Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Puttada, Kec. Sendana, Kab. Majene

I SAMBA

11 June 2026 -3.3555223, 118.8608215
I SAMBA

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Diolo mai diang nanaeke disanga I Samba. Bijanna di e I Samba"e siola kandi na sanging ponna paria lao manggulilinni boyanna. Andiangmo riang indo ama na, jadi I Samba siola kandi na andiangmo to matua. Di wattuo di o masa-masa arajang, raja di o biasa lao berburu di pangale siola prajuritna.
Mesa wattunna, I Samba siola kandi na ma ande jepa di boyanna. Andiang naissang di o jepa mellappar lao di tana di biring boyanna. Di wattuo anu, raja siola prajuritna di o marruppa di pangale. Mesa prajurit maita jepa e, jadi nalaporkang lao di raja. Mau raja, "Mua diang jepa di o, berarti diang tau mendiami pangale e." Jadi nipopparentami prajuritna mancadi boyang e.
Tappana di o, diangmo mesa boyang maita raja siola rombonganna. Mauammi raja, "Innai mendiami boyang e"? I Samba polei mai mau, "Iyau, Daeng." I Samba pun mappasigau raja siola prajuritna tama lao di boyanna anna dipaandei andeanna seadanna.
Di wattunna maande, I Samba naissang andiang ubai di boyanna. Jadi natudangi kandi na lao ma"ala ubai di lembang. Tappana kandi na lamba, raja nababa I Samba lao di istana tanpa nappissalai. Di lalanna, I Samba mappasala-sala paria lao di lalang, supaya kandi na naissang jalanna.
Sampai di istana, I Samba dipiara mapia raja. Nabengang ande mapia, baju mapia, anna sagala kebutuhanna dipenuhi. Tapi I Samba balisae atena, pa indani siola kandi na. Bulan berganti bulan, taun berganti taun, I Samba tetap di istana tapi atena masussa.
Mesa allo pole karewa bahwa kandi na I Samba masaki mabberat. I Samba makin susa atena anna mappikir cara mala lao mappesitai kandi na. Akhirna I Samba mappangngita akal. Natudangi dayang-dayang istana lao ummande-ummande di biring lembang tanpa naissang raja. Sampai di o, I Samba pura-pura mandi anna nappasala cincinna di ubai, cincin anu dibereang raja di ia.
I Samba mappanggau, "Tulungang, hilang cincikku!" Dayang-dayang sibuk mancadi di ubai. Di wattuo di o, I Samba malai melladi tanpa naissang iyyaro.
Tappana raja naissang I Samba andiang di istana, nipopparentami tau mancari. Raja mappikir pasti I Samba polei lao di boyanna di pangale. Di sisi lain, I Samba sudah sampai di boyanna anna sitai kandi na. Naissangmi raja pasti polei mancari, jadi I Samba mappareddi diri: napaula cabai siola paria, anna nappa tama di kadaro.
"Pura Bomi Dolo!"


Terjemahan Bahasa Indonesia
Pada zaman dahulu hiduplah seorang pemuda bernama Samba. Ia tinggal bersama adiknya di sebuah rumah sederhana yang dikelilingi tanaman pare. Mereka sudah tidak memiliki ayah dan ibu, sehingga hidup sebagai anak yatim piatu. Pada masa itu masih zaman kerajaan, dan raja memiliki kebiasaan berburu di hutan bersama para prajuritnya.
Suatu hari, Samba dan adiknya sedang makan jepa di rumah. Tanpa mereka sadari, sisa makanan tercecer di tanah di sekitar rumah. Pada saat yang sama, raja dan para prajuritnya sedang berburu di hutan. Salah seorang prajurit melihat makanan tersebut lalu melaporkannya kepada raja. Raja berkata, "Kalau ada makanan di sini, berarti ada orang yang tinggal di hutan ini." Ia pun memerintahkan prajuritnya mencadi sumber makanan itu.
Tidak lama kemudian mereka menemukan sebuah rumah. Raja dan rombongannya bertanya, "Siapa yang tinggal di rumah ini"? Samba keluar dan menjawab, "Saya, Tuanku." Samba lalu mempersilakan raja dan para prajurit masuk ke rumahnya serta menjamu mereka dengan makanan seadanya.
Saat mereka sedang makan, Samba menyadadi bahwa tidak ada air minum di rumah. Ia pun menyuruh adiknya pergi ke sungai mengambil air. Ketika adiknya pergi, raja membawa Samba ke istana tanpa sempat berpamitan. Dalam perjalanan, Samba menjatuhkan buah pare satu per satu di sepanjang jalan agar adiknya mengetahui arah ke mana ia dibawa.
Sesampainya di istana, Samba diperlakukan dengan sangat baik oleh raja. Ia dibedi makanan enak, pakaian indah, dan semua kebutuhannya dipenuhi. Namun, hatinya tetap sedih karena tidak bersama adiknya. Bulan demi bulan dan tahun demi tahun berlalu, Samba tetap tinggal di istana dengan hati yang gelisah.
Suatu hadi terdengar kabar bahwa adik Samba sakit keras. Mendengar hal itu, Samba semakin cemas dan memikirkan cara untuk melarikan didi agar bisa menemui adiknya. Akhirnya Samba menemukan akal. Ia mengajak para dayang istana pergi berlibur ke tepi sungai tanpa sepengetahuan raja. Sesampainya di sana, Samba berpura-pura mandi dan sengaja menjatuhkan cincin pemberian raja ke dalam air.
Samba berteriak, "Tolong, cincinku hilang!" Para dayang pun sibuk mencadi cincin itu di air. Pada saat itulah Samba melarikan didi tanpa mereka ketahui.
Ketika raja mengetahui bahwa Samba tidak ada di istana, ia memerintahkan orang-orang mencarinya. Raja menduga Samba pasti kembali ke rumahnya di hutan. Sementara itu, Samba telah sampai di rumah dan bertemu kembali dengan adiknya. Ia sadar raja pasti akan datang mencarinya. Karena itu, Samba menumbuk cabai dan pare, lalu memasukkannya ke dalam tempurung kelapa.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh Ridu

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Puttada, Kec. Sendana, Kab. Majene