Lingk. Tinggas-tinggas, Kel. Tinambung, Kec. Tinambung, Kab. Polewali Mandar
I KARAKE??? LETTE??? (SI KAKI PINCANG)
22 June 2026
-3.502913, 119.021121
Naskah Dokumen Digital (PDF)
Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara
Di"o di sanga I Karake Lette". Sebenarna, jolo diangmo sangana, iya to disanga karna lettena urudiang (pincang). Di Mandar, diang 41 tomakaka, anna mesa diantaranna disanga Tomakaka di Loppo. Karna monge" lettena, mua millamba sanna" mapparisi, jari tau magallari iya Karake Lette" (karake = rusak, lette" = kaki).
Diang pole tau to Takalar, tau barani, meloi na"ala Balanipa. Andiang tau ma"ewa"i. Mara"dia ma"uang, "Innai di"e ma"ulle ma"ewai"? Tau ma"uang, "Diang I Karake Lette"." Jari napasiallama I Karake Lette".
Millambami I Karake Lette" pole di Loppo lao Balanipa. Tiga bongi tiga allo iya millamba karna monge" lettena. Tappana sita mi siola to barani, tau to Takalar ma"uang, "Mara"dia andang sala, apa ma"pasiallama tau cacat ma"ewai yau? Tau sehat to"e kuallangi, apalagi di"e."
I Karake Lette" ma"uang, "Iyamo, tapi si"kasa-kasa"mo. Yau mambawa tallu lemo. Mua utimbeo anna mu"alami, yau malai. Tapi mua iko timbe mai anna yau malai na"alami, iko malai." Tau to Takalar massetuju.
Tappana I Karake Lette" natoro lemo, bisa na"alami anna napoleang pole. Mua tau to Takalar natimbe, I Karake Lette" towoi na"alami pole. Jari tau to Takalar malai, apa napattuppui janjinna.
Mara"dia ma"uang, "Me"apa muinginkan"? I Karake Lette" ma"uang, "Indang"a diang. Yau mara"dia di Loppo." Mara"dia ma"uang pole, "Harus diang bengangku." Jari I Karake Lette" ma"uang, "Benganami kebun."
Subuh-subuh iya lao di buttu anna ma"illong, "Bangunmo tau! Lao mambue", lao ma"jama!" Tappana allo massimbara, iya maita" sangga"na suara"na. Tau Beu"asa nairrangi, tau Batu-Batu nairrangi. Iyamo jadi wilayahna. Jari Batu-Batu tama di wilayah Balanipa.
Masanna, diang pole carita. I Karake Lette" mappasalanganna anna mesti dihukum. Tapi iya ma"uang, "Indang"a mu hukum yau. Yau malai pole." Tappana iya malai, di kampung di"o diang rengge (perselisihan). Jari digallari kampung di"o Renggeang di Tinambung. Iyamo caritana I Karake Lette".
"Tamma"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Dialah yang dikenal dengan nama Si Karake Lette". Pada awalnya, nama itu belum ada. Ia disebut demikian karena kakinya pincang. Di Mandar dahulu terdapat 41 tomakaka (pemimpin adat), dan salah satunya disebut Tomakaka di Loppo. Karena jalannya pincang dan tampak tidak sempurna, masyarakat menjulukinya Karake Lette", yang berarti kaki rusak atau pincang.
Suatu ketika datang seorang pemberani dari Takalar yang ingin merebut wilayah Balanipa. Tidak ada seorang pun yang berani melawannya. Mara"dia (raja) kemudian bertanya, "Siapa yang mampu menghadapi orang ini"? Masyarakat menjawab bahwa ada satu orang, yaitu Si Karake Lette". Maka ia pun dipanggil untuk menghadapi sang pemberani.
Si Karake Lette" berjalan dari Loppo menuju Balanipa. Karena kakinya pincang, ia menempuh perjalanan selama tiga hari tiga malam. Ketika bertemu, orang dari Takalar itu berkata, "Raja ini sungguh keliru, mengapa memberiku lawan orang yang cacat? Orang sehat saja bisa kukalahkan, apalagi dia."
