Lingk. Tinggas-tinggas, Kel. Tinambung, Kec. Tinambung, Kab. Polewali Mandar
PAMULANNA NISANGA SUKU MANDAR (ASAL MULA SUKU/ETNIS MANDAR)
23 June 2026
-3.502934, 119.021200
Naskah Dokumen Digital (PDF)
Transkrip lengkap atau naskah asli Lontara
Diang andi maissang inai mappariang suku Mandar. Tapi, diang marruppa kata Mandar wattu kejadian Allaluang Watu di Luwu, apa perjanjian di lalang Assingawuttuang di Luwu.
Di lalang perjanjian iyamo napauangi sipa Mandar. Arti Mandar iyamo magassing (kuat). Iyanna diang sungai di Mandar sangana Sungai Mandar di Balanipa. Iyamo disanga Sungai Mandar.
Kata Mandar berasal dari kata mandarra. Diang to napauangi asal katana dari bahasa Arab """" (nadzar). To Makassar napauangi To Menndre, to Kaili napauangi Tomene. Iya ri"o beda loga, tapi pokokna tetap Mandar.
Mengenai batasna Mandar, di zaman di"e, tau maelo napasamai Mandar anna Provinsi Sulawesi Barat. Batasna Sulawesi Barat di Paku lambi Suremana. Di seblah barat diang Desa Pasoka anna Pulau Salissingang sikareppe Kalimantan.
Tapi setonganna, sebelum diang Provinsi Sulawesi Barat, batas adat Mandar iyamo:
a. Di selatan lambi Makalaraeng (Binanga Karaeng); dan
b. Di utara lambi Lalombi.
Jadi tania Paku lambi Suremana batas Mandar, tapi Binanga Karaeng lambi Lalombi. Diibandingang batas Sulbar di"e, ita to Mandar pa"dai kira-kira 15 km di selatan anna 30 km di utara dari wilayah adat Mandar.
Inai disanga to Mandar?
Diang paunna:
a. To Mandar iyamo tau mottong di Mandar;
b. To Mandar iyamo tau dippeanangi di Mandar, kindo anna ammana to Mandar; dan
c. Diang pole paunna, innai mandundu uwai Mandar, Mandar mi tu.
Iyamo artina, tau pole anna pura mottong di Mandar, mala mi disanga to Mandar. Iyamo tu asal katana Mandar.
"Purami Dolo"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Asal mula disebut Suku Mandar tidak diketahui secara pasti siapa yang pertama kali menciptakan atau menyebut nama tersebut. Namun, kata Mandar ditemukan dalam peristiwa yang dikenal dengan istilah Allaluang Batu di Luwu, yaitu sebuah perjanjian dalam persekutuan yang disebut Assingawuttuang di Luwu.
Dalam perjanjian itu disebutkan tentang sifat mandar. Arti kata mandar adalah kuat. Oleh karena itu, terdapat sebuah sungai di wilayah Mandar yang dinamakan Sungai Mandar, yang berada di Kampung Balanipa. Nama sungai tersebut menunjukkan bahwa sejak dahulu kata Mandar memang sudah dikenal.
Secara etimologis, kata Mandar disebut berasal dari kata mandarra. Ada pula yang mengaitkannya dengan kata dalam bahasa Arab """" (nadzar). Dalam penyebutan di berbagai daerah, orang Makassar menyebutnya To Menndre, dan orang Kaili menyebutnya Tomene. Perbedaan itu hanyalah dialek, tetapi semuanya merujuk pada Mandar.
Mengenai batas wilayah Mandar, masyarakat sekarang sering menyamakan Mandar dengan Provinsi Sulawesi Barat. Batas wilayah Provinsi Sulawesi Barat saat ini dari Paku hingga Suremana. Di bagian barat terdapat Desa Pasoka dan Pulau Salissingan yang dekat dengan Kalimantan.
Namun, sebelum terbentuknya Provinsi Sulawesi Barat, batas wilayah Mandar secara tradisional adalah:
a. Di bagian selatan sampai Makalaraeng (atau Binanga Karaeng);
b. Di bagian utara sampai Lalombi.
Jadi, secara historis, batas Mandar bukan dari Paku sampai Suremana, melainkan dari Binanga Karaeng sampai Lalombi. Jika dibandingkan dengan batas Provinsi Sulawesi Barat sekarang, masyarakat Mandar dianggap kehilangan sekitar 15 km di bagian selatan dan sekitar 30 km di bagian utara dari wilayah adat Mandar.
Lalu, siapa yang disebut orang Mandar?
Ada beberapa pandangan:
a. Orang Mandar adalah mereka yang tinggal di wilayah Mandar;
b. Orang Mandar adalah mereka yang lahir di Mandar dari ayah dan ibu orang Mandar; dan
c. Ada pula ungkapan yang mengatakan bahwa siapa saja yang minum air Mandar dapat disebut orang Mandar.
Artinya, siapa pun pendatang yang telah menetap dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Mandar dapat pula disebut sebagai orang Mandar. Demikianlah asal mula penyebutan Mandar.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh H. Ahmad Asdy/Nurmahdani
Di lalang perjanjian iyamo napauangi sipa Mandar. Arti Mandar iyamo magassing (kuat). Iyanna diang sungai di Mandar sangana Sungai Mandar di Balanipa. Iyamo disanga Sungai Mandar.
