Desa Puttada, Kec. Sendana, Kab. Majene
LEMBANG PUTTA'DA
11 June 2026
-3.355903, 118.861129
Naskah Dokumen Digital (PDF)
Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara
Moa" naungi tau di"e bassa di Leppangan, di"e Leppangan e apa" dini"i tu"u di Desa Putta"da. Riong di desa Leppangan injanda riong kappung-kappung keccu" niuwwangan Leppangan, apa" tu"u di"e Putta"da. Dini" ri cia di Putta"da, apa" to Putta"da malai naung, niuwwa mo nabawai naung sangana Leppangan.
Jari mappariangi desa riong apa" messara" mi tau di"e, iya" lambi" mi dite"e nauwwa desa Leppangan. Tau di"e riong Putta"da malai naung, nabawai sangana Leppangan ri"o di lembang di"o.
Memang tu"u andiang diong kappung di"o niuwwang kappung keccu" nauwwa Leppangan. Leppangan tongang-tonganna di Putta"da, tondo liwanna ri"o di tempat di"e diang di sisianna TK dini"e.
Jari Leppangan di lembang di"o apa" hasilna pamindahan tau, sangana Leppangan dibawai ri"o di tau di"e malai naung ri Putta"da. Iyya" tu"u pamulanganna sangana, apa" kampungna tongang di Putta"da.
Di ada"na, Leppangan apa" tu"u tempatna topole. Tau di"e malai riong di luar wajib mappalapor ri Leppangan mua" naraiyya" di Putta"da. Iyya" tu"u aturan ada" na pangngadereng.
Putta"da apa" ibu kotana Kerajaan Sendana. Iyya ri"e pusat pamarentahan, pusat ada", sia pusat sejarahna Kerajaan. Jari tau di"e malai naung ri wilayah di"o wajib mappalapor ri Leppangan sabagai pangngormatan ri ada"na Kerajaan.
Jari hubungan Putta"da anna Leppangan taniya senga" geografis mua", tapi apa" tongang hubungan sejarah, pamarentahan, sia makna simbolis di struktur sosial na Kerajaan Sendana.
"Tamma"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Wilayah Leppangan pada mulanya merupakan bagian dari Desa Putta"da. Secara historis, Leppangan tidak berdiri sebagai desa tersendiri, melainkan merupakan kawasan yang berada dalam wilayah administratif dan adat Putta"da. Oleh karena itu, pada masa tersebut tidak dikenal adanya desa-desa kecil yang secara khusus bernama Leppangan di wilayah bawah.
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Putta"da dan terjadinya perpindahan permukiman ke wilayah yang lebih rendah, sebagian penduduk kemudian membawa serta penamaan Leppangan ke daerah bawah. Proses ini menyebabkan terbentuknya desa baru yang kemudian dikenal sebagai Desa Leppangan.
Namun demikian, dalam pemahaman masyarakat adat, Leppangan yang berada di wilayah bawah sesungguhnya bukanlah Leppangan dalam pengertian awal. Leppangan yang asli secara historis berada di wilayah Putta"da, tepatnya di sekitar lokasi yang kini dikenal berada di sebelah TK.
Dengan demikian, penamaan Leppangan di wilayah bawah merupakan bentuk reproduksi nama tempat yang mengikuti perpindahan penduduk dari pusat awal permukiman. Secara historis, pusat Leppangan yang asli tetap berada di Putta"da.
Dalam praktik adat, Leppangan juga memiliki fungsi penting sebagai tempat singgah para pendatang. Setiap orang yang datang dari luar wilayah diwajibkan melapor terlebih dahulu di Leppangan apabila hendak melanjutkan perjalanan ke Putta"da. Hal ini merupakan bagian dari tata krama adat dan sistem pangngadereng yang berlaku.
Putta"da sendiri dipahami sebagai ibu kota dan pusat Kerajaan Sendana. Wilayah ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan, adat, dan sejarah kerajaan. Oleh karena itu, setiap pendatang yang hendak memasuki Putta"da harus melalui prosedur pelaporan di Leppangan sebagai bentuk penghormatan terhadap tatanan adat kerajaan.
