Lingk. Lipu, Kel. Labuang Utara, Kec. Banggae Timur, Kab. Majene
LOMBENG SUSU
12 June 2026
-3.541842, 118.969861
Naskah Dokumen Digital (PDF)
Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara
Die caritae daduai versi. Iya dio mesao nasangami tau "Lombeng Susu." Mangapai nasanga Lombeng Susu? Sawa" die towaine malombengi susunna atau malakkai susunna. Nasanga seiya mua meloi napasusu ana"na walaupun di pondonai die ana"nae, iya die ammanae nasappeang tappami dai di pali-palinna lambi"mi lao pondo"na anna malami napasusu ana"na. Iyamo nasangami towaine malombeng susunna (versi pertama).
Versi keduana, nisangami "Lombeng Susu" sawa" macoai taunna. Andiani melo maita tau masussa, tambai, atau mamarang. Innai-innai naita masussa tatami natulung I Lombeng Susu. Innai-innaimo pa"banua tama di Tande anna nasa"ding tambai atau mamarani pasti nebengani ande I Lombeng Susu. Andani tia naissang immatino innaio die, tau biasa, luuare atau tania, tattai tau nabengang ande anna" uwai. Iyamo die nagallartau Lombeng Susue sawa lewai macoanna. Tatta"i tia mattulung tau masussa, terutama mua to natambai.
"Pura!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Cerita ini memiliki dua versi. Versi pertama menjelaskan bahwa tokoh tersebut disebut "Lombeng Susu" karena memiliki payudara yang sangat panjang. Dalam kisah ini, ia digambarkan sebagai seorang ibu dengan keunikan fisik yang luar biasa. Ketika hendak menyusui anaknya, meskipun sang anak berada di belakang tubuhnya, ia tidak perlu berbalik badan. Ia cukup mengayunkan payudaranya ke belakang hingga mencapai anaknya, lalu menyusuinya dengan mudah. Karena keistimewaan tersebut, masyarakat kemudian mengenalnya dengan sebutan Lombeng Susu, yang berarti perempuan dengan payudara panjang.
Versi kedua menjelaskan bahwa penamaan Lombeng Susu bukan didasarkan pada ciri fisiknya, melainkan pada sifat dan kepribadiannya yang sangat baik. Dalam versi ini, ia digambarkan sebagai perempuan yang berhati mulia dan tidak tega melihat orang lain hidup dalam kesusahan, kelaparan, atau kehausan. Siapa pun yang ditemuinya dalam keadaan menderita pasti akan ia tolong. Setiap orang yang datang ke wilayah Tande dan mengalami kelaparan atau kehausan akan ia sambut dengan penuh kepedulian. Ia menyediakan makanan dan minuman tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ataupun hubungan kekerabatan. Karena kemurahan hati dan kepeduliannya terhadap sesama, terutama kepada mereka yang kelaparan dan kehausan, masyarakat pun mengenalnya dengan sebutan Lombeng Susu.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Rustam
Versi keduana, nisangami "Lombeng Susu" sawa" macoai taunna. Andiani melo maita tau masussa, tambai, atau mamarang. Innai-innai naita masussa tatami natulung I Lombeng Susu. Innai-innaimo pa"banua tama di Tande anna nasa"ding tambai atau mamarani pasti nebengani ande I Lombeng Susu. Andani tia naissang immatino innaio die, tau biasa, luuare atau tania, tattai tau nabengang ande anna" uwai. Iyamo die nagallartau Lombeng Susue sawa lewai macoanna. Tatta"i tia mattulung tau masussa, terutama mua to natambai.
"Pura!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Cerita ini memiliki dua versi. Versi pertama menjelaskan bahwa tokoh tersebut disebut "Lombeng Susu" karena memiliki payudara yang sangat panjang. Dalam kisah ini, ia digambarkan sebagai seorang ibu dengan keunikan fisik yang luar biasa. Ketika hendak menyusui anaknya, meskipun sang anak berada di belakang tubuhnya, ia tidak perlu berbalik badan. Ia cukup mengayunkan payudaranya ke belakang hingga mencapai anaknya, lalu menyusuinya dengan mudah. Karena keistimewaan tersebut, masyarakat kemudian mengenalnya dengan sebutan Lombeng Susu, yang berarti perempuan dengan payudara panjang.
Versi kedua menjelaskan bahwa penamaan Lombeng Susu bukan didasarkan pada ciri fisiknya, melainkan pada sifat dan kepribadiannya yang sangat baik. Dalam versi ini, ia digambarkan sebagai perempuan yang berhati mulia dan tidak tega melihat orang lain hidup dalam kesusahan, kelaparan, atau kehausan. Siapa pun yang ditemuinya dalam keadaan menderita pasti akan ia tolong. Setiap orang yang datang ke wilayah Tande dan mengalami kelaparan atau kehausan akan ia sambut dengan penuh kepedulian. Ia menyediakan makanan dan minuman tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ataupun hubungan kekerabatan. Karena kemurahan hati dan kepeduliannya terhadap sesama, terutama kepada mereka yang kelaparan dan kehausan, masyarakat pun mengenalnya dengan sebutan Lombeng Susu.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh Rustam
Lokasi Geografis Cerita
Cerita Terkait di Lingk. Lipu, Kel. Labuang Utara, Kec. Banggae Timur, Kab. Majene
Lingk. Lipu, Kel. Labuang Utara, Kec. Banggae Timur, Kab. Majene
PUA' SADDING
Baca Kisah
Lingk. Lipu, Kel. Labuang Utara, Kec. Banggae Timur, Kab. Majene
BAU ANNA' MANU SISAMMUANE (IKAN DAN AYAM BERSAHABAT)
Baca Kisah
Lingk. Lipu, Kel. Labuang Utara, Kec. Banggae Timur, Kab. Majene
BATU TOYANG RI TANDE (BATU APUNG DI TANDE)
Baca Kisah