Desa Puttada, Kec. Sendana, Kab. Majene
KU'BUR SIPOMONGE' (KUBURAN KEKASIH)
11 June 2026
-3.355802, 118.860691
Naskah Dokumen Digital (PDF)
Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara
Di tana Mandar diang tradisi disanga nitumae (dilamar). Pirai ri"o natumae, polemi tumaena nalamba mewoas (panen padi). Tallumbongi tallungallo lamba di pewoasanna, tapi indo towaine e andiang melo" ummande, uwai sangga" napinemmi.
Indona tommoane mauang, "Palaiyyangi lao di indo"na. Malai kalaparan dini saba" andiang melo" ummande." Jadi napalaiyyang pole lao di indona. Indona mappetanya, "Purai na"u? Pewoasatta na"u"? Nauwwa, "Indangpa, dipalaiyyangmai saba" andiang melo" ummande."
Indona tarrus meapi. Tappana tumaena lambi, mauang, "Ressu"mi indo", ande"? Nauwwa indona, "Mane lue"i." Tapi iya ma"ala sekor (centong), na"ala ande mane lue" pai siola uwai, napewiringngi anna" mapardi mi ma"ande.
Purai ma"ande, indona mappetanya, "Mangapa na"u andiang melo" ummande di pewoasanna"? Nauwwa, "Masiri" indo"." Indona mauang, "Apa niposiri"? Inda di"e tau masiri" karna ma"ande. Laeng to niposiri"."
Ana"na mappetanya, "Apa niposiri" towaine tau, indo""? Nauwwa, "Niposiri" towaine tau mua tipui" narangngi tau." Jadi purai ma"ande, mauang, "Indo", natama" a." Tama di songe (kamar), mattindo di"o.
Masigai matindo. Indona heran, "Mangapa ana"u namasae matindo"? Tappana tama, naruppa" ana"na mettombang tera" (berlumur darah). Di daranna diang kowi" (pisau) nasolang di dadanna.
Indona mearra", lao mappadappang di tumaena. Mauang, "Apa napogau" di ana"u"? Tumaena mauang, "Andiang, iya tu" nipalai"i pole di pewoasanna saba" andiang melo" ummande." Indona mauang, "Matei tia ana"u."
Nasirumung nasang tau. Tumaena lao merrapo" lao di kasi", mauang, "Mangapa napappatei alawemu"? Jadi napasikkaloi jena"na, tapi andiang melo". Mauang, "Indang mala dipisai. Mua dikubur, mesa kubur ussolai. Mua indang, iyau to mappatei dirikku."
Jadi tau nasang mambasing-basing di kuburna. Tumaena mauang, "A"dappangana" mie", iyau mau lao siola ana"u." Indona mauang, "Palaiyyang, pengganti batangna ana"u." Tapi iya indang melo".
Tujung bongi nande basing-basing di kuburna. Tappana indangmi na"dingi sorana, jadi basing-basingmi to dikubur siola jena"na.
"Tamma"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Di tanah Mandar ada tradisi yang disebut nitumae (dilamar). Setelah dilamar, sang tunangan datang menjemput untuk pergi memanen padi. Tiga malam tiga hadi mereka berada di ladang, tetapi gadis itu tidak mau makan, hanya minum air.
Ibu dari pihak laki-laki berkata, "Antarkan saja dia pulang ke ibunya. Nanti dia kelaparan di sini karena tidak mau makan." Maka gadis itu diantar pulang. Setibanya di rumah, ibunya bertanya, "Sudah selesai panennya"? Ia menjawab, "Belum, saya dipulangkan karena tidak mau makan di sana."
Ibunya segera memasak. Ketika tunangannya tiba, ia bertanya, "Sudah masak, Bu"? Ibunya menjawab, "Baru mendidih." Namun ia sudah mengambil nasi yang masih panas dengan centong tempurung kelapa, mencampurnya dengan air agar cepat dingin, lalu memakannya.
Setelah makan, ibunya bertanya, "Mengapa kamu tidak mau makan di ladang"? Ia menjawab, "Saya malu, Bu." Ibunya berkata, "Apa yang memalukan? Makan itu bukan hal memalukan. Ada hal lain yang lebih memalukan."
Anaknya bertanya, "Apa yang memalukan bagi perempuan, Bu"? Ibunya menjawab, "Yang memalukan bagi perempuan adalah jika kentutnya terdengar orang." Setelah itu ia berkata, "Bu, saya masuk dulu," lalu masuk ke kamar (songe) untuk tidur.
Ia tidur sangat lama. Ibunya heran, "Mengapa anakku lama sekali tidurnya"? Saat masuk ke kamar, ia melihat anaknya berlumuran darah. Di dadanya tertancap sebilah pisau.
Ibunya menjerit dan berladi menemui tunangan anaknya. Ia berkata, "Apa yang terjadi pada anakku"? Tunangan itu menjawab, "Tidak ada, kami hanya mengantarnya pulang karena ia tidak mau makan." Sang ibu berkata, "Anakku sudah meninggal."
Orang-orang pun berkumpul. Tunangan gadis itu memeluk jasadnya dan berkata, "Mengapa kamu membunuh dirimu"? Ketika hendak dikuburkan, ia melompat ke liang lahat dan berkata bahwa ia tidak mau dipisahkan.
Ia bersikeras, "Jika dia dikubur, saya juga harus dikubur bersamanya. Jika tidak, akan ada dua kuburan." Ia lalu memainkan basing-basing (seruling bambu) di kubur itu.
