Lingk. Lipu, Kel. Labuang Utara, Kec. Banggae Timur, Kab. Majene
BATU TOYANG RI TANDE (BATU APUNG DI TANDE)
11 June 2026
-3.541842, 118.969861
Naskah Dokumen Digital (PDF)
Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara
Diang towaine di Tande, iya dio napogau maitai ayu nanapakei meapi. Die towaine e tuomi siola kindo"na apa" kama"na mendolomi. Tuttu aloi nalandurri Batu Toyang. Ruami wattu nalandurri dio Batu Toyango maitai ayu, maitami tommuane tapi andani naissang innai dio tommuaneo. Tapi andani diissang tappa mala sissang, anna siala.
Taummi naola pamboyangang, andappa diang nabengang Puang ana". Tappan lao, die muanena lambami tama di roppong maitai andeangang. Die towainee situyui dio di pepattoang mane peangimmi, anging pole di sasi. Sawa die anging madzingi-dzingini andallao masae tappa matindo di pepattoang. Tappa mangipi napolei mesa towaine sinrupa kindo"na. Pole kindo"na nabisi" lao ana"na sawa andappa diang ana"na. Tomabubeng anu di pangipinna nasiomi lamba maala dadua batu-batu keccu" mane nabawanaung di daunna batu, napatekkemi tama di rindingna dio batu.
Andiang lao masae pole muanena. Pangipinna dio nacuritai lao di muanena tapi andani makanynyang bega tia muanena. Die muanenae sangga nabali/napissanni mua mambawai andeangang anna nasiomi mapparessu bainena dio andeo. Bassami die naua muanenao, ya pura ummande matindomi.
Die bainenae napogaumi apa napesoang muanena. Naparessumi dio andeangang andammasae ya laomi matindo. Tapi dei bainenae massemi matindo, simata balisami naanna pangimpinna. Tappana lao subuh, nacuritangallaemmi muanena "Andaiana mala matindo simata uingarani pangipiu, harusa mambawa die lao apa-apa di pappange." Sawa samata menani bainena, die muanenae nalorangi mappogau. Ya napogaumi apa anu pura napangipi.
Andiang masae lao, tappana pura napogau anu napangipiang, die bainenae massa"dingmi ingga"na diangmo tandana namattambu", tibo"omi, tiluami, mangallomi ulunna. Alhasil, malami nipauangang die o dzi biasang mua diyakini malai mambawa barakka. Die bainenae battangmi mane meana tongangmi kasi".
"Pura Carita!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Dahulu kala, hiduplah seorang gadis di Kampung Tande. Setiap hari ia bekerja mencari ranting kayu untuk dijadikan kayu bakar. Ia hidup bersama ibunya karena ayahnya telah meninggal dunia. Dalam kesehariannya, gadis ini selalu melewati sebuah tempat bernama Batu Toyang saat mencari kayu. Pada suatu waktu, ketika sedang berada di Batu Toyang, ia melihat seorang laki-laki, namun tidak mengetahui siapa dirinya. Entah bagaimana ceritanya, mereka saling mengenal, kemudian menikah dan hidup bersama.
Setelah bertahun-tahun menikah, pasangan ini belum juga dikaruniai anak. Suatu hari, sang suami pergi ke hutan untuk mencari bahan makanan. Sementara itu, si istri duduk di dekat jendela rumah. Angin sejuk bertiup dari arah laut, membuatnya tertidur di sana. Dalam tidurnya, ia bermimpi didatangi seorang perempuan yang diyakini sebagai ibunya. Dalam mimpi tersebut, ibunya membisikkan pesan agar ia mengambil dua batu kecil, membawanya ke tebing Batu Toyang, lalu menempelkan batu itu pada dinding batu yang curam.
Tidak lama kemudian, sang suami pulang. Si istri menceritakan mimpinya, tetapi suaminya tidak begitu percaya. Suami hanya meminta istrinya memasak makanan yang dibawanya. Setelah makan bersama, mereka pun beristirahat. Namun, si istri tidak bisa tidur karena terus teringat mimpi tersebut. Menjelang subuh, ia kembali menceritakan mimpinya dengan penuh desakan, hingga akhirnya suaminya mengizinkan untuk melakukannya.
