Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Desa Pamboborang, Kec. Banggae, Kab. Majene

LAKASIASI (SI MISKIN)

12 June 2026 -3.532833, 118.941752
LAKASIASI (SI MISKIN)

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Diang mesa carita diolo tentang to kasiasi sanganna Aco. Iya siola indona mellamba-mellamba ma"itai dalle". Di antara lalananna, siruppa koko" pa"ande tau to dzalai ri sasi". Tappana digena", Aco masalama" anna naua, "Da dzolo" e." Koko" e naua, "Mua" pissana mu illonni mua narua" pepa", ditimma" ri pe"oloammu." Jari Aco siola indona melamba pole.
Mellamba pitu buttu na wulewang, Aco siola indona siruppa sumarrang kaiyang. Sumarrang e mapissang, "Inna namuola"? Aco maung, "Ma"itai dalle"." Sumarrang e naua, "Mua" di timma" ri pe"oloammu, pissana mu, iyau malambi" ri olona." Jari iya pole melamba.
Tappana pole melamba, siruppa i Nenek Pakande, tau pa"ande tau toi. Iya meande Aco siola indona. Aco lekka" pissang sumarrangna, naua, "O sumarrang, tulunga tori"." Sumarrang malambi", anna meande i Nenek Pakande. Sisa"na wase anna bukuna. Apa"na mate mi Nenek Pakande.
Di boyanna Nenek Pakande, diang lamari pattampungan tau. Diang dua rupa: tommuane anna towaine. Nasang tau to nasaka" sirumung. Di antaranna diang sanganna Hasan Husen Mannang anna Ana"ijo Sapareng. Hasan Husen Mannang maung, "Aco, bawa" tori" lao ri banua"u." Aco maung, "Iyyo, insya Allah."
Tappana lambi" ri banua"na, tau ri kampung e sangga"i musuh malambi". Limambongi limangallo pelloa tembakan. Aco pissang sumarrang anna koko", naua, "Tulunga tori", narua" pepa"." Sumarrang anna koko" massisombalang mabbasmi musuh. Aman mi lalananna.
Aco pole lao ri boyanna Nenek Pakande, apa"na iya mi menjari kapala ri lingkunganna. Tappana Ana"ijo Sapareng maung dibawa toi lao ri banua"na, Aco pole mambawa. Di lalananna di tembaki bomi, tapi sumarrang anna koko" tulungi pole. Lambi" aman, Aco menjari raja ri di"o.
Apa"na mate mi Nenek Pakande, Aco mamulai mappapia pemerintahan: kecamatan, desa, lingkungan, RT, anna RW. Iyamo tamat caritana.
"Tamma"!"

Terjemahan Bahasa Indonesia
Pada zaman dahulu, ada sebuah cerita tentang seorang miskin bernama Aco. Ia berjalan bersama ibunya untuk mencari nafkah. Di perjalanan, mereka bertemu dengan seekor burung pemakan manusia dari laut. Ketika hendak dimakan, Aco memberi salam dan berkata, "Tunggu dulu." Burung itu berkata, "Jika suatu saat kamu ditimpa masalah, panggillah namaku, maka aku akan datang di hadapanmu." Setelah itu, Aco dan ibunya melanjutkan perjalanan.
Setelah melewati tujuh gunung dan lembah, Aco dan ibunya bertemu dengan seekor semut besar. Semut itu bertanya, "Kalian hendak ke mana"? Aco menjawab, "Kami ingin mencari nafkah." Semut itu berkata, "Jika kalian ditimpa masalah, panggillah namaku, maka aku akan datang menolong." Kemudian mereka melanjutkan perjalanan.
Di perjalanan selanjutnya, mereka bertemu dengan Nenek Pakande, seorang pemakan manusia. Ia hendak memakan Aco dan ibunya. Aco segera memanggil semut besar itu dan berkata, "Wahai semut, tolonglah kami." Semut pun datang dan memakan Nenek Pakande hingga yang tersisa hanya tulang dan giginya. Nenek Pakande pun mati.
Di rumah Nenek Pakande terdapat lemari yang menjadi tempat penampungan orang-orang yang ditangkap. Ada dua bagian, satu untuk laki-laki dan satu untuk perempuan. Semua orang yang tertangkap berkumpul. Di antaranya ada Hasan Husen Mannang dan Ana"ijo Sapareng. Hasan Husen Mannang berkata, "Aco, tolong antar aku ke kampungku." Aco menjawab, "Baik, insya Allah."
Ketika hampir tiba di kampungnya, penduduk mengira mereka musuh dan menembaki selama lima hari lima malam. Aco pun memanggil semut dan burung pemakan manusia untuk meminta pertolongan. Keduanya bekerja sama membasmi para penyerang. Akhirnya keadaan menjadi aman.
Aco kembali ke rumah Nenek Pakande dan menjadi pemimpin di tempat itu. Ketika Ana"ijo Sapareng meminta diantar ke kampungnya, Aco pun mengantarnya. Di perjalanan mereka kembali ditembaki, tetapi semut dan burung itu menolong hingga keadaan aman. Setelah semuanya selamat, Aco menjadi pemimpin di wilayah tersebut.
Karena Nenek Pakande telah tiada, Aco mulai membentuk pemerintahan seperti kecamatan, desa, lingkungan, RT, dan RW. Demikianlah akhir cerita ini.
"Selesai!"

Diceritakan kembali oleh Rasada/M. Idham

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Desa Pamboborang, Kec. Banggae, Kab. Majene