Portal Digitalisasi Cerita Rakyat & Warisan Tradisi Lisan Sulawesi Barat
PusakaDigital Sulawesi Barat
Beranda Katalog Cerita Peta Budaya Agenda Riset

Katalog Cerita Rakyat

Ditemukan 113 cerita rakyat terarsip di sistem.

MASENGO-SENGO PARE (KIDUNG PADI)
Desa Sasakan, Kec. Sumarorong, Kab. Mamasa

MASENGO-SENGO PARE (KIDUNG PADI)

Masengo-sengo pare inde dipa"gawaianna anna pare makkelo-kelo, inna sanganna inde tomatua, seandainya manusiamu anna inde"na mapia dewasa, tapi sule-sulemi mapasau. Iya inde"na pa"gawaianna sira-sira, disanga: "Sira-sira moko bobo, nalambi moko karimo, ukande-ukande aye." Anna inde waktu paceklik, pangananna disanga kande utambe ayu, iya panganan inde"na dipatammi, tapi dipalukui di alang-alang, di laso", di salu. Inde anna melo dipa"ande, malai belut, inda"na diang liana. Pare inde massengo-sengo, iya dipa"gawaianna berjenjang. Anna to napakutta uai, anna to napangngapa" pare, diang sorakanna: "Oi, tammangarromoo, tammakkaromoo!" Sama sule-sulemi anna inde disanga massira-sira, iya diang pa"gawaianna disanga ma"karingi, mepare, anna sengo-sengo. Diang kidungna, disanga: "Usanga bittoeng ra" tu anna" sarongna tomepare sikaluku bai-bai." Lambimi dipare, diang sule ritualna: anna dikumpul, anna dijemur, anna dibawa tama banua. Pare inde jatuh dio laso" pun, inde"na la dipalukui biasa, tapi dipa"ritualkan sule. Anna lambimi tama banua, pare disimpan dio alang (lumbung), diang sule ritualna sampe ditutu"i. Anna to la"angki pa"ala" pare, diang sule ritualna anna mantrana. Mantra disanga: "Diala" tang seno-seno, diseok tang seno-seno, dia datang kritikan." Iya sanganna tomatua inde, pare mara"na diong, tapi mampuanna bertahun-tahun. Inde disanga sule, aka pare dihargai tongan-tongan, inde"na bo"oi diinjak, aka asal-usulna pare inde dari manusia. "Suppik!" Terjemahan Bahasa Indonesia Masengo-sengo pare dilakukan ketika padi mulai menghijau, ibarat manusia yang sudah beranjak remaja tetapi belum sepenuhnya dewasa. Pada tahap ini dilakukan ritual sira-sira dengan ucapan: "Semoga padi ini cepat berisi dan cepat matang, karena masa paceklik sudah datang." Pada masa paceklik, makanan yang dikonsumsi disebut kande utambe ayu, yaitu sayur-sayuran liar yang tidak ditanam. Makanan dicari di alam karena tidak ada pilihan lain, dan yang paling sering dimakan hanyalah belut. Proses massengo-sengo pare dilakukan secara bertahap. Saat mulai memasukkan air dan mengerjakan sawah, ada teriakan adat: "Oi, tammangarromoo, tammakkaromoo!" yang berarti pemberitahuan kepada semua orang bahwa pekerjaan sawah telah dimulai. Sebagaimana dalam ritual massira-sira, terdapat tahapan seperti ma"karingi, mepare, dan sengo-sengo. Dalam proses itu dinyanyikan kidung: "Usanga bittoeng ra" tu anna" sarongna tomepare sikaluku bai-bai," yang menggambarkan perempuan-perempuan pengambil padi dan padi yang dikumpulkan di pematang. Setelah padi dipanen, masih ada ritual lanjutan: saat pengumpulan, penjemuran, hingga padi dibawa ke kampung. Bahkan padi yang jatuh ke tanah tidak boleh diambil begitu saja, tetapi harus melalui ritual. Sesampainya di kampung, padi disimpan di lumbung dan ditutup dengan ritual. Ketika padi hendak diambil pertama kali, dilakukan lagi ritual dan mantra khusus. Mantra tersebut bermakna: "Diambil tetapi tidak habis, digunakan tetapi tidak membawa dampak buruk." Itulah sebabnya orang-orang tua dahulu walaupun padinya sedikit, tetapi bisa bertahan bertahun-tahun. Padi sangat dihargai dan tidak boleh diinjak, karena menurut cerita asal-usulnya, padi berasal dari manusia. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Ilang Paliwanan

ahmadridhai Baca
ASSALNA PARE (ASAL-USUL PADI)
Desa Sasakan, Kec. Sumarorong, Kab. Mamasa

ASSALNA PARE (ASAL-USUL PADI)

Nakua tomatua-to matua, pare taena tomai tannang biasa, tapi tomai tau. Iya inde"na, pare dipandang suci, aka dipa"gandenganni salama" tau. Ianna mulanna, diang baine mahamil, sangngalemo tahun, tapi taena malahir, taena todi pallua anak. Sangngalemo allo, baine i maimpimpi. Nakua impinnae: "Mua iko umminum susuna tedong, iko umbe" malahir." Baine i tau miskin pisan. Nakua baine i: "Diang inde" susuna tedong? Aka inna ku tau miskin pisan." Lami-lami napissangngi baine i, diang tau kaya di sissanna mepuna tedong. Tulumi baine i umpepeminta susuna tedong, dikasi"mi susuna. Napinumai susuna tedong, lambunna mepallua, anakna malahir. Taena lami, kira-kira tallu bulan anakna, tau kaya i mantunu ulang mepinta susuna tedong. Akhirna, baine i makasalai. Anakna i, tallu bulan umurna, ditama"i tama wajan, dilubur, dilallang. Apa na"dadi i dibawami tama tau mepuna tedong. Nakua tau kaya i: "Di mana iko umala susuna tedong"? Nakua baine i: "Ianne anakku, kupeluburmi." Apa na"dadi i ditumpami ianna lubang-lubang tedong, kubangana tedong. Taena lami, makering, lalu tumbuhmi pare. Pare i dimangngemi manuk. Tau mallambi i, napelihara pare i, dadi pangan tau. Iya inde"na, pare dikembangkan, dipakasalamma". Dewata pare disanga Toti Boyong, tomatua, leluhur. Nakua alukta, aka pare tomai tau, mua diang tau mate, taena mala mangan nasi, tapi untuk pemujaan saja. Waktu umpotong pare, taena mabela menghadap Timur. Leluhur di Barat, iya inde"na ritual potong pare menghadap Barat. "Suppik!" Terjemahan Bahasa Indonesia Menurut cerita para leluhur, padi bukanlah tanaman biasa, melainkan berasal dari manusia. Karena itu, padi dipandang sebagai tanaman yang suci dan memiliki hubungan erat dengan kehidupan manusia. Pada zaman dahulu, ada seorang perempuan yang telah lama hamil, bertahun-tahun lamanya, tetapi tidak juga dapat melahirkan. Suatu malam, perempuan itu bermimpi. Dalam mimpinya ia diberi pesan bahwa ia akan bisa melahirkan jika meminum susu kerbau. Perempuan itu sangat miskin. Ia pun berkata dalam hatinya, "Bagaimana mungkin aku mendapatkan susu kerbau, sedangkan aku orang paling miskin"? Setelah beberapa waktu, ia mengetahui bahwa di sebelah sana ada orang kaya yang memiliki kerbau. Ia pun pergi meminta susu kerbau tersebut, dan orang kaya itu memberikannya. Setelah meminum susu kerbau itu, perempuan tersebut akhirnya melahirkan seorang anak. Namun, tidak lama kemudian"sekitar tiga bulan setelah kelahiran anak itu"orang kaya tersebut kembali menagih susu kerbaunya. Karena tidak mampu membayar, perempuan itu terpaksa mengorbankan anaknya. Anak yang masih berusia tiga bulan itu dimasukkan ke dalam wajan dan dilebur. Hasil dari peleburan itu kemudian dibawa kepada pemilik kerbau. Ketika ditanya dari mana susu itu berasal, perempuan itu menjawab bahwa susu itu berasal dari anaknya sendiri. Sisa cairan itu kemudian ditumpahkan ke lubang-lubang tempat kerbau biasa berkubang. Setelah mengering, dari tempat itu tumbuh tanaman padi. Padi itu kemudian dimakan ayam. Setelah diperhatikan, manusia mulai memeliharanya hingga akhirnya padi menjadi makanan manusia. Sejak saat itulah padi dikembangkan dan dihormati. Dewi atau roh padi dikenal dengan nama Toti Boyong, yang dipandang sebagai leluhur. Karena padi berasal dari manusia, dalam kepercayaan aluk, orang yang meninggal tidak boleh langsung memakan nasi, melainkan hanya digunakan dalam pemujaan. Dalam ritual pemotongan padi, arah Timur tidak digunakan. Ritual dilakukan menghadap ke Barat karena leluhur berada di arah Barat. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Ilang Paliwanan

ahmadridhai Baca
PA???GANNA PARE DI SAWA  (PENGOLAHAN PADI SAWAH)
Desa Sasakan, Kec. Sumarorong, Kab. Mamasa

