Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Samasundu, Kec. Limboro, Kab. Polewali Mandar

TOSALAMA MACCING

23 June 2026 -3.472329, 119.021031
TOSALAMA MACCING

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Curicuritana, iya diangga dini to salama ri banuatta, apa" maedi tu"u to salama dini ri Kapputtae. Adappa ro nairrangngi tau tentang kubur mahkota, kuburna Toadia Zumba Biluana, anna kuburna Tomillete di Baona Wai. Iyare tau-tau e biasa digallari "to macci". Di antara beberapa tempat anu upauang, sebenarnya masih banyak to salama ri wilayah Appe Banua Kayyang.
Mesa di antara caritana berhubungan siola peradaban ri wattu diolo". Ndang naissang pasti abad berapa, tapi diolo" ri Mandar biasa diang sibalu-baluang. Tau dibaluang, anna di alli pole para penguasa. Mua" di alli, tentu diang guna anna kaparalluanna. Tania sangga ri Mandar, tapi diang toi suku laeng pole maalli tau ri Mandar.
Caritana, diang mesa to Bugis mallopi pole maalli tau. Wattu ri"o, peristiwa sibalu-baluang berlangsung terus-menerus. Diang tau kurang senang melihat sesama manusia dipate-pate anna dibaluang. Jari diang mesa tau anu memang diang kelebihanna. Sejak kacili" lambi naimuane, iya macanga anna mapaccing pikiranna.
Mesa wattu, iya maung lao di solana:
"Mua" diang pole Bugis maalli tau lao dibaluang, yaupa nalli, so"na mo lao yau."
Tappa tongan-tongan pole mesa to Bugis maalli tau. Iyamo tau e nalli anna napalaiang ri lopi.
Tappa ri tangngalalang sasi, apa napogau i maccin e? Iya ummondoi naung ri sasi mane millamba malai. Iyamo kelebihanna, sangga lettena base sicco, iya mala millamba lao di baona wai. Karena iyamo kelebihanna, digallari toi "Tomillete di Baona Wai".
Akhirna, diang pole toi to Bugis anu manini maalli tau. Tappa wattu silambi-lambi para palli tau, tau-tau mulai maung:
"Bahaya di Mandar, apa" diang tau anu mala millamba ri tangngalalang sasi."
Iyamo sababuna para palli tau mulai massipa" ati-ati.
Ndang sangga iyamo kelebihanna. Diang toi kelebihan kadua, iyaitu ndang naande pa"buno. Mua" dibattai kowi, ndang mabassi. Mua" dirattui manini, tetap ndang mate. Iyamo sababuna digallari "to macci", apa" dibattai manini, dirattui, anna dipillippa tetap ndang mate.
Ri te"e ri"e, ana" appona ndammo diang mirau dappang tentang caritana. Tappa ri wilayah Lambe-Lambe diang pakkuburanna mesa ri batunna. Kubur to"o biasa naziarai tau. Iyamo dipauang sabagai kuburna "Tomillete di Baona Wai".
"Cappu"!"

Terjemahan Bahasa Indonesia
Konon, dahulu terdapat banyak orang sakti di kampung kami, khususnya di daerah Kapputtae. Masyarakat sering mendengar kisah tentang kubur mahkota, kuburan Toadia Zumba Biluana, dan kuburan Tomillete di Baona Wai. Orang-orang seperti mereka biasa disebut sebagai "orang berilmu" atau orang sakti. Di wilayah Appe Banua Kayyang sendiri sebenarnya masih banyak kisah tentang orang-orang sakti yang diwariskan secara turun-temurun.
Salah satu kisah tersebut berkaitan dengan peradaban pada masa lampau. Tidak diketahui secara pasti pada abad berapa peristiwa itu terjadi, tetapi pada masa dahulu di Mandar masih sering terjadi praktik perbudakan atau jual beli manusia. Orang-orang dijual dan dibeli oleh para penguasa. Hal itu tidak hanya terjadi di Mandar, tetapi juga melibatkan suku-suku lain yang datang membeli orang Mandar.
Dikisahkan ada seorang Bugis yang datang menggunakan perahu untuk membeli budak. Pada masa itu praktik jual beli manusia berlangsung terus-menerus. Banyak masyarakat yang merasa tidak senang melihat sesama manusia diperlakukan seperti barang dagangan. Di tengah keadaan tersebut, ada seorang laki-laki yang memiliki kelebihan luar biasa. Sejak kecil hingga dewasa, ia dikenal sebagai orang yang cerdas dan memiliki ilmu yang tinggi.
Suatu hari ia berkata kepada temannya:
"Kalau ada orang Bugis datang membeli manusia untuk dijadikan budak, biarlah saya saja yang dibeli."
Tidak lama kemudian benar-benar datang seorang Bugis yang membeli manusia. Orang sakti itu akhirnya dibeli dan dibawa menggunakan perahu.
Namun di tengah lautan, orang sakti tersebut memperlihatkan kesaktiannya. Ia turun ke laut lalu berjalan di atas air. Inilah sebabnya ia dijuluki "Tomillete di Baona Wai", yang berarti orang yang berjalan di atas permukaan air. Konon, telapak kakinya hanya sedikit menyentuh air sehingga ia mampu berjalan di atas laut.
Sejak kejadian itu, para pembeli budak dari Bugis mulai merasa takut datang ke Mandar. Mereka mengatakan bahwa di Mandar terdapat orang-orang sakti yang dapat berjalan di atas laut. Karena itulah para pembeli budak menjadi lebih berhati-hati.
Bukan hanya itu kesaktiannya. Ia juga dipercaya kebal terhadap senjata. Konon, jika ditebas dengan parang atau ditikam menggunakan senjata tajam, tubuhnya tidak terluka dan ia tidak mati. Karena itulah ia disebut sebagai "to macci", yaitu orang yang memiliki ilmu kesaktian tinggi.
Sekarang ini keturunan dan cucunya sudah jarang menceritakan kisah tersebut. Akan tetapi, di wilayah Lambe-Lambe masih terdapat sebuah makam di atas batu yang dipercaya sebagai makam Tomillete di Baona Wai. Hingga sekarang makam itu masih sering diziarahi oleh masyarakat sekitar.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh Ambas

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Samasundu, Kec. Limboro, Kab. Polewali Mandar