Setelah melakukan ritual sesuai petunjuk dalam mimpi, tidak lama kemudian si istri merasakan tanda-tanda kehamilan, seperti mual, muntah, dan pusing. Hal ini dipercaya sebagai bukti bahwa ritual tersebut membawa berkah. Akhirnya, sang istri benar-benar mengandung dan melahirkan seorang anak.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Rustam
Taummi naola pamboyangang, andappa diang nabengang Puang ana". Tappan lao, die muanena lambami tama di roppong maitai andeangang. Die towainee situyui dio di pepattoang mane peangimmi, anging pole di sasi. Sawa die anging madzingi-dzingini andallao masae tappa matindo di pepattoang. Tappa mangipi napolei mesa towaine sinrupa kindo"na. Pole kindo"na nabisi" lao ana"na sawa andappa diang ana"na. Tomabubeng anu di pangipinna nasiomi lamba maala dadua batu-batu keccu" mane nabawanaung di daunna batu, napatekkemi tama di rindingna dio batu.
Andiang lao masae pole muanena. Pangipinna dio nacuritai lao di muanena tapi andani makanynyang bega tia muanena. Die muanenae sangga nabali/napissanni mua mambawai andeangang anna nasiomi mapparessu bainena dio andeo. Bassami die naua muanenao, ya pura ummande matindomi.
Die bainenae napogaumi apa napesoang muanena. Naparessumi dio andeangang andammasae ya laomi matindo. Tapi dei bainenae massemi matindo, simata balisami naanna pangimpinna. Tappana lao subuh, nacuritangallaemmi muanena "Andaiana mala matindo simata uingarani pangipiu, harusa mambawa die lao apa-apa di pappange." Sawa samata menani bainena, die muanenae nalorangi mappogau. Ya napogaumi apa anu pura napangipi.
Andiang masae lao, tappana pura napogau anu napangipiang, die bainenae massa"dingmi ingga"na diangmo tandana namattambu", tibo"omi, tiluami, mangallomi ulunna. Alhasil, malami nipauangang die o dzi biasang mua diyakini malai mambawa barakka. Die bainenae battangmi mane meana tongangmi kasi".
"Pura Carita!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Dahulu kala, hiduplah seorang gadis di Kampung Tande. Setiap hari ia bekerja mencari ranting kayu untuk dijadikan kayu bakar. Ia hidup bersama ibunya karena ayahnya telah meninggal dunia. Dalam kesehariannya, gadis ini selalu melewati sebuah tempat bernama Batu Toyang saat mencari kayu. Pada suatu waktu, ketika sedang berada di Batu Toyang, ia melihat seorang laki-laki, namun tidak mengetahui siapa dirinya. Entah bagaimana ceritanya, mereka saling mengenal, kemudian menikah dan hidup bersama.
Setelah bertahun-tahun menikah, pasangan ini belum juga dikaruniai anak. Suatu hari, sang suami pergi ke hutan untuk mencari bahan makanan. Sementara itu, si istri duduk di dekat jendela rumah. Angin sejuk bertiup dari arah laut, membuatnya tertidur di sana. Dalam tidurnya, ia bermimpi didatangi seorang perempuan yang diyakini sebagai ibunya. Dalam mimpi tersebut, ibunya membisikkan pesan agar ia mengambil dua batu kecil, membawanya ke tebing Batu Toyang, lalu menempelkan batu itu pada dinding batu yang curam.
Tidak lama kemudian, sang suami pulang. Si istri menceritakan mimpinya, tetapi suaminya tidak begitu percaya. Suami hanya meminta istrinya memasak makanan yang dibawanya. Setelah makan bersama, mereka pun beristirahat. Namun, si istri tidak bisa tidur karena terus teringat mimpi tersebut. Menjelang subuh, ia kembali menceritakan mimpinya dengan penuh desakan, hingga akhirnya suaminya mengizinkan untuk melakukannya.
Setelah melakukan ritual sesuai petunjuk dalam mimpi, tidak lama kemudian si istri merasakan tanda-tanda kehamilan, seperti mual, muntah, dan pusing. Hal ini dipercaya sebagai bukti bahwa ritual tersebut membawa berkah. Akhirnya, sang istri benar-benar mengandung dan melahirkan seorang anak.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Rustam
Lokasi Geografis Cerita
Cerita Terkait di Lingk. Lipu, Kel. Labuang Utara, Kec. Banggae Timur, Kab. Majene
Lingk. Lipu, Kel. Labuang Utara, Kec. Banggae Timur, Kab. Majene
LOMBENG SUSU
Baca Kisah
Lingk. Lipu, Kel. Labuang Utara, Kec. Banggae Timur, Kab. Majene
PUA' SADDING
Baca Kisah
Lingk. Lipu, Kel. Labuang Utara, Kec. Banggae Timur, Kab. Majene
BAU ANNA' MANU SISAMMUANE (IKAN DAN AYAM BERSAHABAT)
Baca Kisah