PA???GANNA PARE DI SAWA (PENGOLAHAN PADI SAWAH)

Umpatama"na pangngala" padi sawah, yolo naula" umba" tampo sawah, dipa"baiki yolo saluran wai. Dio inde"e ria ritual disanga matamu palepang atawa mattammu palepang, artinna wai naletang tama sawah. Ria duka" ritual disanga mattammuai, artinna umpasangngi wai to laletang tama sawah. Ritual matamu palepang dipogau ri mata wai. Yolo, palepang artinna pa"tengnganan atawa saluran wai. Dio ritual inde"e dipake manuk bolong (manuk bulu hitam) sola manuk rame (manuk baine). Le"ba wai tama sawah, dipogau duka" ritual ri sawah. Le"ba wai tama sawah, napolalan tahap ummabbaro" bine padi. Yolo ummabbaro", dipogau yolo ritual ri banua. Dio borong, dipotong manuk bolong. Allo"na, bine padi nabbaro" ri sawah. Wattu bine padi la"ditanami, dipogau duka" ritual ri banua, biasanna dipake duka" manuk bolong. Wattu padi le"ba mabua anna massang, dipogau ritual disanga matokei. Ritual inde"e dipogau mesa tondok. Dio matokei, angga to napoande sawah ma"mesa tama ri banua passobok. Tomatua adak yamo umpangngala ritual. Susi"na, dipake bai atawa manuk. Sesaji diparanduk ri banua, napolalan dipa"bawa lako sawah anna dipa"gantung ri liling sawah. Le"ba inde"e, tau mangkanna umpaissanni panen. Yolo panen, dipogau ritual disanga makrambu, dipake tallo", sola ande putih to dibungkus daun, disanga lappa. Le"ba panen anna gabah massang, yolo tama lumbung dipogau duka" ritual dipake tallo". Sesaji dipatokko" ri daun bere-bere. Tallo" massak dipotong-potong anna dipa"tarang ri pira-pira tampo. Yolo ha"lan ummande hasill panen, dipogau ritual disanga makkaringi. Dio makkaringi, dipake bau susi ikan atawa manuk, tanda pasukuran atas hasill panen. Wattu gabah dipatama ri lumbung anna wattu yolo ummala gabah ri lumbung, musti yolo dipogau ritual dipake tallo". Inde"e dipogau terus saba" paissanan tau Mesawa. Wattu gabah dipatama ri lumbung anna wattu yolo ummala gabah ri lumbung, musti yolo dipogau ritual dipake tallo". Inde"e dipogau terus saba" paissanan tau Mesawa. Tau Mesawa maissanni, angga sawahna tae balo susi sawah ri pesisir, tapi saba" aluk anna ritual inde"e, panenna mala massugi anna lino tetap ma"timbangan. "Suppik!" Terjemahan Bahasa Indonesia Pengelolahan padi sawah dimulai sebelum turun ke sawah. Tahap awal adalah memperbaiki dan menyiapkan saluran air. Pada tahap ini dilakukan sebuah ritual yang disebut matamu palepang atau mattammu palepang, yang berarti memasukkan air ke sawah. Ada pula ritual mattammuai, yaitu ritual menyambut air yang akan mengalir ke sawah. Ritual Matamu Palepang dilakukan di sumber air. Dahulu palepang berarti bendungan atau saluran air. Dalam ritual ini digunakan ayam berbulu hitam yang disebut bolong, serta ayam betina yang disebut rame. Setelah air masuk ke sawah, dilakukan kembali ritual di sawah tersebut. Setelah air masuk ke sawah, tahap berikutnya adalah penaburan benih padi. Sebelum benih ditabur, dilakukan ritual di rumah pada malam hari dengan memotong ayam berbulu hitam. Keesokan harinya barulah benih padi ditabur. Ketika benih sudah siap ditanam, dilakukan lagi ritual di rumah, biasanya masih menggunakan ayam berbulu hitam. Setelah padi tumbuh dan mulai berbuah serta menguning, dilakukan ritual yang disebut matokei. Ritual ini dilakukan secara bersama-sama oleh satu kampung. Dalam ritual matokei, semua pemilik sawah berkumpul di rumah passobok (rumah pemangku adat). Ritual dipimpin oleh tokoh adat. Kadang menggunakan babi, kadang ayam, tergantung kesepakatan. Sesaji disiapkan di rumah, lalu dibawa ke sawah dan digantung di sekitar sawah. Setelah itu masyarakat menunggu masa panen. Sebelum panen dilakukan ritual yang disebut makrambu, menggunakan telur dan nasi putih yang dibungkus daun, seperti buras atau lappa. Sesudah panen dan gabah sudah kering, sebelum disimpan di lumbung dilakukan lagi ritual dengan telur. Sesaji diletakkan di atas alas daun yang disebut daun bere-bere. Telur yang telah dimasak dan dipotong-potong diletakkan di beberapa bagian. Sebelum hasil panen dimakan untuk pertama kali, diadakan syukuran yang disebut makkaringi. Syukuran ini bisa menggunakan ikan atau ayam sebagai tanda rasa syukur atas hasil panen. Saat gabah disimpan di lumbung dan ketika gabah diambil pertama kali dari lumbung, selalu didahului ritual menggunakan telur. Ritual ini dilakukan terus-menerus sebagai bagian dari kepercayaan masyarakat. Masyarakat Mesawa meyakini bahwa meskipun sawah mereka kecil dan tidak seluas sawah di daerah pantai, dengan menjalankan ritual-ritual adat ini, hasil panen tetap terjaga dan kehidupan tetap seimbang. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Ilang Paliwanan

ahmadridhai Baca
PAMPAHANG DU???ANGNA TONDOK DI MESSAWA (ASAL-MUASAL KEHIDUPAN/PERKAMPUNGAN DI MESSAWA)
Desa Makuang, Kec. Messawa, Kab. Mamasa

PAMPAHANG DU???ANGNA TONDOK DI MESSAWA (ASAL-MUASAL KEHIDUPAN/PERKAMPUNGAN DI MESSAWA)

Pissan attu, inde lino Mesawa yolo naula" diongngi saba" mesa tomatua disanga Nenek Pamendangan to mellolo" mai ri Toraja. Laona mai dio Katati umba"bara. Mesa allona, napekita-rangi mesa tanda merah ri lino. Yolo naangka iya dara, anna naita-ita duka, tae dara, tapi tampi"na sirih. Napolalan duka" Pamendangan umpa"issanni lino-lino ri inde tampanna, to makadianna Kelurahan Mesawa. Dianna napada"anna mesa baine to tuo ri mesa sapo tuang, naallambi salu"na salossok. Nakuanna baine"e: "Tae iko mala sipobaineang kang, saba" Dewata"ka." Pamendangan nakuai: "Angga iko Dewata, iya duka" Dewata. Taemokanna, lamupa"dadi iko baineku." Ba"ba"na baine"e, napada": "Lalako yolo lako salu." Napolalan inde baine"e disanga Datu Baringan, to ma"ullo" mai ri wai. Saba" inde"e, naula" inde lino Mesawa napotuo tau. Napolalanmi, mellolo" mai duka" mesa tomatua disanga Borong Sengat, to mellolo" mai ri Sa"dan. Sae ri Makuang, naallambi ri tampanna to disanga Terbarungan. Sampai diomo, tau Mesawa masi" napokita-kita tampanna. Tae lama naallambi inde Borong Sengat. Napolalan naala" barang pusaka susi uwase manggasak, pari sappeh, sola rara talindo leto, napalemba" ri salu sambil nakua: "Rianna ummala" barang-barang inde"e, rianna duka" kuunggaraga tondok." Akhirna, napalambu" barang-barang inde"e ri Rea. Sampai diomo tampanna masi" napotandai tau Mesawa. Khusus rara talindo leto, masi" tuo sampai dio, angga to anak-cucu Mesawa"mi mala napaande. Tae to luar Mesawa mala napaande. Napolalanmi lino Mesawa makaria. Tau sipobaine, sipomuane, sipoanak. Naula" mesa aturan disanga aluk. Aluk yamo aturan lino: ummampu"na tau mate, tau sipobaine, tau ummabangun sapo, tau umpalanta" tana. Angga pa"kala"na, anna tae naala aluk, berat hukumna. Sampai diomo, angga ria tau sisaraka ri Mesawa, mesa babi musti dipotong, saba" umpobalu" kasiranganna aluk. Inde"e disanga tau Mesawa: "Nasanga tau nakekke sakkana kabeasan." Artinna: inde"e adat sola kebiasaan to diwariskanni tomatua Mesawa. "Suppik!" Terjemahan Bahasa Indonesia Pada mulanya, kehidupan di Mesawa bermula dari kedatangan seorang tokoh bernama Nenek Pamendangan yang berasal dari wilayah Toraja. Ia datang ke daerah Katati untuk berburu. Pada suatu hari, ia melihat bercak-bercak merah di tanah. Awalnya ia mengira itu adalah darah, tetapi setelah diamati lebih dekat ternyata itu adalah bekas sirih yang dikunyah. Merasa penasaran, Pamendangan lalu mengadakan pencarian di sekitar wilayah yang kini menjadi Kelurahan Mesawa. Dari pencarian itu, ia menemukan seorang perempuan yang tinggal di sebuah rumah tua yang telah ditumbuhi belukar. Ketika Pamendangan mengajaknya berbicara, perempuan itu berkata, "Engkau tidak bisa menikah denganku, karena aku adalah Dewata," yang berarti makhluk suci atau Tuhan. Namun Pamendangan menjawab, "Kalau engkau Dewata, aku pun Dewata. Aku tetap ingin menjadikanmu sebagai istriku." Perempuan itu kemudian meminta izin untuk pergi ke sungai terlebih dahulu. Setelah itu, ia dikenal dengan nama Datu Baringan, yang berarti "orang yang berasal dari air". Dari peristiwa inilah diyakini bermula kehidupan manusia di Mesawa. Seiring waktu, datang pula tokoh lain bernama Borong Sengat, yang juga berasal dari wilayah Sa"dan. Ia singgah di daerah Makuang dan menetap di suatu tempat yang kini dikenal dengan nama Terbarungan. Hingga sekarang, masyarakat masih mengetahui dan mengenali tempat itu sebagai jejak kedatangannya. Namun Borong Sengat tidak lama tinggal di sana. Dengan keyakinan dan kekuatan spiritual yang dimilikinya, ia melakukan suatu ritual dengan menghanyutkan benda-benda pusaka seperti uwase manggasak, pari sappeh, dan rara talindo leto ke dalam sungai, sambil mengucapkan, "Di mana benda-benda ini berhenti, di situlah aku akan membangun perkampungan." Benda-benda itu akhirnya berhenti di daerah Rea, yang hingga kini masih dikenal oleh masyarakat. Khusus rara talindo leto, benda pusaka itu masih ada sampai sekarang dan hanya dimiliki oleh keturunan masyarakat Mesawa. Tidak seorang pun dari luar Mesawa boleh memilikinya. Seiring berjalannya waktu, masyarakat di Mesawa pun semakin berkembang. Terjadi pernikahan, terbentuk keluarga-keluarga, dan lahirlah tatanan kehidupan sosial yang diatur oleh aluk, yaitu sistem kepercayaan dan adat istiadat. Aluk mengatur segala aspek kehidupan: kematian, pernikahan, pembangunan rumah, hingga pengolahan tanah. Semua memiliki aturan yang harus ditaati. Karena itu, pelanggaran adat tidak dianggap ringan. Hingga kini, jika terjadi perkelahian di Mesawa, siapa pun pelakunya wajib memotong babi sebagai bentuk pemulihan keseimbangan adat, tanpa memandang asal-usul orang tersebut. Inilah yang disebut oleh masyarakat Mesawa sebagai "nasanga tau nakekke sakkana kabeasan" begitulah adat dan kebiasaan yang diwariskan oleh para leluhur. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Sura'