Kata Mandar berasal dari kata mandarra. Diang to napauangi asal katana dari bahasa Arab """" (nadzar). To Makassar napauangi To Menndre, to Kaili napauangi Tomene. Iya ri"o beda loga, tapi pokokna tetap Mandar.
Mengenai batasna Mandar, di zaman di"e, tau maelo napasamai Mandar anna Provinsi Sulawesi Barat. Batasna Sulawesi Barat di Paku lambi Suremana. Di seblah barat diang Desa Pasoka anna Pulau Salissingang sikareppe Kalimantan.
Tapi setonganna, sebelum diang Provinsi Sulawesi Barat, batas adat Mandar iyamo:
a. Di selatan lambi Makalaraeng (Binanga Karaeng); dan
b. Di utara lambi Lalombi.
Jadi tania Paku lambi Suremana batas Mandar, tapi Binanga Karaeng lambi Lalombi. Diibandingang batas Sulbar di"e, ita to Mandar pa"dai kira-kira 15 km di selatan anna 30 km di utara dari wilayah adat Mandar.
Inai disanga to Mandar?
Diang paunna:
a. To Mandar iyamo tau mottong di Mandar;
b. To Mandar iyamo tau dippeanangi di Mandar, kindo anna ammana to Mandar; dan
c. Diang pole paunna, innai mandundu uwai Mandar, Mandar mi tu.
Iyamo artina, tau pole anna pura mottong di Mandar, mala mi disanga to Mandar. Iyamo tu asal katana Mandar.
"Purami Dolo"!"
Terjemahan Bahasa Indonesia
Asal mula disebut Suku Mandar tidak diketahui secara pasti siapa yang pertama kali menciptakan atau menyebut nama tersebut. Namun, kata Mandar ditemukan dalam peristiwa yang dikenal dengan istilah Allaluang Batu di Luwu, yaitu sebuah perjanjian dalam persekutuan yang disebut Assingawuttuang di Luwu.
Dalam perjanjian itu disebutkan tentang sifat mandar. Arti kata mandar adalah kuat. Oleh karena itu, terdapat sebuah sungai di wilayah Mandar yang dinamakan Sungai Mandar, yang berada di Kampung Balanipa. Nama sungai tersebut menunjukkan bahwa sejak dahulu kata Mandar memang sudah dikenal.
Secara etimologis, kata Mandar disebut berasal dari kata mandarra. Ada pula yang mengaitkannya dengan kata dalam bahasa Arab """" (nadzar). Dalam penyebutan di berbagai daerah, orang Makassar menyebutnya To Menndre, dan orang Kaili menyebutnya Tomene. Perbedaan itu hanyalah dialek, tetapi semuanya merujuk pada Mandar.
Mengenai batas wilayah Mandar, masyarakat sekarang sering menyamakan Mandar dengan Provinsi Sulawesi Barat. Batas wilayah Provinsi Sulawesi Barat saat ini dari Paku hingga Suremana. Di bagian barat terdapat Desa Pasoka dan Pulau Salissingan yang dekat dengan Kalimantan.
Namun, sebelum terbentuknya Provinsi Sulawesi Barat, batas wilayah Mandar secara tradisional adalah:
a. Di bagian selatan sampai Makalaraeng (atau Binanga Karaeng);
b. Di bagian utara sampai Lalombi.
Jadi, secara historis, batas Mandar bukan dari Paku sampai Suremana, melainkan dari Binanga Karaeng sampai Lalombi. Jika dibandingkan dengan batas Provinsi Sulawesi Barat sekarang, masyarakat Mandar dianggap kehilangan sekitar 15 km di bagian selatan dan sekitar 30 km di bagian utara dari wilayah adat Mandar.
Lalu, siapa yang disebut orang Mandar?
Ada beberapa pandangan:
a. Orang Mandar adalah mereka yang tinggal di wilayah Mandar;
b. Orang Mandar adalah mereka yang lahir di Mandar dari ayah dan ibu orang Mandar; dan
c. Ada pula ungkapan yang mengatakan bahwa siapa saja yang minum air Mandar dapat disebut orang Mandar.
Artinya, siapa pun pendatang yang telah menetap dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Mandar dapat pula disebut sebagai orang Mandar. Demikianlah asal mula penyebutan Mandar.
"Selesai!"
Diceritakan kembali oleh H. Ahmad Asdy/Nurmahdani
Lokasi Geografis Cerita
Cerita Terkait di Lingk. Tinggas-tinggas, Kel. Tinambung, Kec. Tinambung, Kab. Polewali Mandar
Lingk. Tinggas-tinggas, Kel. Tinambung, Kec. Tinambung, Kab. Polewali Mandar
MATE KARANA SIRI' (MATI KARENA MALU)
Baca Kisah
Lingk. Tinggas-tinggas, Kel. Tinambung, Kec. Tinambung, Kab. Polewali Mandar
I PURA PARA???BUE???
Baca Kisah
Lingk. Tinggas-tinggas, Kel. Tinambung, Kec. Tinambung, Kab. Polewali Mandar
TO NALAMBA MAMBACA-BACA ORANG YANG AKAN PERGI TASYAKKURAN
Baca Kisah