Si Karake Lette" kemudian berkata, "Baiklah, kita tidak perlu berkelahi. Kita adu kepandaian saja. Saya membawa tiga buah jeruk. Jika saya lempar dan kamu dapat menangkapnya, saya akan pergi. Tetapi jika kamu yang melempar dan saya bisa menangkapnya, maka kamu yang harus pergi." Tantangan itu diterima.
Ketika Si Karake Lette" melempar jeruk, lawannya tidak mampu menangkapnya dengan baik. Sebaliknya, saat jeruk dilempar kepadanya, Si Karake Lette" dapat menangkapnya dengan mudah. Akhirnya, orang dari Takalar itu kalah dan menepati janjinya untuk pergi.
Mara"dia kemudian bertanya, "Apa yang kamu inginkan sebagai balasan"? Si Karake Lette" menjawab bahwa ia tidak menginginkan jabatan karena ia sendiri sudah menjadi mara"dia di Loppo. Namun, raja tetap ingin memberinya sesuatu. Maka Si Karake Lette" meminta wilayah kebun.
Pada waktu subuh, ia pergi ke gunung dan berteriak lantang, "Wahai masyarakat, bangunlah! Pergilah bekerja dan mencari nafkah!" Ketika matahari terbit, ia menelusuri sejauh mana suaranya terdengar. Ternyata orang-orang di Beuasa dan Batu-Batu mendengarnya. Wilayah yang mendengar suaranya itulah yang menjadi daerah kekuasaannya. Batu-Batu pun kemudian masuk dalam wilayah Balanipa.
Beberapa waktu kemudian, masih ada kisah lanjutan. Si Karake Lette" melakukan suatu kesalahan dan hendak dihukum. Namun, ia memilih meninggalkan jabatannya dan pergi dari wilayah itu. Setelah kepergiannya, terjadi perselisihan di kampung tersebut. Dalam bahasa Mandar, perselisihan disebut rengge. Karena itulah kampung tersebut kemudian dinamakan Renggeang, yang terletak di Tinambung. Demikianlah kisah Si Karake Lette".
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh H. Ahmad Asdy/Fitrayani
Diang pole tau to Takalar, tau barani, meloi na"ala Balanipa. Andiang tau ma"ewa"i. Mara"dia ma"uang, "Innai di"e ma"ulle ma"ewai"? Tau ma"uang, "Diang I Karake Lette"." Jari napasiallama I Karake Lette".
Millambami I Karake Lette" pole di Loppo lao Balanipa. Tiga bongi tiga allo iya millamba karna monge" lettena. Tappana sita mi siola to barani, tau to Takalar ma"uang, "Mara"dia andang sala, apa ma"pasiallama tau cacat ma"ewai yau? Tau sehat to"e kuallangi, apalagi di"e."
I Karake Lette" ma"uang, "Iyamo, tapi si"kasa-kasa"mo. Yau mambawa tallu lemo. Mua utimbeo anna mu"alami, yau malai. Tapi mua iko timbe mai anna yau malai na"alami, iko malai." Tau to Takalar massetuju.
Tappana I Karake Lette" natoro lemo, bisa na"alami anna napoleang pole. Mua tau to Takalar natimbe, I Karake Lette" towoi na"alami pole. Jari tau to Takalar malai, apa napattuppui janjinna.
Mara"dia ma"uang, "Me"apa muinginkan"? I Karake Lette" ma"uang, "Indang"a diang. Yau mara"dia di Loppo." Mara"dia ma"uang pole, "Harus diang bengangku." Jari I Karake Lette" ma"uang, "Benganami kebun."
Subuh-subuh iya lao di buttu anna ma"illong, "Bangunmo tau! Lao mambue", lao ma"jama!" Tappana allo massimbara, iya maita" sangga"na suara"na. Tau Beu"asa nairrangi, tau Batu-Batu nairrangi. Iyamo jadi wilayahna. Jari Batu-Batu tama di wilayah Balanipa.
Masanna, diang pole carita. I Karake Lette" mappasalanganna anna mesti dihukum. Tapi iya ma"uang, "Indang"a mu hukum yau. Yau malai pole." Tappana iya malai, di kampung di"o diang rengge (perselisihan). Jari digallari kampung di"o Renggeang di Tinambung. Iyamo caritana I Karake Lette".
