Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Sasakan, Kec. Sumarorong, Kab. Mamasa

ASSALNA PARE (ASAL-USUL PADI)

22 May 2026 -3.248166, 119.298102
ASSALNA PARE (ASAL-USUL PADI)
Nakua tomatua-to matua, pare taena tomai tannang biasa, tapi tomai tau. Iya inde"na, pare dipandang suci, aka dipa"gandenganni salama" tau.
Ianna mulanna, diang baine mahamil, sangngalemo tahun, tapi taena malahir, taena todi pallua anak.
Sangngalemo allo, baine i maimpimpi. Nakua impinnae:
"Mua iko umminum susuna tedong, iko umbe" malahir."
Baine i tau miskin pisan. Nakua baine i:
"Diang inde" susuna tedong? Aka inna ku tau miskin pisan."
Lami-lami napissangngi baine i, diang tau kaya di sissanna mepuna tedong. Tulumi baine i umpepeminta susuna tedong, dikasi"mi susuna.
Napinumai susuna tedong, lambunna mepallua, anakna malahir.
Taena lami, kira-kira tallu bulan anakna, tau kaya i mantunu ulang mepinta susuna tedong.
Akhirna, baine i makasalai. Anakna i, tallu bulan umurna, ditama"i tama wajan, dilubur, dilallang.
Apa na"dadi i dibawami tama tau mepuna tedong.
Nakua tau kaya i: "Di mana iko umala susuna tedong"?
Nakua baine i: "Ianne anakku, kupeluburmi."
Apa na"dadi i ditumpami ianna lubang-lubang tedong, kubangana tedong.
Taena lami, makering, lalu tumbuhmi pare.
Pare i dimangngemi manuk. Tau mallambi i, napelihara pare i, dadi pangan tau.
Iya inde"na, pare dikembangkan, dipakasalamma".
Dewata pare disanga Toti Boyong, tomatua, leluhur.
Nakua alukta, aka pare tomai tau, mua diang tau mate, taena mala mangan nasi, tapi untuk pemujaan saja.
Waktu umpotong pare, taena mabela menghadap Timur.
Leluhur di Barat, iya inde"na ritual potong pare menghadap Barat.
"Suppik!"


Terjemahan Bahasa Indonesia
Menurut cerita para leluhur, padi bukanlah tanaman biasa, melainkan berasal dari manusia. Karena itu, padi dipandang sebagai tanaman yang suci dan memiliki hubungan erat dengan kehidupan manusia.
Pada zaman dahulu, ada seorang perempuan yang telah lama hamil, bertahun-tahun lamanya, tetapi tidak juga dapat melahirkan.
Suatu malam, perempuan itu bermimpi. Dalam mimpinya ia diberi pesan bahwa ia akan bisa melahirkan jika meminum susu kerbau.
Perempuan itu sangat miskin. Ia pun berkata dalam hatinya, "Bagaimana mungkin aku mendapatkan susu kerbau, sedangkan aku orang paling miskin"?
Setelah beberapa waktu, ia mengetahui bahwa di sebelah sana ada orang kaya yang memiliki kerbau. Ia pun pergi meminta susu kerbau tersebut, dan orang kaya itu memberikannya.
Setelah meminum susu kerbau itu, perempuan tersebut akhirnya melahirkan seorang anak.
Namun, tidak lama kemudian"sekitar tiga bulan setelah kelahiran anak itu"orang kaya tersebut kembali menagih susu kerbaunya.
Karena tidak mampu membayar, perempuan itu terpaksa mengorbankan anaknya. Anak yang masih berusia tiga bulan itu dimasukkan ke dalam wajan dan dilebur.
Hasil dari peleburan itu kemudian dibawa kepada pemilik kerbau. Ketika ditanya dari mana susu itu berasal, perempuan itu menjawab bahwa susu itu berasal dari anaknya sendiri.
Sisa cairan itu kemudian ditumpahkan ke lubang-lubang tempat kerbau biasa berkubang. Setelah mengering, dari tempat itu tumbuh tanaman padi.
Padi itu kemudian dimakan ayam. Setelah diperhatikan, manusia mulai memeliharanya hingga akhirnya padi menjadi makanan manusia.
Sejak saat itulah padi dikembangkan dan dihormati. Dewi atau roh padi dikenal dengan nama Toti Boyong, yang dipandang sebagai leluhur.
Karena padi berasal dari manusia, dalam kepercayaan aluk, orang yang meninggal tidak boleh langsung memakan nasi, melainkan hanya digunakan dalam pemujaan.
Dalam ritual pemotongan padi, arah Timur tidak digunakan. Ritual dilakukan menghadap ke Barat karena leluhur berada di arah Barat.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh Ilang Paliwanan

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Sasakan, Kec. Sumarorong, Kab. Mamasa