ahmadridhai Baca
ASSALNA MESSAWA (ASAL USUL MESSAWA)
Desa Makuang, Kec. Messawa, Kab. Mamasa

ASSALNA MESSAWA (ASAL USUL MESSAWA)

Konon tu"u to tau Mesawa, asalna Lembang Mesawa naissangga" dari mesa sawa (ular piton) ma"mai lako Sindaga Manik Mamasa. Sawa indo"e na"mai yolo dari Mamasa, lendu" lako Sumarorong, anna diang mesa batu naissangga" Batu Sawa, artinna batu na"belang dianna di"potongan sawa. Dari Sumarorong, sawa indo"e pole lako Saing di Mesawa, anna napattama lako mesa pa"tondokan naissangga" Bumbussawa di wilayahna to" Desa Makuang. Tae lama na"tondok dio, aka tae mapia nisading, sawanna mappalendong sule, mallendu" manjalang Salu Sumule, lendu" lako Salu Sakka Mesawa. Nalendu" lako dio Salu Sakka, diang mesa kafilah mallendu" melewa. Ia na"paissang "Pa"tondokan apa di"e"? To tau dio na"pikkir ia na"kada "Apa dipaka""? Ia na"jawab "Mambassa sawa" (menangkap ular). Jadi, apa dipaka"? "Menangkap sawa." Na iya, to Belanda na"tulisi "Sawah", padahal makna na"to Mamasa indo"e mambassa sawa, tae pa"tondokan. Saba" dianna, sawanna indo"e pole mallendu" lako Salu Sakka, melilik banni"na, anna malilu-lilu, la"ba" mappajamma mate, jadi batu. Sampai tu"u"na, masih diang tanda fisikna di dio. Dulu to tau dio masele Aluk Mapurondo, tomatua, anna sawanna indo"e na"sembah. Tapi dio tu"u", saba" perkembangan jaman, indo"e tae na"pakai duka"na. "Suppik!" Terjemahan Bahasa Indonesia Konon cerita masyarakat bahwa terjadiannya lembang Mesawa ini berasal dari adanya ular yang melolong mai (datang dari) Sindaga Manik Mamasa. Jadi berangkat dari Mamasa itu ular sawah (ular piton) kalau sekarang singgah di Sumarorong diang disangga (ada yang disebut) Batu Sawa artinya batu menjadi batu terbelah tempat potong ular itu. Setelah sampai di Saing di Messawa mala tama disanga (bisa disebut) Bumbussawa yang ada di wilayah Desa Makuang sekarang. Karena mungkin tidak betah di sana atau tea mapia nisading akhirnya dia bergeser menyusuri sungai Sumule masuk di Salu Sakka Mesawa. Nah, setelah sampai di sana ada kafilah lewat lalu dia bertanya hanya karena mereka tidak kesalahpahaman bahasa sehingga mereka bertanya. Kafilah itu mengatakan "Kampung apa ini"? Masyarakat di situmenganggapnya bahwa ditanya, "Apa dibikin"? Akhirnya mereka menjawab "Menangkap Sawa." Nah. apa dibikin? Akhirnya dibilang menangkap Sawa. Nah, sehingga orang Belanda itu menulis di sawah yang sebenarnya. Jadi, sebenarnya itu menangkap ular Sawa, bukan kampung. Sehingga lama-kelamaan, ular itu masuk di Salu Sakka dan melilkan badanya mungkin berjemur sampai menjadi batu sampai sekarang masih ada bukti fisiknya. Ya, dulunya memang saya di sembah masih aluk mapurondo (agama budaya) atau tomatua. Tapi sekarang ya dengan adanya perkembangan sudah tidak terjadi lagi begitu. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Sura'

ahmadridhai Baca
TOYOLO KORONG ANNA KODO  (BANGAU DAN MONYET)
Mamasa

TOYOLO KORONG ANNA KODO (BANGAU DAN MONYET)