Ibunya memohon agar ia pulang, tetapi ia menolak. Selama tujuh malam suara basing-basing terdengar dadi kubur. Setelah suara itu hilang, barulah basing-basing ikut dikuburkan bersamanya. Tamatlah cerita ini.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Sanaria
Indona tommoane mauang, "Palaiyyangi lao di indo"na. Malai kalaparan dini saba" andiang melo" ummande." Jadi napalaiyyang pole lao di indona. Indona mappetanya, "Purai na"u? Pewoasatta na"u"? Nauwwa, "Indangpa, dipalaiyyangmai saba" andiang melo" ummande."
Indona tarrus meapi. Tappana tumaena lambi, mauang, "Ressu"mi indo", ande"? Nauwwa indona, "Mane lue"i." Tapi iya ma"ala sekor (centong), na"ala ande mane lue" pai siola uwai, napewiringngi anna" mapardi mi ma"ande.
Purai ma"ande, indona mappetanya, "Mangapa na"u andiang melo" ummande di pewoasanna"? Nauwwa, "Masiri" indo"." Indona mauang, "Apa niposiri"? Inda di"e tau masiri" karna ma"ande. Laeng to niposiri"."
Ana"na mappetanya, "Apa niposiri" towaine tau, indo""? Nauwwa, "Niposiri" towaine tau mua tipui" narangngi tau." Jadi purai ma"ande, mauang, "Indo", natama" a." Tama di songe (kamar), mattindo di"o.
Masigai matindo. Indona heran, "Mangapa ana"u namasae matindo"? Tappana tama, naruppa" ana"na mettombang tera" (berlumur darah). Di daranna diang kowi" (pisau) nasolang di dadanna.
Indona mearra", lao mappadappang di tumaena. Mauang, "Apa napogau" di ana"u"? Tumaena mauang, "Andiang, iya tu" nipalai"i pole di pewoasanna saba" andiang melo" ummande." Indona mauang, "Matei tia ana"u."
Nasirumung nasang tau. Tumaena lao merrapo" lao di kasi", mauang, "Mangapa napappatei alawemu"? Jadi napasikkaloi jena"na, tapi andiang melo". Mauang, "Indang mala dipisai. Mua dikubur, mesa kubur ussolai. Mua indang, iyau to mappatei dirikku."
Jadi tau nasang mambasing-basing di kuburna. Tumaena mauang, "A"dappangana" mie", iyau mau lao siola ana"u." Indona mauang, "Palaiyyang, pengganti batangna ana"u." Tapi iya indang melo".
Tujung bongi nande basing-basing di kuburna. Tappana indangmi na"dingi sorana, jadi basing-basingmi to dikubur siola jena"na.
"Tamma"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Di tanah Mandar ada tradisi yang disebut nitumae (dilamar). Setelah dilamar, sang tunangan datang menjemput untuk pergi memanen padi. Tiga malam tiga hadi mereka berada di ladang, tetapi gadis itu tidak mau makan, hanya minum air.
Ibu dari pihak laki-laki berkata, "Antarkan saja dia pulang ke ibunya. Nanti dia kelaparan di sini karena tidak mau makan." Maka gadis itu diantar pulang. Setibanya di rumah, ibunya bertanya, "Sudah selesai panennya"? Ia menjawab, "Belum, saya dipulangkan karena tidak mau makan di sana."
Ibunya segera memasak. Ketika tunangannya tiba, ia bertanya, "Sudah masak, Bu"? Ibunya menjawab, "Baru mendidih." Namun ia sudah mengambil nasi yang masih panas dengan centong tempurung kelapa, mencampurnya dengan air agar cepat dingin, lalu memakannya.
Setelah makan, ibunya bertanya, "Mengapa kamu tidak mau makan di ladang"? Ia menjawab, "Saya malu, Bu." Ibunya berkata, "Apa yang memalukan? Makan itu bukan hal memalukan. Ada hal lain yang lebih memalukan."
Anaknya bertanya, "Apa yang memalukan bagi perempuan, Bu"? Ibunya menjawab, "Yang memalukan bagi perempuan adalah jika kentutnya terdengar orang." Setelah itu ia berkata, "Bu, saya masuk dulu," lalu masuk ke kamar (songe) untuk tidur.
Ia tidur sangat lama. Ibunya heran, "Mengapa anakku lama sekali tidurnya"? Saat masuk ke kamar, ia melihat anaknya berlumuran darah. Di dadanya tertancap sebilah pisau.
Ibunya menjerit dan berladi menemui tunangan anaknya. Ia berkata, "Apa yang terjadi pada anakku"? Tunangan itu menjawab, "Tidak ada, kami hanya mengantarnya pulang karena ia tidak mau makan." Sang ibu berkata, "Anakku sudah meninggal."
Orang-orang pun berkumpul. Tunangan gadis itu memeluk jasadnya dan berkata, "Mengapa kamu membunuh dirimu"? Ketika hendak dikuburkan, ia melompat ke liang lahat dan berkata bahwa ia tidak mau dipisahkan.
Ia bersikeras, "Jika dia dikubur, saya juga harus dikubur bersamanya. Jika tidak, akan ada dua kuburan." Ia lalu memainkan basing-basing (seruling bambu) di kubur itu.
Ibunya memohon agar ia pulang, tetapi ia menolak. Selama tujuh malam suara basing-basing terdengar dadi kubur. Setelah suara itu hilang, barulah basing-basing ikut dikuburkan bersamanya. Tamatlah cerita ini.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Sanaria