Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset
Lingk. Tinggas-tinggas, Kel. Tinambung, Kec. Tinambung, Kab. Polewali Mandar

CALU??? AMMANA WEWANG

22 June 2026 -3.502920, 119.021128
CALU??? AMMANA WEWANG

Naskah Dokumen Digital (PDF)

Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara

Buka / Unduh Naskah PDF
Umulai carita tentang Calu ammana Wewang. Iya to sanganna Calu ammana Wewang, Mara"dia Matoa di Balanipa, anna Mara"dia malolo di Alu. Ammana Wewang dipaungani sebagai pejuang revolusi, apa"na sebelum proklamasi kemerdekaan, iya memang sudah berjuang.
Ammana Wewang narakkei Belanda. Iya to ka"bali, indani nande kowi anna peluru. Iya naung masserang di Banggae, narampasi senjata Belanda sebayang 87 pucuk ingganna peluruna, anna dibawa pulang. Belanda sering rugi karena perbuatanna Mara"dia.
Belanda narencanai nasaka anna napatei Mara"dia, apa"na indani mala dipatei apa ka"bali. Belanda maita carana anna mala disaka, jari napesangi tau to maissang kelemahanna Ammana Wewang.
Dianmo mapissanni mua melo musaka Ammana Wewang, patengangi die carana. Belanda maita tau to kareppu"na Mara"dia jadi mata-mata. Napesangi mua mala musaka Mara"dia, iya naubeng doi. Tau to"o maung, "Iyyo, meloa." Tappana matindo Mara"dia, iya napissang Belanda.
Belanda lao nasaka Ammana Wewang, nasipi tarring alawena (bambu) sebagai tanda kelemahanna to ka"bali. Iyamo kelemahanna. Jari tisaka mi Mara"dia, dibawa naung di Banggae anna ditahan.
Belanda maung indani mala ditahan di Banggae. Lebih baik dibawa dai Makassar. Dolo dibawa dai Tomadio, apa"na mua disini, temanna mala ma"jalloe (memberontak). Jari napalaianmi dai Makassar. Tappana di Makassar, nabawa bomi liwang Jakarta untuk diadili. Iya diasingkan di Pulau Belitung salama 36 tahun saena.
Wattunna lassu, malaimi mai ma"lopi anna tandda" di Ba"babulo. Pole di"o, malaimi le"mai di Balanipa anna mamboyang di Limboro. Indan lama pole proklamasi kemerdekaan, matemi Mara"dia. Dilamung mi di samping masigi Limboro. Apa"na marakkei seiyya mua kuburna namanusangi wai, jari napalenggu"mi dai di Buttu Tandu"dur. Sampai di"o kuburna masi di Buttu Tandu"dur. Pole battunna Ammana Wewang dari Belitung, di paelonganmi lagu pole Puang Bassi, judulna "Nasaua Dialangan".
"Tamma"!"

Terjemahan Bahasa Indonesia
Kisah ini bercerita tentang Calu Ammana Wewang. Ia dikenal sebagai Mara"dia Matoa (raja tua) di Balanipa dan seorang Mara"dia yang gagah di Alu. Calu Ammana Wewang disebut sebagai pejuang revolusi karena sebelum proklamasi kemerdekaan, beliau sudah terlebih dahulu berjuang.
Calu Ammana Wewang sangat ditakuti oleh Belanda. Beliau sangat berani dan kebal terhadap parang maupun peluru. Ia turun ke Banggae dan merampas 87 pucuk senjata milik Belanda beserta seluruh pelurunya, lalu membawanya pulang. Belanda sering mengalami kerugian akibat tindakan sang Mara"dia.
Belanda kemudian merencanakan untuk menangkap dan membunuh Mara"dia. Namun, ia tidak dapat dibunuh karena kebal. Belanda pun mencari cara agar dapat menangkapnya dengan mencari orang yang mengetahui kelemahan Calu Ammana Wewang.
Seseorang memberitahukan bahwa jika ingin menangkap Calu Ammana Wewang, "Ada caranya." Belanda kemudian memilih orang terdekat Mara"dia untuk dijadikan mata-mata. Ia dijanjikan hadiah uang jika berhasil menangkapnya. Orang tersebut menyanggupi. Saat Mara"dia sedang tidur, orang itu memberi tahu Belanda.
Belanda datang untuk menangkap Calu Ammana Wewang. Ia dijepit dengan bambu sebagai tanda kelemahannya (kelemahan orang kebal). Akhirnya Mara"dia berhasil ditangkap dan dibawa ke Banggae untuk ditahan.
Belanda mengatakan bahwa ia tidak dapat ditahan di Banggae. Lebih baik dibawa ke Makassar. Ia sempat dibawa ke Tomadio terlebih dahulu. Belanda khawatir jika tetap di sana, teman-temannya akan memberontak. Kemudian ia dipindahkan ke Makassar. Setelah sampai di Makassar, ia kembali dibawa ke Jakarta untuk diadili. Ia dijatuhi hukuman pengasingan ke Pulau Belitung selama 36 tahun.
Setelah bebas, ia pulang menggunakan perahu dan mendarat di Ba"babulo. Dari sana, ia kembali ke Balanipa dan membangun rumah di Limboro. Tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan, Mara"dia wafat. Ia dimakamkan di samping Masjid Limboro. Namun, karena warga khawatir makamnya terbawa air sungai yang meluap, makam tersebut dipindahkan ke Gunung Tandu"dur. Hingga kini, makamnya masih berada di Gunung Tandu"dur. Sepulangnya Calu Ammana Wewang dari Belitung, diciptakanlah sebuah lagu oleh Puang Bassi berjudul "Nasaua Dialangan".
"Selesai!"

H. Ahmad Asdy/Intan Nur Hidayah

Lokasi Geografis Cerita

Bagikan Cerita Ini:

Cerita Terkait di Lingk. Tinggas-tinggas, Kel. Tinambung, Kec. Tinambung, Kab. Polewali Mandar