Pissan attu ummala kada situru" simesaan, yamo korong anna kodo. Launggaraga bela"na sisalaoanmi inde bela"e gantan mesa tomambaya, anna tananan lanatananna yamo punti. Nasituru"i toi sangka yolo kendek tanananna. Kadanna nakua, "Attu" bennanta yolo kembua puntinta." Mangkai ummala kada rapa"ya bassi le"ba"mi ma"bela". Korong ummita anggenan lanangeianna ma"bela" sikandappi"na salossok, akan nakua maka"kulla" allo dengan ya wai dipake urrere tananan, anna malai toi menduruk tongko" loreng. Mengke"de" kodo napileiiya lasi kadappi"na pangngala", aka madommi" ia nalambi" aka tuo illania pangngala" kodo. Ya bassi ma"bela"mi ade" naparanduk dio manta"ba"anna. Alarokko"i na nasumpun-sumpun bela"na ya malana tongan untanami ade punti dio bela"na. Susi kodo, tonganmi duka korong naparraki manappa tanananna napolalan yolo. Inde puntinna korong yolo tongan, aka nakayoi manappa, aka nakua anna mala ma"sirra" membua. Senga"ia kodo nakayoi duka" sapo laru"du ki" metawa, aka nakilalai liu yolo puntinna naande. Ya sae-sae lako silaambimi korong anna kodo. Nakua kodo mekutana, "Maakai puntimmu le, korong"? Petimbana korong, "Ya tuomi lakembua kalemi." Yanakua mi uka korong kuan kodo, "Anna iko le, kodo"? Yanakua mi kodo, "Lakembuami koka sapo sekuande kao daunna." Yametawa korong rangngi"i, nakuami, "He" he" umbamo iko lanakua lakembua tanananmu anna muande daunna." Yanakua mi kodo, "Lakembua sia dako." Napolalanmi sisarak sule. Piran bulan mangkanna, siatammuomi. Nakua mi korong kuan kodo, "Maakai puntimu le, kodo"? Yanakua mi kodo, "Denganmi buana sapo taepi matua." "Anna iko le, korong"? Yanakua mi korong, "Matuami kao buana." Sapo natelang kodo tae naorean kumua matuami puntinna korong. Yanakua mi kodo, "Anta laoka mitai e batula tonganri, aka mukua." Palambimi te korong anna kodo. Tikkedu ko ita puntinna korong matassang, yamo nagei denganmi sae penawa kadake lan penawanna kodo. Nakuami kuan korong, "Anna buda siamo iko kutummu, korong. Maiko kualaian ko." Sapo kadanna te kodo tae tongan. Ya naalaimi bulunna korong kassi. Yanakua mi korong, "Makariko anna mualai iko bulungku." Yanakua mi kodo, "Taeri namane." Menteka langan to puntinna korong, mande punti tasak, sapo tae nabengan korong. Marakela napelalu liui sapo nakua liu kodo, "Sa"bara ko le, angku le"le"pi." Napolalan mapalla korong. Yalekba rokko salossok tambai bukkang anna solanni kela butona kodo kannu soko. Saei langan to punti, menteka"mi bukkang lao kela butona kodo. Nakapandinganmi pangkela"na. Mane kuan korong, "Pakulina kao." Yanakua mi kodo, "Madommi tuyao, sapo ladengan sarona." Yanakua mo kodo, "Akaria lasarona"? Nakuami korong, "Nanana butomo ladipatama botol barinni sarona." Yanakua mo kodo, "Madommi tuyao." Seelakona mondami kodo. Ya tuomi uka bulunna korong. Sapo yato nana butona kodo nabaluk korong, napake alian gandang, namane menani nakua: "Dun" dun" dun" Moni tonganmi gandangku, alinananmi butona." "Suppik Yoyolo!" Terjemahan Bahasa Indonesia Pada suatu hari hiduplah dua sahabat, bangau dan monyet. Lalu sang bangau berkata, "Marilah kita membuat kebun masing-masing dan menanam pisang." Keduanya setuju akan hal itu, dan mereka sepakat bahwa siapa yang tanamannya lebih cepat berbuah matang, dialah pemenangnya. Setelah sepakat, mereka berpisah dan segera membuat kebun. Sang bangau sangat rajin. Ia senang berkebun dan memilih tempat di sekitar sungai agar saat musim kemarau tiba ia dapat menyiram tanamannya dengan air sungai. Selain itu, ia juga bisa mendapatkan makanan berupa katak hijau di sekitar sungai sebelum pisangnya berbuah. Sementara itu, monyet memilih berkebun di sekitar hutan karena ia memang hidup di hutan. Setelah beberapa bulan, mereka bertemu kembali. Monyet pun bertanya kepada bangau, "Bagaimana pisangmu, Bangau"? Bangau menjawab, "Tanamanku sudah tumbuh dan akan segera menghasilkan buah karena aku selalu merawatnya." Lalu bangau menanyakan hal yang sama kepada monyet. Monyet menjawab, "Tanamanku juga akan menghasilkan buah, tetapi aku selalu memakan daunnya." Mendengar hal itu, bangau tertawa, "He" he" he" bagaimana pisangmu akan berbuah kalau daunnya selalu kamu makan"? Namun monyet tidak peduli dengan perkataan bangau dan berkata, "Lihat saja nanti." Mereka pun kembali berpisah untuk merawat tanaman masing-masing. Beberapa bulan kemudian, mereka bertemu lagi dan saling bertanya. "Bangau, bagaimana pisangmu"? tanya monyet. Bangau menjawab, "Pisangku sudah berbuah matang." "Bagaimana denganmu, Monyet"? tanya bangau. Monyet menjawab, "Pisangku sudah berbuah, tetapi belum matang." "Mana mungkin pisangmu sudah matang? Aku tidak percaya," kata monyet. Bangau pun berkata, "Jika kamu tidak mempercayaiku, ayo kita pergi melihatnya." Setelah sampai di kebun bangau, monyet terkejut melihat pisang bangau yang sangat matang. Saat itu timbul pikiran jahat dalam benak monyet. Ia berkata dalam hatinya, "Akan kucabut bulu bangau supaya aku bisa memakan pisangnya karena ia tidak bisa terbang." Sang bangau tidak mengetahui rencana jahat monyet tersebut. Monyet berkata kepada bangau, "Bangau, mengapa di tubuhmu banyak kutu? Apakah kamu tidak merasa gatal? Kemarilah, akan kukeluarkan kutu-kutu itu." Monyet pun mencabut bulu bangau, lalu segera memanjat pohon pisang milik bangau dan memakannya dengan lahap. Bangau berkata, "Monyet, berikanlah sedikit pisang untukku. Lagipula pisang itu aku yang menanam dan merawatnya." Namun monyet menjawab, "Sabar, aku akan mencobanya lebih dulu." Bangau kembali mengulangi permintaannya, tetapi monyet tidak menghiraukannya. Bangau pun merasa kesal dan pergi meninggalkan monyet menuju sungai. Sesampainya di sungai, bangau meminta bantuan kepiting untuk menggigit kemaluan monyet karena keserakahannya. Kepiting pun setuju dan segera menemui monyet. Tanpa diketahui monyet, kepiting memanjat pohon pisang dan menggigit kemaluan monyet. Monyet pun menjerit kesakitan, "Tolonglah aku, ini sangat sakit!" Lalu bangau berkata, "Baiklah, tetapi harus ada imbalannya." Monyet bertanya, "Apakah yang akan menjadi imbalannya"? Bangau menjawab, "Nanah dari kemaluanmu, masukkan ke dalam botol kecil." Monyet pun menuruti perkataan bangau. Singkat cerita, beberapa bulan kemudian monyet sembuh dan bulu bangau pun tumbuh kembali. Bangau sangat senang. Ia membeli sebuah gendang dengan nanah kemaluan monyet sebagai bayaran, lalu bernyanyi, "Dun" dun" dun" gendangku berbunyi, hasil dari nanah kemaluan monyet." "Sekian dan Terima Kasih!" Diceritakan kembali oleh Lambertus/Filda Tasik

ahmadridhai Baca
PULLAPAK SOLA PUKKODO  (KURA-KURA DAN MONYET)
Mamasa

PULLAPAK SOLA PUKKODO (KURA-KURA DAN MONYET)

