Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Puttada, Kec. Sendana, Kab. Majene

PUANG BOSI

11 June 2026 -3.356039, 118.860933
PUANG BOSI

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Jari anna" niuwwang di"e Pumbosi "Puang Bosi". Puang Bosi di bahasa diolo" niuwwang penyakit "tottoang" " lette"na monge". Kira-kira di bahasa ilmiah medis kapang niuwwa "penyaki" gula". Jari napapiangngi di"o angenang semacam bassu-bassuli atawa sapo-sapo na talloro"iang lao uwai, jari di"o mo napambaseang. Iyamo anna" niuwwang di"e Pumbosi.
Moa" di"e liwang di Banua, anna" niuwwang Banua pakkappunganna tau di pirang bongi, jari iyamo di"o nasirumung-rumungngi pakkappungano. Jari niannai sau tondo di tappa" Banua, biringna sau pa"banuang, biringna sau kappung.
Jari niuwwang di"e tamai tau tondo tama niuwwa Kappung Lele, karna" di tahun sekitar 40-an diang ra"bai le"mai. Jari pakkappunganna tau sappole Banua mellili"ang mi liwang di"o niuwwang Kappung Lele, jari iyamo anna" niuwwang Kappung Lele.
Jari lewang di"o lewang tau dai", lewang tau tama, lewang toi tau niuwwang mi moa" nilippai Kappung Lele, liwang tau niuwwangan di Komu-komu. Di"o Komu-komu buttu, di"o buttu I"dai niuwwangan malinggao sangga" Komu-komu. Di bahasa Mandarna Komu-komu marumbo.
Jari lao tau di"o niuwwang lao nilambi" tau liwang moa" karambo" tau liwang diang mo nipauwangan Biliang. Di"o Biliang, niuwwangan di"o uwai liang di lalang di goa-goa, makappa" uwainna, nisanga mi Uwai Liang.
Moa" mellamba bomi tau liwang, diang bomi nisanga Pummarondong. Anna" niuwwa Pummarondong karna" diang liang goa masse" narua allo, I"dai tarrang tongan. Iyapa namala narua allo mua" makkareppe"i mi jam-jam lima sore. Jari moa" diang mettule" bomi tau nauwwa, "Ya" inna bassa di"e"? niuwwa, "Ya" marondong bopai tu" ca ri"e narua allo, jari mai mo"o marondong."
"Pura!"

Terjemahan Bahasa Indonesia
Jadi, mengapa disebut Pumbosi "Puang Bosi"? Puang Bosi dalam bahasa dahulu merujuk pada penyakit lama yang disebut "tottoang", yaitu sakit pada kaki. Dalam istilah medis modern, penyakit ini kira-kira disamakan dengan diabetes atau penyakit gula. Karena itu dibuatlah tempat semacam pondok-pondok yang dialiri air untuk mencuci atau merendam bagian yang sakit. Dari kebiasaan itulah wilayah ini kemudian disebut Pumbosi.
Selanjutnya mengenai Banua, dinamakan Banua karena dahulu merupakan pusat perkampungan orang-orang terdahulu, sehingga menjadi tempat berkumpulnya masyarakat. Namun kemudian permukiman itu bergeser ke bagian ujung kampung, ke tepi wilayah banua atau perkampungan.
Ketika masyarakat berpindah lebih ke dalam wilayah, tempat itu kemudian disebut Kappung Lele. Penamaan ini berkaitan dengan peristiwa longsor yang terjadi sekitar tahun 1940-an. Akibatnya, penduduk Banua berpindah dan membentuk permukiman baru yang kemudian dikenal sebagai Kappung Lele.
Jika berjalan lebih jauh lagi, melewati Kappung Lele dan terus masuk ke pedalaman, maka sampailah di wilayah yang disebut Komu-komu. Komu-komu adalah daerah pegunungan. Gunungnya tidak terlalu tinggi, tetapi tampak besar dan membulat. Dalam bahasa Mandar, Komu-komu bermakna "marumbo", yaitu gemuk atau besar.
Semakin jauh perjalanan, sampailah di tempat yang disebut Biliang. Nama Biliang merujuk pada adanya sumber air dari dalam gua-gua yang airnya sangat jernih dan baik. Karena itu disebut Uwai Liang, yang berarti air dari liang atau gua.
Jika perjalanan dilanjutkan lagi, terdapat tempat yang disebut Pummarondong. Nama ini diberikan karena terdapat sebuah liang atau gua yang tidak mendapat sinar matahari secara langsung dan tidak terlalu terang. Cahaya matahari baru dapat masuk ke dalamnya menjelang sekitar pukul lima sore. Karena itu, jika ada orang bertanya, "Bagaimana keadaan di sana"?, maka dijawab, "Besok baru terkena matahari lagi, jadi datanglah besok." Ungkapan ini berkaitan dengan kondisi gua yang gelap dan hanya menerima cahaya pada waktu tertentu.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh Ridu

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Puttada, Kec. Sendana, Kab. Majene