"Tamma"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Dialah yang dikenal dengan nama Si Karake Lette". Pada awalnya, nama itu belum ada. Ia disebut demikian karena kakinya pincang. Di Mandar dahulu terdapat 41 tomakaka (pemimpin adat), dan salah satunya disebut Tomakaka di Loppo. Karena jalannya pincang dan tampak tidak sempurna, masyarakat menjulukinya Karake Lette", yang berarti kaki rusak atau pincang.
Suatu ketika datang seorang pemberani dari Takalar yang ingin merebut wilayah Balanipa. Tidak ada seorang pun yang berani melawannya. Mara"dia (raja) kemudian bertanya, "Siapa yang mampu menghadapi orang ini"? Masyarakat menjawab bahwa ada satu orang, yaitu Si Karake Lette". Maka ia pun dipanggil untuk menghadapi sang pemberani.
Si Karake Lette" berjalan dari Loppo menuju Balanipa. Karena kakinya pincang, ia menempuh perjalanan selama tiga hari tiga malam. Ketika bertemu, orang dari Takalar itu berkata, "Raja ini sungguh keliru, mengapa memberiku lawan orang yang cacat? Orang sehat saja bisa kukalahkan, apalagi dia."
Si Karake Lette" kemudian berkata, "Baiklah, kita tidak perlu berkelahi. Kita adu kepandaian saja. Saya membawa tiga buah jeruk. Jika saya lempar dan kamu dapat menangkapnya, saya akan pergi. Tetapi jika kamu yang melempar dan saya bisa menangkapnya, maka kamu yang harus pergi." Tantangan itu diterima.
Ketika Si Karake Lette" melempar jeruk, lawannya tidak mampu menangkapnya dengan baik. Sebaliknya, saat jeruk dilempar kepadanya, Si Karake Lette" dapat menangkapnya dengan mudah. Akhirnya, orang dari Takalar itu kalah dan menepati janjinya untuk pergi.
Mara"dia kemudian bertanya, "Apa yang kamu inginkan sebagai balasan"? Si Karake Lette" menjawab bahwa ia tidak menginginkan jabatan karena ia sendiri sudah menjadi mara"dia di Loppo. Namun, raja tetap ingin memberinya sesuatu. Maka Si Karake Lette" meminta wilayah kebun.
Pada waktu subuh, ia pergi ke gunung dan berteriak lantang, "Wahai masyarakat, bangunlah! Pergilah bekerja dan mencari nafkah!" Ketika matahari terbit, ia menelusuri sejauh mana suaranya terdengar. Ternyata orang-orang di Beuasa dan Batu-Batu mendengarnya. Wilayah yang mendengar suaranya itulah yang menjadi daerah kekuasaannya. Batu-Batu pun kemudian masuk dalam wilayah Balanipa.
Beberapa waktu kemudian, masih ada kisah lanjutan. Si Karake Lette" melakukan suatu kesalahan dan hendak dihukum. Namun, ia memilih meninggalkan jabatannya dan pergi dari wilayah itu. Setelah kepergiannya, terjadi perselisihan di kampung tersebut. Dalam bahasa Mandar, perselisihan disebut rengge. Karena itulah kampung tersebut kemudian dinamakan Renggeang, yang terletak di Tinambung. Demikianlah kisah Si Karake Lette".
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh H. Ahmad Asdy/Fitrayani
Lokasi Geografis Cerita
Cerita Terkait di Lingk. Tinggas-tinggas, Kel. Tinambung, Kec. Tinambung, Kab. Polewali Mandar
Lingk. Tinggas-tinggas, Kel. Tinambung, Kec. Tinambung, Kab. Polewali Mandar
MATE KARANA SIRI' (MATI KARENA MALU)
Baca Kisah
Lingk. Tinggas-tinggas, Kel. Tinambung, Kec. Tinambung, Kab. Polewali Mandar
I PURA PARA???BUE???
Baca Kisah
Lingk. Tinggas-tinggas, Kel. Tinambung, Kec. Tinambung, Kab. Polewali Mandar
TO NALAMBA MAMBACA-BACA ORANG YANG AKAN PERGI TASYAKKURAN
Baca Kisah