Pissan attu ummala kada situru" simesaan yamo Korong anna Kodo, launggaraga bela" na sisalaoanmi inde bela"e gantan mesa tomambaya, anna tananan lanatanan yamo punti. Nasituru"i toi sangka yolo kendek tanananna. Kadanna nakua, "Attu" bennanta yolo kembua puntinta." Mangkai ummala kada rapa" ya bassi le"ba"mi ma"bela". Korong ummita anggenan lanangeianna ma"bela" sikandappi"na salossok, akan nakua makakulla" allo dengan ya wai dipake urrere tananan, anna malai toi menduruk tongko" loreng. Mengke"de" Kodo napilei iya lasi kadappi"na pangngala", aka madommi" ia nalambi aka tuo illania pangngala" Kodo. Ya bassi ma"bela"mi ade" naparanduk dio manta"ba"anna, alarokko"i na nasumpun-sumpun bela"na, ya malana tongan untanami ade" punti dio bela"na. Susi Kodo, tonganmi duka" Korong naparraki manappa tanananna napolalan yolo. Inde puntinna Korong yolo tongan aka nakayoi manappa, aka nakua anna mala ma"sirra" membua. Senga" ia Kodo nakayoi duka", sapo laru"du ki" metawa aka nakilalai liu yolo puntinna naande. Ya sae-sae lako silaambi mi Korong anna Kodo. Nakua Kodo mekutana, "Maakaki puntimmu le, Korong"? Petimbana Korong ya tuomi lakembua kalemi, yanakuami uka Korong kuan Kodo, "Anna iko le, Kodo"? Yanakuami Kodo, "Lakembuami koka, sapo sekuande kao daunna." Yametawa Korong rangngi"i, nakuami, "He-he, umbamo iko lanakua lakembua tanananmu, anna muande daunna." Yanakuami Kodo, "Lakembua sia dako da." Napolalanmi sisarak sule. Piran bulan mangkanna, siatammuomi. Nakuami Korong kuan Kodo, "Maakaki puntimmu le, Kodo"? Yanakuami Kodo, "Denganmi buana, sapo taepi matua!" "Anna iko le, Korong"? Yanakuami Korong, "Matuami kao buana." Sapo natelang Kodo tae naorean kumua matuami puntinna Korong. Yanakuami Kodo, "Anta laoka mitai e batula tonganri, aka mukua." Palambimi te Korong anna Kodo e. Tikkedu ko ita puntinna Korong matassang, yamo nagei denganmi sae penawa kadake lan penawanna Kodo. Nakuami kuan Korong, "Anna buda siamo iko kutummu, Korong maiko kualaian ko!" Sapo kadanna te Kodo tae tongan. Ya naalaimi bulunna Korong kassi. Yanakuami Korong, "Makariko anna mualai iko bulungku." Yanakuami Kodo, "Taeri namane menteka langan to puntinna Korong." Mande punti tasak, sapo tae nabengan Korong marakela napelalu liu. Sapo nakualiu Kodo, "Sa"bara ko le, angku le"le"pi." Napolalan mapalla Korong ya lekba" rokko salossok, tambai bukkang anna solanni kela butona Kodo. "Kannu soko"" Saei langan to punti, menteka"mi bukkang lao kela butona Kodo. Nakapandinganmi pangkela"na. Mane kuan Korong, "Pakulina kao." Yanakuami, "Madommi tu yao, sapo ladengan sarona." Yanakuamo Kodo, "Akaria lasarona"? Nakuami Korong, "Nanana butomo, ladipatama botol barinni sarona." Yanakuamo Kodo, "Madommi tu yao"" Se"elakona, mondami Kodo ya tuomi uka bulunna Korong, sapo yato nana butona Kodo nabaluk Korong, napake alian gandang. Namane menani nakua, "Dun" dun" dun" Moni tonganmi gandangku, alinananmi butona"" "Suppik Toyolo!" Terjemahan Bahasa Indonesia Pada suatu hari hiduplah dua sahabat, bangau dan monyet. Suatu ketika sang bangau berkata, "Marilah kita membuat kebun masing-masing dan menanam pisang." Keduanya pun setuju dan sepakat bahwa siapa yang tanamannya lebih cepat berbuah matang, dialah pemenangnya. Setelah sepakat, mereka berpisah dan segera membuat kebun masing-masing. Sang bangau sangat rajin. Ia memilih tempat berkebun di sekitar sungai agar saat musim kemarau tiba ia dapat menyiram tanamannya dengan air sungai. Selain itu, ia juga bisa mendapatkan makanan berupa katak hijau di sekitar sungai sebelum pisangnya berbuah. Sementara itu, monyet memilih berkebun di sekitar hutan karena monyet memang hidup di hutan. Setelah beberapa bulan, mereka bertemu kembali. Monyet pun bertanya kepada bangau, "Bagaimana pisangmu, Bangau"? Bangau menjawab, "Tanamanku sudah tumbuh dan akan segera menghasilkan buah karena aku selalu merawatnya." Kemudian bangau bertanya hal yang sama kepada monyet. Monyet menjawab, "Tanamanku juga akan berbuah, tetapi aku sering memakan daunnya." Mendengar hal itu, bangau tertawa, "He" he" he" bagaimana pisangmu akan berbuah jika daunnya selalu kamu makan"? Namun monyet tidak peduli dengan perkataan bangau dan berkata, "Lihat saja nanti." Mereka pun kembali berpisah untuk merawat tanaman masing-masing. Beberapa bulan kemudian, mereka bertemu lagi dan saling bertanya. "Monyet, bagaimana pisangmu"? tanya bangau. "Pisangku sudah berbuah, tetapi belum matang," jawab monyet. Bangau kemudian berkata, "Pisangku sudah matang." "Mana mungkin pisangmu sudah matang? Aku tidak percaya," kata monyet. Bangau pun berkata, "Jika kamu tidak percaya, ayo kita pergi melihatnya." Setelah sampai di kebun bangau, monyet terkejut melihat pisang bangau yang sudah sangat matang. Saat itu timbullah pikiran jahat dalam diri monyet. Ia berpikir dalam hati, akan kucabut bulu bangau supaya aku bisa memakan pisangnya karena ia tidak bisa terbang. Namun sang bangau tidak mengetahui rencana jahat monyet itu. Monyet berkata kepada bangau, "Bangau, mengapa di tubuhmu banyak kutu? Apakah kamu tidak merasa gatal? Kemarilah, akan kukeluarkan kutu-kutu itu." Sambil berpura-pura menolong, monyet mencabut bulu bangau, lalu segera memanjat pohon pisang milik bangau dan memakannya dengan lahap. Bangau berkata, "Monyet, berikanlah sedikit pisang untukku. Lagipula pisang itu aku yang menanam dan merawatnya." Namun monyet menjawab, "Sabar, aku akan mencobanya lebih dulu." Bangau mengulangi permintaannya, tetapi monyet tetap tidak peduli. Bangau pun merasa kesal dan pergi meninggalkan monyet menuju sungai. Sesampainya di sungai, bangau meminta bantuan seekor kepiting untuk menggigit kemaluan monyet karena sifatnya yang serakah. Kepiting pun setuju dan segera menemui monyet. Tanpa diketahui monyet, kepiting memanjat pohon pisang dan menggigit kemaluannya. Monyet sangat kesakitan dan berteriak, "Tolong aku, ini sangat sakit!" Bangau berkata, "Baiklah, tetapi harus ada imbalannya." Monyet bertanya, "Apakah imbalannya"? Bangau menjawab, "Nanah dari kemaluanmu. Masukkan ke dalam botol kecil." Monyet pun menuruti perkataan bangau. Singkat cerita, beberapa bulan kemudian monyet sembuh dan bulu bangau tumbuh kembali. Bangau sangat senang. Ia membeli sebuah gendang dengan nanah kemaluan monyet sebagai bayaran, lalu bernyanyi: Dun" dun" dun" Gendangku berbunyi, hasil dari nanah kemaluan monyet. "Sekian dan Terima Kasih!" Diceritakan kembali oleh Setia

ahmadridhai Baca
TOMAKAKA ANNA TOMASE-MASE  (SI KAYA DAN SI MISKIN)
Mamasa

TOMAKAKA ANNA TOMASE-MASE (SI KAYA DAN SI MISKIN)

Dengan ade" toyolo, anakna Mara"dia Ulunna Salu pitu ma"sirondong, sapo lako asanmi banuanna. Jo anak terakhirna o sipobaine disanga Labi"biu". Yah jo dikuan Labi"biu" o sitonganna anakna ra Mara"dia Pollo"na Salu, moka ade" umpa" paissanan kalena kumua anakna Mara"dia ya memase-mase ade" naita tau. Inde annan sirondona Mara"dia Ulunna Salu tomakaka asan ia napomuane sola napobaine. Siumpetawa-tawa ii liumia inde randan adinna, aka nakua tomase-mase napomuane. Tomakaka asan ia sirondona. Nakua liumi Labi"biu", "Lalutamakan kami pangngala" lao ma"bela"." Le"ba ade" tama pangngala" lao ma"bela", inde Labi"biu"e sina petawa-tawa asanmi sirondona. Nakuanni", "Aka miko lamupotuo lalutama moko iko pangngala"anna dengan asanmi kami aka-akangki yakela inde mki sola ya mala ko kipatuo." Nakua Labi"biu", "Tokke" tae" aka tanggung jawabku koka" disanga kebaine innan lalao nakkoka" umpatuo baineku." Lalu tama kan kami duka" pangngala" lalao tu ma"bag. Sae tama pangngala" inde Labi"biu" dengan ra dikuan peturo sugi"na. Sae tama dikuan Rante Papa"ya tae" ria naaku dikuan to dengan. Innan na pa"tettean ia reken mana"na Mara"dia Pollo"na Salu. Angga ade" unturo pangngala", nakua pada lua"ko inde songka kayu, aka laku ngei tuo. Naturo ade" jo"o ya tokke" babangmi ade" mesa pangngala" mianggga paturona lana ngei sola bainena. Masae-sae illan jo pangngala", aka ma"taun-taun ria illan pangngala" ya te"mo naaku na lemba"i tomatuanna sola sa"dodoranna, aka nakua aka molalao dipotuo tama pangngala", mane lalao umbuka pangngala". Battu pira tau illan pangngala", Labi"biu" sola bainena mane le"bari tama sirondona. Nakua makaria anna te"lumo dengan sule, aka tala nande mia sae naala tala aka mo ia. Le"banna tama pangngala", ya illallan liumi iya, laomi na lemba"ii sirondona tama pangngala". Yah sae ii tama sikalipang mi ia, aka tokke" ke"de" mia banua kamai illalan. Dengan tomia dikuan sabua"na (pembantu). Ba"ba" mia dio pangngala"na tuoi asanmi jo mai angga tananan. Ya omo natula" nakua, "Inde ko tuo jomai ya tuo oi, ta"mo dengan aka dipeangi illalan jo"o." Sampe dengan mi sabua"na. Yah sikamallingmi sirondona sae tama, nakua anna kuara ia. Sae mi tama sirondona untambaimi tomatuanna, nakua lalaoki tama, aka tokke" mekamelek ra illalan jo damanna randan adinna, aka tokke" mia makaka babang anna illan pangngala". Pissananna ra iko sae mi jo sirondona laullambi tondok, nakua tokke" innan lalaoki tama jo lau umpetua" randan adingku mama" sola papa", aka tomakaka mia illalan jo"o aka dengan mia sae lako sabua"na. Sae tama tomatuanna, ya anna tokke" ba"ba" mo ia jo mesa pangngala", tokke" ta"mo dengan ta illallan. Sae mia lako tedong illalan, pira rupa mi olo"-olo"na dengan ta illallan. Nakua dengan, "Ko inde"e dengan siami aka dengan peturo sugi"na." Sae tama tomatuanna memala"mi, aka mesamia rante inde angenanna e. Tae" diissan anna mesa babang mia pangngala" ewananna. Sampe inde annan sirondona ya lalutama asan mia, aka tokke" katuoan illalan jo"o inde randan adinna e. Ya anna tokke" ta"mo dengan aka dipeang illalan ia, aka dengan asanmi. Sae tama tomatuanna ya anna laumbero mia pa"tondokanna sapo inde dikuan Mara"dia e, ya tatta" ia Mara"dia sapo inde pa"tondokan lana bero tamamia jo"o aka dengan mi dikuan tondok barunna dukag ia. Aka jo randan anak tampa"na o ya anna liwa" mo ia tomakakanna illalan jo pangngala"o. Sampe inde annan sirondona sola tomatuannna ya lalutama asan mia, aka ta"mo dengan aka dipeang illalan angenanna tampa"na o. Ya mangka dikuan memala", launtambai asanmi mesa tondok lalao memala". Ya mangka lao natambai yah ummamba" asanmi mesa tondok, aka memala" mi illalan pangngala". Mandasa mi tau le"ba tama sapo sae i tama, ya dikua tangngia pangngala" aka masiri"-siri" mia aka-akanna. Sampe simalimpang mi tomatuanna, nakua anna tokke" mia ma"patengan inde anak e, anna tae" dengan diissan ia. Aka angga mia la"bo"na tetang sola baka-bakana na rengnge". Anna tokke" mia olo"-olo"na dengan asanmi, ya yamo napake memala" illalan jo pangngala"o. Dio anak tampa"na o ummorean mi pengkaranganna. Sampe inde pasananna Labi"biu"e, nakua, "Ta"te dadi yae ketae"ki dio asan re"en, launtambaiko duka" tomatuammu anta pada-pada memala"." Anna disa"bi" pada-pada kumua tokke" tomakaka mia inde anakku, aka lutama duka" pangngala" berusaha, ya tokke" lamemala" mia reken umpa" memala"i inde pengkaranganna e. Sampe umpesuaimi, laomi untambai inde pasananna e Labi"biu". Inde duka" Labi"biu" umpetambaimi tomatuanna sau" Mara"dia Pollo"na Wai sapo moka untula"i kumua Mara"dia ri koka"te tomatuangku e. Ya le"ba mi inde tomatuanna Labi"biu" anna Mara"dia Pollo"na Wai sapo tae" siissanan Mara"dia Pollo"na Salu. Sapo inde Labi"biu"e moka siumpa" paissanan kumua tomakaka ii sola tomatuanna. Sae tama jo"o ya minta maaf asanmi inde Mara"dia Ulunna Salu, nakua anna Mara"dia Pollo"na ra Wai nasipobainean anakku. Memala"mi pada-pada, minta maaf mi aka tokke" siumpasusi sigali mia inde Labi"biu"e aka nakua tomase-mase. Aka pitu anakku ya anakku mandi ri mesa randan tampakku umpomuane tomase-mase. Mane naissan ra inde"e anna memala" mo kumua anakna ra ia Mara"dia Pollo"na Salu. Napolalan memala" mi aka mane naissanan ri kumua anna tomakaka mo ia. Sampe umbero mia pa"tondokan unggaraga mi tondok baru. Angga ria Mara"dia Pollo"na Salu, ya sule sau" ia uka" tondokna. Umbero asanmi inde pa"tondokanna Mara"dia Ulunna Salu illalan pangngala". Sae lako ya dengan asanmi illalan dio pangngala", aka budami sabua"na inde randan tampa"na. Napolalan inde sirondona sisumaro-maro lako mia uka". Pindahmi tama pangngala", illalan asanmi sola tomatuannna, ma"mesa asanmi dio pangngala"o illalan banuanna adinna. Indemo adinna to randan makaka, ya tokke" ma"tamben lima asan mia sirondona kakanna lako adinna. Aka ta"mo dengan aka dipeang aka dengan asanmi, sampe indemo randan adinna umpatuo ii selako tama sirondona ya nabengan asan duka" aka-akanna. Ma"mesami, masannang sirondona anna tomatuanna. Diceritakan kembali oleh Aris/Evi Kurniati

