanan, kura-kura bertemu dengan pihak keluarga puteang. Kura-kura itu kemudian menjadi perantara untuk membawa pesan bulewong kepada putri maraqdia tersebut.
Ketika sampai di rumah puteang, ia bertanya:
"Apa sebenarnya pesan dari bulewong"?
Kura-kura menjawab:
"Bulewong ingin bersatu denganmu."
Namun, puteang tidak langsung percaya karena kura-kura dikenal suka berbicara berlebihan. Bahkan masyarakat dahulu sering mengatakan bahwa kura-kura pandai berbicara manis.
Meskipun demikian, maraqdia tetap mempertimbangkan pesan tersebut. Pada akhirnya, maraqdia berkata:
"Kalau memang benar demikian, bawalah bulewong kemari."
Akhirnya diputuskan bahwa kura-kura akan menjadi penghubung pernikahan antara bulewong dan puteang.
Setelah itu diadakan pesta besar-besaran. Maraqdia mengundang banyak orang dan pesta berlangsung selama tujuh malam tujuh hari. Pada hari ketujuh, datanglah bulewong dengan mengenakan ikat kepala dan membawa handuk putih.
Handuk putih tersebut melambangkan kesucian dan ketulusan hatinya. Bulewong berjalan perlahan menuju rumah puteang sambil membawa burung bukkur dan pune". Ketika puteang melihat bulewong telah berada di depan rumah, ia mulai tersenyum malu-malu.
Bulewong kemudian mengelilingi rumah maraqdia sebanyak tujuh kali sambil memberikan penghormatan. Setelah itu, ia masuk ke kamar puteang. Saat berada di dalam kamar, suasana menjadi hening. Burung bukkur mulai berbunyi pelan, sementara puteang mulai tersipu malu. Orang-orang dahulu menganggap peristiwa itu sebagai tanda bahwa bulewong benar-benar mencintai puteang.
Demikianlah kisah lama yang dahulu sering diceritakan oleh orang tua kepada anak-anak mereka. Di dalam cerita ini terdapat pelajaran bahwa rasa cinta, ketertarikan, dan keinginan manusia dapat membawa perubahan dalam hati seseorang.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh Ambas

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Samasundu, Kec. Limboro, Kab. Polewali Mandar