Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Sasakan, Kec. Sumarorong, Kab. Mamasa

PA???GANNA PARE DI SAWA (PENGOLAHAN PADI SAWAH)

22 May 2026 -3.148166, 119.298102
PA???GANNA PARE DI SAWA  (PENGOLAHAN PADI SAWAH)

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Umpatama"na pangngala" padi sawah, yolo naula" umba" tampo sawah, dipa"baiki yolo saluran wai. Dio inde"e ria ritual disanga matamu palepang atawa mattammu palepang, artinna wai naletang tama sawah. Ria duka" ritual disanga mattammuai, artinna umpasangngi wai to laletang tama sawah.
Ritual matamu palepang dipogau ri mata wai. Yolo, palepang artinna pa"tengnganan atawa saluran wai. Dio ritual inde"e dipake manuk bolong (manuk bulu hitam) sola manuk rame (manuk baine). Le"ba wai tama sawah, dipogau duka" ritual ri sawah.
Le"ba wai tama sawah, napolalan tahap ummabbaro" bine padi. Yolo ummabbaro", dipogau yolo ritual ri banua. Dio borong, dipotong manuk bolong. Allo"na, bine padi nabbaro" ri sawah.
Wattu bine padi la"ditanami, dipogau duka" ritual ri banua, biasanna dipake duka" manuk bolong. Wattu padi le"ba mabua anna massang, dipogau ritual disanga matokei. Ritual inde"e dipogau mesa tondok.
Dio matokei, angga to napoande sawah ma"mesa tama ri banua passobok. Tomatua adak yamo umpangngala ritual. Susi"na, dipake bai atawa manuk. Sesaji diparanduk ri banua, napolalan dipa"bawa lako sawah anna dipa"gantung ri liling sawah.
Le"ba inde"e, tau mangkanna umpaissanni panen. Yolo panen, dipogau ritual disanga makrambu, dipake tallo", sola ande putih to dibungkus daun, disanga lappa.
Le"ba panen anna gabah massang, yolo tama lumbung dipogau duka" ritual dipake tallo". Sesaji dipatokko" ri daun bere-bere. Tallo" massak dipotong-potong anna dipa"tarang ri pira-pira tampo.
Yolo ha"lan ummande hasill panen, dipogau ritual disanga makkaringi. Dio makkaringi, dipake bau susi ikan atawa manuk, tanda pasukuran atas hasill panen.
Wattu gabah dipatama ri lumbung anna wattu yolo ummala gabah ri lumbung, musti yolo dipogau ritual dipake tallo". Inde"e dipogau terus saba" paissanan tau Mesawa.
Wattu gabah dipatama ri lumbung anna wattu yolo ummala gabah ri lumbung, musti yolo dipogau ritual dipake tallo". Inde"e dipogau terus saba" paissanan tau Mesawa.
Tau Mesawa maissanni, angga sawahna tae balo susi sawah ri pesisir, tapi saba" aluk anna ritual inde"e, panenna mala massugi anna lino tetap ma"timbangan.
"Suppik!"


Terjemahan Bahasa Indonesia
Pengelolahan padi sawah dimulai sebelum turun ke sawah. Tahap awal adalah memperbaiki dan menyiapkan saluran air. Pada tahap ini dilakukan sebuah ritual yang disebut matamu palepang atau mattammu palepang, yang berarti memasukkan air ke sawah. Ada pula ritual mattammuai, yaitu ritual menyambut air yang akan mengalir ke sawah.
Ritual Matamu Palepang dilakukan di sumber air. Dahulu palepang berarti bendungan atau saluran air. Dalam ritual ini digunakan ayam berbulu hitam yang disebut bolong, serta ayam betina yang disebut rame. Setelah air masuk ke sawah, dilakukan kembali ritual di sawah tersebut.
Setelah air masuk ke sawah, tahap berikutnya adalah penaburan benih padi. Sebelum benih ditabur, dilakukan ritual di rumah pada malam hari dengan memotong ayam berbulu hitam. Keesokan harinya barulah benih padi ditabur.
Ketika benih sudah siap ditanam, dilakukan lagi ritual di rumah, biasanya masih menggunakan ayam berbulu hitam. Setelah padi tumbuh dan mulai berbuah serta menguning, dilakukan ritual yang disebut matokei. Ritual ini dilakukan secara bersama-sama oleh satu kampung.
Dalam ritual matokei, semua pemilik sawah berkumpul di rumah passobok (rumah pemangku adat). Ritual dipimpin oleh tokoh adat. Kadang menggunakan babi, kadang ayam, tergantung kesepakatan. Sesaji disiapkan di rumah, lalu dibawa ke sawah dan digantung di sekitar sawah.
Setelah itu masyarakat menunggu masa panen. Sebelum panen dilakukan ritual yang disebut makrambu, menggunakan telur dan nasi putih yang dibungkus daun, seperti buras atau lappa.
Sesudah panen dan gabah sudah kering, sebelum disimpan di lumbung dilakukan lagi ritual dengan telur. Sesaji diletakkan di atas alas daun yang disebut daun bere-bere. Telur yang telah dimasak dan dipotong-potong diletakkan di beberapa bagian.
Sebelum hasil panen dimakan untuk pertama kali, diadakan syukuran yang disebut makkaringi. Syukuran ini bisa menggunakan ikan atau ayam sebagai tanda rasa syukur atas hasil panen.
Saat gabah disimpan di lumbung dan ketika gabah diambil pertama kali dari lumbung, selalu didahului ritual menggunakan telur. Ritual ini dilakukan terus-menerus sebagai bagian dari kepercayaan masyarakat.
Masyarakat Mesawa meyakini bahwa meskipun sawah mereka kecil dan tidak seluas sawah di daerah pantai, dengan menjalankan ritual-ritual adat ini, hasil panen tetap terjaga dan kehidupan tetap seimbang.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh Ilang Paliwanan

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Sasakan, Kec. Sumarorong, Kab. Mamasa