ahmadridhai Baca
TIBAKKANA LINO DENGAN ERAN DILANGI??? TIPAIRAN KAMATEANNA RUPA TAU (TERBELAHNYA BUMI DENGAN JALAN MENUJU LANGIT DAN TERBENTUKNYA SISTEM KEMATIAN MANUSIA)
Desa Balla Satanetean, Kec. Balla, Kab. Mamasa

TIBAKKANA LINO DENGAN ERAN DILANGI??? TIPAIRAN KAMATEANNA RUPA TAU (TERBELAHNYA BUMI DENGAN JALAN MENUJU LANGIT DAN TERBENTUKNYA SISTEM KEMATIAN MANUSIA)

Tibakkanna lino inniang dengen mia eran di langi". Kalembasanna, eran di langi" eran dipake lao langan langi", lulangan Dewata. Yamo pole napolalan tipa" eran kamateanna rupa tau, kamanianna ade" kamateanna rupa tau disangai Songka Baka, kalembasanna bonno" oi tau dibangungan, oi tuo, oi sule laonan. Iko ade" ma" taun-taun dipalako yah sippi mia tau ilalan lino, sola ta"mo diola menggirik. Yah le"ba ade" to matua langan langi". Nah kua ade": "O Dewata, lah ma" aka mokan kami susi aka ta"mo diola menggirik dio lino." Yah nakua ade" Dewata, yah disondai kamateanna rupa tau ladi dibengan koa Lellengan Punti, kalembasanna matua opi tau, anna mane bonno" tek tau bonno" ke mangura pi. Yah dipalako omi ade" ma" taun-taun, yah sippi pole bo omia tau ilalan lino. Yah le"ba o ade" to matua langan langi", langan Dewata sae ade" langan, nah kua makari. Nakua yah, tek on ia diola menggirik dio lino sippi o tau. Yah nah kua ade" Dewata, yah disondai pole. Nah kua yah dibengan koai Batta Tallang, kalembasanna diala magura, diala matua. Yah yamo pole katampakanna sae lako temo aka angga dingei lah saloka-loka ilalan lino, dadi kamateanna rupa tau kapentallunna dipake temo. Dadi inde eran di langi" e tibakkanna lino inniang dengen mi inniang sitimang ia lino, sapo nah Songkan Dewata aka nah kua lah tuo linoan babang mia tau. Nah patu to lino yah yamo tulasanna Songka mengkalao illau Duri, sae rekke Ulunna Sa"dan, tokke sangga batu maagotto-gotto susi eran. Dadi inde tulasan e mengkalao dio mi mai tomatua yolo. "Padami Kurrusumanga!" Terjemahan Bahasa Indonesia Sejak terbelahnya bumi atau sejak terbentuknya bumi, memang sudah ada yang disebut eran di langi", sehingga terbentuk sistem kematian manusia. Pengertian Eran di Langi" adalah jalan yang digunakan untuk menuju ke langit guna berkomunikasi langsung dengan Tuhan. Awal mula orang tua dahulu mengenal sistem kematian adalah Songka Baka, yang berarti ketika seseorang meninggal lalu dibangunkan, maka ia akan hidup kembali. Sistem ini dijalankan selama bertahun-tahun hingga jumlah manusia di bumi menjadi sangat banyak dan ruang hidup semakin sempit. Oleh karena itu, para orang tua kemudian pergi melalui eran di langi" untuk menghadap Tuhan dan menyampaikan keluhan bahwa kehidupan di bumi telah menjadi sempit karena manusia terus bertambah. Kemudian Tuhan berfirman bahwa sistem kematian akan diganti menjadi Lellengan Punti, yang berarti bahwa seseorang baru dapat meninggal ketika telah tua atau lanjut usia, sedangkan yang masih muda belum dapat meninggal. Sistem ini kembali dijalankan selama bertahun-tahun, namun sekali lagi jumlah manusia di bumi semakin bertambah sehingga bumi kembali terasa sempit. Maka orang tua kembali menghadap Tuhan dan menyampaikan keadaan tersebut. Tuhan pun kemudian mengganti sistem kematian manusia menjadi Batta Tallang, yang berarti baik yang muda maupun yang tua tetap akan meninggal. Sistem inilah yang kemudian digunakan hingga masa kini, karena hanya sistem inilah yang mampu menjaga agar bumi tidak dipenuhi oleh manusia. Dengan demikian, sistem kematian manusia telah mengalami pergantian sebanyak tiga kali. Dengan demikian, eran di langi" telah ada sejak awal mula terbentuknya bumi, namun kemudian diruntuhkan oleh Tuhan karena dianggap kehidupan di langit sudah menyerupai kehidupan di bumi, di mana manusia sedikit saja mengalami masalah langsung datang melapor. Menurut cerita, eran di langi" membentang dari Duri hingga ke Sa"dan, dengan wujud berupa batu-batu yang tersusun rapi seperti tangga. Cerita ini telah ada sejak dahulu dan diwariskan secara turun-temurun oleh para orang tua hingga saat ini. "Terima Kasih!" Diceritakan kembali oleh Bongga Barana"/Rivan Kurniawan

ahmadridhai Baca
BUANA KE MALANGKAK PENABA II TAU  (AKIBAT JIKA TERLALU SOMBONG)
Mambulilling, Mamasa

BUANA KE MALANGKAK PENABA II TAU (AKIBAT JIKA TERLALU SOMBONG)

