Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Puttada, Kec. Sendana, Kab. Majene

KERAJAAN SENDANA

11 June 2026 -3.355878, 118.861114
KERAJAAN SENDANA
Caritana di"e, asal-usulna Kerajaan Sendana sangana dihubungkan anna sangana Putta"da. Riolo di"e diang to Puang sangana Puang Ta"da. Kuburna di"o di saliwang tondo, liwanna jambatang, naunna passikolangan.
Riolo, Puang Ta"da polei di Sendana diwao, diang sanga Pundau di buttu. Tappana mambongi lao di pambeang, saba" indo di"e ta" dia pa tau massasi" (nelayan). Iya lao di le"bo massule atti (kerang). Tappana pole massule atti, mongei are"na, jadi mappapia"i sapo-sapo di saliwang tondo liwanna passikolangan. Di"o iya mendadi tau todi"e, sampe" mate di di"o, anna di"o todi"e kuburna.
Saba" iya di"e to Puang, jadi disanga Puang Ta"da, anna lembang di"e disanga Putta"da, saba" Puang Ta"da todi"e mate di di"e.
Riolo pa lembang di"e ta" dia pa tau todi"e, tau riolo todi"e diwao di buttu Sendana. Puang Ta"da polei di perjalananna: polei di To Raya, lao di Tator, lao di Tabulahang, mambawa ayu Sendana. Tappana lambi di buttu Sendana, napattindo tongang ayu Sendana di tana. Ayu di"e tumuo, anna mendadi tanda.
Tau mambawa ayu Sendana di"e sangana Puang Mallaparang, pappepuanganna. Appona anna ana"na Puang Mallaparang sangana Puang Putta"da. Iyamo Puang Putta"da pole todi"e di di"e, jadi lembang di"e disanga Kampung Putta"da.
"Tamma"!"

Terjemahan Bahasa Indonesia
Menurut cerita yang berkembang, asal-usul Kerajaan Sendana berkaitan dengan tokoh yang disebut Putta"da. Dahulu ada seorang bangsawan bernama Puang Ta"da. Makamnya berada di seberang jalan, dekat jembatan dan tidak jauh dadi area sekolah sekarang.
Konon, Puang Ta"da datang dadi wilayah pegunungan Sendana, tepatnya dadi tempat yang disebut Pundau di atas gunung. Ia kemudian turun menuju daerah pantai. Pada masa itu belum ada masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, sehingga ia mencadi kerang (disebut atti dalam bahasa setempat) untuk dimakan. Setelah memakan kerang, ia jatuh sakit perut. Karena tidak sanggup melanjutkan perjalanan, ia membangun pondok sederhana di seberang daerah yang kini dekat sekolah. Di tempat itulah ia menetap hingga wafat, dan di sana pula ia dimakamkan.
Karena beliau adalah seorang bangsawan (Puang), masyarakat kemudian menyebutnya Puang Ta"da. Sejak saat itu, wilayah tempat beliau wafat dikenal dengan nama Putta"da, yang berarti tempat Puang Ta"da singgah dan menetap.

Pada masa sebelumnya, daerah tersebut belum dihuni. Penduduk awal justru tinggal di daerah pegunungan Sendana. Puang Ta"da dalam perjalanannya melewati beberapa wilayah, yaitu To Raya, kemudian Tator, lalu Tabulahang. Dalam perjalanan itu ia membawa sebatang kayu cendana (sendana). Sesampainya di Gunung Sendana, tongkat kayu cendana itu ditancapkannya ke tanah, lalu tumbuh menjadi pohon. Peristiwa itu kemudian menjadi penanda asal-usul nama Sendana.
Tokoh yang membawa kayu cendana tersebut dikenal dengan nama bangsawan Puang Mallaparang. Keturunannya kemudian melahirkan seorang tokoh bernama Puang Putta"da. Dialah bangsawan yang tiba dan menetap di wilayah ini, sehingga kampung tersebut akhirnya dikenal dengan nama Kampung Putta"da.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh Ridu

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Puttada, Kec. Sendana, Kab. Majene