Dengan demikian, hubungan antara Putta"da dan Leppangan tidak hanya bersifat geografis, tetapi juga mencerminkan relasi historis, administratif, dan simbolik dalam struktur sosial dan politik Kerajaan Sendana.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Cicci
Jari mappariangi desa riong apa" messara" mi tau di"e, iya" lambi" mi dite"e nauwwa desa Leppangan. Tau di"e riong Putta"da malai naung, nabawai sangana Leppangan ri"o di lembang di"o.
Memang tu"u andiang diong kappung di"o niuwwang kappung keccu" nauwwa Leppangan. Leppangan tongang-tonganna di Putta"da, tondo liwanna ri"o di tempat di"e diang di sisianna TK dini"e.
Jari Leppangan di lembang di"o apa" hasilna pamindahan tau, sangana Leppangan dibawai ri"o di tau di"e malai naung ri Putta"da. Iyya" tu"u pamulanganna sangana, apa" kampungna tongang di Putta"da.
Di ada"na, Leppangan apa" tu"u tempatna topole. Tau di"e malai riong di luar wajib mappalapor ri Leppangan mua" naraiyya" di Putta"da. Iyya" tu"u aturan ada" na pangngadereng.
Putta"da apa" ibu kotana Kerajaan Sendana. Iyya ri"e pusat pamarentahan, pusat ada", sia pusat sejarahna Kerajaan. Jari tau di"e malai naung ri wilayah di"o wajib mappalapor ri Leppangan sabagai pangngormatan ri ada"na Kerajaan.
Jari hubungan Putta"da anna Leppangan taniya senga" geografis mua", tapi apa" tongang hubungan sejarah, pamarentahan, sia makna simbolis di struktur sosial na Kerajaan Sendana.
"Tamma"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Wilayah Leppangan pada mulanya merupakan bagian dari Desa Putta"da. Secara historis, Leppangan tidak berdiri sebagai desa tersendiri, melainkan merupakan kawasan yang berada dalam wilayah administratif dan adat Putta"da. Oleh karena itu, pada masa tersebut tidak dikenal adanya desa-desa kecil yang secara khusus bernama Leppangan di wilayah bawah.
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Putta"da dan terjadinya perpindahan permukiman ke wilayah yang lebih rendah, sebagian penduduk kemudian membawa serta penamaan Leppangan ke daerah bawah. Proses ini menyebabkan terbentuknya desa baru yang kemudian dikenal sebagai Desa Leppangan.
Namun demikian, dalam pemahaman masyarakat adat, Leppangan yang berada di wilayah bawah sesungguhnya bukanlah Leppangan dalam pengertian awal. Leppangan yang asli secara historis berada di wilayah Putta"da, tepatnya di sekitar lokasi yang kini dikenal berada di sebelah TK.
Dengan demikian, penamaan Leppangan di wilayah bawah merupakan bentuk reproduksi nama tempat yang mengikuti perpindahan penduduk dari pusat awal permukiman. Secara historis, pusat Leppangan yang asli tetap berada di Putta"da.
Dalam praktik adat, Leppangan juga memiliki fungsi penting sebagai tempat singgah para pendatang. Setiap orang yang datang dari luar wilayah diwajibkan melapor terlebih dahulu di Leppangan apabila hendak melanjutkan perjalanan ke Putta"da. Hal ini merupakan bagian dari tata krama adat dan sistem pangngadereng yang berlaku.
Putta"da sendiri dipahami sebagai ibu kota dan pusat Kerajaan Sendana. Wilayah ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan, adat, dan sejarah kerajaan. Oleh karena itu, setiap pendatang yang hendak memasuki Putta"da harus melalui prosedur pelaporan di Leppangan sebagai bentuk penghormatan terhadap tatanan adat kerajaan.
Dengan demikian, hubungan antara Putta"da dan Leppangan tidak hanya bersifat geografis, tetapi juga mencerminkan relasi historis, administratif, dan simbolik dalam struktur sosial dan politik Kerajaan Sendana.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Cicci