Pissam waktu illam mesa pangallak, dema to si sahabak disanga Pukkodo anna Balabo. Inde Pukkodo manaha mutekak ii kaju lambik si nababa malangkak penaba inde kamanahanganna. Pissam waktu, inde Pukkodo muita Balabo mahassam mupea kinande. Ya mupelambik im sahabakna inde Pukkodo, naua, "Aka hia mupogauk eta, Balabo"? Natimbak im inde Balabo, naua, "Mahassam ak mupea kinande, inde Pukkodo, sapo takpi dema dilambik mui podo mesam." Tappak langam mi penabanna inde Pukkodo. Lambik meketibbe langam mesa punti, mane mualai indo punti naande dio olo na Balabo. Mane muanni inde Balabo muita haka susi hi tia inde diua mupea kinande aa. Wali ii mak tulal susi, ya lekbak um inde Pukkodo mupellei inde Balabo. Pissam waktu aka deak sugalik inde Pukkodo, ya mammak um yabo mesa bata kaju. Tak napangkak metoba, ya mutappa ii dokko jaringna to mepoja. Lambik inde Pukkodo ya tak mala lussuk illam mai inde jaring. Kaoli olim inde Pukkodo mupea solana anna malai na bantu. Sapo tak dema nahingi sola solana. Lambik sumahho liu inde Pukkodo ee mupea tolamu bantu ii. Tak ii mesae liu inde Balabo dio olo na Pukkodo. Mengkahumase masem inde Pukkodo lako Balabo, naua, "Kamasei ak bantu ak lussuk illam mai inde jaring, aka makak tak mukanasei ak ya la mate ak tokao naala to mepoja." Natimbak um inde Balabo, naua, "Akanna la mupahlluam ko bantuanku, anna libak hi iko jago mu." Naua inde Pukkodo, "Kamase-masei ak, aka libak menyesalku malangkak penaba." Puhai makkada susi, ya nakamase-maseim inde Balabo. Lambik na kekek ii indo jaring mupake isin na si masadik. Lambik mala lappak inde Pukkodo. Lappak iii inde Pukkodo, ya mak dandim tak um la malangkak penaba. "Puha!" Terjemahan Bahasa Indonesia Pada suatu waktu, di sebuah hutan, hiduplah seekor monyet bernama Pukkodo dan temannya seekor tikus bernama Balabo. Monyet ini sangat lincah dalam memanjat pohon dan selalu membanggakan kelebihannya tersebut. Pada suatu hari, monyet itu bertemu dengan sahabatnya, si tikus, yang sedang mencari makanan. Monyet tersebut menyapa sahabatnya dan berkata, "Apa yang kamu lakukan di situ, Balabo"? Balabo pun menjawab, "Saya sedang mencari makanan, Pukkodo, tetapi belum menemukan satu pun." Mendengar hal itu, si monyet langsung menyombongkan dirinya dan berkata, "Lihatlah diriku yang memiliki kemampuan hebat. Aku mampu mendapatkan makanan dengan mudah." Kemudian monyet itu melompat ke sebuah pohon pisang, mengambil sebuah pisang, lalu memakannya dan meninggalkan sang tikus. Pada suatu waktu, karena terlalu kekenyangan, monyet tersebut tertidur di atas sebuah pohon. Tanpa disadarinya, ia terjatuh dari dahan pohon dan menimpa sebuah jaring pemburu. Ia pun terjebak dan tidak dapat melepaskan diri. Monyet itu sangat panik dan berteriak-teriak meminta tolong, tetapi tidak ada yang mendengarnya. Akhirnya, tikus pun lewat di hadapannya. Dengan putus asa, si monyet meminta tolong kepada sang tikus agar menyelamatkannya. Tikus itu berkata, "Bukankah kamu memiliki kemampuan yang hebat? Mengapa kamu meminta tolong kepadaku yang berbadan kecil seperti ini"? Monyet itu pun memohon kepada tikus agar memaafkan kesombongannya dan berharap sang tikus mau menolongnya. Karena kebaikan hati sang tikus, ia pun menolong monyet tersebut dengan menggigit jaring pemburu menggunakan gigi-giginya yang tajam. Akhirnya, monyet itu pun bebas dan berjanji tidak akan sombong lagi. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Yadi/Pande Tongkok

ahmadridhai Baca
LEMBA???NA PEMBUNI LAN PANGGALA??? RATTE BO???TEK (MUNCULNYA MANUSIA MISTERIUS DALAM HUTAN RATTE BO???TEK)
Desa Nosu, Kec. Nosu, Kab. Mamasa

LEMBA???NA PEMBUNI LAN PANGGALA??? RATTE BO???TEK (MUNCULNYA MANUSIA MISTERIUS DALAM HUTAN RATTE BO???TEK)

Nakua tula"na jomai masyarakat Nosu, panggala" Ratte Bo"tek yamo ninan nanei ummanna buda tula", yamo aka tae mala naita mata. Na saga masyarakat Nosu kumua "Pembuni", illan artinna yamo tau tae bisa diita, sapo tau mak ma"tok ri bisa mitai. Yamo makka na patongan tula"-tula"na tau umakka molai kadadian lan panggala" yate"e. Battu tonganna raka, battu digaragai piaga raka, dengan ukkuai kumua makka torro miru" kawa lan panggala" yate"e. Nakua kumua, ilan panggala" yate"e buda banua sola pira-pira warung jo sa"de lalan. Yatu sitarru"na, dengan aka senga"-senga" na olai pira-pira sapiri yamo sii biasa ummolai panggala" yate"e. Yatu aka senga"-senga" na olai yamo oto na nei dao tae" na bela kendek ummolai lalan yate"e, na kakendekan tae sya tuka" maro. Ke makka mi sapiri umpatorro pelo"na jo tete lan panggala" yate"e, mane ri oto na nei bisa menonok maelo tang dengan kakadakean. Lemba"na asu dio sa"de lalan panggala" Ratte Bo"tek. Lemba"na asu lan panggala" yate"e tanggia dikua-kua pianga, sapo tonganna. Dengan pira-pira tau saba" umakka mitai, yamo aku mesa". Asu umakka lemba" kuita ta"pa" yamo asu mak bulu mabussang-bussang sola asu malotong sipoloan mabussang. Senga"na yate"e, asu tae kik na buroroi susi asu senga"na. Dengan mesa" masyarakat umakka ma"kada kumua makka uccoba rambai yate"e asu, saba" yate"e asu tae dengan mak buroro sola tae uppatorro ninan yate"e. Makkai to unrambai asu senga"-senga" mi kale na nasa"ding. Attu yato"o, lan panggala" yate"e tae tappak dengan banuanna tau. Yari te denganna anggemi to" kayu sisinna panggala". Dengan tau uppokadai kumua yate"e asu dibiasa lemba" lan panggala" Ratte Bo"tek yamo tau battu disanga "Pembuni". Unroba kalena mendadi asu, saba" makari mokai ke diitai rupanna tonganna susi tau. Dengan duka pokadai kumua yate"e asu-asu yamo to mappui panggala" Ratte Bo"tek, battu dikua pa"daga"na panggala" Ratte Bo"tek. Pira-pira aka dadi lan panggala" Ratte Bo"tek mandu mak pakarannu. Yamo to"o lan panggala" yate"e tae tappak dengan aka-aka anggeri, sapo tete na lalan na gulilingi to" kayu mandu buda. Tae dengan banua na warung. Sapo ke lan lino to dolo ambai tonganna, yamo denganna banua warga sola warung-warung. Nakua tula"na masyarakat, yamote rupa tau membuni (Pembuni), battu yamo disanga lan lino senga", yamo undagai Tondok Nosu jomai tau la mak palako kadakean. "Suppik!" Terjemahan Bahasa Indonesia Menurut cerita sebagian masyarakat Nosu dan sekitarnya, Hutan Ratte Bo"tek merupakan tempat yang menyimpan banyak kisah misteri tentang makhluk tak kasat mata. Masyarakat Nosu menyebut makhluk tersebut sebagai "Pembuni", yang berarti sosok manusia yang tidak dapat dilihat dan hanya bisa disaksikan oleh orang-orang tertentu. Hal ini diyakini berdasarkan cerita-cerita dari orang yang pernah melewati dan mengalami peristiwa di hutan tersebut. Entah fakta atau mitos, ada yang mengatakan bahwa ia pernah singgah minum kopi di sebuah warung di dalam hutan itu. Menurut pengakuannya, di dalam hutan tersebut terdapat banyak rumah dan beberapa warung yang berada di dekat jalan. Selain itu, terdapat pula berbagai kejadian aneh yang sering dialami para sopir yang melintasi kawasan tersebut. Salah satu kejadian yang sering terjadi adalah mobil yang mereka kendarai tidak mampu mendaki jalan, padahal tanjakan tersebut tergolong sedang. Namun, setelah sopir meletakkan rokok di jembatan yang berada di hutan itu, mobil tersebut dapat kembali berjalan dengan lancar tanpa kendala. Kemunculan sosok anjing di pinggir jalan Hutan Ratte Bo"tek juga menjadi cerita yang sering dibicarakan. Kemunculan anjing ini bukan sekadar mitos, melainkan dianggap sebagai fakta oleh sebagian masyarakat. Beberapa orang mengaku pernah melihatnya secara langsung, termasuk saya sendiri. Anjing yang pernah saya saksikan memiliki bulu berwarna putih, oranye, serta perpaduan hitam dan putih. Anehnya, anjing-anjing tersebut tidak pernah menggonggong seperti anjing pada umumnya. Salah seorang masyarakat pernah bercerita bahwa ia mencoba mengusir anjing tersebut, namun anjing itu tidak menggonggong dan juga tidak meninggalkan tempatnya. Setelah mencoba mengusirnya, orang tersebut justru merasakan keanehan pada tubuhnya. Sementara itu, dalam kenyataannya, di hutan tersebut sama sekali tidak terdapat rumah milik warga. Yang ada hanyalah pepohonan lebat layaknya hutan pada umumnya. Namun, ada pula yang meyakini bahwa anjing yang sering muncul di Hutan Ratte Bo"tek merupakan jelmaan dari sosok manusia misterius tersebut. Ia diyakini mengubah wujudnya menjadi anjing karena tidak ingin wujud aslinya, yang menyerupai manusia, terlihat secara langsung. Ada juga pendapat lain yang menyatakan bahwa anjing-anjing tersebut adalah milik penjaga hutan tersebut. Berbagai peristiwa yang terjadi di Hutan Ratte Bo"tek memang sangat mengherankan. Padahal, secara kasat mata, di hutan tersebut tidak terdapat apa pun selain jembatan dan jalan yang dikelilingi pepohonan lebat. Tidak ada perumahan maupun warung. Namun, dalam dunia gaib, menurut kepercayaan sebagian masyarakat, kemungkinan keberadaan rumah-rumah dan warung-warung tersebut memang benar adanya. Menurut cerita masyarakat, sosok-sosok tersebut merupakan Pembuni, yakni manusia yang bersembunyi dan berada di dunia lain, yang bertugas menjaga serta melindungi wilayah Nosu dari orang-orang yang berniat jahat. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Titus Solon

ahmadridhai Baca
TONGKO??? MOHAE LAN GAM MAKKASA??? (KATAK HENDAK KE MAKASSAR)
Mamasa, Kab. Mamasa

TONGKO??? MOHAE LAN GAM MAKKASA??? (KATAK HENDAK KE MAKASSAR)

Deem mesa tongko" mahassam mentingallo sola solana. Napasindum ma" pikki"-pikki", ya ma"kadam lako solana naua, "Kupelele buda kasisi" si kasalle yabo Makkasa", dadi mohae a" inde la lao langam ma"saleo-leo dipasindum dipetua" battu tappa" si"da hi." Nauam indo solana natimba", "La maaka susi anna malako langam Makkasa""? Natimba" naua, "La mengkattibe a" langam pollo"na oto pangkoja" baham." Iya tappa mengkalao siaham lao mupea oto. Sulena lako bihim lalam, iya liu siaham duka" mesa oto. Tappa mengkattibe indo tongko" langam indo oto sapo" mambela sugali pengkattibena, sampe mulebam indo oto. Tahhuk ia oto mellao sapo" tohho liu ia tongko" pirit. Ya balinna eta too, nakutanai pole oom indo solana naua, "Iya la muakam susi anna malako lao langam Makkasa""? Natimba"i naua, "La membuni tama a" inde tasa"na ponggaba." Iya le"ba"um tama indo tasa". Masiai, lessu" indo ponggaba langam Makkasa", sapo" muihi tanapandam mubaba indo tasa"na. Lessu" ponggaba langam Makkasa", tonta tohho tongko" illam tasa". Nakutanai pole oom indo solana naua, "La muakam pole" susi anna malako langam Makkasa""? Natimba" i naua, "La membuni a" tama inde dio kahum cengke, aka la dibaba siam langam makale"." Iya le"ba" um tama indo kahum. Sapo" aka indo oto mukoja"i ponno sagalim, ya ta" mala dibaba asam indo kahum. Susi dukak indo kahum to naongei tongko", tak um sihua oto. Mekutana oom indo solana naua, "Ya la muakam susi anna malako langam"? Natimba"i naua, "La lu langam a" pani/na bunia." Anna mane lao mupea bunia. Ullambi" bunia, ya le"ba"um langam to" pani"na. Mentia" indo bunia sola tongko", sapo" aka kasalle pepabi ia mettoba ia indo tongko". Mentia" liu ia bunia, sapo" ta"um ia tahhuk tongko" ka mettoba hi pirit. Mekutana oom indo solana naua, "Ya la muakam pole" susi langam Makkasa""? Natimba" naua, "La mellao bitti" pissam a"." Anna mane napahandu"i mengkattibe lao. Lambanam mengkattibe, mane mengkabe oi. Hatui yabo Makkasa", mulambi"um tongko" sengak to inna tohho yabom. Mekutanam indo tongko" sengak naua, "Aka inde kala pattujummu anna mane ammui kuita lemba" inde Makkasa" sola"? Nauam indo tongko" natimba", "Aka kuhingngi buda adek kasisi" si kasalle inde Makkasa". Ian to inde mubaba a" sulea aka kala muhae a" dukak kuita indo kasisi" kasalle madommik tappa medea"-dea"i hi ia." Natimba" indo tongko" to inna yabom Makkasa" naua, "Indo kasisi" kasalle anna malompo ta" tia tohho inde Makkasa", aka anggam tia kasisi"-sisi" bahinni" inde. Makak kemupea ko kasisi" kasalle ya anggam tia tohho illam pangala"." Nahingnginnai ya too, mengkattibe sule tongko" ma"pasule lako banuanna. Indo tongko" ka tongko" pangala", ya ma"pasule tamam sule pangala". Sulei tama banuanna, muitam solana mahassam mentingallo. Ma"tula"um tongko" lako solana naua, "Ta" hia palae" mapia puha lako ongeam senga". Ta"um duka" deem mupadai ongeam kale." Napatudu ki" pada-pada inde toyolo naua mui la maaka teem mambelammu mupea kamasannangam tama tonda" senga", tontako la musikdim mamalli" lako tonda"mu. Aka ta" deem mupadai kamasannangam ke tohho dioi tau dukak ongeam lamungam tabunimmu, ongeammu siita kamasannangam sola tomatua anna sola paningomu. "Puha!" Terjemahan Bahasa Indonesia Ada seekor katak sedang berjemur bersama temannya. Sambil berpikir-pikir, ia berkata kepada temannya, "Saya dengar banyak lalat besar di Makassar. Jadi, saya ingin ke sana." "Tetapi, bagaimana kamu bisa pergi ke Makassar"? tanya temannya. "Saya akan melompat ke belakang truk pengangkut," jawabnya. Lalu katak itu berangkat mencari truk. Baru saja ia tiba di pinggir jalan, sebuah truk melewati tempat itu. Katak mencoba melompat ke atas truk, tetapi lompatannya terlalu jauh. Truk pun berjalan tanpa katak. Setelah itu, temannya kembali bertanya, "Sekarang bagaimana kamu mau ke Makassar"? Sejenak ia berpikir, kemudian melihat seorang bapak yang bersiap hendak ke Makassar. Lalu ia berkata, "Saya akan bersembunyi di dalam tas bapak itu." Kemudian ia beranjak dari tempatnya dan masuk bersembunyi ke dalam tas tersebut. Keesokan harinya, ketika bapak itu berangkat, ia terburu-buru sampai lupa membawa tasnya yang di dalamnya berisi si katak. Bapak itu pun pergi tanpa katak. "Sekarang, bagaimana kamu hendak ke Makassar"? tanya temannya sekali lagi. "Saya akan masuk ke dalam karung yang berisi cengkeh-cengkeh yang akan diantar ke Makassar," jawabnya. Lalu ia masuk dan bersembunyi di dalam karung. Namun, truk terlalu penuh sehingga tidak semua karung bisa diangkut, termasuk karung tempat katak bersembunyi. Truk itu pun pergi tanpa katak. Kembali temannya bertanya, "Sekarang bagaimana kamu mau ke Makassar"? Katak kembali berpikir sejenak dan tiba-tiba berkata, "Saya akan naik ke atas sayap burung elang." Ia kemudian bergegas mencari burung elang. Saat menemukan seekor elang, katak itu naik di atas sayapnya. Dalam perjalanan, tiba-tiba ia terjatuh karena hembusan angin yang sangat kencang. Akhirnya, burung elang pun pergi tanpa katak yang telah terjatuh. Untuk kesekian kalinya, teman katak berkata, "Jadi sekarang apa yang harus kamu lakukan supaya bisa ke Makassar"? "Saya akan pergi sendiri," jawabnya, lalu melompat-lompat ke arah kota. Katak itu terus melompat dan melompat. Sesampainya di Makassar, sekelompok katak lain yang memang berada di sana bertanya kepadanya, "Apa yang membawamu ke mari"? "Saya dengar bahwa di daerah ini ada begitu banyak lalat besar dan gemuk, sehingga saya memberanikan diri berusaha untuk mencapai daerah ini," jawabnya. "Lalat-lalat besar dan gemuk? Mereka tidak tinggal di sini," jawab katak kota itu. "Hanya beberapa lalat kecil yang tinggal di Makassar. Lalat yang besar dan gemuk adanya di dalam hutan," lanjutnya. Mendengar hal itu, katak pun tertunduk dan melompat kembali ke hutan, ke rumahnya sendiri. Sesampainya di sana, ia melihat teman-temannya sedang berjemur. Kemudian ia berkata kepada temannya, "Ternyata keadaan di tempat lain tidak selalu lebih baik." Cerita ini menggambarkan kehidupan kita dan ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa sejauh apa pun seseorang pergi dari kampung halamannya, akan selalu ada rasa rindu, karena tidak ada tempat yang lebih nyaman selain rumah sendiri. "Selesai!" Diceritakan kembali oleh Dicky Roland/Yudha Arfianto

ahmadridhai Baca

Menampilkan halaman 8 dari total 10 halaman